Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.226 Posts in 16.861 Topics- by 43.984 Members - Latest Member: BarryShits
Elex Online ForumDiskusi UmumFreeTalk GuestPost reply ( Re: Berapa yang didapat penulis )
Post reply
Warning: this topic has not been posted in for at least 100 days.
Unless you're sure you want to reply, please consider starting a new topic.
Name:
Email:
Subject:
Message icon:
BoldItalicizedUnderlineStrikethrough|GlowShadowMarquee|Preformatted TextLeft AlignCenteredRight Align|Horizontal Rule|Font SizeFont Face
YouTubeInsert FlashInsert ImageInsert HyperlinkInsert EmailInsert FTP Link|Insert TableInsert Table RowInsert Table Column|SuperscriptSubscriptTeletype|Insert CodeInsert Quote|Insert List
Spoiler Smiley Wink Azn Cheesy Grin laugh Sad no dunno redface Shocked Cool Huh? Roll Eyes Tongue Embarrassed Lips Sealed Undecided Kiss Cry angel devil police Evil Angry yuck argg smash clap doa wave gangstauzi laughing bwekk nono biggrin crash type guns iloveusign image005 image013 ngoceh notworthy thefinger_red inlove sleeping mikir thanks supir heartbeat image008 bisik couple ladysman cupss timpuk bash argue beerchug thumb up thumb down [more]
+ Additional Options...

shortcuts: hit alt+s to submit/post or alt+p to preview



Topic Summary
Posted on: February 22, 2017, 01:59:42 pm
Posted by: retado
Kayaknya nggak lebih dari 15% deh. Soalnya saya punya saudara yang bukunya pernah diterbitkan. Tapi apakah itu jadi perhitungan yang baku atau bisa lebih besar atau kecil dari itu saya nggak tahu.
Posted on: April 05, 2011, 02:44:31 pm
Posted by: ary_melodict
mungkin tergantung ceritanya dan harga ratting penjualannya....
Posted on: March 13, 2011, 05:22:44 pm
Posted by: apriyatna
Saya menulis buku karena suka, terlepas dari besarnya honor yg diterima. Honor diterima berhubungan dgn harga jual buku tsb di pasaran. Kalo harganya mahal, tentu honornya lumayan.

Mengandalkan hidup dr tulisan pun mungkin saja, seperti yg saya lakoni saat ini. Kalo buku kita terbit di penerbit besar, rutin, harga jual tinggi--dijamin bisa buat nafkah. Kalo bisa buat jadi "kaya", itu urusan lain. Hehehe.

Do what your love and money will follow.
Posted on: May 23, 2007, 03:06:47 pm
Posted by: BY Eko Sulistiono
Sebenernya porsi pembagian royalti dihitung secara fleksibel, dan yang terbesar adalah faktor resiko pasar. Jujur aja, kondisi saat ini di Indonesia, belum memungkinkan bagi penulis buku untuk meraup keuntungan besar dari royalti yang didapat.

Mayoritas penulis buku, motivasi utamanya bukanlah uang royalti. Kalo royalti dijadikan prioritas, hampir dipastikan anda akan nangis bombay.. Seorang motivator yang menulis buku, tentu tujuan utamanya adalah menembus pasar dan memperluas komunitasnya melalui market bukunya. Biasanya ini diperoleh secara langsung saat melakukan seminar / launching buku / talkshow promo di beberapa tempat, mereka secara aktif building networking kepada peserta yang datang. Jadi buku hanyalah batu loncatan untuk mendapatkan pangsa pasar jasa yang sedang dibangun.

Ada juga yang menulis banyak buku hanya sekedar untuk mendapatkan credit point agar penulis ybs bisa memperoleh gelar Profesor dari akademisinya. Sekaligus buku-bukunya ini akan dijadikan buku pegangan bagi murid-murid di kampusnya.

Ada juga yang memang bercita-cita ingin membagikan ilmunya, pengalamanannya kepada masyarakat melalui buku.

Bagi penerbit, sering menemui kesulitan disaat mengkombinasikan idealisme perusahaan dengan kebutuhan pasar dan idealisme penulisnya sendiri.

Jadi perhitungan royalti bukanlah rumus yang mudah dipecahkan begitu aja. Banyak IF..THEN..ELSE nya yang perlu dipertimbangkan.
Posted on: May 23, 2007, 11:32:45 am
Posted by: smartie
itu rahasia perusahaan kali...
antara penulis dengan penerbit
Posted on: May 23, 2007, 09:15:15 am
Posted by: SUV
biasanya sih dari penjualan sekitar 15%-berubah atau nggak ya
silakan pihak yang lebih berwenang

kalo menulis memang harus terus hidup untuk bisa terus menulis

di jaman yang serba susah sekarang hidup sederhana dan nggak mo yg macem2 adalah solusinya

sekarang nggak ada yang nggak di korupsi dari bawah sampai atas

menulis sebagai kebutuhan jiwa, kebutuhan raga hanyalah yang kedua saja
tetep semangat yaaa!!! salam kenal
Posted on: May 05, 2007, 10:37:01 am
Posted by: Meyiya Seki
Salam,
Menulis memang bagian dari darah daging, tapi tentu darah akan kering dan daging akan susut kalau kemudian kita hanya menulis tanpa dapat hidup dari menulis. Ini bukan masalah komersil, tapi ini masalah kebutuhan hidup.

Jika sebuah buku diterbitkan oleh penerbit, berapa banyak yang didapat oleh penulis? Berapa % dari penjualan atau bagaimana mekanismenya? Lalu kalau ada cetak ulang, siapa saja yang berhak?

Mohon masukan yang berpengalaman.

Salam,
Meyiya Seki