Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.138 Posts in 16.725 Topics- by 41.599 Members - Latest Member: Mariogot
Elex Online ForumBuku, Software, & MajalahKOMIK ELEXFeedback (Moderators: greendroplet, smartie, raven, PaulW, shea, Usakuma, cherrycat)Kenapa Komik di Indo lama terbit???? (Baca Hal 1)
Poll
Question:
Menurutmu, mending kalo mo terbitin komik itu prioritas terbitin yang mana dulu?
Kelarin seri-seri yang sudah berjalan dulu dunk!
Seri baru! Judul baru! Banyak yang bagus nih!
Cetak ulang dunk yang jadul2! Khan bagus dulunya waktu tamat  setidak2nya 3-4 taon yg dulu..
Terbitin yang lebih antik aja.... judul2 10 taon yg lalu (yang masih berjaket), itu aja yg diterbitin dulu! Yg laen belakangan!

Pages: 1 2 [3] 4 5 6 7 8 9 10 ... 22  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Kenapa Komik di Indo lama terbit???? (Baca Hal 1)  (Read 99957 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Jia Yuan
史上最強のひよこ
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 18
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 10.466


素敵な笑顔。。。かな?


Awards
« Reply #20 on: November 10, 2006, 09:14:12 pm »

Yang 12 halaman per chapter itu setauku cuma School Rumble atau manga lain dengan identitas sejenis.
Di Shuukan Shonen Magazine biasanya 18-20 halaman per chapter
Kalau yang bulanan baru bervariasi. Paling sakit nunggunya yang 30 halaman per chapter (seperti Legenda Naga pada vol sebelumnya dimana 1 buku memuat sampai 7 chapter, padahal tu komik dulu tiap buku 3-4 chapter aja).
Di Shonen Sunday biasanya per chapter 16an
Kalau Shonen Jump per chapter biasanya 20-22
Logged


何するつもり?マジ告?だめだめ 駄目なんだもんっ
抜け駆け禁止 でもね 大丈夫なんだ
君の笑顔でご飯三杯!
&
g4ronk
lurker
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 8.429

nekko


WWW Awards
« Reply #21 on: November 10, 2006, 09:17:07 pm »

sukuran ngacak kadang2 bisa lebih dikit dari 12...
kalo bulanan itu bisa aja 60 halaman...
Logged

The devil who you canít win against no matter what you do is cunning and has the face of a goddess (◎_◎;)
alvanov
Guest
« Reply #22 on: November 11, 2006, 06:31:14 pm »

Semakin sering terbit... semakin sedikit jumlah halaman dalam 1 chapternya. Itu prinsip dasar dalam manga-zine. Kalo terbit bulanan, biasanya lebih banyak jumlah halamannya dalam 1 chapter atau membuat beberapa chapter.

Kalo maksudku yang format majalah bisa mengubah mindset pembaca... coba pikir begini. Dengan seringnya EMK nerbitin tank dengan rutin sebulan sekali... secara gak sadar banyak pembaca komik di negeri ini yang berasumsi bahwa "Ngomik 180 halaman = 1 bulan" Secara gak langsung itu berpotensi untuk mementingkan kuantitas daripada kualitas. Alhasil... kebijakan komikita/komik lokal di EMK juga akhirnya seperti sekarang, khan? masukin karya langsung dalam format tank.

Padahal format majalah, adalah cara industri manga mempreserve sistem produksi dan kualitas manga mereka supaya tetap stabil tapi dengan tetap memenuhi demand pembacanya untuk tetap terupdate informasinya. Durasi dan bentuk/format komik reguler di tiap negara berbeda. Di Amrik, format regulernya adalah komik 32 halaman FC & terbit sebulan sekali... tank-nya adalah TPB (trade paperback)... di Jepang? format reguler adalah manga-zine... tank-nya yang kita lihat. Selain itu format manga-zine harganya 1/2x harga tank'nya biasanya...

Disana cara pembayarannya juga bisa menjamin komikus untuk hidup layak. format reguler dibayar dengan sistem honor atau sejenisnya yang durasinya lebih konstan (gaji), format tank dibayar dengan sistem royalti.  geetooh....

Kita selama puluhan tahun dimanja dengan format tank... secara gak sadar, pola pikir komikus kita juga outputnya adalah tank... wajar jadinya kalo dilihat sekilas... komikus kita bisa dianggap gak produktif  nono
Logged
tikyut
VIP Members
LX - Frenzy
******

Reputation: 30
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 12.968


Awards
« Reply #23 on: November 12, 2006, 09:16:27 am »

Kan Karena Industri Komik di Kita gak terlalu "menarik" mas.... orang2 diindonesia itu udah terdoktrin dari dulu kalo komik... kalo bukan jepang... ya eropa...

Inget kan dulu Lembergarnya Poskota... dulu kan Poskota terkenal cuma gara2 lembergar nya.. sekarang... akhirnya 'kalah' juga dengan minat baca orang2 yang ENGGAK ke komik indonesia...
Logged
g4ronk
lurker
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 8.429

nekko


WWW Awards
« Reply #24 on: November 12, 2006, 08:37:19 pm »

ah gw ga berpikir bwt ngomik tank koq... enakan ngomik mingguan biggrin
Logged

The devil who you canít win against no matter what you do is cunning and has the face of a goddess (◎_◎;)
Alter
LX - Senior
****

Reputation: 4
Offline Offline

Posts: 930

Sarcasm best served with a smile and a cup of tea♪


Awards
« Reply #25 on: November 14, 2006, 12:27:30 pm »

Kalo maksudku yang format majalah bisa mengubah mindset pembaca... coba pikir begini. Dengan seringnya EMK nerbitin tank dengan rutin sebulan sekali... secara gak sadar banyak pembaca komik di negeri ini yang berasumsi bahwa "Ngomik 180 halaman = 1 bulan" Secara gak langsung itu berpotensi untuk mementingkan kuantitas daripada kualitas. Alhasil... kebijakan komikita/komik lokal di EMK juga akhirnya seperti sekarang, khan? masukin karya langsung dalam format tank.

gak terlalu mengikuti komik lokal, tapi setau daku, jarang sekali komik lokal yang bisa sampe 2 volume, kebanyakan one-shot dengan genre shoujo, jadi gak terlalu efek deh kalo misalnya ada pressure 180 halaman = 1 bulan. Kita sih cenderung pressure ke manga/tankouban yang di jepang sana udah terbit belasan volume sedangkan di sini baru keluar 1-2 volume ajah (hehehehe, gak mau ketinggalan donk*). Kalo translasi dari bhs Jepang-Indonesia berapa lama sih? satu bulanan ya?

*ngomong2 kayanya ada fenomena aneh bin ajaib deh soal terbitan furuba, waktu volume2 awal, mereka bisa terbit 2x sebulan loh (ngejar versi bajakan?) - walaupun akhirnya dimasukin hanalala

Padahal format majalah, adalah cara industri manga mempreserve sistem produksi dan kualitas manga mereka supaya tetap stabil tapi dengan tetap memenuhi demand pembacanya untuk tetap terupdate informasinya. Durasi dan bentuk/format komik reguler di tiap negara berbeda. Di Amrik, format regulernya adalah komik 32 halaman FC & terbit sebulan sekali... tank-nya adalah TPB (trade paperback)... di Jepang? format reguler adalah manga-zine... tank-nya yang kita lihat. Selain itu format manga-zine harganya 1/2x harga tank'nya biasanya...

selain itu, format majalah juga berguna untuk tes selera pasar. Kalo nggak begitu diminati pembaca, bakalan buru2 ditamatin dan digeser dengan judul lain - dan berhubung persaingan ketat, maka manga-ka bener2 dituntut untuk membuat karya yang berkualitas (dan digemari pembaca).

Sekalian tambahin protes dikit (kayanya g udah identik dengan protes nih, moga2 aja gak diban sama LXO) - g lupa dengan harga manga-zine dan tankouban (kalo gak salah sekitar 400-680 yen deh) tapi kalo manga-zine bonusnya biasanya meriah loh (g pernah langganan Hana to Yume selama setahun, dapet handuk kecil, pensil mekanik, buku notes, kalender gantung ukuran mini - sedangkan manga-zine di Indonesia seperti CHAMP, SHOUNEN MAGZ, HANALALA, SHOUNEN STAR cuma dapet stiker kertas dan magnetic untuk ditempel di kulkas, itu aja udah jarang ya sekarang) mengapa demikian?

well, bukannya mengharapkan sih (bonus dari HtY juga gak butuh2 amat), tapi berhubung tank bakalan diterbitin (dengan kertas yang kualitasnya kayanya gak gitu beda2 amat), bukannya lebih bagus kalo pembeli manga-zine dikasih sedikit insentif yang lebih? (gak termasuk ikut kuis loh, itu hadiahnya terbatas sih). Pembeli bisa aja berargumen "buat apa beli manga-zine? mendingan tunggu aja tankoubannya keluar"

Disana cara pembayarannya juga bisa menjamin komikus untuk hidup layak. format reguler dibayar dengan sistem honor atau sejenisnya yang durasinya lebih konstan (gaji), format tank dibayar dengan sistem royalti.  geetooh....

Kita selama puluhan tahun dimanja dengan format tank... secara gak sadar, pola pikir komikus kita juga outputnya adalah tank... wajar jadinya kalo dilihat sekilas... komikus kita bisa dianggap gak produktif  nono

well, itu sih, salahnya pembaca yang kurang/tidak terinformasi koq, bukan salah komikusnya....so, tenang aja mas. (ngomong2 ada komikus yang mo ngasih bocoran gimana sistem pembayaran di elex? hehehehehehhe)
Logged
alvanov
Guest
« Reply #26 on: November 14, 2006, 01:01:35 pm »

gak terlalu mengikuti komik lokal, tapi setau daku, jarang sekali komik lokal yang bisa sampe 2 volume, kebanyakan one-shot dengan genre shoujo, jadi gak terlalu efek deh kalo misalnya ada pressure 180 halaman = 1 bulan. Kita sih cenderung pressure ke manga/tankouban yang di jepang sana udah terbit belasan volume sedangkan di sini baru keluar 1-2 volume ajah (hehehehe, gak mau ketinggalan donk*). Kalo translasi dari bhs Jepang-Indonesia berapa lama sih? satu bulanan ya?

Maksudku, banyak komikus yang diplot akhirnya adalah dalam 1 kali kerja tu, langsung digeber 180 halaman... walaupun gak 1 bulan harus beres, cuma khan tetep aja staminanya bocor... liat aja, banyak yang nggak bisa konsisten 180 halaman kualitasnya setara... rata2 di 1/2 buku terakhirmulai menurun kualitas gambarnya... ini nyusahin & gak baik bagi industri kita...

Lalu tentang protes & komplen, kalo kupikir bukan masalah bonus yang harus mulai diperhatikan. Justru masalah yanglebih penting adalah.. edisi majalah selalu lebih murah, tapi kenapa di Indo malah lebih mahal dari tank-nya? Ini aneh. Soalnya di Jepun sono, edisi manga-zine tu tujuannya bukan cari untung, tapi memepertahankan perhatian pembaca supaya "gak belanja yang laen"  Kalo mereka suka, edisi tank adalah edisi yang akan dikoleksi, bukan edisi manga-zine nya....  Kalo bonus, itu adalah 'extended effort' untuk menarik perhatian pembaca baru (yang sebelumnya gak ngikutin edisi2 sebelumnya) n mempertahankan loyalitas pembaca yang sudah belanja sebelumnya.

Pembaca gak bisa disalahin kalo memang pola industri yang terbentuk di kita kayak ginih... Kalo kita selalu baca format2 'bundelan' secara gak sadar kita bakal nganggap kalo bikin komik pasti langsung sebundel khan?

FYI aja, ngomik itu bayarannya sama dengan buku, jadi dibayar ama royalti di Indonesia... makanya masih belum banyak yang menggantungkan hidup di ngomik. Kalo di luar negeri (dimana pun), ada honor untuk terbitan reguler di majalah ada royalti yang didapat kalo dibuat tank atau dibuat anime/gamenya.
Logged
Alter
LX - Senior
****

Reputation: 4
Offline Offline

Posts: 930

Sarcasm best served with a smile and a cup of tea♪


Awards
« Reply #27 on: November 14, 2006, 04:01:33 pm »

Maksudku, banyak komikus yang diplot akhirnya adalah dalam 1 kali kerja tu, langsung digeber 180 halaman... walaupun gak 1 bulan harus beres, cuma khan tetep aja staminanya bocor... liat aja, banyak yang nggak bisa konsisten 180 halaman kualitasnya setara... rata2 di 1/2 buku terakhirmulai menurun kualitas gambarnya... ini nyusahin & gak baik bagi industri kita...

hmmm, kalo ini seh kayanya prosedur dari elex deh yang harus diberesin; sebagai salah satu pembaca, saya bisa bilang kalo saya sendiri gak mengharapkan komikus indo harus selesai 1 volume sebulan (hebat banget tuh yang bisa begitu, yang pro di jepun aja minimal 2-3 bulan, itu aja udah pada nge-klaim dikejar2 editor kaya setan XDDDD :wahai editor elex dengarlah, jeritan komikus yang menderita:)

Lalu tentang protes & komplen, kalo kupikir bukan masalah bonus yang harus mulai diperhatikan. Justru masalah yanglebih penting adalah.. edisi majalah selalu lebih murah, tapi kenapa di Indo malah lebih mahal dari tank-nya? Ini aneh. Soalnya di Jepun sono, edisi manga-zine tu tujuannya bukan cari untung, tapi memepertahankan perhatian pembaca supaya "gak belanja yang laen"  Kalo mereka suka, edisi tank adalah edisi yang akan dikoleksi, bukan edisi manga-zine nya....  Kalo bonus, itu adalah 'extended effort' untuk menarik perhatian pembaca baru (yang sebelumnya gak ngikutin edisi2 sebelumnya) n mempertahankan loyalitas pembaca yang sudah belanja sebelumnya.

Pembaca gak bisa disalahin kalo memang pola industri yang terbentuk di kita kayak ginih... Kalo kita selalu baca format2 'bundelan' secara gak sadar kita bakal nganggap kalo bikin komik pasti langsung sebundel khan?

hmmm, ini kayanya agak aneh, ketika protes merebak lantaran furuba/alice academy dimasukkin ke hanalala, ada gosip yang beredar kalo pihak penerbit sana mengancam kalo 2 judul tersebut gak boleh terbit kecuali kalo dimasukin ke manga-zine. Kalo emang penerbit manga-zine gak nyari untung, buat apa kira2 ancaman tersebut (bukannya lebih menguntungkan kalo dibuat tank-nya? lagipula furuba sudah vol 20, alice kalo gak salah udah vol 10/11 jadi stok untuk 4-5 volume seharusnya cukup).

untuk masalah membiasakan/format pikiran pembaca, bisa aja dibikin majalah komik khusus untuk komikus Indo, kalo emang Elex berminat.

FYI aja, ngomik itu bayarannya sama dengan buku, jadi dibayar ama royalti di Indonesia... makanya masih belum banyak yang menggantungkan hidup di ngomik. Kalo di luar negeri (dimana pun), ada honor untuk terbitan reguler di majalah ada royalti yang didapat kalo dibuat tank atau dibuat anime/gamenya.

asik juga kayanya sistem bayar tambah kaya gitu. salah satu yang g gak begitu suka dari komik2 indonesia yang beredar sekarang adalah genre-nya yang shoujo banget (genre ini yang paling laku banget kah? bukannya g gak suka shoujo manga sih, tapi mungkin karena ceritanya yang dipaksain satu volume tamat, jadi plot ceritanya terlalu diburu = jadinya gak bagus meskipun sebetulnya ada potensi)
Logged
Jia Yuan
史上最強のひよこ
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 18
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 10.466


素敵な笑顔。。。かな?


Awards
« Reply #28 on: November 14, 2006, 09:18:26 pm »

@alvanov: bonus di majalah2 Jepang memang meriah, tapi jangan lupa, kualitas cetakan pada majalah komik mereka tidak sebagus tankoubon. Majalah2 komik di Indonesia mengambil langsund dari tankoubon, makanya cetakannya bisa semulus komik satuan.
Logged


何するつもり?マジ告?だめだめ 駄目なんだもんっ
抜け駆け禁止 でもね 大丈夫なんだ
君の笑顔でご飯三杯!
&
alvanov
Guest
« Reply #29 on: November 15, 2006, 07:47:25 am »

2 Jia Yuan:
Makanya industri komikita nih belum sempurna... di mana2, edisi majalah tu lebih murah daripada tank-nya. Edisi majalah tu yang dikejar adalah kecepatan cerita yang berjalan, bukan kualitasnya.

Kalo sempet browse ke Kino, liat aja Shonen Jump dibandingin ama tank antara harga & jumlah kertas. Tank 180 halaman = 500-700 yen, Shonen Jump 500 halaman = 400-500 yen. Cari untung dimana penerbit majalahnya? Untung tipis untuk balik modal & biaya2... tapi bukan untuk meraup untung besar. Untung besar biasanya didapat dari oplah yang lebih dari jumlah cetak minimal.

2 Alter:
Namanya aja gossip, kalo bisa tanya ke ELEX aja. Seingetku manga yang di"lisensi" ke luar biasanya edisi tank-nya, bukan edisi majalah. Kecuali nge-lisensi majalah...

Masalah komik yang khusus komikita, ELEX dah memikirkan... tapi seingetku berdasarkan info yang bisa dipercaya dari ELEX, masalah di daya serap toko. Toko2 itu gak mau ngambil banyak, alias apriori.
Logged
Pages: 1 2 [3] 4 5 6 7 8 9 10 ... 22  All   Go Up
Print
Jump to: