Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

556.335 Posts in 13.407 Topics- by 43.080 Members - Latest Member: Virgo Masaomi
Elex Online ForumDiskusi UmumFreeTalk LXOLXO News Channel (Moderators: light ^^, smartie, camolatte)Pembajakan (termasuk pembajakan komik digital / manga scan)
Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 ... 13  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on MySpaceShare this topic on StumbleUponShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Pembajakan (termasuk pembajakan komik digital / manga scan)  (Read 84840 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
camolatte
Centerspread inside the comical world
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 161
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 15.310


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« on: May 18, 2009, 10:46:17 AM »

Buat yang membaca harian Kompas awal bulan ini, pasti menyadari adanya laporan United State Trade Representatives-Priority Watch List yang mengemukakan peningkatan peringkat Indonesia, dari negara yang sejak 2006 masuk di Watch List, kini di 2009 Indonesia masuk di Priority Watch List di mata internasional.

Ini quote dari berita online :
Quote
Jumat, 01/05/2009 11:26 WIB

Washington - Amerika Serikat (AS) menempatkan Indonesia dalam daftar hitam pelanggar Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Bersama Kanada dan Algeria, Indonesia pun gabung dengan negara seperti Rusia dan China yang telah lama dikategorikan sebagai pembajak HaKI kelas berat.

Adalah lembaga US Trade Representative (USTR) yang merilis laporan tersebut dalam tajuk 'Special 301'. Indonesia pun bakal terus diawasi pemerintah negeri Paman Sam karena masuk kategori 'Priority Watch List'. Padahal, sebelumnya Indonesia baru masuk ke kategori 'Watch List'.

Mengenai Indonesia, laporan itu intinya memaparkan bahwa 'hanya ada sedikit kemajuan dalam perlindungan HaKI dan pelaksanaaan Undang-undang sejak tahun 2006'. Padalah dikatakan, negara-negara di Asia Tenggara lainnya sudah membuat langkah yang menjanjikan.

"Pemerintah sepertinya melangkah mundur dari beberapa kemajuan yang telah dibuat sebelumnya," demikian tertera dalam laporan tersebut seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Jumat (1/5/2009).

Total sebanyak 77 negara partner perdagangan AS di-review dalam laporan terbaru untuk tahun 2009 tersebut. Mereka dimasukkan dalam beberapa kategori yakni Priority Watch List, Watch List atau Monitoring List.

Negara yang masuk dalam Priority Watch List seperti Indonesia dikatakan tidak menyediakan perlindungan HaKI yang layak ataupun akses pasar bagi mereka yang mengandalkan HaKI.

Selain Indonesia, Algeria, Kanada, China dan Rusia, negara-negara lain yang tahun ini masuk dalam kategori Priority Watch List adalah Argentina, Chile, India, Israel, Pakistan, Thailand dan juga Venezuela.

Pihak Amerika Serikat pun akan melakukan berbagai diskusi bilateral untuk memperbincangkan masalah ini dengan negara-negara tersebut.


Dan ini sedikit quote dari perwakilan dan juru bicara BSA di Indonesia mengenai dampaknya yang akan merugikan kita sendiri :
"Saat ini Indonesia masuk ke dalam Priority Watched List, sebagai balasan dari tingginya tingkat pembajakan di Indonesia. Barang-barang yang berasal dari Indonesia atau negara lain yang masuk dalam Priority Watched List, akan dikenai biaya masuk yang besar,"


Tentu saja yang akan kena dampaknya tidak hanya barang yang akan KELUAR dari Indonesia tapi juga barang yang akan MASUK ke Indonesia, ijin buku-buku terjemahan dan komik tentu saja termasuk. Dengan kalimat ini, semoga ada pemahaman temen2 akan dunia manga di Indonesia ini akan semakin bagaimana jika ini terus berlanjut. So comment anyone?




Ada artikel menarik, thanks to rouge ^^

U.S., Japanese Publishers Unite Against Manga Scan Sites (Updated)
(click to show/hide)

Bagi yang sering menjustifikasi bahwa situs pembajakan digital itu tidak merugikan dunia perkomikan, silahkan baca artikel ini.
Editor: Foreign Manga Scanning Led to Japanese Uploads
(click to show/hide)

Dari Blog Pop Culture Jepang (tautan tidak disertakan karena banyak iklan gambar yang tidak layak ditampilkan) :
Shonen Jump to Pirate Scum: “This is War!”
(click to show/hide)

“US Manga Sales Plunge 20% in 2009, Scanlation to Blame!”
(click to show/hide)

Black Lagoon Writer: “I Hope You Manga Pirates Get Cancer”
(click to show/hide)

Black Butler's Mangaka: “Pirates are Nothing but Immoral Thieves”
(click to show/hide)

Dan ada yg menyinggung komik EBooks? Tanpa kertas tidak berarti lebih murah, malah sebaliknya.
Shogakukan Online Manga DRM Crippled, Pricier Than Paper
(click to show/hide)

New Anti-Piracy Bill Proposed in U.S. Senate
(click to show/hide)

Japanese Teen Arrested for Distributing Manga Online
(click to show/hide)

[news] UU Baru Jepang Terhadap Pengunduh Komik Online

UPDATE
Agustus 2014, Pemerintah Jepang Memulai Gerakan Anti Pembajakan Anime dan Manga

About the LAW
UU Indonesia
(click to show/hide)

(click to show/hide)

(click to show/hide)

UU Internasional
(click to show/hide)

(click to show/hide)

(click to show/hide)

(click to show/hide)

(click to show/hide)

« Last Edit: August 04, 2014, 10:48:27 AM by okta92 » Logged



Member yg MAU dpt notifikasi forum via email, klik:
CARA VALIDASI EMAIL



 
smartie
bookaholic 书虫
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 258
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 24.861


ღ smartie™ ღ

  • Awards http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=18693.0

  • WWW Awards
    « Reply #1 on: May 18, 2009, 11:13:58 AM »

    satu lagi
    bagi yang sering membanding-bandingkan volume komik bajakan dan komik Elex
    sudah tau prosedur penerbitan komik?
    jika belum tahu, pelajarilah terlebih dahulu untuk memahami seluk-beluknya
    jangan hanya MENODONG dengan membandingkan bajakan yang sudah beredar
    ingatlah itu semua TANPA IJIN
    ibarat fotocopy doang

    jika kalian membeli komik bajakan, itu sama dengan membunuh komik terbitan Elex
    Elex akan dipersulit dalam mendapatkan ijin penerbitan komik judul tertentu atau bahkan (bisa jadi) tidak mendapatkan ijin sama sekali karena bajakan yang sudah merajalela

    pikirkan baik-baik Wink
    Logged


    segala postingan yang menyinggung RAW/SCANS akan dihapus!
    sebelum bertanya, mohon baca FAQs FORUM dulu
    hindari penggunaan singkatan ga lazim! ini forum, bukan sms

    Please vote for J-Novel


    FYI: smartie is not an employee of Elex/KKG Tongue
    Shiroyuki
    White Snow of Tranquility
    LX - Evangelis
    *****

    Reputation: 19
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 2.751


    Ayumi's Member


    Awards
    « Reply #2 on: May 18, 2009, 11:22:23 AM »

    Inilah kemunafikan USA...  timpuk. (comment awal yg pedas  Grin).

    Tahukah teman2 semua kalo USA pada awalnya adalah negara pembajak?  mikir Yang dibajak adalah kaset, buku dan beberapa hak paten dari Inggris (ingat USA hasil pelarian dari Inggris). Selama lebih kurang 50 tahun, kecaman dan permnitaan Inggris untuk menandatangani kesepakatan HAKi tidak digubris USA. Barulah setelah USA mampu memproduksi barang itu sendiri dan menjadi negara mapan kesepakatan itu ditanda tangani.

    Hal sama terjadi pada Jepang dan Korea. Sebelum mereka menjadi negara maju yg mampu memproduksi barang2... mereka juga membajak produk negara maju lain. Sampai pada tahap mereka mampu memproduksi sendiri dengan label sendiri dan biaya agak murah... mereka tetap membajak.

    Dalam buku China Now terbitan ELEX... dikatakan tentang kondisi sebuah negara berkembang akan tetap mengkonsumsi dan membajak produk2 negara maju lainnya. Sampai pada suatu tahap negara tersebut mampu memproduksi barang itu sendiri, barulah pembajakan akan terhenti. Ini tidak bisa dipungkiri dalam perkembangan sebuah negara. bayangkan sebuah negara yg income per kapitanya cukup rendah, tapi mempertahankan sebuah CD Windows original?  Huh?. Tapi dengan membajak, mereka dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang dan menemukan sendiri mungkin software operasi original dari masyarakat itu.

    Jadi sejauh Indonesia masi berstatus negara berkembang dan masi memerlukan dana besar dalam pengembangan, wajar2 saja mengonsumsi produk bajakan. Bukan berarti Shiro mendukung pembajakan ya, tapi mendukung pembajakan diperlukan untuk pemgembangan suatu negara...
    Logged


    For every morning we wish the new sunlight without realized it was the same yesterday's light
    raina
    The Watcher
    LX - Kidz
    LX - Frenzy
    *

    Reputation: 26
    Offline Offline

    Gender: Female
    Posts: 6.442


    nya nya nya nya~ petok~


    Awards
    « Reply #3 on: May 18, 2009, 11:53:47 AM »

    Katakanlah seluruh dunia pernah melakukannya. Tapi apa kita perlu ikut-ikutan melakukan hal yang buruk? Dan yang paling penting, yang patut diwaspadai dari pembajakan bukanlah soal pendapatan yang rendah, dsb. Yang paling perlu diwaspadai adalah MENTALITAS PEMBAJAK.

    Menurut gue pribadi, oke deh, kalau dibilang saat ini belum mampu. Seperti kasus penggunaan operating system original, bilangnya: mahal, masih belum mampu, buat makan aja masih sulit. Nah, yang jadi permasalahan... bagaimana dengan barang-barang/jasa-jasa yang seharusnya mampu kita beli aslinya, tapi kita lebih memilih membeli bajakannya??! Contoh gampangnya, kaset, CD, DVD film, VCD film, buku, novel, komik, tas, sandal, baju, dll.

    Untuk DVD, sudah pasti harga yang asli sangat mahal. Tapi kan ada VCD, yang relatif lebih murah? Masih merasa kemahalan? Tonton aja di bioskop. Kemahalan juga? Jangan kebanyakan nonton. Gak nonton banyak-banyak juga gak mati kan? Bukan kebutuhan pokok.

    Yang lebih parah lagi sih dalam hal buku, kalau kataku, terutama komik ya. Soalnya kalau buku pelajaran dan novel, terkadang perbedaan harga barang asli dengan bajakannya memang agak jauh. Tapi komik??? Lihat saja komik-komik bajakan. Mereka pasang harga sama dengan harga komik legal, terkadang malah berani pasang harga lebih mahal!!!

    Pengalaman pribadi, yang bikin aku sedih dan kecewa banget, seorang seniorku bertanya: "Rain, tau link scanlation yang bagus gak?" Dia bukannya gak mampu untuk beli komik asli, tapi prinsipnya: "Ada yang gratis, kenapa musti bayar?" <-- prinsip ini yang harus diberantas. Gak apa-apa kalau gratisannya tidak merugikan pihak lain, tapi ini jelas merugikan (baca postingan smartie sebelum ini).

    Pertanyaan utamanya, seperti yang tadi kusinggung di awal: Kalau sudah mampu beli asli, bersedia gak, beli asli? Jangan sampai punya mental pembajak atau bahkan mental pencuri. Itu yang paling memalukan. Orang bijak bilang, telaah lagi apa yang betul-betul kau butuhkan, beli yang kau butuhkan, jangan rugikan pihak manapun, jangan membeli di luar kemampuanmu. Singkat kata: Kendalikan diri dan nafsumu.

    Itu sih kalo pendapatku. Dan aku jujur, benci banget dengan mental pembajak (mentalnya).
    Logged

    Dilarang keras:
    1. Spamming
    2. Flamming
    3. Crossposting
    4. Posting konten ilegal
    Pelanggar akan di-ban. (lebih lengkapnya cek di sini )
    Tambahan: Dilarang mengemis karma!
    Shiroyuki
    White Snow of Tranquility
    LX - Evangelis
    *****

    Reputation: 19
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 2.751


    Ayumi's Member


    Awards
    « Reply #4 on: May 18, 2009, 02:22:07 PM »

    Setuju sih dengan pendapat Raina. Shiro sendiri ga pernah beli komik bajakan, Shiro ikutin yg scanlation, tapi pas waktu keluar komik asli, Shiro beli juga (misalnya one piece dan conan).

    Pembajakan yg Shiro maksudkan memang semacam program software asli, hak paten dan hak cipta, DVD, buku2 berkelas dan karya seni. Komik seharusnya ga dimasukkan dalam kategori itu. Tapi tidak tertutup kemungkinan masuk ke kategori itu seandainya ada peningkatan harga yg drastis (kita anggap kemungkinan itu ada dulu).

    Pertanyaan berikutnya, bagaimana dengan orang yg punya prinsip ini?
    Uang untuk beli komik ditabung untuk hal lain yg (bagi orang itu) lebih berguna. Sebagai gantinya, dia menyewa komik bajakan dan asli, serta baca scanlation di internet.
    Lantas ini disebut apa dong? Dia sebagai konsumen hanya menerima apa yang telah dimulai / dipasarkan oleh si pembajak. Apakah ini termasuk membajak? Dia tidak membeli komik bajakan, dia juga tidak men-download scanlation, dia cuma membacanya saja.  Huh?

    Tetap saja ujung2nya sih membiarkan dulu hal ini terjadi sementara ekonomi negara harus membaik, dengan adanya hal ini, maka harga barang original akan turun dan akan affordable oleh si konsumen. Kecuali pemerintah kita pro aktif memblokir akses pembajakan dan secara internasional scanlation juga dilarang.

    Dan ironisnya, tersedia segudang alasan untuk mengonsumsi hasil bajakan: murah, gampang diperoleh, tersedia di mana saja, kualitas setara dgn yg original dan masih banyak lagi. Sementara untuk mengonsumsi yg original... ...  Undecided alasannya sedikit sekali dan banyak yg malah mendiskreditkan alasan itu. Ada uang dan mampu? Napa ga ditabung saja dan beralih ke scanlation? Masuk akal kan kalo uang beli komik asli yg ditabung untuk dibelikan HP (misal). Tunggu komik original keluar? Kelamaan, toh wa ada uang dan suka wa belikan apa saja... Gimana lagi kalo sudah ada alasan2 seperti ini? Sudah dari dulu sih kebiasaan buruk ini kita pelihara. Palingan ya seperti itu, turunkan harga original ato pertegas hukum...
    Logged


    For every morning we wish the new sunlight without realized it was the same yesterday's light
    camolatte
    Centerspread inside the comical world
    Moderator
    LX - Holic
    *****

    Reputation: 161
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 15.310


    I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


    WWW Awards
    « Reply #5 on: May 18, 2009, 04:05:00 PM »

    Menanggapi Shiro, tingkat pembajakan Indonesia saat ini sudah menyamai Rusia, Cina, dan Kanada padahal dari kemapanan, Indonesia jelas masih ketinggalan jauh dengan negara-negara tsb.

    Maka jika beralasankan negara berkembang, kita melakukan pembajakan untuk self support dan efisiensi dana, kemana dana pengembangannya negara kita? Utk awalnya sekitar 80's ato awal 90's mungkin argumen itu bener, tapi untuk sekarang dgn kondisi begitu, argumen itu sudah jadi pembenaran dan sekedar alasan saja. Logikanya seharusnya jika tingkat pembajakannya sama, setidak-tidaknya dana pengembangan negara kita selama ini tidak kalah dengan Russia, Cina, dan Kanada, rite? Smiley
    Kalo ga, kapan majunya negara kita? Masa jadi bangsa pembajak abadi dan korup abadi? Rantai ini harus ada yang diputus supaya kita bisa maju.
    « Last Edit: May 18, 2009, 04:17:19 PM by camolatte » Logged



    Member yg MAU dpt notifikasi forum via email, klik:
    CARA VALIDASI EMAIL



    Shiroyuki
    White Snow of Tranquility
    LX - Evangelis
    *****

    Reputation: 19
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 2.751


    Ayumi's Member


    Awards
    « Reply #6 on: May 18, 2009, 04:11:38 PM »

    Err... bukan ga mau kalah yach...  Tongue

    Apa mungkin tingkat korupsi mempengaruhi? Coba kalo dana pengembanganitu benar2 didaya gunakan untuk pembangunan dan khusus di bidang hak milik... benar2 diimplementasikan dana itu. Mungkin bisa meningkat status kita? Kalo ga, napa waktu 50 tahun cukup bagi USA untuk tarik ulur kesepakatan hak milik dgn Inggris? Kalo mau jujur... bukankah masuk logika, perekonomian China melesat lantaran pembajakan super pesat di dalamnya?

    Tapi tetap saja kalo kita mampu dan mapan, berusahalah mengonsumsi barang original. Tapi kalo ga mampu dan ga mapan, semuanya kembali pada pribadi masing2 deh tega dan niat ga mengonsumsi bajakan.
    Logged


    For every morning we wish the new sunlight without realized it was the same yesterday's light
    f4tb0yz
    LX - Kidz
    LX - Senior
    *

    Reputation: 8
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 829


    Awards
    « Reply #7 on: May 18, 2009, 04:14:50 PM »

    yang aneh knapa kalo suatu negara tingkat pembajakannya tinggi malah barang2 yang masuk ke negara itu harganya jadi tinggi juga?
    bukannya malah makin membuat bajakan merajalela?
    Logged
    cyan198
    Panglima Besar Laut
    AWARD MOD GAUL
    LX - Evangelis
    *

    Reputation: 24
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 3.956


    Fan Gamma Bizen


    Awards
    « Reply #8 on: May 18, 2009, 04:38:11 PM »

    ini topiknya terlalu luas.. pembajakan secara keseluruhan adalah masalah yg amat kompleks..
    mulai dari masalah hak cipta yg terkadang masih diperdebatkan dalam makna demi mengeruk uang..
    lalu masalah ekonomi dan prioritas pemerintah suatu negara dalam kebijakan menyangkut pembajakan..
    sampai ke pola pikir setiap individu2 yg hidup di bumi ini..

    mending dipersempit topiknya ke masalah manga/komik aja kali ??
    Logged

    raina
    The Watcher
    LX - Kidz
    LX - Frenzy
    *

    Reputation: 26
    Offline Offline

    Gender: Female
    Posts: 6.442


    nya nya nya nya~ petok~


    Awards
    « Reply #9 on: May 18, 2009, 07:44:25 PM »

    Kalo yang mau dibahas emang luas, gimana lagi, cyan?

    Fatboys: jadi, menurut loe harusnya gimana? biggrin

    Shiroyuki: Aku setuju sama camo, ini sudah jadi pembenaran. Dan kalau pembenaran itu sudah ada, artinya mentalitas pembajak memang sudah tertanam.

    Soal hanya pengonsumsi produk bajakan, tetap aja dia dibilang pembajak. Dia MENGGUNAKAN barang bajakan, sama artinya dengan membajak. Dan soal "logis kan kalau ada uang mending dibelikan hape daripada beli komik asli atau buku asli?" "wajar kan kalau uangnya ditabung atau dibelikan yang lain daripada beli barang-barang yang ada bajakannya atau scanlationnya?"

    GAK LOGIS DAN GAK WAJAR! Itu jawabanku. Kenapa? Baca lagi aja paragraf terakhir dari postinganku yang sebelum ini. Telaah lagi kebutuhanmu, beli yang kau butuhkan, kendalikan diri dan nafsumu. Kalau mau kejam, sekali lagi kubilang: kalau memang belum mampu, jangan beli, jangan juga membajak. Gak nonton film gak akan bikin kita mati, gak baca komik gak akan bikin kita mati (kalau memang barang-barang tersebut gak jadi prioritas utama seseorang, aku yakin orang itu gak akan mati tanpa barang-barang itu).

    Kalau orang itu masih ngotot bilang perlu dan ngotot gak mau bayar aslinya, dia hanya membenarkan MENTALITAS pembajaknya. Dan itu... aku melihatnya sebagai manusia yang sangat menyedihkan.
    Logged

    Dilarang keras:
    1. Spamming
    2. Flamming
    3. Crossposting
    4. Posting konten ilegal
    Pelanggar akan di-ban. (lebih lengkapnya cek di sini )
    Tambahan: Dilarang mengemis karma!
    REX
    Imut dan lucu
    LX - Kidz
    LX - Frenzy
    *

    Reputation: 79
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 5.855


    Why so serious, desu?


    Awards
    « Reply #10 on: May 18, 2009, 08:18:40 PM »

    Ngomong-ngomong tentang komik bajakan, kalian nyadar nggak, kalau akhir-akhir ini banyak banget komik bajakan yang judulnya sangat 'sugestif' dalam artian yang, yaaah, erotis... 

    Lalu... Pengin tahu nih, kalau ngebaca manga scan di internet, itu juga dihitung mendukung pembajakan nggak?


    Logged




    :) *2nd sigi thanks to om cesarzc* :)
    Shiroyuki
    White Snow of Tranquility
    LX - Evangelis
    *****

    Reputation: 19
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 2.751


    Ayumi's Member


    Awards
    « Reply #11 on: May 18, 2009, 08:28:51 PM »

    Raina... sekali lagi ga ada maksud ga mau kalah ato mau nyerang ya... (just an opinion).

    Sifat adil dan baik dari Raina sih Shiro setuju saja. Tapi janganlah diterapkan dalam kondisi negara Indonesia dong. Harga selalu menjadi masalah utama dalam membeli sesuatu. Dan ga bisa dipungkiri, budaya hemat dan penuh perhitungan adalah bagian dari masyarakat kita.

    Bayangkan satu DVD original... katakanlah seharga Rp. 70,000. Dari segi ekonomi, siapa pun ga akan menolak sebuah DVD bajakan Rp. 7,000 bukan? 10 berbanding 1. Bagaimana kalau yg membeli itu memang benar2 agak sulit mengeluarkan uang lebih besar? Memang benar ga nonton ga akan mati, tapi entertainment sendiri sekarang rasanya sudah menjadi kebutuhan kan? Sebenarnya sih banyak juga orang2 mapan yg membeli barang2 original, alasannya simple, yg bajakan ga tahan lama dan mudah rusak. Jadi kalo yg beli bajakan itu bisa bepikir, pasti sama saja nilainya beli bajakan beberapa kali dengan sekali beli yg original.

    Jadi Shiro tetap pada pendapat Shiro sendiri. Selama yg namanya bajakan itu masi merebak dan selama seseorang itu kesulitan membeli yg original... sah2 saja mengkonsumsi. Lain halnya kalo dia mapan dan mampu, tapi mengonsumsi bajakan, itu baru mental pembajak. Harap jangan disama ratakan semua deh. Seseorang yg membunuh demi mempertahankan diri banyak orang yg bilang itu bukan pembunuh kan?

    PS: ini ada beberapa contoh produk bajakan yg sepertinya menjadi kebutuhan utama.
    1. rokok bagi para buruh dan mayoritas masyarakat Indonesia.
    2. software untuk para employee di bagian IT (bayangkan berapa harus dikeluarkan kalo setiap software yg ada perlu dibeli originalnya dengan gaji?)
    3. sepeda motor
    4. barang2 elektronik bagi masyarakat menengah ke bawah.

    Khusus barang2 elektronik, Shiro salut sama pembuat originalnya... mereka mampu menurunkan harga, mengeluarkan versi lain dengan kualitas OK, tapi harga murah. Mengapa hal ini tidak diikuti oleh produsen komik dan DVD? Buat atau ciptakan komik dengan kualitas low, kertas yg low quality, harga lebih murah. Jadi ada 2 versi komik, mahal dan murah. Ngomong memang mudah, tapi layak diajukan dan dicoba kan? Mengapa orang bisa antri membeli komik di bursa buku murah? Itu kan barang original kan? Mengapa orang mau beli? Karena murah, harga sekarang menjadi patokan bajakan itu sah ato ga... Intinya,harga murah, original pasti dikonsumsi.

    Sori kalo ada beda pendapat, tapi yah... sah2 saja kan berbeda opini dalam satu hal, semoga perbedaan pendapat ini hanya di sini saja, dan di lain tempat, tetap saja teman satu forum  Wink.
    Logged


    For every morning we wish the new sunlight without realized it was the same yesterday's light
    raina
    The Watcher
    LX - Kidz
    LX - Frenzy
    *

    Reputation: 26
    Offline Offline

    Gender: Female
    Posts: 6.442


    nya nya nya nya~ petok~


    Awards
    « Reply #12 on: May 18, 2009, 10:36:37 PM »

    Lho, aku tidak menyamaratakan lho? Kan sudah kubilang, yang kubenci itu mentalitas pembajak ;)

    Dan... aku jadi pengen nanya ama shiro, sebetulnya pengertian pembajakan/membajak itu yang seperti apa sih? Soalnya, ada beberapa contoh yang shiro sebut, yang menurutku sih bukan masuk kategori bajakan biggrin

    Soal penuruan harga, gini aja, gimana kalo ngusulinnya ada pembedaan kelas aja? Jadi, ada produk yang dibuat dengan mementingkan kualitas (tentu aja harganya jadi premium) dan ada produk yang dibuat dengan mementingkan faktor murah (jangan minta kualitas)? Tapi untuk hal komik, buku, dan novel, kayanya agak susah ya? Coba aja tanya ke penerbitan, biaya produksi yang paling mahal, selain kertas... mungkin biaya lisensinya. Sementara, biaya lisensi itu di luar kekuasaan para penerbit, kan?

    PS: o ya, tenang aja shiro. kita kan udah sama-sama dewasa, yang ada di sini cukup menjadi diskusi di sini. Kita berargumen sebagai sesama teman kok. Di tempat lain, pembicaraannya udah lain lagi dong. Pertemanan tetep jalan laughing
    Logged

    Dilarang keras:
    1. Spamming
    2. Flamming
    3. Crossposting
    4. Posting konten ilegal
    Pelanggar akan di-ban. (lebih lengkapnya cek di sini )
    Tambahan: Dilarang mengemis karma!
    Tyki Mikk
    Guest
    « Reply #13 on: May 18, 2009, 10:41:51 PM »

    stop piracy, reduce the price and increase the quality Grin
    *runs away*

    anyway indonesia dengan pembajakan sepertinya ga bisa dipisahkan deh, apalagi jika ditinjau dari segi ekonomi dan kemapanan seseorang... (dimana yang 'kurang mapan' > 'mapan')
    terkadang membeli yang bajakan bisa lebih membantu yang tidak mampu ketimbang membeli yang original ... *pengalaman pribadi*

    well, it's just my opinion. Grin
    Logged
    Shiroyuki
    White Snow of Tranquility
    LX - Evangelis
    *****

    Reputation: 19
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 2.751


    Ayumi's Member


    Awards
    « Reply #14 on: May 18, 2009, 10:52:19 PM »

    Err... pembajakan dari sudut pandang Shiro sendiri seperti ini kira2:
    1. Meniru sebuah desain dan tata letak atau kontur dengan sama persis, merek beda.
    2. Merek dibuat semirip mungkin dengan pelesetan dan imbuhan kata lain, contoh: dulu ada rice cooker dengan nama National Plus, National Star (hal yg membuat National berubah menjadi Panasonic). Ato seperti plesetan Sony menjadi Suny. Ato rokok 234 (Dji Sam Soe) menjadi 369 (Sam Liok Kioe).
    3. Tampilan muka / sampul sama, namun isi/bagian dalam jelas kualitas low. Contoh paling nyata... handphone2 dari China.
    4. Copy dan distribusi mentah2, contoh: software, rekaman dan buku.
    Shiro cenderung membahas skala nasional tuh. Kadang kita tidak sadar membeli produk bajakan tuh. Ada orang2 tua (yg ga gitu mengenal huruf dan desain) yg sering tertipu. Ada anak2 dan remaja yg melihat sesuatu yg murah dan mengira itu produk unggulan karena merek, membeli tanpa tahu isi adalah kacangan.

    Soal menerbitkan rekaman / buku dalam 2 format, sepertinya sudah ada beberapa perusahaan rekaman yg menerapkan ini, sering kan ada DVD yg ada 2 versi dgn 2 harga. Juga seperti dalam paket CD saja atau CD+DVD. Mau lebih lux, lebih mahal. Sekarang pertanyaannya apakah penerbitan buku mau/berani/menguntungkan dalam memproduksi 2 versi? Ataukah mereka masih belum merasa terancam dengan efek komik / buku bajakan?
    Logged


    For every morning we wish the new sunlight without realized it was the same yesterday's light
    f4tb0yz
    LX - Kidz
    LX - Senior
    *

    Reputation: 8
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 829


    Awards
    « Reply #15 on: May 19, 2009, 07:35:56 PM »

    @raina
    mustinya harga jual brg originalnya di turunin atau dibuat versi murahnya...

    cman emank pembajakan malah membuat orang makin konsumtif loh...
    Logged
    camolatte
    Centerspread inside the comical world
    Moderator
    LX - Holic
    *****

    Reputation: 161
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 15.310


    I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


    WWW Awards
    « Reply #16 on: May 20, 2009, 08:24:31 AM »

    Berbicara mengenai mengeluarkan produk dengan 2 harga memang mudah, apalagi jika produk2 yang harga pokoknya memang tinggi seperti elektronik, Shiro. Elektronik dan DVD memungkinkan hal ini dilakukan apakah sudah dianalisa mengapa dan bagaimana? Coba analisa dari proses manufaktur sampai komponen harganya.

    Buku itu suatu produk yang berada di karakteristik yang sangat berbeda. Contohnya kita bicara 1 saja dulu, kertas. Kertas komik yang sekarang dipakai itu sudah jenis kertas yang sangat murah, tipe kertas biasa yang dipakai di surat kabar. Jika mau diturunin lagi, mo sampai seperti apa? jenis kertas yg dicetak tintanya meleber kemana2? yg luntur dan bisa bikin kopi kalo celup ke air seperti koran2 tertentu yang kita kenal di ibukota? Selain itu, masih banyak komponen harga lain yang relatif fix cost seperti ongkos cetak dan distribusi minimum, lisensi, operasional, dst.

    Hasilnya apakah pembaca rela membeli dan membaca komik di kertas tidak layak cetak dengan harga yang hanya sedikit bedanya??? Penurunan harga 2-5% pada TV Plasma dan pada komik apakah bernilai sama di mata konsumen? Atau yg penting hanya rupiahnya saja misalkan TV Plasma jadi 8,5 jt dari 9 jt dan komik dari 15rb jadi 14.250 dgn kwalitas gambar yang meleber, luntur, dan bercak2? Worthed dibeli dgn penurunan kwalitasnya? Dan katakan dibeli, apakah mencapai target utk cetak minimum? Sebab jika tidak, berarti subsidi yang malah nambahin biaya.

    Jadi bukan pertanyaan apakah pernerbit merasa terancam atau mau/berani mengeluarkan versi murahnya. Dan aktualnya, seperti yang sudah sering diungkapkan, semakin maraknya pembajakan, pemilik lisensi asli akan semakin enggan memberikan ijin cetak, akibatnya tidak jarang harga lisensi yang diberikan semakin disesuaikan.
    Ngapain dia mempermudah lisensi ke negara yang tidak mengapresiasi karya intelektual negaranya? Negara yang tidak memberikan sanksi apapun bagi pembajak dan reseller pembajakan, tidak seperti negara lainnya? Negara yang masyarakatnya tidak peduli dgn hak orang lain?

    Sebelum berharap diberikannya kemudahan, Indonesia perlu memperbaiki diri terlebih dahulu. Tanpa atmosfer yang mengundang credo ekonomi positif dengan "kebersihan" budaya dan "kestabilan" kebijakan, mau berharap apa?
    « Last Edit: May 20, 2009, 04:00:15 PM by camolatte » Logged



    Member yg MAU dpt notifikasi forum via email, klik:
    CARA VALIDASI EMAIL



    Shiroyuki
    White Snow of Tranquility
    LX - Evangelis
    *****

    Reputation: 19
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 2.751


    Ayumi's Member


    Awards
    « Reply #17 on: May 20, 2009, 09:47:53 AM »

    Bisa diterima sih pendapat dari Camo... memang untuk komik, hal ini agak sulit diterapkan (2 harga dengan 2 versi). Tapi setidaknya untuk non komik (novel dan buku bacaan lain) hal ini sepertinya sudah diterapkan ya? Seperti hardcover, softcover dan perbedaan jenis kertasnya. Bila masalahnya seperti itu, sepertinya satu2nya cara (yg banyak celahnya) untuk "pembajakan komik" adalah memperketat peraturan pemerintah. Melarang pencetakan, peredaran bahkan penjualan komik bajakan. Kalau perlu dirazia saja toko2 buku yg menjual komik bajakan. Bila dari provider-nya sudah ga ada, tentunya konsumen pun secara teratur akan menurun dan menghilang kan? Masalahnya, apakah akan seperti toko DVD bajakan?

    Sudah rahasia umum di Medan (daerah lain ga tau ya) bahwa setiap pengedar DVD bajakan yg merupakan "pemain besar" ada koneksi dgn polisi, buktinya, setiap ada plan razia DVD bajakan, toko2 yg ambil dari "pemain" ini akan tutup tokonya. Mereka membayar "iuran" secara teratur kepada oknum2 tertentu agar dapat melenceng dari peraturan ini. Mengingat yg namanya bisnis dan usaha itu... selalu mau untung dan sangat gesit mencari "celah"...
    Logged


    For every morning we wish the new sunlight without realized it was the same yesterday's light
    R8MAN
    LX - Babes


    Reputation: 0
    Offline Offline

    Posts: 1


    Awards
    « Reply #18 on: May 22, 2009, 08:11:08 AM »

    mw ikutan curhat pembajakan or plagiat nih:

    Plagiat iklan oleh Garuda Food

    chuchu,chubudida,cubudidada... papiko,chubudida,chubudidada... itu adalah jingle iklan tv papico dari perusahaan glico japan yang saya nonton di tv2 di japan sekitar akhir th 2006 an, di iklan tersebut plot nya ada ibu dan anak yang baru selesai mandi dan masih memakai handuk,sedang duduk sambil menyanyikan jingle diatas, durasi iklan tersebut tidak lama sekitar kurang lebih 15 detik. krn iklannya lucu dan bagus saya download untuk di jadikan ringtone hp.

    tapi betapa kagetnya saya ketika mendengar jingle iklan tersebut saya dengar di tv indonesia tahun ini tp sy blm lihat itu iklan apa, stlh di tunggu2 ternyata iklan papico produksi glico japan tersebut di jiplak abis-abisan oleh Garuda Food dengan produknya pasta.

    plot, scene, jinglenya, bahkan suara anak kecilnya masih original asli iklan papico japan, coba dengerin aja pas anak kecilnya nyanyi, produk yg disebut anak kecil tersebut bukan pasta produksi Garuda Food tp masih asli Papico dari glico.

    beginilah klo waktu di sekolah dulunya suka mencontek,jd sampai kerja pun bisanya hanya mencontek hasil karya orang lain,maksudnya biar keliatan kreatif dengan membuat iklan yang lucu dan bagus, eh malah kere-aktif jadinya hanya bisa mencontek,menjiplak iklan lain dan sekarang sudah tidak lucu lagi iklan anda.

    bagaimana garuda food? apakah anda tidak malu sudah ketahuan melakukan pembajakan,menjiplak,memplagiat hasil karya bangsa lain dan itu adalah suatu kejahatan mengingat pemerintah mengkampanyekan stop piracy dlm bentuk apapun karena itu hak intelektual orang lain,dan untuk pemerintah atau para penegak hukum atau PPPI apakah tindakan garuda food ini akan di biarkan begitu aja?
    Logged
    raina
    The Watcher
    LX - Kidz
    LX - Frenzy
    *

    Reputation: 26
    Offline Offline

    Gender: Female
    Posts: 6.442


    nya nya nya nya~ petok~


    Awards
    « Reply #19 on: May 22, 2009, 01:02:09 PM »

    shiroyuki: kenapa semuanya harus dimulai dari orang lain? seperti yang udah dibilang sendiri sama shiro, banyak "penjual DVD bajakan" yang punya "koneksi" dengan aparat dan petinggi pemerintah. Pertanyaannya, kalau shiro mau mereka digerebek duluan, gimana caranya? Logis gak kalau aku bilang, kenapa gak dimulai dari kita dulu?
    Bahkan bisa jadi para penjual DVD bajakan itu balik menyerang pernyataan shiro "Ya udah, jangan ada yang beli DVD bajakan. Kalo ga ada permintaan pasar, kami juga gak akan bikin, gak akan ada penjual kalo gak ada pembeli." Nah, kalo diserang balik kaya gitu, gimana? Semua saling minta agar pihak yang lain yang memulai duluan. Lebih bijak dan lebih efektif lagi kalo kita mulai dari diri kita sendiri kan? :)

    R8MAN: waaah, apa sudah dicoba ditanyakan ke garuda foodnya? siapa tau PT. Garuda Food sudah mendapat izin dari yang berhak untuk menggunakan lagu tersebut di iklan pasta gery-nya.
    Logged

    Dilarang keras:
    1. Spamming
    2. Flamming
    3. Crossposting
    4. Posting konten ilegal
    Pelanggar akan di-ban. (lebih lengkapnya cek di sini )
    Tambahan: Dilarang mengemis karma!
    Neru-kun
    Krrr...
    LX - Kidz
    LX - Frenzy
    *

    Reputation: 37
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 6.946


    Please Adopt Me


    WWW Awards
    « Reply #20 on: May 23, 2009, 10:23:54 AM »

    akh, masalah yang sudah lama mengakar di Indonesia...

    buat gw pribadi, kenapa g buat aja tandingan dari merk2 tersebut daripada dibajak, lagian yang dibajak adalah kebanyakan produk impor bukan ? kalo kita mampu bikin produk yang sama, walau kualitasnya atau fungsinya g sebagus asli (bukan ngebajak). daripada beli bajakan mending beli produk lokal, orang2 yang ngebajak kan melihat kalo produk bermerek lebih disukai daripada lokal.

    Contoh: kalo orang mau beli tas atau sepatu apalagi bola sepak pasti maunya yang bermerek. Kenapa g beli produk yang dari Tanggul Angin, Cibaduyut, ataupun daerah2 penghasil lainnya, padahal barang2 mereka kualitas ekspor loh.

    Coba aja, orang2 Indonesia tidak mau membeli barang2 bermerek, apalagi yang dijual di butik atau mall elit yang harganya bisa melambung tinggi dibanding produk lokal.

    soal iklan, yang melanggar bukan produsennya tapi biro iklannya loh,, kan produsen g mungkin bikin iklan sendiri, tapi minta agensi atau biro iklan untuk membuat, berarti yang disalahkan si pembuat iklan yang g kreatif bukan pembuat produk. kalo mo diskusi tentang iklan bisa koq disini
    Logged

    Evolve My digimon and Dragon

    also active at twitter here
    Tyki Mikk
    Guest
    « Reply #21 on: May 24, 2009, 10:53:25 AM »

    hm.. piracy really a sensitive topic. jangan ampe berantem ya devil
    manga scan masuk piracy ga yah?
    Logged
    plie_plie
    AWARD GOKIL
    LX - Evangelis
    *

    Reputation: 30
    Offline Offline

    Gender: Male
    Posts: 4.591


    Sukses yah tanggal 5 nanti


    Awards
    « Reply #22 on: May 24, 2009, 02:09:47 PM »

    Ah Indo susah keluar dari pembajakan. Udah merambah ke desa2 terpencil. Mereka membajak sawah wakakakak.
    Logged

    Born for the Guns n' Die Like a Roses
    raina
    The Watcher
    LX - Kidz
    LX - Frenzy
    *

    Reputation: 26
    Offline Offline

    Gender: Female
    Posts: 6.442


    nya nya nya nya~ petok~


    Awards
    « Reply #23 on: May 24, 2009, 02:24:46 PM »

    tykki: ga berantem dong. dan, YAP! mangascan termasuk BAJAKAN :)
    Logged

    Dilarang keras:
    1. Spamming
    2. Flamming
    3. Crossposting
    4. Posting konten ilegal
    Pelanggar akan di-ban. (lebih lengkapnya cek di sini )
    Tambahan: Dilarang mengemis karma!
    Aryan
    LX - Noob
    *

    Reputation: 1
    Offline Offline

    Gender: Female
    Posts: 58


    così vicini e veri


    Awards
    « Reply #24 on: May 28, 2009, 06:35:29 PM »

    mungkin ini masuk topik yang akan nggak ada habisnya dibahas...
    mengutip debat antara shiro dan raina.. keduanya beralasan..ada kondisi dan masalah etika..
    karena suka atau tidak bajakan dan pasar gelap kenyataannya, menyelamatkan ekonomi sebuah negara berkembang ketika ditimpa masalah krisis ekonomi.. coba angkat tangan, adakah anda sekalian yang ikut diskusi ini yang tidak pernah menggunakan barang bajakan? hehe....(termasuk software, tas dan sendok garpu...)

    yaa..tetap nggak pada tempatnya kalau bangga memakai produk bajakan..kita masih berproses, semoga dengan majunya pendidikan bangsa ini jadi mulai menghargai karya sendiri..bagaimanapun sederhana..

    mengenai mangascan..bukannya itu masih menjadi polemik?
    Logged
    Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 ... 13  All   Go Up
    Print
    Jump to: