Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

587.640 Posts in 14.973 Topics- by 43.468 Members - Latest Member: Afina-firda
Elex Online ForumDiskusi UmumFreeTalk LXOLXO News Channel (Moderators: light ^^, smartie, camolatte)Pembajakan (termasuk pembajakan komik digital / manga scan)
Pages: 1 ... 7 8 9 10 11 12 13 [14] 15 16 17 18 19 20 21 ... 23   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on MySpaceShare this topic on StumbleUponShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Pembajakan (termasuk pembajakan komik digital / manga scan)  (Read 171752 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
camolatte
Centerspread inside the comical world
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 356
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 17.337


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« on: May 18, 2009, 10:46:17 AM »

Buat yang membaca harian Kompas awal bulan ini, pasti menyadari adanya laporan United State Trade Representatives-Priority Watch List yang mengemukakan peningkatan peringkat Indonesia, dari negara yang sejak 2006 masuk di Watch List, kini di 2009 Indonesia masuk di Priority Watch List di mata internasional.

Ini quote dari berita online :
Quote
Jumat, 01/05/2009 11:26 WIB

Washington - Amerika Serikat (AS) menempatkan Indonesia dalam daftar hitam pelanggar Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Bersama Kanada dan Algeria, Indonesia pun gabung dengan negara seperti Rusia dan China yang telah lama dikategorikan sebagai pembajak HaKI kelas berat.

Adalah lembaga US Trade Representative (USTR) yang merilis laporan tersebut dalam tajuk 'Special 301'. Indonesia pun bakal terus diawasi pemerintah negeri Paman Sam karena masuk kategori 'Priority Watch List'. Padahal, sebelumnya Indonesia baru masuk ke kategori 'Watch List'.

Mengenai Indonesia, laporan itu intinya memaparkan bahwa 'hanya ada sedikit kemajuan dalam perlindungan HaKI dan pelaksanaaan Undang-undang sejak tahun 2006'. Padalah dikatakan, negara-negara di Asia Tenggara lainnya sudah membuat langkah yang menjanjikan.

"Pemerintah sepertinya melangkah mundur dari beberapa kemajuan yang telah dibuat sebelumnya," demikian tertera dalam laporan tersebut seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Jumat (1/5/2009).

Total sebanyak 77 negara partner perdagangan AS di-review dalam laporan terbaru untuk tahun 2009 tersebut. Mereka dimasukkan dalam beberapa kategori yakni Priority Watch List, Watch List atau Monitoring List.

Negara yang masuk dalam Priority Watch List seperti Indonesia dikatakan tidak menyediakan perlindungan HaKI yang layak ataupun akses pasar bagi mereka yang mengandalkan HaKI.

Selain Indonesia, Algeria, Kanada, China dan Rusia, negara-negara lain yang tahun ini masuk dalam kategori Priority Watch List adalah Argentina, Chile, India, Israel, Pakistan, Thailand dan juga Venezuela.

Pihak Amerika Serikat pun akan melakukan berbagai diskusi bilateral untuk memperbincangkan masalah ini dengan negara-negara tersebut.


Dan ini sedikit quote dari perwakilan dan juru bicara BSA di Indonesia mengenai dampaknya yang akan merugikan kita sendiri :
"Saat ini Indonesia masuk ke dalam Priority Watched List, sebagai balasan dari tingginya tingkat pembajakan di Indonesia. Barang-barang yang berasal dari Indonesia atau negara lain yang masuk dalam Priority Watched List, akan dikenai biaya masuk yang besar,"


Tentu saja yang akan kena dampaknya tidak hanya barang yang akan KELUAR dari Indonesia tapi juga barang yang akan MASUK ke Indonesia, ijin buku-buku terjemahan dan komik tentu saja termasuk. Dengan kalimat ini, semoga ada pemahaman temen2 akan dunia manga di Indonesia ini akan semakin bagaimana jika ini terus berlanjut. So comment anyone?




Ada artikel menarik, thanks to rouge ^^

U.S., Japanese Publishers Unite Against Manga Scan Sites (Updated)
(click to show/hide)

Bagi yang sering menjustifikasi bahwa situs pembajakan digital itu tidak merugikan dunia perkomikan, silahkan baca artikel ini.
Editor: Foreign Manga Scanning Led to Japanese Uploads
(click to show/hide)

Dari Blog Pop Culture Jepang (tautan tidak disertakan karena banyak iklan gambar yang tidak layak ditampilkan) :
Shonen Jump to Pirate Scum: “This is War!”
(click to show/hide)

“US Manga Sales Plunge 20% in 2009, Scanlation to Blame!”
(click to show/hide)

Black Lagoon Writer: “I Hope You Manga Pirates Get Cancer”
(click to show/hide)

Black Butler's Mangaka: “Pirates are Nothing but Immoral Thieves”
(click to show/hide)

Dan ada yg menyinggung komik EBooks? Tanpa kertas tidak berarti lebih murah, malah sebaliknya.
Shogakukan Online Manga DRM Crippled, Pricier Than Paper
(click to show/hide)

New Anti-Piracy Bill Proposed in U.S. Senate
(click to show/hide)

Japanese Teen Arrested for Distributing Manga Online
(click to show/hide)

[news] UU Baru Jepang Terhadap Pengunduh Komik Online

UPDATE
Agustus 2014, Pemerintah Jepang Memulai Gerakan Anti Pembajakan Anime dan Manga

About the LAW
UU Indonesia
(click to show/hide)

(click to show/hide)

(click to show/hide)

UU Internasional
(click to show/hide)

(click to show/hide)

(click to show/hide)

(click to show/hide)

(click to show/hide)

(click to show/hide)

« Last Edit: January 12, 2016, 10:21:37 AM by camolatte » Logged

 
Marsella Azuela
LX - Member
***

Reputation: 8
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 648


M.A.Z.U


Awards
« Reply #196 on: September 01, 2011, 04:20:21 PM »

Pembajakan komik digital membunuh semua komik perlahan2 dan tentu saja majalah juga jadi korban... makanya komik2 yg di Jepang bisa sampai ratusan ribu sampai ratusan juta eksemplar terjual. Namun di Indonesia walaupun responnya luar biasa tinggi, semua pada tahu komik ini, tapi hasil laporan dari toko buku tidak seperti di Jepang padahal secara demografis, pembaca Indo jelas jauh lebih banyak drpd Jepang.
Jadi... Orang Indonesia itu baru nyadar kalau dampaknya udah keliatan. Harus ada bukti, baru mau berhenti. Aku punya saran nih, kenapa ga dibuat nih artikel tentang Mangascan di setiap majalah komik? Mungkin akan lebih banyak lagi orang yang mau berhenti baca mangascan.
Logged

Tolong Vote J-Novel di sini butuh 500!!!
Tolong Vote J-Novel di sini butuh 500!!!
camolatte
Centerspread inside the comical world
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 356
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 17.337


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #197 on: September 02, 2011, 08:34:32 AM »

kalau tidak salah ingat, dulu pernah ada artikelnya di salah satu majalah komik. Namun sepertinya bukan mengenai kesadaran, tapi lebih ke kepedulian.. Sebab rasanya skg semakin banyak yg paham (walau tdk mau mengakui) pembajakan digital merugikan komikus favoritnya dan akan semakin menyulitkan versi resminya terbit, namun masih banyak yg tetap belum cukup peduli dan menjustifikasi dgn berbagai alasan.

Well, semakin bagus dan bestsellernya suatu karya di Jepang, jika diijinkan utk terbit di negara lain, tentunya komikus dan penerbit Jepangnya punya ekspektasi adanya sasaran tertentu yg wajib dicapai minimal... apabila tidak bisa dicapai, ijin tersebut pun tidak akan diperpanjang ataupun utk judul baru, ijin tidak akan diberikan dari awal (khususnya penerbit2 yg merasa karyanya sudah sering dibajak di Indonesia).

Jadi bukannya tidak mau menerbitkan judul2 baru yg bestseller dan sering diminta, tapi selama pembaca Indonesia belum mengubah sikap terhadap pembajakan, yah akan sulit sekali mendapatkan ijin utk menerbitkan komik2 bestseller yg teman2 inginkan.
« Last Edit: September 02, 2011, 08:40:47 AM by camolatte » Logged

sweetya
LX - Noob
*

Reputation: -1
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 37



WWW Awards
« Reply #198 on: September 02, 2011, 04:05:46 PM »

Bisa diterima sih pendapat dari Camo... memang untuk komik, hal ini agak sulit diterapkan (2 harga dengan 2 versi). Tapi setidaknya untuk non komik (novel dan buku bacaan lain) hal ini sepertinya sudah diterapkan ya? Seperti hardcover, softcover dan perbedaan jenis kertasnya. Bila masalahnya seperti itu, sepertinya satu2nya cara (yg banyak celahnya) untuk "pembajakan komik" adalah memperketat peraturan pemerintah. Melarang pencetakan, peredaran bahkan penjualan komik bajakan. Kalau perlu dirazia saja toko2 buku yg menjual komik bajakan. Bila dari provider-nya sudah ga ada, tentunya konsumen pun secara teratur akan menurun dan menghilang kan? Masalahnya, apakah akan seperti toko DVD bajakan?

Sudah rahasia umum di Medan (daerah lain ga tau ya) bahwa setiap pengedar DVD bajakan yg merupakan "pemain besar" ada koneksi dgn polisi, buktinya, setiap ada plan razia DVD bajakan, toko2 yg ambil dari "pemain" ini akan tutup tokonya. Mereka membayar "iuran" secara teratur kepada oknum2 tertentu agar dapat melenceng dari peraturan ini. Mengingat yg namanya bisnis dan usaha itu... selalu mau untung dan sangat gesit mencari "celah"...

Berbicara mengenai mengeluarkan produk dengan 2 harga memang mudah, apalagi jika produk2 yang harga pokoknya memang tinggi seperti elektronik, Shiro. Elektronik dan DVD memungkinkan hal ini dilakukan apakah sudah dianalisa mengapa dan bagaimana? Coba analisa dari proses manufaktur sampai komponen harganya.

Buku itu suatu produk yang berada di karakteristik yang sangat berbeda. Contohnya kita bicara 1 saja dulu, kertas. Kertas komik yang sekarang dipakai itu sudah jenis kertas yang sangat murah, tipe kertas biasa yang dipakai di surat kabar. Jika mau diturunin lagi, mo sampai seperti apa? jenis kertas yg dicetak tintanya meleber kemana2? yg luntur dan bisa bikin kopi kalo celup ke air seperti koran2 tertentu yang kita kenal di ibukota? Selain itu, masih banyak komponen harga lain yang relatif fix cost seperti ongkos cetak dan distribusi minimum, lisensi, operasional, dst.

Hasilnya apakah pembaca rela membeli dan membaca komik di kertas tidak layak cetak dengan harga yang hanya sedikit bedanya??? Penurunan harga 2-5% pada TV Plasma dan pada komik apakah bernilai sama di mata konsumen? Atau yg penting hanya rupiahnya saja misalkan TV Plasma jadi 8,5 jt dari 9 jt dan komik dari 15rb jadi 14.250 dgn kwalitas gambar yang meleber, luntur, dan bercak2? Worthed dibeli dgn penurunan kwalitasnya? Dan katakan dibeli, apakah mencapai target utk cetak minimum? Sebab jika tidak, berarti subsidi yang malah nambahin biaya.

Jadi bukan pertanyaan apakah pernerbit merasa terancam atau mau/berani mengeluarkan versi murahnya. Dan aktualnya, seperti yang sudah sering diungkapkan, semakin maraknya pembajakan, pemilik lisensi asli akan semakin enggan memberikan ijin cetak, akibatnya tidak jarang harga lisensi yang diberikan semakin disesuaikan.
Ngapain dia mempermudah lisensi ke negara yang tidak mengapresiasi karya intelektual negaranya? Negara yang tidak memberikan sanksi apapun bagi pembajak dan reseller pembajakan, tidak seperti negara lainnya? Negara yang masyarakatnya tidak peduli dgn hak orang lain?

Sebelum berharap diberikannya kemudahan, Indonesia perlu memperbaiki diri terlebih dahulu. Tanpa atmosfer yang mengundang credo ekonomi positif dengan "kebersihan" budaya dan "kestabilan" kebijakan, mau berharap apa?


 

Stop piracy memang harus dimulai dari diri sendiri
« Last Edit: September 02, 2011, 04:11:40 PM by sweetya » Logged
waybig
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 205



Awards
« Reply #199 on: September 05, 2011, 12:25:25 AM »

Diriku jadi ingat salah satu aksi pemberantasan pembacaan manga scan di warnet deket rumahku, dengan pemblokiran situs-situs manga scan tersebut, tetapi itu tidak serta merta bisa membasmi pembajakan di Indonesia.

Di toko buku langgananku mereka membuat sampling komik dengan membuka satu buah komik tersebut, biasanya untuk komik baru atau laris sehingga para pembaca bisa melihat dulu apakah komik itu bagus atau tidak, tapi boro2 baca lama atau lain2 terhadap komik itu, bentar-bentar udah di "ehem-ehem" atau batuk-batuk kagak jelas mbak-mbak penjaganya, tetapi menurutku itu bisa mengurangi pembajakan.

Atau kalau kalian tidak sadar, setiap komik pasti ada resensi singkat di sampul belakang komik yang biasanya 1 paragraf pendek, kalau temen-temen suka akan komik atau sudah sering baca komik, pasti dengan kalimat itu temen-temen pasti secara kasar bisa mengetahui isi atau alur komik..apa komik itu bagus atau tidak..

Dan ujung-ujungnya kembali ke diri kalian untuk Pro STOP PIRACY atau Contra STOP PIRACY...
Logged

Berusaha menjadi lebih baik, walau bukan menjadi yang terbaik.

(Mencari komik fruits basket 9, 12, 15 yang masih segel Skip Beat 7, 8 dan Alice Academy 3 silakan PM)
baru
LX - Babes


Reputation: -1
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 15



Awards
« Reply #200 on: October 14, 2011, 09:06:44 AM »

mungkin bisa mengurangi bajakan jika penerbitan komik bisa sama cepetnya dengan mangascan
Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 356
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 17.337


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #201 on: October 14, 2011, 11:11:53 AM »

mungkin bisa mengurangi bajakan jika penerbitan komik bisa sama cepetnya dengan mangascan

berarti penerbit resmi harus degradasi sampai ke level pembajak juga? Karena cepatnya mangascan itu dilakukan dgn cara 1. ngambil materi tanpa ijin bukan dari komik tapi dari majalah. 2. diedarkan tanpa persetujuan ke komikus/penerbit jepang

Jika demikian standarnya, jadi ironis dan menyedihkan ya budaya Indonesia jika standarisasi orang taat hukum adalah harus menjadi pelanggar hukum supaya dianggap benar.

Apakah kesabaran dan moral sudah segitu luntur dalam budaya timur kita ya...
« Last Edit: October 14, 2011, 02:55:06 PM by camolatte » Logged

atelier velvet
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Posts: 23


Awards
« Reply #202 on: October 16, 2011, 04:37:39 AM »

berarti penerbit resmi harus degradasi sampai ke level pembajak juga? Karena cepatnya mangascan itu dilakukan dgn cara 1. ngambil materi tanpa ijin bukan dari komik tapi dari majalah. 2. diedarkan tanpa persetujuan ke komikus/penerbit jepang

Jika demikian standarnya, jadi ironis dan menyedihkan ya budaya Indonesia jika standarisasi orang taat hukum adalah harus menjadi pelanggar hukum supaya dianggap benar.

Apakah kesabaran dan moral sudah segitu luntur dalam budaya timur kita ya...
Sorry, di tahun 2011 ini animasi (anime) bisa di stream approximately 1 hour setelah full broadcast di Jepang, fully subtitled and legal. (see fall season shows 2011)
Point 1 dan 2 invalid?
Klo animasi bisa di stream dalam jangka 1 jam, 'seharusnya' manga (static images) tidak lebih dari waktu yang sama untuk spread worldwide.
Mohon jangan seakan-akan management dari marketing manganya sendiri tidak punya salah.

Bisa ditebak halangan yang mungkin muncul;
1. Regional law licensing? mungkin lisensi di regional NA tidak berlaku di Southeast Asia, etc.
2. Ijin dari penerbit jepang lambat? Bisa belajar tips dan trik dari saudara senegara mungkin? Bagaimana cara atur lisensi multiple regionals supaya bisa simulcasting, etc
3. Low quality? To be expected, tapi klo materi yang anda jual bagus fans juga bakalan telan semua jenis produk yang anda terbitkan (example : stream quality untuk simulcasting, kalau suka bisa beli BD/DVD)
4. Base capital untuk manga << Base capital untuk anime. Make sense, tetapi infrastructure cost untuk delivery method juga lebih kecil seharusnya.

Kesabaran bukan parameter yang relevan di hadapan internet yang aktif 24/7.
Kalau penerbit jepang masih terus menggunakan pola distribusi tradisional, we are going in circles.
Logged

raven
(r)avengers
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 111
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 7.245



WWW Awards
« Reply #203 on: October 16, 2011, 05:12:07 AM »

Sorry, di tahun 2011 ini animasi (anime) bisa di stream approximately 1 hour setelah full broadcast di Jepang, fully subtitled and legal. (see fall season shows 2011)
Point 1 dan 2 invalid?
Klo animasi bisa di stream dalam jangka 1 jam, 'seharusnya' manga (static images) tidak lebih dari waktu yang sama untuk spread worldwide.
Mohon jangan seakan-akan management dari marketing manganya sendiri tidak punya salah.
Anda belum menghitung poin penerjemahan bahasa...
Penerjemahan, tipografi, dan editing itu seni yang nggak bisa dilakukan secara terburu-buru dunno

terus apa ini salah tangkap atau gimana, apakah buku yang sudah dicetak itu disuruh didistribusikan lewat internet saja?
atau penerbit resmi disuruh pakai scan RAW ilegal di internet biar bisa cepat diterbitkan lokal?
(oh mai god, jangan sampai deh)

(ini pandangan sepihak ya, dari orang yang merasa kalau buku dan film itu nggak bisa dibandingkan, saya tidak melihat pentingnya membandingkan anime dengan manga...)
« Last Edit: October 16, 2011, 05:32:41 AM by raven » Logged

camolatte
Centerspread inside the comical world
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 356
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 17.337


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #204 on: October 16, 2011, 06:55:49 AM »

Klo animasi bisa di stream dalam jangka 1 jam, 'seharusnya' manga (static images) tidak lebih dari waktu yang sama untuk spread worldwide.
Mohon jangan seakan-akan management dari marketing manganya sendiri tidak punya salah.

Bisa ditebak halangan yang mungkin muncul;
1. Regional law licensing? mungkin lisensi di regional NA tidak berlaku di Southeast Asia, etc.
2. Ijin dari penerbit jepang lambat? Bisa belajar tips dan trik dari saudara senegara mungkin? Bagaimana cara atur lisensi multiple regionals supaya bisa simulcasting, etc
3. Low quality? To be expected, tapi klo materi yang anda jual bagus fans juga bakalan telan semua jenis produk yang anda terbitkan (example : stream quality untuk simulcasting, kalau suka bisa beli BD/DVD)
4. Base capital untuk manga << Base capital untuk anime. Make sense, tetapi infrastructure cost untuk delivery method juga lebih kecil seharusnya.

Kesabaran bukan parameter yang relevan di hadapan internet yang aktif 24/7.
Kalau penerbit jepang masih terus menggunakan pola distribusi tradisional, we are going in circles.
Once again, comparison apple to apple. Don't compare a fish and an squirrel then ask why the fish cannot climb tree Smiley

Jadi argumen-mu sendiri cukup invalid (?) karena industri yg berbeda jelas memiliki proses yg berbeda, belum lagi dilakukan pada media yg memiliki sistem produksi yg berbeda dan untuk negara yg memiliki prioritas berbeda (saya rasa streaming yg Anda sebut bkn dalam bahasa Indonesia dan untuk situs Indonesia Cool).

Selain itu juga sebagian besar poinmu bergantung pada penerbit Jepang yg harus MAU mengubah sistem & kebijakan mereka, contohnya mangascan mengambil materi dari majalah, tdk menunggu sampai tankobonnya terbit, dan dipublikasikan per bab, jadi apakah penerbit Jepang mau mengijinkan penerbitan komik per bab (bkn sebagai majalah) daripada tankobon, dll.

Well, newsflash, org Jepang lebih value pride over greed. Jika dilihat dari sustainability industri, CMIIW tidak seperti industri anime di Jepang yg declining sejak tahun lalu sehingga evolusi harus dilakukan, industri komik di Jepang masih bertahan.. bahkan kemungkinan besar industri manga di Jepang sendiri sudah bisa 'self-sustained' / mencukupi 'hidup'nya sendiri secara sederhana dgn memasarkan karya mereka di negara sendiri & bbrp negara besar, tanpa harus mengkompromikan nilai hidup mereka demi mengimbangi pembajakan ataupun mengejar keuntungan finansial dari negara dunia ketiga seperti Indonesia... or at least, belum merasa harus.

Mereka sadar kalau kita yang lebih membutuhkan mereka, bukan sebaliknya.... so either follow their rules, or else..

I'm explaining here as a manga-fans who just happened to stood in peculiar place therefore having a different perspective. Jadi kalau ada yg lagi mood banding2kan, supaya 'apple to apple' coba deh bandingin speed & proses penerbitan komik utk negara2 yg termasuk dlm 100 Negara Dunia Ketiga menurut pendapatan per kapitas seperti Indonesia dari list di sini, then plz explain to me why they have to make a different set of rules or prioritize Indonesia more than other?
« Last Edit: October 16, 2011, 07:39:38 AM by camolatte » Logged

atelier velvet
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Posts: 23


Awards
« Reply #205 on: October 16, 2011, 02:16:16 PM »

Anda belum menghitung poin penerjemahan bahasa...
Penerjemahan, tipografi, dan editing itu seni yang nggak bisa dilakukan secara terburu-buru dunno

terus apa ini salah tangkap atau gimana, apakah buku yang sudah dicetak itu disuruh didistribusikan lewat internet saja?
atau penerbit resmi disuruh pakai scan RAW ilegal di internet biar bisa cepat diterbitkan lokal?
(oh mai god, jangan sampai deh)

(ini pandangan sepihak ya, dari orang yang merasa kalau buku dan film itu nggak bisa dibandingkan, saya tidak melihat pentingnya membandingkan anime dengan manga...)

See above. Fully subtitled and legal. Approximately one hour.
Klo film yg mempunyai data size lebih besar drpada buku bisa, kenapa ini masih terjadi?
Legal and translated, that is.

Once again, comparison apple to apple. Don't compare a fish and an squirrel then ask why the fish cannot climb tree Smiley

Jadi argumen-mu sendiri cukup invalid (?) karena industri yg berbeda jelas memiliki proses yg berbeda, belum lagi dilakukan pada media yg memiliki sistem produksi yg berbeda dan untuk negara yg memiliki prioritas berbeda (saya rasa streaming yg Anda sebut bkn dalam bahasa Indonesia dan untuk situs Indonesia Cool).

We all have different perspectives. Hence we tried discussing.
Streaming yang saya sebut di atas mem blokir viewer dari regional non EU and NA.
Karena licensing hanya dilakukan oleh company di regional tersebut.
Tapi setidaknya mereka sudah mencoba, dan cepat atau lambat akan menjadi pilot project bagi regional lainnya,
at least yang mereka anggap sebagai marketable.
Dalam kasus ini, kalau masih ada pembajakan atas materi simulcast mereka di kedua regional tersebut, IMHO, mereka baru berhak mengeluh.

Quote
Selain itu juga sebagian besar poinmu bergantung pada penerbit Jepang yg harus MAU mengubah sistem & kebijakan mereka, contohnya mangascan mengambil materi dari majalah, tdk menunggu sampai tankobonnya terbit, dan dipublikasikan per bab, jadi apakah penerbit Jepang mau mengijinkan penerbitan komik per bab (bkn sebagai majalah) daripada tankobon, dll.

Well, newsflash, org Jepang lebih value pride over greed. Jika dilihat dari sustainability industri, CMIIW tidak seperti industri anime di Jepang yg declining sejak tahun lalu sehingga evolusi harus dilakukan, industri komik di Jepang masih bertahan.. bahkan kemungkinan besar industri manga di Jepang sendiri sudah bisa 'self-sustained' / mencukupi 'hidup'nya sendiri secara sederhana dgn memasarkan karya mereka di negara sendiri & bbrp negara besar, tanpa harus mengkompromikan nilai hidup mereka demi mengimbangi pembajakan ataupun mengejar keuntungan finansial dari negara dunia ketiga seperti Indonesia... or at least, belum merasa harus.

Mereka sadar kalau kita yang lebih membutuhkan mereka, bukan sebaliknya.... so either follow their rules, or else..

I'm explaining here as a manga-fans who just happened to stood in peculiar place therefore having a different perspective. Jadi kalau ada yg lagi mood banding2kan, supaya 'apple to apple' coba deh bandingin speed & proses penerbitan komik utk negara2 yg termasuk dlm 100 Negara Dunia Ketiga menurut pendapatan per kapitas seperti Indonesia dari list di sini, then plz explain to me why they have to make a different set of rules or prioritize Indonesia more than other?

We'll see where their pride take em then.
Secara tidak langsung anda sudah sadar apa yang terjadi. Anime is declining, thus the attempt to evolve. manga on the other hand...
Tidak perlu memprioritaskan Indonesia.
Problem disini bukan hanya indonesia (PPP is statistically saying indonesia isn't marketable why bother?). Apakah Mangascan hanya tersedia di indonesia?
Cepat atau lambat mangascan akan mensubstitusi hard books. Dan ratio pengguna mangascan hanya akan meningkat seiring berjalannya teknologi, kecuali mereka melakukan sesuatu.
Selama mangascan masih aktif, keuntungan mereka di negara non-3rd world country juga akan tergerus. Mangascanner tidak melakukan regional block I think.
Mangascan harus ada internet and PC? 2011, internet is up 24/7 in every spot, and you can stuff thousands of books in a tablet. Read them virtually everywhere.

'Self-sustained'? Untuk berapa lama? Mereka bisa 'evolusi' sekarang, ketika mereka masih sustainable, sehingga bisa menggunakan trial-and-error, atau menunggu sampai industri nya declining, where every failing options will cost them a lot.
Mereka 'merasa' kalau kita yang membutuhkan mereka not the other way around, in my perspective at least.

I am making a statement here as a manga fans who had no sympathy for a publisher who didn't attempt to do their job properly.
Saya melihat publisher sebagai distribution and sales entity. Mereka bertanggung jawab untuk membantu mangaka mengatur distribusi dan penjualan manganya.
Logged

n1sh1k4ze
LX - Kidz
LX - Senior
*

Reputation: 34
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.043


鉢月


WWW Awards
« Reply #206 on: October 16, 2011, 05:51:20 PM »

Penerjemahan komik di Indonesia itu masih manual dikarenakan beberapa hal.
1. Infrastruktur broadband internet yang masih mahal.
2. Spesifikasi komputer yang masih di bawah standar.
Jujur saja, ada penerbit yang pernah mencoba untuk mendigitalisasi proses editing naskah komik, dan hasilnya... Mereka membutuhkan dana tambahan untuk mengupgrade semua komputer yang ada, agar proses editing digital ini berjalan dengan sempurna. FYI, komputer yang kebanyakan dipakai itu masih Pentium 3 atau 4 dengan RAM 256/512 MB. Dual core saja saya rasa masih sedikit. Contoh paling epic itu saat mau nerbitin komik yang sudah ada versi digitalnya, tapi nggak bisa dibuka pakai komputer kantor karena nggak kuat. Plus, setiap penerbit minta lisensi, mereka harus bayar mahal dan harus menerbitkan komik itu sampai tamat. Belum lagi, oplah komik yang harus dicetak. Jadi kurang lebih nerbitin komik itu mirip-mirip kayak permainan saham. Karena pemegang modal kasih modal segini, harus untung sekian persen dari modal.

Soal anime streaming subtitled dan legal itu, mungkin rencana produksinya memang dibuat dua versi? Non-subbed dan subbed? Makanya bisa tayang sejam setelah tayang di Jepang?
Dan, ditambah lagi anime itu cuma masalah menyelaraskan subtitle dengan audio animenya. Kalau komik ada penghapusan teks asli, retouching, placing teks terjemahan, buat desain judul dan cover buku, serta persetujuan dari pihak penerbit Jepang.
Tolong jangan samakan anime yang cuma 24 menit dengan komik yang jumlah halamannya minimal 190 halaman dengan banyak frase yang harus menjalani proses yang telah disebutkan di atas. Ukuran data tidak bisa dijadikan pembanding. Bahkan terkadang ukuran data komikyang mau dicetak itu bisa lebih besar dibandingkan ukuran data anime.
« Last Edit: October 16, 2011, 07:09:04 PM by n1sh1k4ze » Logged



Lebih baik manga asli daripada download atau baca mangascans
P.Crayon
AWARD MISTERIUS
LX - Senior
*

Reputation: 38
Offline Offline

Posts: 1.569


Awards
« Reply #207 on: October 17, 2011, 04:01:59 AM »

Quote
Makanya bisa tayang sejam setelah tayang di Jepang?


Untuk anime bisa tayang secara bersamaan atau beberapa jam setelahnya itu karena bahannya sudah selesai lama sebelum rencana tayang di televisi. Selain itu bahan streaming untuk online juga biasanya sudah diberikan kepada pihak rekanan luar negeri jauh hari sebelumnya untuk persiapan infrastruktur dan promosi.

Bukan baru selesai tayang langsung buru-buru diproses dan dibikin subtitlenya.

Kebetulan kenal seorang staf salah satu situs Amerika yg pernah membeli hak siar untuk streaming sebuah judul anime tapi akhirnya harus berakhir buruk karena ada orang yg membobol server dan mencuri beberapa episode. Waktu itu anime tersebut bahkan belum mulai tayang di Jepang sendiri.

Dari ceritanya staf itu ternyata seluruh episode animenya sudah diberikan terlebih dulu beberapa minggu sebelum hari tayang perdana tapi karena proteksi server yg kurang memadai akhirnya malah kebobolan.


Seperti yg sudah dibilang beberapa kali di post sebelumnya anime dan komik itu berbeda. Proses tayang secara bersamaan untuk anime masih sulit untuk diterapkan pada komik.

Beda dengan anime bahan tak bisa begitu mudahnya diberikan duluan karena untuk komik kadang tinggal beberapa jam sebelum majalah turun cetak pun banyak pengarang yg masih belum menyelesaikan jatah halamannya.

Para pengarang komik itu kerjanya sampai 17 atau 18 jam setiap hari tanpa henti. Cerita tentang jam kerja yg keras itu juga baru diungkapkan Hiro Mashima beberapa hari yg lalu di Amerika. Dari pengakuannya beliau bahkan harus menambah jam kerjanya sampai 19 jam per hari supaya bisa datang ke Amerika.



Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 356
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 17.337


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #208 on: October 17, 2011, 10:06:47 AM »

P. Crayon di atas sudah menjelaskan tentang proses teknisnya why cannot.

Di luar dari proses teknisnya, well, secara industri, itulah kondisi sekarang dimana keputusan di tangan pihak pemegang lisensi, tidak masalah apakah itu printed atau digital.

Maka itu, jika ada penerbit dan mangaka yg mengindikasikan tidak ingin karyanya diterbitkan di Indonesia dan beberapa negara tertentu, tindakan membajak / mendukung pembajakan tetap bukan solusi, malah memperburuk.
Hormatilah hak dan keputusan orang lain.
« Last Edit: October 17, 2011, 10:09:20 AM by camolatte » Logged

camolatte
Centerspread inside the comical world
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 356
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 17.337


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #209 on: October 18, 2011, 01:47:07 PM »

"Rampant manga piracy is making it increasingly difficult for manga artists (mangaka) to earn a living from their work. Many rely on royalty payments to survive. These are modest at the best of times, especially for new artists..

The simple truth is that if manga artists cannot earn a living from their art, there will be no manga."

Demikian kutipan dari artikel The Manga phenomenon yang dipublikasikan oleh Badan pemantau hak cipta dunia, World Intellectual Property Organization (WIPO), tentang bagaimana pembajakan digital komik atau mangascan dapat membunuh industri komik itu sendiri.

Bagi pembaca, setiap interaksi dengan situs pembajakan digital komik berarti ikut berkontribusi atas terpuruknya komikus dalam berkarya. Maka jika Anda benar-benar menyukai komik, berikanlah dukungan pada tempatnya.

(click to show/hide)
Logged

michie
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.915



Awards
« Reply #210 on: October 18, 2011, 03:37:11 PM »

dulu ketika musisi dan pengunduh lagu 'perang', steve jobs yg mendamaikan lwt i-tunes
mengunduh lagu secara legal seharga 0.99 USD

mungkin beberapa tahun ke depan akan ada metode/prosedur yg membuat pembaca manga di luar jepang
bisa mengunduh secara legal (dalam bhs inggris tentunya)

agak kaget juga melihat data bahwa hanya 10% manga-ka yg bener2 mencurahkan tenaga utk membuat manga
apakah itu berarti sisanya harus kerja baito dll utk memenuhi kebutuhan hidupnya?
Padahal rata2 bekerja 19 jam per hari (bandingkan dgn pekerja kantoran yg 7-8 jam per hari)

Jika ingin2 cepat mengetahui perkembangan chapter terbaru manga2 tertentu,ada caranya tanpa perlu
mengunduh versi ilegalnya.
Beberapa blogger yg langganan majalah manga tertentu,sering share sinopsisnya di blog mereka tanpa
Menyediakan link unduhan nya. Lumayan kan? Bisa tahu jalan cerita chapter terkini tanpa berbuat ilegal
(err..jgn bilang kalo ga seru kalo ga liat artnya- namanya juga sekadar baca sinopsis-yg penting up date-selanjutnya ya sabar menunggu penerbit Indo- latihan kesabaran ala kung fu panda “inner peace”)
Logged

"Weak men will never rule Dorne again"
Pages: 1 ... 7 8 9 10 11 12 13 [14] 15 16 17 18 19 20 21 ... 23   Go Up
Print
Jump to: