Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.123 Posts in 16.724 Topics- by 41.579 Members - Latest Member: Terryapaph
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 [9] 10 11  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Cesare - Fuyumi Souryo  (Read 35442 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
fraulein
LX - Senior
****

Reputation: 109
Offline Offline

Posts: 1.197


Awards
« Reply #80 on: March 24, 2015, 03:13:38 pm »

Tapi tetap aura mangaka perempuannya kental.
Gesture dan ekspresinya masih ada yg tampak feminin.

Ah, begitukah? Yaah, saya nggak merasa gitu sih biggrin Tapi tangkapan tiap orang kan beda Grin
Memang tampan Grin Tapi cuma beberapa tokoh yang sering muncul aja (menurut pengamatan saya )
Tapi yang paling saya suka itu ceritanya. Tema politik memang menarik Grin


Nanna: Adaa! Leonardonya ada. Cesare ketemu waktu dia berkunjung ke rumah Lorenzo de Medici. Leonardo berhasil membuat Cesare jadi anak umur 16 tahun untuk sesaat
Ada Michelangelo juga.

(click to show/hide)


Adegan Cesare dan Miguel yang paling epik sejauh ini buat saya waktu perkelahian gara-gara penghinaan terhadap Miguel yang berujung menjadikan ketua kelompok Perancis sebagai banteng Lalu setelah banteng manusianya itu ambruk, Cesare yang melihat Miguel menonton di lantai dua memberi hormat pada Miguel dan Miguel membalasnya dengan senyuman. Aduh, my kokoro can't handle it #kosakataFina #kokoronyadoang
« Last Edit: March 24, 2015, 03:16:40 pm by fraulein » Logged

~tat twam asi~
Arian
LX - Noob
*

Reputation: 2
Offline Offline

Posts: 40


Carpe Diem


Awards
« Reply #81 on: March 25, 2015, 08:07:34 pm »

Frau : Bandingkan dengan Historie atau Vinland Saga, Cesare masuk minim action dan banyak bicara (balon teks).
Iya. Gesture tokohnya feminin terutama Angelo. Sdh berapa kali wajah nya sedikit2 lmemerah bila bicara dg Cesare.
Man won't do that.
Logged

Seize the day...
fraulein
LX - Senior
****

Reputation: 109
Offline Offline

Posts: 1.197


Awards
« Reply #82 on: March 26, 2015, 08:38:13 am »

Untuk soal action, saya duga mungkin penulisnya memang ingin menekankan pada intrik politiknya dengan menggandeng seorang profesor sejarah sebagai co writer (cmiiw).

Tapi kayaknya nuansa mangaka cewek akan bakal lebih terasa kalau dibaca pembaca cowok kali ya terlepas dari genrenya (seinen) Grin

Ah, kalo soal Angelo, yaaaah Saya ngga bisa membantah Saya ngga tahu kenapa karakter Angelo dibuat dengan latar belakang keluarga yang pekerja dan seniman sehingga jadi lembut, polos dan naif begitu Grin Tapi dengan begitu besarnya perbedaan, kalau disandingkan dengan Cesare atau Miguel , menurut saya karakter Cesare dan Miguel justru jadi terasa banget kuatnya. Ah, tapi saya juga merasa di volume terakhir Angelo jadi berkembang, lho. Entah nanti dia akan diapain lagi sama Souryo sensei
Logged

~tat twam asi~
Nanna
LX - Evangelis
*****

Reputation: 127
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 2.174



Awards
« Reply #83 on: March 26, 2015, 09:12:42 am »

@lein
Kemaren baca lagi dari awal,,,
Iya ada Leonardo,, Michelangelo juga

Adegan benteng manusia itu suka,, Cesare dan Miguel... bikin heartbeat

(click to show/hide)
Logged
Arian
LX - Noob
*

Reputation: 2
Offline Offline

Posts: 40


Carpe Diem


Awards
« Reply #84 on: March 26, 2015, 09:24:53 am »

Biasanya untuk cerita sejarah selalu ada co writer. Sebagai  contoh manga sejarah dengan bnyk selipan politik selain Vinland dan Historie ;  Iliad dan master Keaton. Mangaka cowok. Perbedaan mereka di gesture karakter dan panjangnya isi balon teks.  Mangaka pria cenderung lugas to the point dan tidak menyukai banyak tindakan dan  perkataan yg remeh dan bertele-tele. Seperti yg sering terjadi di telenovela. Hal yang tampak di Cesare ini. Memang kisah Cesare inspiratif buat bentuk telenovela. Lebih mengedepankan daya tarik pria2nya secara fisik
 Pernah ada drama manusianya klo ga salah judulnya The Borgias. Tp dewasa ya.

Perbandingannya dg mangaka cewe spt Ryoko Ikeda (Rose of Versailles, Eroica), Kaoru Mori(The Bride Story)dan Souryo ini. Untuk detail dan anatomi Souryo cukup unggul. Namun cerita, terlalu banyak teks dan cenderung plain (kdg tdk jelas konflik sebenarnya, karakter Angelo juga kurang menarik). Ikeda di seri ROV sangat shojois tp di seri Eroica mulai jauh lebih seinen dg bnyk konflik menarik. Sedikit balon teks.Lebih banyak panel aksi. Yang menarik itu Kaoru Mori. Dia bisa bercerita dengan panel gambar. Seperti melukis. Tapi temanya memang lebih ringan

Untuk ukuran sebuah cerita bila targetnya Seinen Cesare kurang begitu menarik dibanding judul2 diatas.

Lebih kelihatan bila dibaca pembaca cowok? Hm gampangnya bila pembaca cowo menikmati dia tidak akan pusing siapa yang gambar. Tapi kalo baru baca langsung bosan karena banyak teks/narasi yang berlarut2, atau karena kebanyakan fans service untuk cewe, itu lain ceritanya. Bila tidak menebak yang bikin cerita cewe, mungkin akan dikira yang mengarang kecewe2an.

« Last Edit: March 26, 2015, 10:35:10 am by Arian » Logged

Seize the day...
fraulein
LX - Senior
****

Reputation: 109
Offline Offline

Posts: 1.197


Awards
« Reply #85 on: March 26, 2015, 10:25:54 am »

Arian : Wah, terimakasih atas penjelasannya. Terus terang saya nggak memperhatikan sampai sedetail itu dan pengetahuan saya tentang komik juga tidak terlalu banyak.

Saya cenderung menyamakan Cesare ini dengan Black Swindler yang menurut saya penekanan ceritanya memang bukan di action-nya tapi lebih ke pertarungan ide dan politik sehingga memang membutuhkan teks yang lebih banyak sehingga mungkin buat banyak orang, termasuk saya, butuh lebih banyak waktu untuk mengunyah ceritanya. Sepertinya soal selera, entah kenapa saya justru sangat suka jenis yang seperti ini. Tapi, imo banyak teks bukan berarti bertele-tele kalo pace ceritanya tetap terjaga dan nggak melebar kemana-mana.


Soal RoV atau Eroica  yang Arian sebut saya ngga bisa komentar karena saya nggak baca. Tapi terimakasih juga untuk pernjelasannya. Kaoru Mori, ah saya setuju! (walaupun saya baru baca Emma aja sih Grin).


Terimakasih sekali lagi untuk elaborasinya, ya.


Nanna : Aku penasaran sama Lucrezia, adik Cesare itu mikir

edit : satu lagi, Na. adegan pas waktu festival itu juga lucu

(click to show/hide)

« Last Edit: March 26, 2015, 01:23:30 pm by fraulein » Logged

~tat twam asi~
Arian
LX - Noob
*

Reputation: 2
Offline Offline

Posts: 40


Carpe Diem


Awards
« Reply #86 on: March 26, 2015, 10:53:05 am »

Sama-sama.

Semoga seri ini tetap bertahan di Weekly Morning. Walaupun sepertinya salah demografi (harusnya Jousei).
Logged

Seize the day...
shiina
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 73



Awards
« Reply #87 on: April 11, 2015, 03:23:18 pm »

moga2 lancar terbitnyaaa
terakhir baca sampe vol 4 aja, nungguin tamat biar lega bacanya
Logged
fraulein
LX - Senior
****

Reputation: 109
Offline Offline

Posts: 1.197


Awards
« Reply #88 on: April 12, 2015, 05:43:18 pm »

Shiina : Eh, serius mau ditungguin mpe tamat dulu baru baca? Ngga penasaran? Status terakhit terbit di sono vol 11, di sini uda vol 10. Kayaknya alamat lama nunggunya Grin Kalo aku uda pasti ngga tahan kalo nunggu Grin
Logged

~tat twam asi~
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 440
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.717


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #89 on: May 12, 2017, 03:32:20 pm »

Bagi yang menantikan kelanjutan seri ini, kabar dari editor bahwa kondisi judul ini belum dapat dilanjutkan karena peminatnya di Indonesia tidak cukup banyak untuk memenuhi syarat minimum dari penerbit sana. Untuk detilnya simak FAQ Q04 bagian a. :(
Logged

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 [9] 10 11  All   Go Up
Print
Jump to: