Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

554.618 Posts in 13.322 Topics- by 41.624 Members - Latest Member: kesieslc
Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on MySpaceShare this topic on StumbleUponShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: RAHASIA-RAHASIA VATIKAN  (Read 13391 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
***

Reputation: 148
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 15.185


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« on: September 09, 2009, 02:02:03 PM »


RAHASIA-RAHASIA VATIKAN
Cyrus Syahrad


Pemesanan & informasi, hubungi :
GRAMEDIA DIRECT
Telp.
(62-21) 536 50 110 / 111 ext. 3901 / 3902
hubungi kami
Email: cs@gramediashop.com
Online Service / Layanan Online: www.gramediashop.com
Suggestion & Complain / Saran & Keluhan: keluhan@gramediapublishers.com


DIRECT SELLING Surabaya
Telp. (62-31) 841 2913 
hubungi kami

Klik cover untuk memperbesar

http://elexmedia.multiply.com/reviews/item/982

Vatikan, secara tradisional menjadi simbol dari sebuah organisasi keagamaan tertua dengan hirarki yang sangat ketat. Selain identik dengan simbol kekuasaan dan religi, keberadaan Vatikan pun identik dengan kisah-kisah yang sebagian masih dianggap rahasia dan sebagian lagi dianggap hanya mitos belaka.

Buku karya Cyrus Shahrad ini mengupas berbagai hal di seputar Vatikan yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat awam. Bagaimana sebagai "organisasi kelas dunia" lembaga Kepausan pun tak luput dari isu-isu seputar politik praktis, skandal, penyalahgunaan kekuasaan, bahkan pembunuhan.

Garis waktu dalam buku ini akan mengajak kita melihat lembaga Kepausan sejak masa-masa awal pertumbuhan gereja Katolik (bagaimana gereja menjadi sebuah organisasi yang defensif pada zaman dulu akibat represi dan penganiayaan umatnya oleh Nero, kaisar Romawi) hingga masa modern ini, termasuk di dalamnya adalah keunikan tradisi pemilihan seorang Paus baru.


Editor’s Note
- tema menarik: mengupas rahasia-rahasia dan hal-hal tak lazim di Vatikan yang jarang diketahui publik
- disajikan dalam narasi yang padat, tanpa berpanjang-panjang, dikelompokkan dalam tema-tema yang menarik
- dilengkapi ilustrasi foto
- bernilai sejarah, yakni bagian historikal Vatikan yang jarang diungkap ke publik


Spesifikasi Buku
Harga: Rp. 43.800
Ukuran: 14 X 21 Cm
Cover: Soft Cover + Kuping
Tebal: 80
Terbit: 16-Sep-09
Kategori: HUMANIORA
ID: 777091819
ISBN: 9789792758832
Editor: Ekon
Target Pengguna:
- masyarakat awam yang gemar membaca mengenai intrik politik dan kekuasaan, terutama dalam lembaga/organisasi dunia
- umat Katolik yang ingin melihat Vatikan secara utuh, dari sisi positif dan negatifnya
- para peminat sejarah gereja dan kepausan

Logged



Member yg MAU dpt notifikasi forum via email, klik:
CARA VALIDASI EMAIL



sontoloyo
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 1


Awards
« Reply #1 on: October 01, 2009, 12:18:29 AM »

Saya baru saja membeli dan selesai membaca buku Rahasia2 Vatikan ini, sebagai seorang Katholik, saya sungguh prihatin dengan buku ini apalagi buku dimaksud di-display di Gramedia pada kolom buku2 rohani katholik dalam keadaan tersegel.
Sebagaimana maksudnya, bila buku ini maksudnya bagi para peminat buku2 sejarah gereja katholik dan kepausan, seharusnya sudah di label Imprimatur Nihil Obstat tetapi kenyataannya, buku ini penuh dengan opini2 yang mendiskreditkan gereja katholik dan Bapak Paus.
Saya sangat merasa heran pada Penerbit Elek Media sebagai Anggota Kompas Gramedia Group, kok teganya menerbitkan buku seperti ini? padahal setahu saya founder Kompas, Bpk.P.K.Oyong dan Keluarga adalah umat katholik yang taat? Mengapa Elek Media mampu menerbitkan buku2 Muslim dan Buddhist jauh lebih baik dari pada buku bagi umat katholik?

Lalu kalau Bung Arswendo sudah baca atau belum, ya? Saya kepengin dengar pendapatnya.
Terima Kasih.
« Last Edit: October 01, 2009, 12:40:14 AM by sontoloyo » Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
***

Reputation: 148
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 15.185


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #2 on: October 01, 2009, 08:25:01 AM »

thanks utk pendapatnya bung sontoloyo ^^ (nick yg unik).

Ada pendapat lain buat temen2 yg sudah baca? Smiley
Logged



Member yg MAU dpt notifikasi forum via email, klik:
CARA VALIDASI EMAIL



smartie
bookaholic 书虫
AWARD MOD TEGAS
LX - Holic
*

Reputation: 257
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 24.859


ღ smartie™ ღ

  • Awards http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=18693.0

  • WWW Awards
    « Reply #3 on: October 01, 2009, 10:36:07 AM »

    Saya sangat merasa heran pada Penerbit Elek Media sebagai Anggota Kompas Gramedia Group, kok teganya menerbitkan buku seperti ini?

    baru tau ada penerbit bernama eleK media biggrin
    « Last Edit: October 01, 2009, 10:39:04 AM by smartie » Logged


    segala postingan yang menyinggung RAW/SCANS akan dihapus!
    sebelum bertanya, mohon baca FAQs FORUM dulu
    hindari penggunaan singkatan ga lazim! ini forum, bukan sms

    Please vote for J-Novel


    FYI: smartie is not an employee of Elex/KKG Tongue
    hiasmkd
    LX - Babes


    Reputation: 1
    Offline Offline

    Posts: 1


    Awards
    « Reply #4 on: February 25, 2010, 12:03:08 PM »

    Kalo bung sontoloyo kecewa terhadap buku rahasia-rahasia vatikan (RRV) yg diterbitkan oleh elexmedia. Saya justru berterima kasih. Terlepas dari benar tidaknya, informasi yg disampaikan oleh buku itu. Saya selalu berusaha berpikir positif di tengah-tengah berbagai hal yg negatif, termasuk buku ini yg memang cenderung memiliki nuansa negatif karena menguak hal2 yg negatif. Mengapa harus takut? Mengapa harus resah? Mengapa harus kuatir.. bila sisi gelap atau sisi negatif kita diungkap? Biarkan saja. Saya sendiri seorang penganut Katolik. Saya juga maklum, karena buku terbitan elex adalah buku umum, walaupun terkadang mengulas hal religius, seperti RRV ini. Karena itu tidak dibutuhkan nihil obstat dan imprimatur, yg biasanya ada dlm buku2 katolik. Tapi asal tau saja bung sontoloyo, ada juga penerbit katolik yg tdk ada nihil obstat & imprimatur. Saya tdk akan ungkap di sini. Biar bung sontoloyo cari tau sendiri. Bila sdh tau, ya sdh... Aneh kan? kok ada penerbit katolik yg se"olah2" mendapatkan perlakuan khusus dibanding penerbit katolik lainnya. Tdk usah heran. Selama kita masih bernafas di muka bumi yg semakin panas ini, ada banyak ketidakberesan, termasuk di dlm institusi religius.
    Jadi buku RRV bagaimana? Ya biarkan saja. Bagi saya, buku ini bagus! Buku ini menantang umat Katolik (dlm hal ini saya), untuk lebih mengoreksi diri. Bagi orang yang memiliki disposisi batin atau olah hidup batin yang baik dan mulai beranjak lebih dewasa alias senantiasa berupaya hidup benar di hadapan Tuhan dan tentunya terwujud dalam hidup bermasyarakat, buku ini justru akan membantu merefleksikan dirinya. Bila disposisi batinnya negatif, buku ini tentu bisa meresahkan dirinya! Tapi kalo dipikir2.. buat apa resah dan gelisah.. Smiley Kalo penasaran dan ingin tau kebenaran lebih lanjut, lakukan saja studi pribadi dng mencari referensi yg lebih terpercaya. Bila sdh menemukan jawabannya, kita pun tdk perlu menuding2 mereka yg sdh berbuat salah thd kita. Kalo ternyata benar apa yg diungkapkan RRV, tetaplah tegar. Tetaplah tersenyum. Sadarilah.. tdk ada yg sempurna di dunia ini. Buku ini bisa membantu kita spy tdk menjadi sombong & lupa diri. Karena.. Gereja Katolik Roma merupakan institusi keagamaan yg senantiasa memiliki semangat untuk memperbarui dirinya. Lihat saja konsili Vatikan II. Sekalipun, memang ada bbrp pimpinan internal yg ternyata justru tdk membawa semangat Vatikan II. Biasa... namanya juga masih manusia. Mereka bukan malaikat. Malaikat saja bisa jatuh dlm dosa!
    Satu hal lagi... institusi keagamaan yg paling berani dikoreksi adalah Gereja Katolik Roma. Ingat saja, almarhum Paus Yohanes Paulus II yg dengan lantang pula menyatakan permohonan maafnya di saat memasuki tahun 2000 kpd berbagai pihak akibat perlakuan Gereja Katolik Roma di masa yg lampau. Suatu tindakan yg sebelumnya, tdk pernah dilakukan oleh seorang pemimpin agama. Biasanya seorang pemimpin agama melakukan pembenaran thd dirinya dan menghakimi pihak lain sbg yg tdk benar. Masih ada banyak contoh. Begitu juga dlm film Da Vinci Code, 2012 (dlm episode basilika st petrus hancur & kubahnya menggelinding, mengapa bukan tempat suci agama lain?) & bbrp film lainnya, rata2 melecehkan Grj Katolik. Mengapa? Krn para pembuat film itu tau, hanya Grj Katolik yg tdk bereaksi secara ekstrim, bahkan cenderung tenang2 saja. Kaupun ada tanggapan dari pihak pimpinan Gereja, tdk sperti org kebakaran jenggot!
    Jadi, biarkan saja. Hal2 ini, justru akan semakin mendewasakan kita. Memang betul, bila ada yg tdk benar, kita perlu bersuara xdan menyampaikannya. Tapi perlu dengan sikap bijak dan proporsional serta tau sasaran yg hendak "ditegur'. Artinya, tau persis siapa yg ditegur & lakukan secukupnya saja. Kalau yg ditegur tetap masa bodoh, biarkan saja. Biar waktu dan tentunya Tuhan sendiri yg akan "menghakimi" mereka.  doa   Lebih baik mendapat tamparan (dikritik bahkan mungkin difitnah) supaya kita terjaga dari enaknya tidur, daripada dibelai2 (disanjung-sanjung, dihormati terus menerus) tetapi hanya membawa diri ke dalam (hidup yg penuh) mimpi2 saja dan tdk pernah "bangun". Pilih mana? beerchug
    « Last Edit: February 25, 2010, 12:21:54 PM by hiasmkd » Logged
    yA_yA
    LX - Member
    ***

    Reputation: 3
    Offline Offline

    Gender: Female
    Posts: 579



    WWW Awards
    « Reply #5 on: September 30, 2010, 04:48:56 PM »

    saia udah beli dan baca buku ini.
    pengen baca karena emang sangat suka hal-hal yg berkaitan dengan eropa dan sejarahnya, lagi saia adalah seorang muslim juga seorang anak kecil yg berumur 16 tahun. jadi komentar saia tentang buku ini gk akan saia pajang disini, karena saia gk pernah mikir sebelum ngomong =_= tar takut salah ngomong dan menyinggung sesuatu notworthy


    tapi, saia setuju dengan pendapat ini Smiley
    Mengapa harus takut? Mengapa harus resah? Mengapa harus kuatir.. bila sisi gelap atau sisi negatif kita diungkap? Biarkan saja.

    Lebih baik mendapat tamparan (dikritik bahkan mungkin difitnah) supaya kita terjaga dari enaknya tidur, daripada dibelai2 (disanjung-sanjung, dihormati terus menerus) tetapi hanya membawa diri ke dalam (hidup yg penuh) mimpi2 saja dan tdk pernah "bangun". Pilih mana? beerchug


    Makasih udah terbitin buku ini yah Wink
    koleksi buku-buku tentang eropaku bertambah *Ba-Ha-Gia* banana
    Logged

    Pages: [1]   Go Up
    Print
    Jump to: