Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.401 Posts in 16.875 Topics- by 44.549 Members - Latest Member: msaqibraza
Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Review Komikita: Love Junction-Calista  (Read 2012 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
alvanov
Guest
« on: February 13, 2007, 01:08:30 pm »

Category: Books
Genre:  Comics & Graphic Novels
Author: Calista
186 Hal BW
Rp. 11,000,-

‘Can’t hurry love’ tapi kesempatan tidak datang dua kali. Diawali dengan pertolongan Elle saat Victor sedang digencet seniornya di sekolah, Elle yang kuat dan tegas menjadi semacam bodygoard bagi Victor yang ‘lemah’ namun cerdas. Hubungan keduanya terus berlanjut dalam bentuk persaingan di bidang akademis di mana Elle terus menerus di bawah bayang-bayang Victor, bahkan sampai Elle memaksakan diri untuk melanjutkan kuliahnya setelah lulus SMU di universitas yang sama dengan Victor hanya agar bisa mengungguli pria itu (sampai keduanya lulus, Elle benar-benar belum pernah sekalipun ‘menang’ dari Victor). Di Universitas, Elle bertemu sahabat lamanya, Maria tetapi tidak dapat bercengkerama dengan mereka (Maria & Victor) karena Elle mengalami kesulitan dalam mengikuti mata kuliah utama (mereka mengambil jurusan Desain Multimedia). Dibantu oleh seniornya L.J, Elle akhirnya berhasil mengungguli nilai Victor, tetapi Elle tidak memperoleh sesuai dengan apa yang dia harapkan...

Cerita mengalir lancar dan cukup jelas dan seperti halnya ‘Fake Angel’ (karya Calista yang direview sebelumnya), cerita ini bertumpu pada tokoh & penokohannya sebagai dasar pergerakannya. Tetapi dibandingkan ‘Fake Angel,’ cerita dalam ‘Love Junction’ lebih terasa segar dan tidak berpanjang-panjang. Setiap kejadian dan tokoh di dalam cerita masuk satu satu persatu bagaikan puzzle yang sedikit demi sedikit menguak misteri dari obsesi Elle. Walaupun jalan cerita sedikit mudah ditebak, proses dan penyelesaiannya tidak semudah apa yang dibayangkan oleh pembaca.

Visualisasi tokoh maupun latar (tempat dan waktu) baik dan terasa nyata karena komikusnya menggambarkan suasana dan menjelaskan detil properti maupun karakter secara intens sehingga pembaca dapat semakin memahami dan mengerti dunia yang dibentuk dalam ‘Love Junction’ ini. ‘Noise’ pada BG berupa aktivitas pemeran figuran baik di sekolah maupun di kampus memberikan kedekatan cerita dengan keseharian kita sekaligus membentuk jagad komik yang rigid. Hal tersebut relatif jarang dibuat oleh komikus komikita dengan alasan menyusahkan dan bikin cape, padahal untuk membuat dunia komik yang dibuat ‘dipercaya’ keberadaannya oleh pembaca, hal ini HARUS dilakukan dan... komikus Love Junction sudah melakukannya dengan baik. Di luar beberapa visualisasi yang agak meleset dan sedikit kurang logis pada beberapa adegan, secara keseluruhan, komik ini memenuhi hampir semua kriteria sebagai komik serial cantik yang bagus.

Penggambaran secara perspektif relatif belum pas untuk sebagian (besar) gambar, tetapi sudah jauh lebih baik dan kesan volume terasa dibandingkan Past Promise (karya pertama dengan rentang 5 tahun.... sudah seharusnya akan lebih baik). Memang untuk menggambar kesan perspektif tidak hanya harus menggunakan teknik standard, banyak trik yang dipakai oleh mangaka maupun komikus asing. Mungkin Calista harus lebih banyak menelaah visualisasi yang terkesan perspektif lebih banyak lagi sebagai referensi.

Love Junction walaupun tidak mengeksplorasi visualisasi dengan permainan jarak pengambilan (mid shot), tetapi dengan permainan pengambilan sudut pandang visual (bird eye view, normal eye view, dan lainnya) cukup untuk menghilangkan kesan monoton. Selain itu perubahan waktu dalam cerita cukup tergambar dengan jelas baik dalam skala hari maupun dalam skala bulan ataupun tahun. Yang cukup mengagetkan adalah skala tahun yang berlalu sangat cepat saat di SMU, tetapi pemotongan cerita untuk beralih tahun di SMU dieksekusi secara visual dengan baik. Walaupun penyelesaian akhirnya terasa mudah, kalau dibaca lebih teliti masih menyisakan ‘pertanyaan’ yang membuat pembaca tidak menutup cerita dengan perasaan hampa... walaupun hampir menjadi klise karena puisi yang dikutip rasanya tidak begitu pas sejalan dengan akhir ceritanya.

Dibandingkan dua karya Calista lainnya (‘Past Promise’ dan ‘Fake Angel’), ‘Love Junction’ adalah yang terbaik dari penceritaan, penokohan maupun visual storytellingnya.

Martabak'ers-Alva
PS. Sedikit catatan, 'Love Junction ini terbit sebelum 'Fake Angel'
Logged
smartie
bookaholic 书虫
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 258
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 24.872


ღ smartie™ ღ

  • Awards http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=18693.0

  • WWW Awards
    « Reply #1 on: May 17, 2007, 03:51:05 pm »

    topic terlupakan ^^;;
    Logged


    segala postingan yang menyinggung RAW/SCANS akan dihapus!
    sebelum bertanya, mohon baca FAQs FORUM dulu
    hindari penggunaan singkatan ga lazim! ini forum, bukan sms

    Please vote for J-Novel


    FYI: smartie is not an employee of Elex/KKG Tongue
    VioLeTTe
    ^__^
    LX - Senior
    ****

    Reputation: 0
    Offline Offline

    Gender: Female
    Posts: 862


    uuh...


    Awards
    « Reply #2 on: May 17, 2007, 05:09:28 pm »

    menurutku ini komik ngga ada istimewanya  Undecided

    biasa aja...
    Logged



    Sakura wa ore no daijina hito da. Kore kara zutto ichiban daijina hito da
    ==================いつもいつも笑ってて==================
    visit my blog Grin http://cantabilehearts.multiply.com
    alvanov
    Guest
    « Reply #3 on: May 24, 2007, 12:32:16 pm »

    :)

    Pendapat orang tidak harus selalu sama, khan? At least I'm trying 2 appreciate one of my friend's work & finding some good things to look into.... that other people might not see.
    Logged
    Pages: [1]   Go Up
    Print
    Jump to: