Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

554.535 Posts in 13.322 Topics- by 41.502 Members - Latest Member: kmsiefti
Elex Online ForumBuku, Software, & MajalahBooks ReviewPAPR : Pick-A-Prize Review (Moderator: raven)Vote Your Winner: Ther Melian (#1: Revelation)
Poll
Question:
Yang manakah review pilihanmu?  (Voting closed: September 27, 2012, 10:20:13 AM)
Es Sant - 0 (0%)
4lKa - 7 (16.3%)
sakurazaki90 - 2 (4.7%)
peri_hutan - 5 (11.6%)
Biondy - 5 (11.6%)
Shiki - 0 (0%)
vadis - 16 (37.2%)
FairyLucyka - 1 (2.3%)
Norichanz - 1 (2.3%)
Hazuno_Cherry - 6 (14%)
Total Voters: 43

Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on MySpaceShare this topic on StumbleUponShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Vote Your Winner: Ther Melian (#1: Revelation)  (Read 4126 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
raven
(r)avengers
Moderator
LX - Frenzy
*****

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 7.043



WWW Awards
« on: September 12, 2012, 12:38:00 PM »

Silakan post review novel Ther Melian buku pertama ( Revelation) di sini :)
Ingat batas panjang reviewnya ya ;)

Deadline 19 September jam 12 siang
« Last Edit: September 20, 2012, 10:20:34 AM by raven » Logged

*Agatha Christie Blog*
Suka review & komik/buku gratis? Cek PAPR: Pick-A-Prize Review
Newbie? Read ME First | Masih baru? Baca peraturan dulu
Poll untuk Light Novel
shiennyms
LX - Noob
*

Reputation: 4
Offline Offline

Posts: 75



Awards
« Reply #1 on: September 13, 2012, 09:17:35 AM »

aku bantu share ke FB dan twitter ya =)

syarat dan ketentuannya yang ini kan? http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=21998.0

Camo: Benar ^_^
« Last Edit: September 13, 2012, 04:36:28 PM by camolatte » Logged
Es Sant
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 122


Kyaaaa <3


Awards
« Reply #2 on: September 13, 2012, 01:03:37 PM »

Ther Melian adalah salah satu novel fantasi anak bangsa yang layak menjadi penghuni rak buku kamu.

Dengan seting benua bernama Ther Melian, buku ini bercerita tentang Vrey, sang pencuri andal dari kelompok Kucing Liar, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua keinginannya. Vrey adalah seorang Vier-Elv, kaum setengah Elvar, setengah manusia. Berkat darah Elvar-nya, Vrey berhasil mencuri tanduk Shadhavar bersama teman-temannya. Shadavar adalah makhluk mirip rusa dan tanduknya digunakan sebagai alat musik yang dikoleksi orang-orang kaya.

Psst, Vrey punya rahasia, lho. Dia selalu mencuri sesuatu yang sudah ia kumpulkan sejak lama. Apa itu? Vrey diam-diam sering pergi ke Hutan Telssier untuk berburu sayap Nymph. Konon, jubah Nymph memiliki kekuatan luar biasa. Karena itu, Vrey sangat ingin untuk memilikinya, padahal menangkap Nymph itu tidak mudah.

Selain Vrey, ada tokoh lain, Valadin Illiyara, seorang ksatria Elvar sejati. Ia sangat ingin Bangsa Elvar kembali berkuasa di benua Ther Melian. Ia tidak rela menjadi ‘kelas dua’ di bawah Bangsa Manusia. Valadin membutuhkan kekuatan Aether, yaitu jiwa dari 7 elemen alam yang dipuja oleh Bangsa Elvar. Tapi, jangan harap Aether dapat diperoleh dengan mudah karena makhluk suci penjaga Templia akan memberimu ujian berat.

Takdir mempertemukan Vrey dan Valadin. Vrey membutuhkan Rubi Vulcanus, amulet yang dapat melindungi dari api, untuk membantunya masuk ke sarang Burung Api dan mengambil bulunya agar dapat membuat Jubah Nymph yang ia inginkan. Kelompok Valadin juga membutuhkan amulet yang sama untuk digunakan saat mereka di Gunung Ash, tempat Aether Api berada. Sayangnya, amulet tersebut keburu dicuri Vrey dari Rilyth Lamire, rumah konsulat Bangsa Evar. Pada akhirnya, Vrey dinobatkan menjadi buronan yang dikejar oleh kelompok Valadin!

Apakah Vrey dapat memperoleh Jubah Nymph yang begitu diinginkannya? Atau malah Valadin  yang berhasil mendapat Relik Elemental untuk memperkuat Bangsa Elvar? Mereka harus memilih … atau berkorban …

“Untuk mendapat sesuatu yang kamu dambakan, kamu harus kehilangan sesuatu yang sama berharganya.”

Alur cerita berjalan lambat di awal, terutama pada bagian pengenalan para tokohnya. Kilas balik para tokoh juga kadang terasa datar dan membosankan, namun alur ini membaik dengan bertambahnya jumlah halaman. Bagian ini mengingatkan saya pada game tipe RPG di mana di awal konflik-konflik belum bermunculan secara jelas. Apa saja  yang terjadi pada tokohnya diceritakan secara mendetail di sini sehingga kadang agak kurang masuk akal. But, hey, it’s fantasy anyway!

Yang paling mengganggu dari novel ini adalah penggunaan bahasa tidak baku yang terlalu sering. Entah kenapa, kata-kata ‘nggak’ dalam dialog tidak cocok dengan keseluruhan cerita. Mungkin kalau saya membaca novel percintaan anak zaman sekarang malah cocok, tapi untuk Ther Melian? Well, it’s a big no.
« Last Edit: September 13, 2012, 01:07:24 PM by Es Sant » Logged

Bestfriends I've ever had are BOOKS!
4lKa
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 83



Awards
« Reply #3 on: September 13, 2012, 01:55:05 PM »

“Untuk mendapatkan sesuatu yang kamu dambakan, kamu harus kehilangan sesuatu yang berharga bagimu. Itulah aturan main dunia ini.”

Kover Ther Melian ini sangat ‘cantik’ dengan warna mengkilap. Ilustrasinya juga membedakan novel sejenis dengan yang lainnya. Sinopsis ceritanya juga cukup ‘bercerita’ tentang isi buku, walaupun plotnya kurang lebih mirip dengan pola cerita fantasi pada umumnya.

Revelation adalah pembuka dari seri Ther Melian yang terdiri dari empat volume. Cerita dimulai dengan tokoh utama Vrey, seorang gadis dari ras Vier-Elv, alias memiliki darah campuran. Vrey adalah seorang pencuri yang banyak akal dan agak licik (yah, seperti pencuri pada umumnya juga). Ia rela meninggalkan ‘rumah’ demi obsesinya membuat Jubah Nymph yang dibuat dari sayap Nymph. Hal ini membuatnya hobi menjelajah Hutan Telssier demi memburu Nymph yang sulit ditangkap.

Selain Vrey, ada juga Valadin, seorang ksatria yang memiliki darah Elvar murni dan memiliki cita-cita untuk mengubah nasib bangsanya untuk kembali menjadi nomor satu di benua Ther Melian. Tapi, untuk mewujudkan ambisinya itu, Valadin membutuhkan Aether, jiwa dari 7 elemen alam yang selama ini menjadi ‘benda penting’ Bangsa Elvar. Tentu saja, mendapatkan Aether tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Gara-gara mengincar benda yang sama, Rubi Vulcanus, Vrey dan Valadin akhirnya terpaksa ‘bersua’. Vrey membutuhkan amulet tersebut untuk menembus masuk sarang Burung Api demi mendapatkan bulu sang burung sebagah salah satu bahan Jubah Nymph yang diinginkannya. Valadin membutuhkan Ruby Vulcanus agar mereka dapat pergi ke Gunung Ash, tempat Aether Api berada. Dasar pencuri licik, Vrey keburu mencuri Rubi Vulcanus itu dari kediaman Rilyth Lamire dan ia menjadi incaran Valadin dan kawan-kawan yang menginginkan amulet tersebut demi mendapatkan Relik Elemental.

Pertanyaannya: Siapakah yang berhasil mendapatkan keinginannya?

Para pencinta cerita fantasi akan berbahagia sekali dengan kemunculan makhluk-makhluk unik seperti Shadavar (makhluk mirip rusa), Vestal (pendeta wanita), Nymph, atau komodo. Tapi, bukan berarti yang lebih suka cerita ‘dunia nyata’ tidak bisa menikmatinya, lho ^^ Banyak hal  yang dapat kita ‘tangkap’, seperti nilai-niali persahabatan antar ras yang berbeda.

Sayangnya, buat saya, terlalu banyak kebetulan yang muncul. Seakan-akan masalah para tokohnya mendapat berkah karena si ‘penyelesaian’ datang begitu saja. Mungkin ini dimaksudkan agar cerita dapat berfokus pada tujuan utama, bukannya menyelesaikan kasus yang terjadi sebagai bumbu, tapi rasanya akan jauh lebih baik jika bagian itu dikurangi.

Selain Vrey dan Valadin, banyak tokoh tambahan yang bermunculan di cerita ini, seperti Aelwen, gadis manusia sahabat Vrey, atau Eizen, penyihir yang amat kuat. Para tokoh tambahan ini cantik dan ganteng sehingga saya sering berhenti membaca untuk membayangkan wajah mereka untuk sejenak 

Akhir Revelation cukup membuat saya menahan napas karena berhasil mencapai titik klimaks dan sukses membuat saya penasaran untuk segera membaca buku keduanya.
Logged

Cuma muncul demi review... *jujur*
sakurazaki90
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 3



WWW Awards
« Reply #4 on: September 13, 2012, 06:34:51 PM »

Vrey adalah seorang pencuri berdarah Vier-Elv (manusia separuh elf). Sehari-harinya, dia bersama komplotan Kucing Liar mencari nafkah dengan cara yang jauh dari kata halal. Menerobos hutan para Elvar (sebutan untuk elf di dunia TM), membunuhi makhluk-makhluk suci yang dilindungi, lalu menjualnya ke pasar gelap. Diam-diam, perempuan ini mengumpulkan sayap Nymph untuk dibuat menjadi Jubah Nymph… pakaian pelindung yang konon katanya seringan bulu, tetapi memiliki ketahanan setara dengan baja. Dari sanalah, Vrey serta temannya Aelwen, memutuskan untuk mengembara demi menyelesaikan jubah tersebut.

Di lain tempat, ada Valadin. Saat ini, keberadaan Elvar di dunia seakan terpinggirkan oleh karena dominasi para manusia. Sebagai seorang ksatria Elvar, dia merasa bahwa selama ini para tetua rasnya bersikap terlalu lembek, sehingga manusia bisa berbuat sesuka mereka kepada alam, yang berujung pada terpinggirkannya ras Elvar. Lantaran tiada tetua Elvar yang menghiraukan ambisinya untuk mengembalikan kejayaan Elvar, Valadin akhirnya memutuskan untuk melakukannya dengan caranya sendiri.

Sejauh ini cerita TM masih biasa saja. Adegan seru, ada. Tapi konflik yang mengaduk-aduk emosi pembaca, belum. Plot buku ini juga berjalan dengan lambat. Hal yang kadang membuat saya menemui titik jenuh, karena adanya beberapa bab yang beruturut-turut menceritakan nuansa santai; tanpa adanya konflik maupun adegan action yang bikin greget. Malah, buku pertama ini baru mulai menggiring pembaca menuju ke konflik sebenarnya. Belum kelihatan jelas, seperti apa konflik besar yang bakal terjadi nantinya.

Lineup karakter yang ditampilkan di buku pertama TM ini beragam dan cukup likeable. Bicara soal kontras; ada Vrey yang licik dan Laruen yang meski sama-sama Vier-Elv, tetapi tumbuh di lingkungan sangat berbeda (Vrey di tengah komplotan pencuri, sementara Laruen melindungi hutan Elvar dari para tangan nakal). Valadin dan Eizen, biarpun bersekutu, mereka menjalankan misi dengan cara yang sama sekali berbeda—Valadin melakukan segala sesuatu dengan cara terhormat, sementara Eizen cenderung haus darah dan egois. Aelwen dan Ellanese mewakili sisi wanita berpenampilan anggun, tapi (lagi-lagi) memiliki perbedaan yang jelas—kalau Aelwen baik hati, tidak sombong, (dan rajin menabung?); Ellanese adalah seorang yang angkuh. Meski begitu, tidak ada karakter yang benar-benar hitam atau putih; semuanya memiliki sifat baik dan buruk masing-masing.

Dari segi penulisan: well written, tapi bukan dalam konteks penggunaan kata berbunga-bunga atau ‘sastra banget’ seperti halnya Shakespeare. Paragraf narasi dan deskripsinya juga mengalir dengan lancar. Walau saya suka geregetan sendiri pas ngebaca banyak kalimat bertanda baca koma, yang mestinya bisa diganti pakai tanda titik (saking mengalirnya). Hal yang cukup menganggu ada di bagian editing. Saya menemukan banyak hal yang luput dari mata editor. Misalnya salah ketik dan kata (bahkan frase) yang terulang sampai dua kali.

Di setiap ke-18 bab TM selalu ada sisipan ilustrasi—yang entah menampilkan para karakter utama, makhluk-makhluk, atau benda-benda yang berperan penting di cerita. Proporsi badan para karakternya bagus, namun kadang gestur dan ekspresi mereka telihat agak kaku. Untuk benda-benda, garisnya yang terlalu lurus dan berketebalan sama membuatnya kurang berdimensi. Untuk mengurangi kekakuan, mungkin bisa pakai arsiran bergaris ‘sembarangan’ seperti kalau lagi membuat sketsa.

Menurut saya, TM cukup memuaskan dan punya potensi buat jadi serial fantasi yang ciamik.

versi lengkapnya http://1001rancauan.wordpress.com/2012/02/25/ther-melian-1-revelation/
« Last Edit: September 13, 2012, 06:46:26 PM by sakurazaki90 » Logged

peri_hutan
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 1


Awards
« Reply #5 on: September 13, 2012, 07:25:10 PM »

Vrey, seorang Vier-Elv (setengah manusia setengan Elvar), seorang pencuri dan pemburu andal, bersama dengan Rufius, Blaire, Clyde dan Evan, mereka tergabung dalam komplotan Kucing Liar. Mereka sering sekali berburu binatang langka yang nantinya dijual ke para kolektor. Tempat perburuan mereka adalah Hutan Telssier, tempat suci bangsa asli penghuni benua Ther Melian, Bangsa Elvar. Tak jarang, Vrey menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, salah satunya adalah memburu harta legendaris yang diimpikan setiap pencuri, Jubah Nymph.

Valadin, komandan pasukan Legiun Falthemnar, seorang Eldynn atau ksatria suci yang tujuan hidupnya adalah melindungi dan membela kaumnya, bangsa Elvar. Valadin mengumpulkan orang-orang yang dipercayanya: Ellenese, Karth, Lauren, Eizen dan menceritakan tentang rahasia para Tetua yang disembunyikan selama ribuan tahun. Para Aether (Dewa Dewi) yang mereka puja sebenarnya nyata dan bukan sekedar kepercayaan semata. Para Tetua menganggap para Aether adalah makhluk suci yang keberadaannya harus dirahasiakan, mereka tersembunyi ditempat yang dinamakan Templia. Alasan Valadin mengumpulkan mereka semua adalah untuk membantu mendapatkan kekuatan para Aether. Para Aether pernah berjanji barang siapa yang berhasil melalui ujian, maka mereka akan memberikan kuasa penuh akan kekuatan elemen tersebut. Impian Valadin adalah dengan menggunakan ketujuh kekuatan elemental itu, dia ingin mendapatkan kembali tanah Ther Melian, dia ingin mengembalikan kejayaan bagsanya di mana sekarang ini bangsa Manusia lebih dominan. Manusia hanya membawa kehancuran, Valadin tidak ingin mereka meraja lela.

Setelah melalui petualangan yang cukup menegangkan, akhirnya Vrey dan Aelwen menemukan cara membuat Jubah Nymph. Sayap-sayap Nymph yang sudah dikumpulkan Vrey harus dijahit dengan benang api yang dibuat dari bulu Burung Api. Burung yang bulunya tidak akan berhenti bersinar walaupun sudah dicabut. Untuk mencarinya, mereka harus berpetualang lagi ke gua yang ada di pusat Gunung Ash di Pegunungan Angharad, dalam perjalanan ke sana mereka dibantu oleh Rion, si mata duitan. Dan untuk masuk ke tempat yang super panas tersebut, mereka membutuhkan amulet yang bisa membuat mereka kebal terhadap api dan panas. Amulet tersebut di simpan di Rilyth Lamire.
Setelah berhasil mendapatkan Tempalia Voltres, sasaran berikutnya adalah Templia Vulcanus, Sang Aether Api. Tidak hanya berhadapan dengan sesama Gardian dan Kelelawar Merah, untuk menempuh lokasi Templia tersebut yang terletak di Pegunungan Angharad, puncak tertinggi di Ther Melian, yang sangat panas, mereka membutuhkan amulet khusus Rubi Vulcanus, yang disimpan di Ibukota Granville, Rilyth Lamine.

Dengan petualangan yang terpisah, dengan tujuan yang berbeda, Vrey dan Valadin berjuang mendapatkan impian mereka, dan takdir mempertemukan mereka, kembali.

Buku fantasi Indonesia yang lumayan tebal dan saya puas. Mulai dari covernya, ide ceritanya, ilustrasi di dalamnya, karakter tokohnya yang terbentuk dengan jelas, transportasi yang khas dan tidak ada di cerita lain, pengambilan istilah menunjukkan keaslian ide penulis. Ditambah banyak aksi heroik dari kedua tokoh utama dalam menjalankan misi mereka masing-masing dan banyak sekali efek kejutnya, penulis megeksekusi ending dengan ciamik. Buat pecinta romace, nyesel kalo melewatkan buku ini. Kekurangannya ada pada typo tapi cerita yang sangat seru menutupi kekurangan tersebut. Bagi yang ngaku pecinta fantasi wajib baca buku ini.

http://kutubokek.posterous.com/revelation-ther-melian-1
@peri_hutan
« Last Edit: September 13, 2012, 07:26:52 PM by peri_hutan » Logged
Biondy
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 1


Awards
« Reply #6 on: September 14, 2012, 02:20:37 PM »

Vrey, seorang gadis pencuri anggota komplotan Kucing Liar. Demi menyelesaikan pembuatan Jubah Nymph yang selama ini hanya dianggap sebuah mitos, dia pergi bertualang bersama rekan kelompoknya, Aelwen.

Valadin, seorang Eldynn, seorang ksatria suci yang bertugas untuk melindungi sesama. Keinginannya untuk mengembalikan kejayaan bangsa Elvar membuatnya bersama empat orang rekannya pergi mengumpulkan ketujuh buah Relik Elemental. Dia akan berbuat apa saja untuk mencapai keinginannya, bahkan kalau itu berarti membunuh dan dicap penjahat oleh bangsanya sendiri.

Dua orang dari kelas yang berbeda. Dua titik awal yang berlainan. Satu pertemuan oleh permainan nasib dan benturan kepentingan. Inilah pembuka dari seri tetralogi Ther Melian.

Revelation adalah kisah pembuka yang baik dari rangkaian empat buku Ther Melian. Dari segi kover, sudah merupakan salah satu yang terlihat menonjol dibanding buku-buku lainnya. Warna biru tua dengan gambar gadis Elf dan peri di tangan dipadukan dengan kilapan dan huruf perak timbul? Saya mendengar buku itu berteriak, “Beli aku!”.

Secara cerita, kisah Revelation ini bisa dibilang salah satu fantasi lokal yang kuat dalam hal tokoh dan plot. Vrey yang riang dan lincah, serta Valadin yang tegas dan merupakan “tokoh putih yang pindah ke aliran hitam” akan segera memikat pembaca. Para tokoh pendukung lainnya juga memiliki karakteristik sendiri yang akan membuat pembaca tertarik pada mereka.

Shienny selaku penulis tampaknya cukup memikirkan karakter-karakternya ini. Terlihat dari deskripsi yang jelas dan “kesan” tersendiri yang dimiliki masing-masing karakter, seperti penggunaan kata “Nggak” oleh Vrey yang menunjukkan perbedaan kasta dan pendidikannya dari karakter seperti Valadin yang lebih terpelajar dan berkedudukan.

Kekuatan lainnya yang dimiliki novel ini adalah ilustrasi. Tiap awal bab memiliki gambar ilustrasinya sendiri. Ilustrasi ini dikerjakan secara baik dan profesional. Hasilnya, selain menambah keindahan buku, juga lebih memberikan bayangan akan visualisasi tokoh atau lingkungan sekitar.

Permasalahan pada novel ini datang dari masalah editorial. Ada banyak typo yang berseliweran, seperti kata “mengeluarka” yang seharusnya “mengeluarkan” pada halaman 134. Bahkan ada paragraf yang terketik ganda pada halaman 124. Hal ini jadi sedikit menurunkan “profesionalitas” buku ini.

Secara keseluruhan, novel ini saya beri cap “RECOMMENDED”. Saya ucapkan selamat bagi Leidz Shienny karena memperoleh tambahan 1 pembaca serial Ther Melian lewat buku ini.
Logged
Shiki
あっぱれ アホ!
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 11
Offline Offline

Posts: 5.289


永遠の17歳


WWW Awards
« Reply #7 on: September 15, 2012, 03:15:52 PM »

Sebenarnya, ceritanya sangat menarik. Konsep dunianya mungkin tidak terlalu orisinal, tapi saya menikmatinya. Ini tipe laut yang 'bukan laut luar biasa', tapi punya keindahan sebuah laut pada umumnya, dan layak diselami kembali,

Karakternya juga 'hidup', sehingga tak terhitung berapa kali saya dapat godaan untuk menendang Valadin atau menjitak Vrey. Karakter yang saya suka di sini adalah Aelwen, yang menurut feeling saya punya masa lalu atau agenda tersendiri, yang akan berujung pada sesuatu yang NGGAK ASYIK.

Alasan saya memberi nilai dua bintang cuma satu; VREY MATI, atau setidaknya terlihat demikian.
Selama nasibnya belum jelas, nilai ini akan tetap di tempatnya!
Logged

vadis
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1


Alay Silebay is in da house!


WWW Awards
« Reply #8 on: September 16, 2012, 10:17:42 AM »

Jalan Cerita:

Dari segi cerita, Buku Pertama Tetralogi Ther Melian – Revelation (Pembukaan) ini bagai sebuah pintu yang terbuka, serta para tokoh dalam cerita yang menyambut para musafir, pendatang baru dengan perkenalan yang manis.

Latar belakang masalahpun langsung dikemukakan sejak bab pertama, dan terus dikembangkan sampai menyangkut konflik utama serial Ther Melian ini. Yaitu tentang keinginan kaum elvar untuk mempertahankan alam Ther Melian dari para manusia dan kaum draeg yang dinilai telah merusak keseimbangan alam. Sekaligus mengembalikan lagi dominasi elvar sebagai penduduk asli Benua Ther Melian.

Selanjutnya cerita berkembang dengan pola RPN (Role-Playing Novel), yaitu perjalanan dua kelompok individu yang berusaha mengumpulkan relik-relik dari delapan aether (“dewa”). Dan tentu saja ada tantangan yang harus dihadapi dari setiap tahapnya, serta para makhluk digdaya. Jadi inilah “sensasi rasa baru”untuk menikmati novel, jadi serasa ikut bermain game atau berperan dalam film. Istilahnya, Roleplaylicious!

Selain konflik global, serial Ther Melian ini juga mengangkat konflik drama yang berakar pada hubungan antara dua tokoh utama, Vrey dan Valadin. Dua kekasih yang telah lama terpisah, yang dipertemukan lagi oleh takdir sebagai musuh.

Tak hanya itu, sang penulis, Shienny M.S. dengan pengalaman sebagai komikus tahu benar menyusun unsur-unsur Ther Melian secara konsisten dan rapi: karakter-karakter pengundang fans yang berinteraksi dalam konflik di antara mereka. Unsur drama dan romansa yang berhasil menggugah perasaan pembaca. Cinta, kasih sayang yang hilang dan hadir, kenyataan yang mendera jiwa, dan lain-lainnya bisa ditemukan di sini, Semuanya itu membentuk hubungan sebab-akibat yang makin kompleks, bisa jadi berimbas pada masa depan para tokohnya – bahkan Benua Ther Melian sendiri.


Karakterisasi:

Para tokoh utama di Revelation dibentuk jadi “cantik dan tampan”, dengan kostum indah hingga tampak seperti lukisan yang detail. Jadi, para pembaca dibuat tak menyangka, bahkan merasa “tak rela” karakter tersebut lenyap.

Satu lagi nilai fenomenal serial TM ini adalah tokoh-tokoh antagonis yang punya penggemar sendiri. Umumnya penggemar bersimpati pada nilai dan tujuan mulia yang mereka anut, sekaligus membenci tindakan-tindakan mereka yang menghalalkan segala cara untuk meraih cita-cita tersebut. Ditambah penampilan para tokoh itu sebagai bonus, tentunya.

Survei dan fan arts membuktikan, ada fan base untuk Valadin, Eizen, Karth dan Laruen. Kecuali Ellanese, mungkin, karena pada dasarnya ia terkesan angkuh dan menyebalkan.
Plus, di pihak protagonispun masing-masing tokohnya tak digambarkan “sempurna”. Setidaknya mereka punya kelemahan dan “dosa”, dan kerap membuat kesalahan atau keputusan yang keliru. Bahkan memunculkan pula pertentangan di antara para protagonis itu sendiri, terutama Vrey, Aelwen dan Rion.

Keindahan dan kompleksitas jalinan hubungan dan konflik di antara para tokoh utama dan pendukung inilah nilai tambah utama yang membuat serial Ther Melian sangat menyenangkan untuk menghibur, menggugah perasaan, menginspirasi, mencerahkan hati dan mencerdaskan pola pikir pembaca. Sekaligus mengajak pembaca berpikir, merenung sejenak dan mengambil hikmahnya. Semua itu dalam sebuah serial karya.

Harus diakui, Tetralogi Ther Melian memang sebuah fenomena di jagad Fiksi Fantasi Indonesia, bagai harta karun inspirasi yang tak ternilai harganya. Sungguh, terlalu sayang untuk dilewatkan.

Pembahasan lebih mendalam dari Andry Chang untuk Ther Melian - Revelation dapat disimak di Blog Fantasy Worlds Indonesia:
http://fantasindo.blogspot.com/2011/06/ther-melian-revelation-review.html
« Last Edit: September 16, 2012, 08:25:29 PM by vadis » Logged

Andry Chang a.k.a. BJ Vadis
Come forth, fulfill your destiny!

FireHeart Project: http://fireheart-vadis.blogspot.com
VadisWorld E-Zine: http://vadisworld.blogspot.com

Twitter: @andrychang
Facebook.com/andrychang
FairyLucyka
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 19


I love to grab a prize.. >o<


Awards
« Reply #9 on: September 16, 2012, 09:51:00 PM »


“Untuk mendapatkan sesuatu yang kamu dambakan, kamu harus kehilangan sesuatu yang berharga bagimu. Itulah aturan main dunia ini.”

Ther Melian, itulah judul novel fiksi fantasi karya salah satu anak bangsa, yang patut diacungi jempol. Sebuah novel yang berceritakan tentang perjalanan 2 orang yang memiliki tujuan yang berbeda, namun pada akhirnya dipertemukan kembali oleh takdir. 2 tokoh itu adalah Vrey dan Valadin, di mana mereka memiliki tujuan yang sama sekali berbeda.

Vrey, pencuri andal anggota komplotan Kucing Liar, yang berusaha untuk memburu harta legendaris. Sedangkan Valadin, seorang Elvar terhormat yang memiliki misi rahasia untuk mengembalikan kejayaan bangsanya kembali. Perjalanan mereka masing-masing membawa mereka untuk bertemu kembali, satu sama lain. Pertemuan yang tidak dapat dikatakan mengharukan, namun juga bukan menyenangkan.
Perjalanan dari kedua tokoh itulah yang menjalin cerita dari novel Ther Melian: Revelation. Sebuah permulaan dari serial tetralogi Ther Melian.

Secara keseluruhan, novel Ther Melian tidak bisa dipandang sebelah mata. Novel ini memiliki sisi istimewa tersendiri, yaitu dari sisi grafisnya. Pada novel ini terdapat ilustrasi gambar yang disertakan pada tiap awal chapternya, yang banyak membantu pembaca dalam mengimajinasikan deskripsi cerita. Karena novel ini merupakan novel fiksi fantasi, terdapat banyak kosakata yang tidak familiar bagi pembaca yang jarang mengikuti serial game RPG ataupun novel fantasi. Namun, dengan adanya ilustrasi, setidaknya dapat membantu pembaca dalam mengerti jalan cerita.

Selain dari sisi grafis, sisi istimewa lainnya adalah karakterisasi para tokoh novel tersebut. Dalam novel ini, kita tak bisa menyebut pihak A adalah pihak yang benar, dan pihak B adalah salah. Karena semua sifat yang ada pada tokohnya berada di area abu-abu alias ada sisi baik ada juga sisi buruknya. Sehingga kita tidak akan bisa menebak jalan cerita selanjutnya, karena terkadang karakter dari tokoh utama dapat merubah jalan ceritanya.

Gaya cerita yang digunakan pun terkesan santai, dengan adanya beberapa dialog yang menggunakan kata-kata “nggak” dan sebagainya. Walaupun sang pengarang mendeskripsikan cerita dengan detail.
Oleh sebab itu, setidaknya bagi para penikmat novel fiksi fantasi, Ther Melian sangat disarankan untuk dapat dikoleksi. Setidaknya untuk dapat menghapus kerinduan pembaca tanah air yang haus akan cerita fiksi fantasi karya lokal icon14

Wajib dikoleksi  Grin
Logged

I love to enjoy my life with read comics and drawing manga so much..
And Ilove to have the newest update for the comics.. :D
Norichanz
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1



Awards
« Reply #10 on: September 18, 2012, 09:25:25 PM »

Daya tarik saat pertama kali melihat ini Ther Melian Revelation adalah ilustrasi kovernya yg dibuat dengan fotografi dan dilukis ulang secara digital. Keunikan lainnya ada penggunaan bahan kover yang mengkilap sehingga “mencuri perhatian” saat disejajarkan dengan novel  lain. Ditambah lagi konsep kover yang menguatkan  bahwa ini adalah novel fiksi fantasi.

Selanjutnya Nama Pengarang yang tertera pada novelnya “Shienny M.S”. Seorang penulis lokal aktif delapan judul  buku yang diterbitkan Elex Media  dengan nama “Calista”. Nama yang tak asing dalam perkembangan manga di Indonesia. Hal ini menjadi nilai plus tersendiri bila dilihat dari pengalamannya menulis sejak tahun 2000.

Ringkasan cerita  di belakang kover juga membuat penasaran akan petulangan yang dialami tokoh utama bernama Vrey. Membuat saya bertanya-tanya, Mengapa tokoh utamanya adalah seorang pencuri? Apa itu Benua Ther Melian? Harta Legendaris apa yang dicari?

Saat membuka isi dalam novel, saya menikmati  keindahan ilustrasi yang ditampilkan pada tiap awal bab. Penggunaan bahasa sehari-hari dan cara pelukisan cerita membuat seolah – olah tokoh dalam benua fantasi  ini ada di dunia nyata.

Walaupun alur berjalan cukup lambat dan terdapat beberapa kesalahan penulisan dalam proses editing, hal ini tidak mengurangi keasyikan saya untuk menyelami  ceritanya. Yang dirasa cukup mengganggu ada cukup banyak kata-kata asing dan untunglah disediakan glosarium di akhir halaman.

Banyak kejutan yang tak disangka-sangka pada latar belakang tiap tokoh membuat alur cerita cukup sulit untuk ditebak. Semua masalah dan tujuan yang terdapat pada Ther Melian Revelation ini bisa dipandang dari dua sisi. Jadi tidak ada yang 100% baik dan buruk.

Secara keseluruhan percampuran antara komik,anime dan game bisa ditemukan dalam Ther Melian  Cheesy
Bagi Para Pecinta novel fiksi fantasi, segera baca novel fiksi yang unik ini  icon14
Logged
Hazuno_Cherry
LX - Junior
**

Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 171


Love for Life


WWW Awards
« Reply #11 on: September 19, 2012, 07:25:44 AM »

Vrey adalah seorang Vier-Elv yang mendalami pekerjaan menjadi seorang pencuri dan pemburu handal di usianya yang masih sangat muda. Bersama dengan teman-temannya, ia melakukan berbagai pekerjaan perburuan dan pencurian demi memenuhi hasratnya menyelesaikan pembuatan jubah Nymph.

Valadin
adalah seorang Eldynn terhormat di dalam bangsa Elvar yang berambisi mengembalikan kejayaan Elvar di Ther Melian. Meski tanpa dukungan dari para tetua Elvar, ia berniat mengembalikan kejayaan itu dengan caranya sendiri. Dengan berniat mengumpulkan kekuatan elemen dari para Aether, ia pun membuka cakrawala baru bagi Elvar di masa depan.

Keduanya menempuh petualangannya sendiri, dengan tujuan dan ambisi mereka sendiri. Meski punya kenangan berdua di masa lalu, tak lantas keduanya akan dipertemukan kembali sebagai sepasang kekasih di kemudian hari. Pertemuan yang tak menyenangkan dengan berhadapan di sisi yang berbeda, keduanya harus menghadapi takdir sebagai musuh.

Diramu dengan dialog yang khas dan tidak kaku, petualangan Vrey dan Valadin dibawa pada kompleksitas yang membuat pembaca terus merasa penasaran. Meski alur terkesan lambat dan sedikit terlalu detil, bisa dikatakan cerita tetap stabil sambai akhir buku Revelation serta membuka keingintahuan para pembaca pada sekuelnya.

Dengan kover yang sangat menarik—saya lantas berpikir kalau itu adaptasi game— Ther Melian menyajikan fiksi fantasi lokal yang tidak bisa diremehkan. Meski ditulis oleh orang pribumi, tidak lantas tetralogi ini kehilangan keasyikannya untuk dibaca. Shienny M.S tahu benar bagaimana merangkai setting demi setting, dialog-dialog, hingga cerita ini padu dan mudah dimengerti. Meski jujur, sebagai seorang penulis dan pembaca saya lebih suka dialog yang lebih kaku dan tidak membuat gradasi yang mencolok dengan monolognya, novel ini malah terasa punya keunikan sendiri dengan hal itu sehingga terasa sekali orisinalitasnya dalam membentuk gaya bahasa.

Dari segi penceritaan dan isi cerita, novel ini cocok dikonsumsi remaja hingga dewasa. Saya tak cukup berani merekomendasikannya untuk anak-anak mengingat banyak bahasa baru yang digunakan sehingga akan sangat membingungkan untuk anak-anak, meski ada glosariumnya. Selain itu, tampak sekali bahwa gaya bahasa lebih pas ditujukan untuk remaja, terutama seusia Vrey dan dan kawan-kawannya.
Logged
Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to: