Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

608.413 Posts in 16.986 Topics- by 47.817 Members - Latest Member: potapovyigorMa
Elex Online ForumDiskusi UmumFreeTalk Guest (Moderators: smartie, raina)Wisata alternatif di Bali
Pages: 1 2 [3]  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Wisata alternatif di Bali  (Read 11758 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
richardd
LX - Noob
*

Reputation: 2
Offline Offline

Posts: 36


WWW Awards
« Reply #20 on: February 27, 2014, 11:12:00 pm »

new one :

dua minggu lalu sy ditugasin kantor ikut suatu product seminar dan team building di daerah Bangli.
kegiatan team buildingnya nggak main2 : belajar bajak sawah, disini istilahnya matekap(pake sapi sepasang dan bajak kayu), menanam padi, buat orang2an sawah, trus numbuk padi (pake lesung kayu yg segambreng itu panjangnya), trus disuruh masak pula..

sukses banget.. membuat sy pegel2 ga karuan. tp jd pelajaran bagus krn mengingatkan gimana susahnya supaya bisa dapet sebutir nasi untuk dimakan.

nama tempatnya bali rural life (klo ga salah, saking keselnya karena bikin capek jd nggak pengen nginget namanya..  )

Jadi sebuah pembelajaran yang berarti agar kita jadi lebih menghargai padi, nasi dan semua makanan yang terhidang di hadapan kita saat tubuh kita membutuhkannya.

Begitupun kita jadi lebih menghargai hasil jerih payah kita sendiri.

Dan bahkan lebih jauh lagi, kita belajar untuk lebih menghormati orangtua kita yang mungkin saja saat kita kecil pernah kita kecewakan karena tidak menghargai makanan yang diberikan oleh mereka kepada kita karena alasan apapun.
Karena (setelah dewasa) kita tahu (baru menyadari setelah mengalaminya sendiri) bahwa orangtua kita telah begitu susah payahnya mendapatkan makanan tersebut buat kita.
« Last Edit: February 27, 2014, 11:18:11 pm by richardd » Report to moderator   Logged

fraulein
LX - Senior
****

Reputation: 109
Offline Offline

Posts: 1.201


Awards
« Reply #21 on: March 02, 2014, 07:12:47 pm »

Jadi sebuah pembelajaran yang berarti agar kita jadi lebih menghargai padi, nasi dan semua makanan yang terhidang di hadapan kita saat tubuh kita membutuhkannya.

Begitupun kita jadi lebih menghargai hasil jerih payah kita sendiri.

Dan bahkan lebih jauh lagi, kita belajar untuk lebih menghormati orangtua kita yang mungkin saja saat kita kecil pernah kita kecewakan karena tidak menghargai makanan yang diberikan oleh mereka kepada kita karena alasan apapun.
Karena (setelah dewasa) kita tahu (baru menyadari setelah mengalaminya sendiri) bahwa orangtua kita telah begitu susah payahnya mendapatkan makanan tersebut buat kita.

nice Smiley bisa juga dilihat dr sudut pandang ini. pd intinya sih diajarin lagi bersyukur. hehe Grin
Report to moderator   Logged

~tat twam asi~
Pages: 1 2 [3]  All   Go Up
Print
Jump to: