Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.336 Posts in 16.864 Topics- by 44.363 Members - Latest Member: tavofuta1974
Elex Online ForumBuku, Software, & MajalahBooks ReviewPAPR : Pick-A-Prize Review (Moderators: raven, cherrycat)Vote Your Winner: The War of The Worlds (Pertempuran Dunia)
Poll
Question:
Yang mana review pilihanmu?  (Voting closed: October 24, 2012, 04:07:25 pm)
Es Sant - 6 (31.6%)
4lKa - 5 (26.3%)
Hazuno_Cherry - 4 (21.1%)
 Dennis Edogawa - 4 (21.1%)
Total Voters: 18

Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Vote Your Winner: The War of The Worlds (Pertempuran Dunia)  (Read 6548 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
raven
(r)avengers
Moderator
LX - Frenzy
*****

Reputation: 120
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 7.500



WWW Awards
« on: October 10, 2012, 01:06:24 pm »

Novel fiksi ilmiah yang menjadi pendahulu di genrenya:


Ayo buat reviewnya! Jangan lupa cek peraturan ya (ada point baru yang akan ditambahkan) :D
Paling lambat 17 Oktober, jam 12 siang

« Last Edit: October 17, 2012, 04:07:55 pm by raven » Logged

sinagawahidin
LX - Babes


Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 6


Awards
« Reply #1 on: October 10, 2012, 08:01:37 pm »

Buku yang berjudul "The War of The Worlds (Pertempuran Dunia)" mengisahkan invasi dari kaum Martian dari Mars ke bumi, yang menceritakan misi untuk menguasai Bumi, mereka para kaum Martian terus menyerang dan meneror Warga Inggris, di seluruh bagian Negara  yang menimbulkan kepanikan besar .
Semua penduduk Inggris menyangka bahwa telah terjadi serangan dari kaum Martian atas negara mereka.
Namun akhirnya kaum Martian berhasil diatasi, yang membuat seluruh negara bagian di Inggris Raya kembali Aman, Normal seperti dahulukala, dan sembagian Kaum Martian Melarikan diri kembali ke Planet Mars.
Novel Bergenre Fiksi ilmiah ini, sudah menjadi sebuah sejarah bagi mereka warga Negara Bagian di Amerika, dan Novel ini telah menjadi inspirasi bagi berbagai Stasiun Radio di Amerika dan Menjadi salah satu Film yang menegangkan pada tahun 2005.
Nah Penasaran dengan Novel ini, Segera beli Bukunya nikmati ketegangan dalam setiap sesi Novelnya, dan kamu tau siapa penolong yang dikisahkan oleh Mahakarya H.G. Wells penulis buku ini. Bagaimana ke adaan warga Amerika saat itu. Makanya segera beli bukunya di toko buku ke sayangan anda. Ingat carilah pesan dari setiap event dalam bukunya. dan awas mereka bisa datang kepadamu saat kamu sedang membaca rangkuman ini, tetaplah waspada mereka masih tersisa dan menghantui Bumi. kisah fiksi ilmiah ini telah menjadi legendaris yang masih tetap aktual hingga saat kini, makanya sekali lagi tetaplah waspada.

KALAU DI FILM LATARNYA DI AMERIKA
KALAU DI BUKU LATARNYA DI INGGRIS
Ayo... Segera Beli Buku Ilmiah ini. Jika anda pencinta Fiksi.
Mari beli buku ini.


« Last Edit: October 11, 2012, 01:35:18 pm by sinagawahidin » Logged
Es Sant
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 123

Kyaaaa <3


Awards
« Reply #2 on: October 11, 2012, 01:09:03 pm »

Apa ada manusia yang menyadari kalau mereka telah diintai oleh makhluk asing selama bertahun-tahun? Diam-diam para Martian menyusun strategi untuk menjatuhkan Bumi dan mereka serius! Kaum Martian menyambangi Inggris dan menghancurkan apa saja yang mereka lewati. Tak butuh waktu lama bagi umat manusia menyadari kalau mereka sudah di ambang kehancuran...

Sebetulnya, untuk zaman sekarang, serangan makhluk Mars bisa dibilang membosankan. Rata-rata semua mahkluk asing yang datang di Bumi berasal dari Mars :)) Namun, kalau mengingat H.G. Wells menuliskan buku ini berpuluh tahun yang lalu, rasanya masuk akal. Yah, dari mana asal para makhluk penginvasi Bumi ini memang tidak terlalu penting, karena ketegangan di buku ini bukan berasal dari masalah itu.

Anyway, Wells berhasil membangun rasa ketakutan dan horor sepanjang buku. Narasinya berhasil menampilkan keputusasaan dan kepanikan para manusia yang harus menghadapi kebrutalan para alien. Para makhluk asing memburu manusia seperti manusia memburu kelinci atau hewan kecil lainnya. Alurnya cukup cepat, sehingga tidak membuat pembacanya keburu mengantuk. Kita juga dibawa berkenalan dengan berbagai karakter yang memberikan respon berbeda terhadap invasi ini. Seting lokasi cerita cukup jelas, sehingga saya seakan mendapat 'ilmu' baru mengenai kota yang disebutkan oleh si tokoh utama.

Buku ini seakan menyadarkan para manusia bahwa selama ini kita selalu merasa paling tinggi di dunia ini dan lupa untuk berhenti 'menyakiti' Bumi. Serangan para Martian akhirnya mampu membuka mata para manusia yang buta dan mematahkan kesombongannya. Invasi dalam buku ini menyadarkan kita bahwa selalu ada langit di atas langit. Wells berkali-kali mengingatkan bahwa manusia di sini seperti hewan tingkat rendah yang setiap hari harus menderita akibat tingkah laku para manusia.

Kalau mau dipikirkan, agak aneh, sih, kalau membayangkan tujuh dari sepuluh silinder para makhluk asing ini berkumpul di Inggris. Kenapa para alien ini hanya berfokus pada sebuah 'daerah kecil' di Bumi dan bukannya menyerbu seluruh bagian Bumi?

Dibandingkan buku-buku Wells yang lain, buku ini merupakan buku terbaiknya (menurut saya). Saya sangat menikmati membacanya. Tidak terlalu tebal sehingga kita tidak keburu lelah membacanya, namun isi ceritanya cukup berbobot dan menghibur.

Banyak sekali perbedaan antara buku dan filmnya, jadi sebaiknya jangan Anda bandingkan. Tentu saja, tetap lebih baik bukunya.

Tambahan: Saya sering lupa kalau Wells hidup pada abad 19, bukan 20. Jadi, seringkali saya bingung kenapa tidak ada tank atau pesawat tempur yang membombardir para makhluk asing ini ^^
« Last Edit: October 11, 2012, 01:11:45 pm by Es Sant » Logged

Bestfriends I've ever had are BOOKS!
4lKa
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 83


Awards
« Reply #3 on: October 16, 2012, 11:17:33 am »

Pertama tahu buku ini (edisi bahasa Inggris) mungkin sudah beberapa tahun lalu, tapi saya tidak membacanya. Lebih tepatnya kurang tertarik. Namun, setelah menonton film berjudul sama yang dibintangi Tom Cruise, saya jadi sedikit tertarik. Banyak sekali kejanggalan dalam filmnya, tapi lebih banyak yang bilang kalau bukunya jauh lebih baik dibandingkan filmnya. Jadi, marilah kita menikmati War of the Worlds.

Buku ini bercerita tentang para Martian, a.k.a makhluk dari Mars, yang menyerang Bumi (tepatnya Inggris) di saat para manusia sama sekali tidak pernah memperkirakannya. Dan seperti fitrah manusia pada umumnya, manusia harus bertahan hidup atau mereka... binasa.

Dengan lihai, Wells berhasil bertutur menggunakan sudut pandang orang pertama yang tidak pernah disebutkan namanya. Dengan seting abad 19, kita tidak akan menemukan pasukan tentara tangguh yang mampu untuk memborbadir para Martian seperti di filmnya. Orang-orang tidak dapat loncat ke dalam mobil begitu saja dan melaju meninggalkan TKP. Yup, mereka masih menggunakan kereta kuda. Mereka berkomunikasi mengunakan telegraf atau surat (jangan berharap ada ponsel di sini!). Dan mungkin inilah yang memberikan ketegangan tersendiri pada buku ini secara keseluruhan. Sang tokoh utama tinggal tidak terlalu jauh ketika 'kapal' para Martian ini mendarat.

Awalnya, para penduduk kota tidak ada yang merasa takut, mereka malah ingin tahu apa yang sedang terjadi. Bahkan setelah serangan pertama yang menewaskan orang-orang, mereka belum merasa takut. Sang tokoh ini terus bergerak (dan mungkin itu yang membuatnya tetap selamat).

Banyak 'pesan-pesan' yang ingin disampaikan Wells dalam buku ini. Salah satunya adalah mengenai kesombongan manusia. Setelah datang 'tamparan' yang begitu keras, mereka baru menyadari bahwa masih ada yang lebih 'besar' dan 'jaya' dibandingkan manusia. Manusia bukanlah raja di atas permukaan Bumi.

Saya yakin, banyak film dan cerita sekarang ini yang terinspirasi dari salah satu bab dalam buku The War of the World ini. Wells juga memasukkan detail-detail sains yang mendukung agar pembaca tidak bingung. Walau ada beberapa hal yang 'terlupakan', namun secara keseluruhan Wells berhasil memadatkan cerita dalam 200-an halaman dan berhasil menjauhkan pembaca dari kata 'bosan'.
Logged

Cuma muncul demi review... *jujur*
Hazuno_Cherry
Guest
« Reply #4 on: October 16, 2012, 08:24:58 pm »

Herbert George Wells atau lebih akrab disapa H.G Wells merupakan penulis novel science-fiction berjudul The War of the World. Tidak seperti karya novel pada umumnya yang memiliki banyak dialog yang menghubungkan antar tokoh, novel ini justru hampir tidak memiliki dialog di setiap bab-nya. Kebanyakan berupa rangkaian monolog yang menceritakan detil keadaan di sekitar si tokoh utama, novel ini mengajak kita menjelajahi sebuah keadaan genting yang menghantui bumi di abad 19 kala Martian, sebutan untuk alien dari Mars, melakukan invasi ke bumi. Kaum ini melakukan serangan besar-besaran di Inggris dan memporak-porandakan negeri itu dalam sekejap saja. Tanpa disadari, manusia berada dalam keadaan yang sangat membahayakan sedangkan bumi sendiri hampir berada di ambang kehancuran. 

Dibuka dengan narasi yang cukup intens tentang banyak hal seperti penjelasan mengenai planet Mars, keadaan bumi yang banyak mendapat perhatian dari para ahli, serta perbandingan antara Mars dan bumi dari kacamata sains dan sosial, Wells sama sekali tidak menyebutkan nama sang tokoh utama hingga akhir. Di sini, sang tokoh utama dengan cerdas memaparkan keadaan bumi dan Mars kala itu termasuk seperti apa para Martian dan mengapa manusia bumi kalah dibandingkan mereka. Dengan keadaan bumi kala itu yang belum secanggih sekarang, kaum Martial digambarkan layaknya manusia bumi di masa depan. Melalui banyak perbedaan di antara manusia dan kaum Martial tersebut, penulis seakan melakukan pemojokan terhadap bumi, sehingga secara tegas menuntut para tokohnya melakukan aksi-aksi brilian untuk bisa mengalahkan kaum tersebut. Tanpa disadari, alur pun berjalan sangat cepat dan padat hingga akhir cerita. Akibat padat dan singkatnya cerita ini, para pembaca seolah enggan untuk meninggalkannya sebelum menyelesaikannya sampai akhir. Namun, justru hal itulah yang menjadi poin plus novel ini.

Berhasil diadaptasi dalam bentuk drama radio yang disiarkan di Amerika Serikat pada tahun 1938, novel ini telah mengakibatkan kepanikan yang cukup besar di banyak negara kala itu.  Kisah novel ini juga telah diadaptasi dalam bentuk film layar lebar dan dibintangi oleh Tom Cruise di versi terbarunya. Baik novel maupun film layar lebarnya, saya sangat merekomendasikannya untuk para pecinta genre fantasi science-fiction. Meski novel ini termasuk novel lama yang ditulis bahkan di saat keadaan bumi belum stabil benar, ceritanya tidak kalah menarik dengan novel-novel science-fiction era ini yang justru lebih menitikberatkan pada setting masa depan daripada masa lalu. Jika penasaran dengan science-fiction bersetting masa lalu, novel ini menjadi salah satu pilihan utama.
Logged
Dennis Edogawa
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 26



WWW Awards
« Reply #5 on: October 17, 2012, 11:46:57 am »

Pernahkah anda berpikir kalau mungkin saja bumi tengah diintai oleh makhluk luar angkasa yang tidak kita kenal? Bagaimana jika mereka menyerang kita tiba-tiba saja tanpa kita sadari?

Itulah ide awal dari novel The war of the World ini. Novel science-fiction karya H.G Walls ini telah berhasil menyedot perhatian dunia saat diadaptasi dalam bentuk drama radio karena masyarakat awalnya mengira bahwa bumi benar-benar telah diserang makhluk luar angkasa. Selain diadaptasi dalam bentuk drama radio, novel yang menjadi salah satu pendahulu di genre-nya ini, juga diadaptasi dalam bentuk film layar lebar. Tom Cruise menjadi sang tokoh utama tanpa nama yang hadir di versi terbarunya di tahun 2005. Akan tetapi, di film terjadi perombakan setting tempat di mana pertempuran yang seharusnya terpusat di Inggris menjadi di Amerika.

Novel yang tidak menyebutkan nama tokoh utama-nya ini menceritakan tentang detil setting pada abad 19-an ketika bumi tengah diserang secara besar-besaran oleh para Martian, sebutan bagi penduduk planet Mars. Di novel ini, penulis tampak menitikberatkan pada keadaan sosial bumi yang porak-poranda akibat serangan Martian. Penulis juga seolah-olah menceritakan pengalamannya sendiri kala berhubungan langsung dengan para Martian. Ia pun secara jelas memaparkan hubungan antara manusia bumi dan Martian dan kenapa mereka mengungguli manusia bumi dalam berbagai bidang. Berakar dari ide tersebut, sang penulis membuat klimaks yang memukau dan memancing keingintahuan hingga akhir cerita.

Meski berlabel fantasi, banyak kehidupan sosial di era tersebut yang bisa kita pelajari. Di mana saat kaum Martian datang ke bumi dengan kecanggihannya, manusia bumi masih berkutat dengan teknologi-teknologi sederhana yang belum lama ditemukan. Meski begitu, bukan berarti manusia bumi akan membiarkan serangan kaum Martian terus berlanjut.

Sebenarnya apa tujuan Martian menyerang bumi? Apa cara yang dilakukan manusia untuk selamat dari para Martian? Kemanakah akhir kisah ini dibawa? Tak lengkap rasanya kalau tak membacanya, karena novel ini sangat direkomendasikan untuk penggemar genre science-fiction.
Logged
Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to: