Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.281 Posts in 16.862 Topics- by 44.097 Members - Latest Member: tommytom78
Elex Online ForumBuku, Software, & MajalahBooks ReviewPAPR : Pick-A-Prize Review (Moderators: raven, cherrycat)Vote Your Winner: Naked series (Sally Mackenzie)
Poll
Question:
Yang manakah review pilihanmu?
Es Sant
4lKa
Hazuno_Cherry
FioVal
 shiina

Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Vote Your Winner: Naked series (Sally Mackenzie)  (Read 7860 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
raven
(r)avengers
Moderator
LX - Frenzy
*****

Reputation: 120
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 7.500



WWW Awards
« on: January 16, 2013, 01:44:25 pm »

Kali ini novel roman dewasa terbitan Elex Media  heartbeat
karena elex baru ultah ke-28
Yg sudah Elex terbitkan:
HR: The Naked Gentleman
HR: The Naked Baron
HR: The Naked Marquis
HR: The Naked Viscount
HR: The Naked Duke



ditunggu reviewnya paling lambat 23 Januari jam 12 siang
 
« Last Edit: January 23, 2013, 07:55:35 pm by raven » Logged

Es Sant
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 123

Kyaaaa <3


Awards
« Reply #1 on: January 19, 2013, 05:41:47 pm »

The Naked Duke

Sarah terjebak dalam mimpi terindah yang pernah dialaminya. Ia sedang berada di atas tempat tidur besar yang lembut dan entah mengapa gaun malam flanelnya telah lenyap. Tapi ia tidak merasa dingin. Tidak, sebenarnya ia merasa hangat. Ada sesuatu yang besar dan panas di sampingnya dan tubuhnya melekat erat pada sesuatu itu. Rasanya sangat nikmat... Saat itulah pintu tiba-tiba terbuka dengan suara keras dan ada wanita lain yang berteriak.

Sarah Hamilton yang yatim piatu harus berkelana jauh ke Inggris, tanah kelahiran ayahnya yang seorang Earl. Mendiang ayahnya menyuruh Sarah untuk menemui adiknya, Earl of Westbrook. Sayangnya, koper Sarah terjatuh ke laut di tengah perjalanan, sehingga saat ia tiba di sebuah penginapan, Green Man, ia lusuh selusuh-lusuhnya. Gara-gara perbuatan seorang pria mabuk berambut merah, Sarah mendapati dirinya tertidur dengan seorang pria telanjang! Dan sebelum ia dapat memulihkan kewarasannya, pintu kamarnya didobrak. Pria yang telanjang itu adalah James Runyon, Duke of Alvord, yang sekarang menjadi incaran para wanita se-Inggris yang berambisi menjadi seorang duchess. Terima kasih pada pria berambut merah yang ternyata adalah sepupu Sarah, alias pewaris gelar Earl of Westbrook setelah paman Sarah meninggal, yang telah membuat Sarah harus berdiam di kediaman James. Cinta di antara keduanya perlahan tumbuh. Tapi, sebelum mereka dapat menuju kebahagiaan, mereka harus menghadapi Richard, sepupu James, yang tidak hanya mengincar kekayaan dan gelar James, juga nyawa pria itu dan Sarah...

Saya menemukan bahwa seri Naked karya Sally MacKenzie ini menarik untuk dibaca. Walau ide ceritanya tidak terlalu baru, tapi cara menuturkannya sangat enak diikuti. Sally berhasil menyelipkan humor-humor yang ringan yang mampu membuat saya tertawa, tanpa menghilangkan serunya 'adegan panas' dalam cerita ini :)

Salah satu yang membuat saya sedikit kecewa adalah karakter Sarah yang berasal dari Amerika. Dalam bayangan saya, walaupun rata-rata gadis bangsawan Inggris menjaga keperawanannya sebelum menikah, Sarah terlalu 'lugu' untuk ukuran gadis Amerika yang bebas (bukan liar, lho!). Dan walaupun ayahnya adalah seorang earl di Inggris, Sarah tidak mengecap pendidikan yang cukup tinggi, tapi entah kenapa ia dapat menjadi seorang pengajar di sebuah akademi. Anehnya lagi, Sarah terlalu bodoh (atau lagi-lagi, lugu?) untuk ukuran seorang guru.

Karakter yang menarik malah James. Ia adalah satu-satunya pria dalam cerita terjemahan sejenis, baik yang memakai seting zaman dahulu atau sekarang, yang masih... perjaka :D Pengalaman buruknya saat diseret ayahnya ke rumah pelacuran membuat James menghindari wanita dan ranjang, sampai akhirnya ia bertemu Sarah. Adegan saat mereka akan melakukannya untuk pertama kalinya sangat menarik dan lucu, juga romantis *ketawa*

Salah satu karakter paling jahat yang pernah muncul dalam seri The Naked ada di bagian ini: Richard. Ia tidak segan-segan menyiksa atau membunuh orang-orang yang menghalangi jalannya. Ia memiliki alasan kuat kenapa begitu membenci James... Sayangnya, setelah semua kejahatan yang dilakukannya, kematian Richard terlalu mudah untuk saya. Seakan Sally tidak ingin memperpanjang bagian mengenai Richard dan menamatkan pria itu begitu saja.

Walau begitu, saya menyukai seri The Naked ini. Walaupun kisah cintanya mendominasi, Sally juga memasukkan unsur lain yang membuat keseluruhan cerita sedap untuk diikuti ^^
« Last Edit: January 20, 2013, 07:40:20 pm by Es Sant » Logged

Bestfriends I've ever had are BOOKS!
4lKa
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 83


Awards
« Reply #2 on: January 21, 2013, 01:36:55 pm »

The Naked Viscount-Viscount yang Telanjang

Sinopsis belakang:
Setelah delapan Season di London, Lady Jane Parker-Roth siap untuk menghentikan pencarian membosankan untuk mendapatkan seorang suami demi pengejaran yang lebih menarik. Jadi, saat ia bersiborok dengan seorang penyusup di townhouse, ia tidak akan membiarkan bangsat itu lepas. Sampai ia mengetahui bahwa ia sedang bergulat dengan seorang viscount—Edmund Smyth, seorang bangsawan yang tidak keberatan ia temui dalam kegelapan. Dan saat pergulatan mereka menghancurkan patung Dewa Pan yang menggairahkan, hasilnya bahkan lebih nakal…


Mungkin dari beberapa seri The Naked yang kubaca, sang Viscount Motton inilah yang membuatku tertawa sekaligus ‘kepanasan’. Karakter perempuan di sini, Jane, merupakan adik dari Stephen yang berteman dengan Lord Motton. Jane sudah menyukai pria itu sejak lama, sehingga ia harus menghabiskan delapan tahun Season (alias perburuan suami) demi harapan bahwa Lord Motton akan memilihnya. Sayangnya, harapan tinggal harapan. Pria itu sama sekali tidak meliriknya. Oleh karena itu, Jane sudah memutuskan kalau ia akan berhenti mencari suami dan bersenang-senang. Tekadnya itu tidak terlalu dipermasalahkan oleh keluarganya yang memang lebih ‘santai’ dibandingkan para bangsawan Inggris lainnya.

Lord Motton sendiri yang tidak suka dipanggil Edmund (karena monyet peliharaan bibinya, Winifred, ternyata bernama sama!) adalah seorang mata-mata yang harus memecahkan misteri potongan lukisan yang disembunyikan almarhum Clarence Widmore. Entah kenapa, banyak orang yang mengincar lukisan tersebut! Penggeledahan pertamanya dilakukan di kediaman Widmore dan kebetulan Lady Jane sedang berada di sana demi Season-nya yang ke-8. Adik Clarence, Cleopatra, sedang berbulan madu, sehingga Jane dan Mamanya dapat menumpang di sana selama Season. Saat Jane menangkap basah Lord Motton masuk ke dalam ruang kerja Clarence, ia tak sengaja memecahkan patung Pan dan menemukan potongan lukisan yang dimaksud. Dimulailah petualangan Lord Motton yang terus ‘diganggu’ oleh Jane melengkapi lukisan tersebut yang ternyata menyeret mereka berdua ke dalam bahaya…

Tokoh Jane digambarkan sebagai wanita Inggris tempo dulu yang berani. Ia tidaklah selugu para wanita lain berkat abang-abangnya dan hal ini membuat Lord Motton setengah mati berusaha menjaga perasaannya yang mulai tertarik pada Jane. Lord Motton sendiri adalah pria yang berusaha menghindari perkawinan selama mungkin. Ia diteror oleh para bibinya yang eksentrik beserta para peliharaan mereka yang membuat pria itu stress berat.
Selain lucu, novel yang satu ini juga termasuk cukup ‘panas’, sehingga aku tidak menyarankan untuk yang di bawah umur membacanya. Tapi, biar begitu, aku jadi tahu banyak hal mengenai Inggris kuno. Di balik kehidupan aristokrat yang begitu terhormat ternyata menyimpan dunia gelap yang mungkin tidak diketahui oleh bangsawan Inggris lainnya. Adegan demi adegan digambarkan secara runut dan mendekati akhir cukup mencekam.

Sayangnya, tokoh jahat yang disebut-sebut ‘iblis’ itu kurang digarap dan terlalu mudah ‘diselesaikan’. Mungkin memang ciri khas Sally Mackenzie yang tidak memberikan porsi terlalu banyak bagi tokoh jahat dalam karangannya? Entahlah. Setelah segala perjuangan Lord Motton dan Jane, rasanya kurang menggigit sekali membaca penyelesaian petualangan mereka. Tapi, aku lega karena akhir kisah mereka berdua cukup manis dan membuatku tertawa, lagi.
« Last Edit: January 21, 2013, 01:41:56 pm by 4lKa » Logged

Cuma muncul demi review... *jujur*
Hazuno_Cherry
Guest
« Reply #3 on: January 22, 2013, 09:40:06 am »

The Naked Baron


Seperti kisah Romeo dan Juliet, kemanakah cinta dua insan yang ditentang ini akan dibawa?

Lady Grace Belmont adalah seorang gadis dewasa berusia dua puluh lima tahun yang baru bergabung dengan dunia sosialita di London. Ia sangat pemalu dan tidak percaya diri dengan dirinya yang tinggi besar dan dan montok.

Baron Dawson (David Wilton) merupakan pemuda tampan yang tengah berburu istri karena cukup terlambat menikah. Ia bertemu dengan Lady Grace dan merasakan gairah yang berbeda pada gadis itu. Baginya, gadis itu adalah Baroness yang sempurna.

Lady Kate Oxbury merupakan bibi Grace yang mungil dan cantik. Ia janda tanpa anak yang hidup berumah tangga tanpa cinta. Hingga suaminya meninggal, yang masih ada di hatinya adalah sesosok pria di masa lalu.

Alex Wilton, paman sang Baron yang belum pernah menikah karena masih mengingat cintanya di masa lalu. Baginya, pertemuannya kembali dengan Kate yang dicintainya adalah sebuah takdir yang tak terelakkan.

Di pesta dansa Duke of Alvord, Grace mengawali dunia sosialitanya yang kurang disukainya. Baginya, pesta-pesta itu hanyalah ajang untuk mempermalukannya lebih dalam sebagai seorang wanita—karena bentuk badannya yang besar dan montok. Akan tetapi, di sanalah ia terpana pada sesosok pria bertubuh tinggi besar dan bidang serta tampan bernama Lord Dawson. Pria itu lah yang telah mencuri hatinya meski ia telah ditunangkan dengan Parker-Roth. Secara tak sengaja, akhirnya ia bisa berbicara, bahkan berciuman dengan pria yang ternyata telah jatuh hati padanya dalam sekali pandang. Entah ini perasaan cinta atau bukan, Grace yang terbiasa patuh dengan Papa-nya, tidak semudah itu menjatuhkan hatinya pada sang Baron.

Di lain pihak, Kate, terlihat gusar setelah melihat Alex Wilton, kekasihnya di masa lalu, menghadiri pesta yang sama dengannya. Ada rasa yang mengganjal di hatinya dan itu belumlah terpuaskan. Dengan berani, sang Lady pun mengajak Tuan Wilton yang masih amat mencintainya untuk pergi ke ranjangnya demi memuaskan rasa yang selama bertahun-tahun didambanya.

The Naked Baron merupakan salah satu sekuel dari The Naked Series karangan Sally MacKenzie yang cukup berhasil menyedot perhatian saya karena judulnya. Sejujurnya, saya kurang menyukai genre seperti ini, meski pada akhirnya saya tetap menyelesaikan satu buku ini karena penasaran. Gaya penulisan Sally terkesan sensual hingga membawa pembaca bisa berimajinasi dengan liar. Di beberapa bagian terdapat humor yang khas dengan bahasa-bahasa yang mungkin hanya dimengerti orang dewasa. Di sisi lain, alurnya tidak berkembang dengan padat sehingga mengesankan bahwa ceritanya pendek. Konfliknya pun tidak terlalu menggetarkan sehingga penyelesaiannya masih bisa dilihat titik temunya. Meski begitu, kelebihan novel ini justru ada pada pengembangan konflik batin antar tokoh yang terasa nyata dan alamiah.
« Last Edit: January 23, 2013, 10:26:23 am by Hazuno_Cherry » Logged
FioVal
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 42


Awards
« Reply #4 on: January 22, 2013, 01:21:50 pm »

The Naked Marquis
Sally MacKenzie


Charles Draysmith terpaksa mewakili gelar Marquis of Knighsdale saat kakak dan istrinya meninggal saat kereta kuda mereka mengalami kecelakaan misterius. Selain harus mengambil alih setumpuk pekerjaan, Charles harus memikirkan calon istri demi meneruskan garis keturunannya. Namun, Charles sangat tidak berminat mencari istri di pasar pernikahan. Ia merasa dirinya bak ikan yang diincar para serigala. Saat berkunjung ke kediaman warisan sang kakak, ia menemukan seorang lady beserta dua orang ponakannya. Lady itu ternyata teman bermainnya sejak kecil, si ‘bayangan’ yang selalu membuntutinya ke mana-mana, Lady Emma Peterson. Gadis kecil itu telah menjadi wanita seutuhnya dan Charles tertarik untuk menikahinya. Masalahnya, Emma sulit diyakinkan walau gadis itu sebetulnya jatuh cinta berat pada Charles. Emma tidak butuh suami yang menginginkannya hanya untuk meneruskan keturunan. Ia butuh suami yang menikahinya karena mencintainya…

Oke… Ehm… Bisa dibilang buku ini sama sekali tidak masuk dalam jajaran bacaan yang saya sukai. Tapi, novel yang ini lumayan seru juga. Ternyata Sally Mackenzie berhasil menjalin kata-kata yang sarat humor tanpa kehilangan estetikanya. Humornya tidak kasar. Bahkan saat adegan panas pun ada saja dialog-dialog yang membuat saya nyaris tertawa 

Anyway, saya tidak terlalu mengerti dengan kehidupan Inggris zaman dahulu. Saya melihat bahwa Charles bukanlah pria ‘lugu’. Berbeda sekali dengan Emma. Memang, sih, dia seorang putri pendeta. Tapi, rasanya aneh sekali mengetahui pola pikir Emma yang terkesan kurang ilmu (terutama tentang anatomi laki-laki), apalagi mengingat Emma juga berprofesi sebagai pengganti guru sementara. Walau bila dipikirkan lebih dalam, ada kemungkinan Emma segitu lugunya karena ia tidak memiliki ibu untuk tempat berdiskusi, sementara adik satu-satunya lebih tertarik pada tanaman daripada pria atau hal lain.

Emma, dengan dilema cintanya terhadap Charles, harus dipusingkan juga dengan kisah cinta ayahnya yang sudah ‘tua’. Ia merasa posisi wanita yang dekat dengan sang ayah itu mengambil posisinya selama ini sebagai putri kesayangan… Di lain pihak, bibi Charles, Bea, begitu bersemangat menjodohkan Charles dengan Emma. Walaupun ia mengadakan pesta rumah yang didatangi para putri bangsawan yang mengincar Charles, Bibi Bea tetap mencoba mendorong agar Charles dan Emma bersatu. Emma sendiri langsung menyayangi kedua keponakan Charles yang kini sebatang kara.

Walau begitu, cerita ini tidak murni hanya berisi kisah cinta. Ada seorang pria misterius yang bergabung dalam pesta rumah itu untuk menyelidiki sesuatu. Ternyata pria ini nantinya ada hubungannya dengan kematian kakak Charles. Emma pun nyaris menjadi korbannya andaikan Charles dan teman-temannya, Robby dan James, tidak bergerak cepat.

Setelah membaca The Naked Marquis, saya dapat membayangkan sedikit kenapa istri saya begitu menyukai bacaan seperti ini. Kalau saya… eh… ehm… pokoknya menikmatinya ^^
« Last Edit: January 22, 2013, 01:23:43 pm by FioVal » Logged
shiina
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 73



Awards
« Reply #5 on: January 22, 2013, 04:33:50 pm »

Historical Romance : The Naked Viscount
Sally MacKenzie


Di tengah malam Edmund menyelinap masuk ke ruang kerja  almarhum Clarence Widmore yang tak lain adalah tetangganya sendiri, tujuannya untuk menyelidiki keberadaan gambar lukisan yang menyimpan suatu rahasia penting. Tanpa disangka dia terpergok oleh Jane, adik sahabat baiknya, yang mana keluarganya tinggal di rumah tersebut selama berada di London. Bermaksud membungkam teriakan Jane, Edmund terpaksa menciumnya. Edmund tidak menyangka bahwa ciumannya ternyata berlanjut menjadi sebuah godaan, dan secara tak sadar sudah terjerat oleh pesona Jane.

Jane sangat bersemangat dan meyakinkan bahwa bantuannya sangat berguna dalam misi pencarian potongan lukisan yang keberadaannya ternyata juga menjadi incaran banyak pihak. Sebaliknya Edmund berusaha keras untuk tidak melibatkan Jane maupun keluarganya dalam bahaya melibatkan figur jahat yang tidak segan untuk membunuh. Siapa sebenarnya tokoh misterius tersebut dan apa hubungan semua ini dengan patung Dewa Pan? 

Edmund Smyth, Viscount Motton, digambarkan sebagai seorang pribadi yang rasional, protektif, bertanggung jawab serta dapat diandalkan. Namun karena trauma masa kecilnya akibat dari pernikahan kedua orang tuanya yang tidak bahagia, Edmund pun tidak berusaha mencari calon istri dan sedapat mungkin menghindari pernikahan. Meski demikian bibi-bibinya khawatir dengan riwayat keluarganya yang susah mendapatkan pewaris laki-laki, dan kini Edmund harus menghadapi desakan dari mereka untuk segera menikah. Tidak hanya itu, tingkah laku bibi-bibinya yang eksentrik dengan beragam binatang peliharaan mereka cukup membuat Edmund kewalahan.
 
Jane Parker-Roth adalah putri sulung dari enam bersaudara, dibesarkan dengan tiga saudara laki-laki tidak membuat Jane sebagai karakter yang lemah, namun pribadi yang bersemangat dan cenderung keras kepala. Namun kisah romantis jauh dari kehidupannya karena sudah tujuh Season dijalani tanpa mendapatkan lamaran untuk menikah. Kini memasuki Season ke-delapan, Jane meyakinkan dirinya sudah tidak menarik dimata para pria-pria London, dan lebih bersemangat menghabiskan waktunya untuk membaca buku daripada menghadiri pesta-pesta yang membosankan.

The Naked Viscount adalah salah satu dari serial “Naked” oleh pengarang Sally MacKenzie yang bisa membuat saya tersenyum saat membacanya. Sangat seru karena Sally begitu luwes memadukan antara kisah romantis dengan unsur misteri serta humor yang menyegarkan sehingga membuat saya tidak bisa berhenti membaca dan selalu penasaran dengan akhir ceritanya.

Daya tarik novel ini bukan hanya karena unsur kisah petualangan oleh kedua tokoh utamanya, namun juga kehadiran karakter-karakter pendukung yang juga diceritakan sangat bagus oleh Sally MacKenzie. Karakter bibi-bibi Edmund, terutama Winifred yang tanpa malu-malu berusaha menjodohkan mereka berdua dengan menempatkan Jane bersebelahan dengan kamar Edmund yang seharusnya bertentangan dengan tradisi kala itu membuat alur cerita menjadi semakin menarik. Meski terdapat hubungan dengan tokoh-tokoh dari cerita sebelumnya namun novel ini masih dapat dinikmati tanpa harus dibaca secara berurutan. Maka tidak salah jika saya menyatakan The Naked Viscount menjadi salah satu rekomendasi bacaan menarik dengan seting Inggris di era Regency.
« Last Edit: January 23, 2013, 11:58:54 am by shiina » Logged
Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to: