Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.123 Posts in 16.724 Topics- by 41.575 Members - Latest Member: Burtonhow
Poll
Question:
Bagaimana menurutmu tentang buku ini secara keseluruhan?
4. Bacaan yang WAJIB dikoleksi - 36 (62.1%)
3. Sangat menarik untuk diikuti - 16 (27.6%)
2. Lumayan lha - 4 (6.9%)
1. Tidak menarik - 1 (1.7%)
0. Heh?? Buku apa sih ini?? - 1 (1.7%)
Total Voters: 56

Pages: 1 [2] 3 4 5 6 7 8 9 ... 14  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: I Am a Hero - Kengo Hanazawa  (Read 49338 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 440
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.717


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #10 on: June 25, 2013, 09:35:54 am »

Komik ini juga lebih tebal 20-25% lho dari komik Level umumnya, makanya harganya beda sedikit :)
Logged

dian_z
LX - Member
***

Reputation: 15
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 296

I like genre manga which breaks its genre boundary


WWW Awards
« Reply #11 on: June 30, 2013, 10:28:55 pm »

Copy paste review singkat dari akun goodreads ku (seperti biasa, heheh):

Honestly horror is not really my thing, I liked many, but still it's not my thing. I've got to give it at most 4 stars if I'm really into rating, which already means that I really liked it. But 'I Am A Hero volume 1' is quite different for a horror manga. It's kind of slow-paced, which is really my thing.

I generally like slow manga which lets me contemplate and see things through. And like this manga seems to deliberately being quite contemplative, it shows many silent sequences and quiet moments, which are drawn in really smart paneling.

Having said that it's good at building the quiet scenes (with some for the sake of the horror atmosphere), it's also pretty good at its dialogs. Once it gets to a dialog, it can talk much, but interestingly directed and pretty well-written.

One notable thing about this manga, is that somehow it looks kind of 'architectural'. It acknowledges and utilizes well the architecture of the setting the story takes place. The apartment buildings, the rooms' design, the cityscape, all seem to be well-drawn, well-thought and well-observed. It reminds me of Asano Inio's style of drawing with his awesome detailed backdrops. A difference is that I think, while Asano's backdrops are drawn beautifully almost in every scene with its distinctive lighting as so it serves Asano's contemplation of beautiful landscape, Kengo Hanazawa's backdrops feel like more structural and for functional purposes.

One more thing that I really enjoyed is the awkward scenes which I think are cleverly staged. The opening scene when our main character danced and the most interesting one when he's literally pissing on his imaginary friends while casually talking to him, hilarious.

Overall, I Am A Hero is a well-drawn horror manga which doesn't rush and waits patiently for the right (horror) moments to come, while actually consistently building the horror atmosphere since the very beginning.
Logged

guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 255
Offline Offline

Posts: 3.908



Awards
« Reply #12 on: July 01, 2013, 08:59:05 am »

kemaren udah baca dan terus terang rada kecewa...
mungkin karena aku udah terlanjur ngarep & suka dengan alur yang cepat
walau dengan alur lambat itu akhirnya jadi memperjelas kondisi psikologis si tokoh utama

si tokoh utamanya agak-2 mengingatkanku sama Hanamichi Sakuragi ( Slam Dunk --> "Aku ini jenius!" ^^ ) dan Tomomi Nomiya ( Real --> orang yang mati-2an menggapai mimpi dengan tampang = 0 & kemampuan yang belum diakui )

tapi sementara aku sangat suka sama tokoh Sakuragi & Nomiya, tokoh Hideo di komik ini kurang menarik bagiku
( mungkin cuma kondisi psikologisnya yang menarik... soalnya aku juga sering udah ngunci pintu, jalan, terus balik lagi ngecek pintu udah dikunci apa belom.. ^^; )

dan terus terang, dari awal, yang Hideo joget dua halaman itu, entah kenapa bikin aku eneg... ^^ ( sori, mungkin cuma perasaanku aja.. -_-; )
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
nitro
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 1


Awards
« Reply #13 on: July 02, 2013, 11:38:57 am »

baru beli kemarin :D

gue kirain komik hantu, secara di halaman akhir pacarnya kaya sadako

ternyata zombie :D
Logged
elvan99
LX - Member
***

Reputation: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 251

Always Do Your Best


Awards
« Reply #14 on: July 02, 2013, 11:53:53 am »

kemaren udah baca dan terus terang rada kecewa...
mungkin karena aku udah terlanjur ngarep & suka dengan alur yang cepat
walau dengan alur lambat itu akhirnya jadi memperjelas kondisi psikologis si tokoh utama

si tokoh utamanya agak-2 mengingatkanku sama Hanamichi Sakuragi ( Slam Dunk --> "Aku ini jenius!" ^^ ) dan Tomomi Nomiya ( Real --> orang yang mati-2an menggapai mimpi dengan tampang = 0 & kemampuan yang belum diakui )

tapi sementara aku sangat suka sama tokoh Sakuragi & Nomiya, tokoh Hideo di komik ini kurang menarik bagiku
( mungkin cuma kondisi psikologisnya yang menarik... soalnya aku juga sering udah ngunci pintu, jalan, terus balik lagi ngecek pintu udah dikunci apa belom.. ^^; )

dan terus terang, dari awal, yang Hideo joget dua halaman itu, entah kenapa bikin aku eneg... ^^ ( sori, mungkin cuma perasaanku aja.. -_-; )

Setuju gan, tapi menurut saya sih hanya pada buku 1 penceritaan psikologis ini berjalan. Mungkin buku 2/seterusnya akan diceritakan lebih dalam lagi tentang permasalahan selanjutnya walau dengan alur yang lambat
Logged
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 255
Offline Offline

Posts: 3.908



Awards
« Reply #15 on: July 03, 2013, 09:24:19 am »

Hehe.. lega juga rasanya ada yang setuju sama saya.. ^^
Soalnya ini 'kan komik pemenang Shogakukan Manga Award, koq bisa-2nya saya ( yang bukan apa-apa ini ) ngeritik ini-itu... ^^;
Tapi mungkin ini yang namanya selera yah... :)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 440
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.717


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #16 on: July 03, 2013, 10:55:30 am »

Secara pribadi sih g juga ga suka komik ini karena komik horor bukan tipe g. Tapi kemaren ada sih yang sudah baca versi Jepangnya sampai volume 7, katanya bagus banget. Jadi kembali ke selera mungkin ya :) Sebagai pembanding saja, selera temen g itu 20th Century Boys dan Shin Angyo Onshi.
« Last Edit: July 03, 2013, 10:57:26 am by camolatte » Logged

elvan99
LX - Member
***

Reputation: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 251

Always Do Your Best


Awards
« Reply #17 on: July 03, 2013, 11:24:13 am »

Secara pribadi sih g juga ga suka komik ini karena komik horor bukan tipe g. Tapi kemaren ada sih yang sudah baca versi Jepangnya sampai volume 7, katanya bagus banget. Jadi kembali ke selera mungkin ya :) Sebagai pembanding saja, selera temen g itu 20th Century Boys dan Shin Angyo Onshi.

Shin Angyo Onshi sih kayanya semua yang suka genre action,romance pasti suka deh mas camo..
Logged
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 255
Offline Offline

Posts: 3.908



Awards
« Reply #18 on: July 03, 2013, 05:20:05 pm »

Sebagai pembanding saja, selera temen g itu 20th Century Boys dan Shin Angyo Onshi.
Suka banget sama cerita 20th Century Boys ( walaupun dulu telat tau & cuma pinjem di persewaan, itu pun belum tamat bacanya ^^; )
Yang Shin Angyo Onshi belum pernah baca...
Tipe-2 cerita yang aku suka juga : Pluto ( Naoki Urasawa ), Resident Evil ( terbitan m&c, lupa nama mangaka-nya ), World Embryo ( Daisuke Moriyama ), komik-2 misterinya Chie Watari
Yang aku suka gak semua tipe misteri / horor sih, untuk penyeimbang ( kayak gizi aja ^^ ) suka juga komik yang menimbulkan perasaan nyaman saat membacanya, kayak : Poyo Poyo ( Ru Tatuki ), School Babysitters ( Hari Tokeino ).

Kesimpulan : guguk termasuk omnivora
« Last Edit: July 04, 2013, 10:06:43 am by guguk » Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
dian_z
LX - Member
***

Reputation: 15
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 296

I like genre manga which breaks its genre boundary


WWW Awards
« Reply #19 on: July 03, 2013, 09:49:15 pm »

kemaren udah baca dan terus terang rada kecewa...
mungkin karena aku udah terlanjur ngarep & suka dengan alur yang cepat
walau dengan alur lambat itu akhirnya jadi memperjelas kondisi psikologis si tokoh utama

si tokoh utamanya agak-2 mengingatkanku sama Hanamichi Sakuragi ( Slam Dunk --> "Aku ini jenius!" ^^ ) dan Tomomi Nomiya ( Real --> orang yang mati-2an menggapai mimpi dengan tampang = 0 & kemampuan yang belum diakui )

tapi sementara aku sangat suka sama tokoh Sakuragi & Nomiya, tokoh Hideo di komik ini kurang menarik bagiku
( mungkin cuma kondisi psikologisnya yang menarik... soalnya aku juga sering udah ngunci pintu, jalan, terus balik lagi ngecek pintu udah dikunci apa belom.. ^^; )

dan terus terang, dari awal, yang Hideo joget dua halaman itu, entah kenapa bikin aku eneg... ^^ ( sori, mungkin cuma perasaanku aja.. -_-; )

Haha, yang disebutin malah yang aku suka semua.
Selain scene dance yang digambar dengan paneling yang bagus itu, juga suka 'scene pipis di muka imaginary friend' yang hilarious

Erm, awalnya aku juga terkejut waktu tau I Am A Hero mau diterbitin di sini sama Level. Bukan karena mengandung unsur 'dewasa', tapi karena sepertinya judul satu ini memang cukup berbeda dengan judul-judul yang diterbitkan di Indonesia. Aku ngerasa kalau banyak pembaca komik di Indonesia udah terlalu nyaman sama karakter shounen-ish yang comfy/likeable dan pacing cerita yang normal/cepat. Padahal untuk I Am A Hero sendiri menurutku alur lambatnya belum sampai ke tujuan contemplative banget. Di sini alurnya terasa lambat karena alasan membangun atmosfer sepi dan sedikit demi sedikit memberikan hints-hints horror dengan sabar, menunggu waktu yang tepat untuk memunculkan 'penampakan' jelasnya.
Untuk volume 1 sendiri menurutku selain horror juga terasa drama slice-of-lifenya (mungkin unsur horrornya sendiri malah belum terasa kental), jadi aku sangat bisa menikmatinya meskipun horror bukan genre favoritku.

Aku sendiri emang suka slow-paced manga sih, untuk kebanyakan drama. Sedangkan manga horror dengan pacing lambat baru kutemukan di judul ini, walau menurutku lebih tepatnya real-time pacing daripada 'pacing lambat', karena dalam kehidupan memang kenyataannya kita tidak tergesa-gesa (ngutip kalimat mr Teng Mangansakan, heheh). Dan untuk manga sendiri, pacing yang tidak tergesa-gesa ini bikin kita lebih memperhatikan dan lebih mengapresiasi detil-detil panelnya, gambarnya, karakterisasinya (dari gambar ekspresi karakter-karakternya), etc. Secara teknis menurutku komik ini memuaskan, walau mungkin memang agak segmented (walau gak se-obscure Yoshihiro Tatsumi atau Toyoda Tetsuya juga sih). Beruntung sepertinya tema zombie berhasil menyelamatkan judul satu ini dan jadi cukup populer di luar sana.

Hehe.. lega juga rasanya ada yang setuju sama saya.. ^^
Soalnya ini 'kan komik pemenang Shogakukan Manga Award, koq bisa-2nya saya ( yang bukan apa-apa ini ) ngeritik ini-itu... ^^;
Tapi mungkin ini yang namanya selera yah... :)

Haha, menurutku malah bagus udah berkomentar dengan jujur. Ah, award mah bukan jaminan menurutku, dan aku lebih percaya Manga Taisho Award daripada Shogakukan Manga Award, hahahah.
Logged

Pages: 1 [2] 3 4 5 6 7 8 9 ... 14  All   Go Up
Print
Jump to: