Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.388 Posts in 16.875 Topics- by 44.541 Members - Latest Member: JaimeLaws
Poll
Question:
Sound effect di judul-judul baru LEVEL COMICS dibiarkan seperti aslinya
Setuju - 52 (69.3%)
Tidak Setuju - 17 (22.7%)
Apa itu Sound effect - 0 (0%)
Ragu-ragu - 4 (5.3%)
Other - 2 (2.7%)
Total Voters: 69

Pages: 1 2 [3] 4 5  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Sound effect  (Read 53168 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
demonbasher
LX - Senior
****

Reputation: 9
Offline Offline

Posts: 1.802


Awards
« on: April 11, 2007, 03:48:54 pm »

LEVEL COMICS lagi mempertimbangkan untuk membiar sound effect yang ada dalam komik seperti apa adanya.. seperti Vagabond atau Blade of Immortal nanti mengingat kualitas retouch semakin menurun kemampuannya... Mohon masukannya, ya  thanks
Logged
 
kurotan_dey
and HE SAID KNEEL !!!!!
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 12
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 6.891

and HE SAID KNEELLLL !!!!!!!!!!!!!


WWW Awards
« Reply #21 on: April 20, 2007, 09:18:10 pm »

jadi memang akhirnya milih cara yg paling gampang aja yah.......
Logged

ENGGAK NYANGKAH HANYA DENGAN 1 KATA DAN DUNIA PUN BERGETAR

KNEELLLL

WAZKAKAKAKAKAKAK
Muhramla
LX - Noob
*

Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 82

Just keep thinking of any "TING!"


WWW Awards
« Reply #22 on: April 22, 2007, 09:13:38 pm »

aku sih pikirnya sound effect suara action atau apa... kalo dialog di luar balon baru diterjemahin
ayo ajak teman2 lain voting.. masa cuman 4?
Saya isi nih; sudah pasti pilih "Setuju". (Kedudukan sementara, kayaknya banyak yang setuju SFX tetap seperti aslinya, ya?) Dialog (kata2/kalimat2), yang di dalam atau di luar balon, pastinya harus di terjemahkan. SFX yang di dalam balon, karena biasanya kecil2, boleh diterjemahkan (tapi lebih baik jangan).

trus, LEVEL kan genre na DEWASA tuw, kok klo di gambar full 'halfnaked-naked' body masih suka di sensor seh?!
Saya lebih setuju "dewasa" dalam tataran kompleksitas cerita, bukan dalam hal gambar yang terlalu vulgar (lagian, apa dewasa identik dengan gambar overvulgar/buka2an?). Sensor tetap perlu, bukan di tingkat komik, tapi di tingkat (pertimbangan) penerbitan. Jika suatu komik (asing) akan diterbitkan di sini, dan telah melewati "sensor" kelayakan terbit (kesesuaian budaya, dll), tentunya tidak diperlukan "sensor" dengan mengutak-atik gambar. Komik2 dengan gambar (maaf) adegan hubungan badan atau orang telanjang bulat tanpa halangan (yang ada pada sebagian komik bajakan), tentu tak akan diterbitkan oleh LC sekalipun. Bukan begitu Mas Demon?

Maaf teman2, sayangnya aku ini termasuk orang yang konservatif.
I vote for translated ones.

Alasannya? Seperti yang pernah kubilang dulu. Jadinya kayak baca komik bajakan...
Tapi khusus untuk komik2 yang memang full-action, aku dukung deh. Semacam Vagabond gitchu.
Tuh, kan? REX juga bisa menikmati komik yang SFX-nya tetap.

bukan cuma sound effect aja, tapi sekaligus istilah dan percakapannya :)
misal: senpai <-- biarkan saja seperti itu :)
Kalau istilah, saya sudah sreg dengan yang sekarang. Ada yang tetap (yang berperan penting dalam cerita), ada yang diterjemahkan (tidak terlalu berpengaruh terhadap pemahaman cerita).

ya footnote kalo tiap kali ada sound fx ya pusing kali... apalagi kalo ngulang2... buat apa?mungkin yang lebih bagus kalo kita bikin catatan tambahan di belakang untuk daftar sound fx yang dipakai di komik itu mungkin lebih baik... hal ini jadi pertimbangan karena kualitas pracetak kita sedang menurun dan masalah ini sudah lama tidak diperhatikan...
kalo saya walaupun sebagai editor juga pencinta komik jadi saya mau sudah beli komik susah-payah ternyata kualitasnya seperti sampah (seperti komik bajakan atau komik resmi yang editornya tidak perhatian)
Bikin daftar bacaan SFX di akhir? Hmmm..., kayak apaaa... gitu. Kayaknya lebih bagus kalau footnote-nya di dekat SFX masing2. Lagian, kalau SFX-nya tetap kan tidak perlu diedit, jadi energinya bisa dialihkan ke bikin footnote. Saya rasa itu lebih mudah daripada melakukan pengeditan SFX pada panel gambar. (Atau jangan2 bikin footnote lebih repot ketimbang mengedit SFX?)

Sepertinya pihak yang menolak cuma aku ya...
Ya udah deh, tak apa-apalah. Aku kalah.
Jangan gitu, dong! Tak ada kalah-menang di sini. Yang kita upayakan adalah solusi terbaik/optimal.

Tapi aku mendukung apa yang kakak raina bilang: ada sebagian yang diterjemahin, dan ada sebagian yang tidak.
Yang tetap dibiarkan seperti aslinya itu mending SFX sewaktu adegan pertarungan. Terutama pertarungan kelas berat yang SFXnya kadang sampai sehalaman penuh, seperti saat Rock Lee nendang Sasuke untuk pertama kalinya. ^^
Dan sebenarnya agak aneh juga sih lihat kata-kata seperti "Traaang!", "Baats!", "Whuuush!" dalam adegan2 seperti itu. ^^'

Tapi ya itu, cuma adegan2 pertarungan aja dong. Jangan semua. SFX saat 'kehidupan biasa/sehari-hari' diusahakan tetap diterjemahin.
Seperti "Blam" waktu pintu ditutup, "Duk!" waktu seseorang jatuh atau dipukul, "Doeeng!" (yang menurutku lucu) waktu seseorang nerima sesuatu yang aneh, dan lain-lain.
Lagipula, biasanya kan SFX untuk hal2 tersebut spacenya cenderung kecil (kalau dibandingkan dengan tulisan nama2 jurus yang umumnya gedenya amit2) 'kan?
Ini juga bukan masalah besar-kecilnya SFX. Dari SFX2 aslinya, kita (yang ingin belajar ngomik) bisa mempelajari "seni SFX" (kalau boleh disebut demikian): rupa SFX (variasinya untuk tiap bunyi atau situasi), penempatannya, besar-kecilnya, dan seterusnya.
Dalam "teori" saya, jika kita sudah bisa mengaitkan antara bunyi2 dengan SFX masing2 ("gubrak" untuk jatuh, "siiing" untuk hening, "blam" untuk pintu tertutup, dll), ketika membaca komik, kita bisa "mendengar" bunyi2 tersebut bahkan tanpa membaca SFX. (Asyiknya, tanpa terpaku pada SFX, kita bisa "berkreasi" dengan suara2 semau kita. biggrin)

Bukan kenapa-kenapa, soalnya aku masih agak susah untuk menerima perubahan ini. Yah, mungkin karena sejak aku diperkenalkan pada komik itu disuguhinnya udah sama SFX terjemahan kali ya?
Manusia itu "selalu bisa" berubah (kerennya: beradaptasi). (Dulu gak ada komputer, gak ada Internet, gak ada ponsel, gak ada mobil, dst, tapi ketika semua itu hadir, kita terbukti bisa berubah/beradaptasi/menyesuaikan-diri.) Oya, bagaimana dengan kasus arah baca komik dari-kanan-ke-kiri (di tengah2 buku2/komik2 lain yang arah bacanya dari-kiri-ke-kanan [arah baca konvensional di sini])? Bagaimana REX menyiasatinya atau beradaptasi dengannya? Kalau untuk itu bisa, saya yakin untuk kasus SFX pun bisa.
Ayo, "HENSHIN!" (baca: "BERUBAH!").

Oiya, satu lagi, kalau nanti SFXnya dibikin footnote terjemahannya, terjemahannya itu tolong dibuat seperti selama ini dong... Misalnya, footnote SFX untuk pintu ditutup adalah "Blam!", bukannya "Datan!" (seperti yang kulihat di bebarapa scan). Itu sih lebih aneh lagi...
Kalau footnote SFX seperti "terjemahan" SFX selama ini (disesuaikan dengan "bahasa" Indonesia), kayaknya gak masalah (sesuai bacaan aslinya lebih baik), toh tidak terlalu mengganggu dalam "belajar teknik ngomik" (betul demikian?).

mas demon maap nih jadi ada sedikit pertanyaan kenapa kulatis jadi menurun???
bukannya elex sudah master seharunya untuk kerjaan seperti ini?
Dalam pandangan saya, kualitas editan tidak menurun, lebih baik malah (kalau dibandingkan yang dulu2). Mungkin karena para pembaca sekarang lebih teliti (dan lebih "rewel" Smiley), jadi ada sedikit kekurangan pun ketahuan.

terus dey mah termasuk yg tidak setuju kalo tidak di terjemahkan yah. mikirnya enak sih bagi yg bisa hiragana katakan tapi kalo yg enggak bisa bukannya jadi nebak2 aja? terus keindahan komiks dan sebagainya.... masa sih segitunya sampe diperhatikan? ada orang yg enggak pusing deh. terus dey jujur aja paling enggak suka baca footnote pusing loh. terus musti nebak2 lagi ini footnote untuk  efek yg mana segala. capeee deh. terus mending kalo sama pihak sana tidak kelupaan difootnote kan yg ada tertampang apa adanya dan tinggal sini yg binung ini apaannn.

terus daripada pusing yg begini kenapa juga enggak diperhatikan gimana cara mensensor yg lebih rapih? kayanya itu justru bikin lebih berantakan deh.
Nah, daripada bingung dengan baca (atau nebak2) footnote saat baca komik, lebih baik "berkreasi dengan SFX di otak", toh hubungan suara dengan suatu keadaan/kejadian hanya masalah interpretasi dalam otak. (Misal, bagi satu orang bunyi jatuh adalah "gubrak", bagi yang lain "gabruk", bagi yang lainnya "gedebruk", bagi yang lainnya lagi "bruk", dst; setiap orang bisa memakai mana pun yang disukainya, tanpa harus dipaksa seragam [misalnya] "gabruk" jika SFX diterjemahkan demikian.)

solusi? untuk sementara ini solusi terbaik menurut redaksi tapi karena itulah ada polling ini kan?
Sangat disayangkan kalau alasan tetapnya SFX karena menurunnya kualitas pengeditan. Tapi, gak apa2, toh hasilnya sama saja.

untuk efek suara mau ada variasi font tapi ngusulin ini juga sulit karena dipikir yang penting kerjaan selesai...
Variasi font tidak banyak membantu selama rupa/bentuknya berbeda dari aslinya.

padahal font sound effect adalah bagian integral dari komik... ada pengarang komik yang susah-payah bikin sound effect ini sebagai satu-kesatuan gambar seperti Inoue Takehiko dalam Vagabond dan komik2 lainnya
lalu, sama kita mau dihancurkan begitu saja dan kualitas yang tidak menghormati jerih-payah para komikus aslinya?
Bukankah di semua komik (bukan hanya karya2 Takehiko Inoue) SFX memang satu kesatuan dengan komik itu sendiri? (Kalau SFX dalam suatu komik dihilangkan, bukan komik lagi namanya.)

There is something wrong here...
What's wrong?

Maaf Mas Demon, jadi saya yang banyak komentar. laugh Mestinya kan Mas Demon.
« Last Edit: April 25, 2007, 06:31:12 am by muhramla » Logged
demonbasher
LX - Senior
****

Reputation: 9
Offline Offline

Posts: 1.802


Awards
« Reply #23 on: May 06, 2007, 01:00:51 pm »

bukan kualitas pengeditan dalam tingkat redaksi tapi di percetakan... Seperti biasa di kebanyakan perusahaan yang sudah berjalan cukup lama di mana sudah ada orang-orang dari generasi yang berbeda dalam perusahaan, banyak orang yang takut/tidak mau terjadi perubahan untuk menjadi lebih baik. Banyak orang dalam perusahaan yang sudah merasa nyaman dengan keadaan yang sekarang dan tidak mau berubah untuk menjadi baik WALAUPUN pesaing yang ada di luar terus berkreasi dan berinovasi untuk meruntuhkan dominasi di penerbitan yang katanya dipegang oleh KOMPAS-GRAMEDIA secara grup...
Hal ini yang sebenarnya ingin terjadi perubahan di dalam, tapi bukannya tambah meningkat tapi hal-hal seperti scan, retouch, atau placing teks yang juga bagian yang penting dan integral dalam produksi komik menjadi apa yang diterima oleh pembaca menurut saya kurang mendapat perhatian yang semestinya...
Saya sedang berjuang untuk meningkatkan kualitas hal-hal seperti ini karena saya menempatkan diri saya sendiri sebagai penggemar komik yang kalau sudah mahal2 beli komik-komik yang saya ingin membaca terus menerima komik yang kualitasnya tidak sesuai dengan yang saya harapkan rasa marah dan kecewanya gimana? tapi mau lari ke mana lagi wong yang pegang rights-nya pasti penerbit resmi yang sudah ditunjuk oleh penerbit luarnya.
Mau beli yang versi Inggris mahalnya minta ampun... baca jepangnya sih oke tapi kalo mau diskusi tentang komik ini sama temen-temen yang mana? bukankah buku, komik jadi lebih asyik kalo ceritanya bisa dishare atau didiskusikan dengan teman-teman sesama pembacanya?
Karena itu, saya butuh data-data seperti ini dari luar untuk melihat bagaimana pendapat dari luar , bukan dari pihak penerbit supaya orang-orang di sini tahu bahwa apa yang saya rasakan sebagai pembaca dirasakan juga oleh orang-orang lain.
Dengan hal ini, saya harap diskusi untuk meningkatkan kualitas produk kita jadi lebih positif...

Sound FX diletakkan sebagai footnote saya rasa tidak menolong... lebih baik kalo kita berikan halaman tambahan di belakang untuk menjelaskan apa-apa saja arti efek suara yang ada di dalam komik... Terlalu banyak footnote akan mengganggu keseluruhan komik... Coba perhatikan komik2 terjemahan inggris seperti Othello dari Delrey atau yang lainnya di mana terjemahan sound FX diletakkan berdampingan dengan teks jepangnya betapa jelek dan kotor hasil akhirnya. Saya setuju sama muhramla kalo komik DEWASA bukan berarti tidak ada sensornya... Harus dibedakan yang berhubungan dengan cerita atau yang cuma servis.
« Last Edit: May 06, 2007, 01:24:26 pm by demonbasher » Logged
Jia Yuan
史上最強のひよこ
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 18
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 10.466


素敵な笑顔。。。かな?


Awards
« Reply #24 on: May 06, 2007, 02:47:51 pm »

Benar jg... Kalau mmg bisa, lbh baik buat 1 halaman utk daftar istilah dan penjelasan SFX yg ada. Kalau kebanyakan footnote org2 jd malas baca ya.
Logged


何するつもり?マジ告?だめだめ 駄目なんだもんっ
抜け駆け禁止 でもね 大丈夫なんだ
君の笑顔でご飯三杯!
&
demonbasher
LX - Senior
****

Reputation: 9
Offline Offline

Posts: 1.802


Awards
« Reply #25 on: May 06, 2007, 03:50:30 pm »

bisa apa nggaknya tergantung editornya... harus dibuat bisa... hehehehe
Logged
arashi :3
storm is coming...
LX - Kidz
LX - Evangelis
*

Reputation: 8
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 2.327

4 sehat 5 sempurna 6 internet!


Awards
« Reply #26 on: May 06, 2007, 04:40:52 pm »

hanakimi berapa? nanti diomongin lagi deh sama helen
Akhirnya ketemu! Di Hanakimi vol 1 halaman 18. Gambarnya ada sfx "huwaaang" tapi pembersihannya "terlalu bersih" jadi sangat mengganggu gambar Mizuki yg ada disebelahnya. Ngeliatnya juga ga enak ^^'
Logged

Muhramla
LX - Noob
*

Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 82

Just keep thinking of any "TING!"


WWW Awards
« Reply #27 on: May 15, 2007, 09:11:52 am »

bukan kualitas pengeditan dalam tingkat redaksi tapi di percetakan...
Di percetakan? Maaf, saya jadi kurang paham cara kerjanya. Selama ini saya mengira bahwa penggarapan komik (sampul sampai tata isi, pokoknya semuanya) sampai siap cetak dikerjakan oleh redaksi EMK dan percetakan bertugas hanya mencetaknya. Kalau kiraan saya salah, maukah Mas Demon menjelaskannya? (Atau nggak boleh karena OOT?)

Seperti biasa di kebanyakan perusahaan yang sudah berjalan cukup lama di mana sudah ada orang-orang dari generasi yang berbeda dalam perusahaan, banyak orang yang takut/tidak mau terjadi perubahan untuk menjadi lebih baik. Banyak orang dalam perusahaan yang sudah merasa nyaman dengan keadaan yang sekarang dan tidak mau berubah untuk menjadi baik WALAUPUN pesaing yang ada di luar terus berkreasi dan berinovasi untuk meruntuhkan dominasi di penerbitan yang katanya dipegang oleh KOMPAS-GRAMEDIA secara grup...
Kok bisa ada orang2 yang enggan berubah? Kalau benar demikian, saya khawatir "dominasi" dimaksud akan terebut. (Sebenarnya saya tidak menyenangi dominasi.)

Hal ini yang sebenarnya ingin terjadi perubahan di dalam, tapi bukannya tambah meningkat tapi hal-hal seperti scan, retouch, atau placing teks yang juga bagian yang penting dan integral dalam produksi komik menjadi apa yang diterima oleh pembaca menurut saya kurang mendapat perhatian yang semestinya...
Kalau suara konsumen diabaikan, jangan salahkan mereka kalau "berpindah ke lain penerbit".

Saya sedang berjuang untuk meningkatkan kualitas hal-hal seperti ini karena saya menempatkan diri saya sendiri sebagai penggemar komik yang kalau sudah mahal2 beli komik-komik yang saya ingin membaca terus menerima komik yang kualitasnya tidak sesuai dengan yang saya harapkan rasa marah dan kecewanya gimana? tapi mau lari ke mana lagi wong yang pegang rights-nya pasti penerbit resmi yang sudah ditunjuk oleh penerbit luarnya.
Mungkin dari dulu sudah banyak kekecewaan dari konsumen, tapi tidak "didengar". Lagipula mereka tak ada pilihan  lain yang lebih baik. (Inikah "dominasi"?) Nah, sekarang sudah muncul banyak pilihan (bahkan sebagiannya lebih baik); kalau keluhan konsumen masih tidak diperhatikan, kayaknya sekarang tak ada alasan untuk tidak "berpaling".

Karena itu, saya butuh data-data seperti ini dari luar untuk melihat bagaimana pendapat dari luar , bukan dari pihak penerbit supaya orang-orang di sini tahu bahwa apa yang saya rasakan sebagai pembaca dirasakan juga oleh orang-orang lain.
Dengan hal ini, saya harap diskusi untuk meningkatkan kualitas produk kita jadi lebih positif...
Setuju, saya dukung.

Sound FX diletakkan sebagai footnote saya rasa tidak menolong... lebih baik kalo kita berikan halaman tambahan di belakang untuk menjelaskan apa-apa saja arti efek suara yang ada di dalam komik... Terlalu banyak footnote akan mengganggu keseluruhan komik... Coba perhatikan komik2 terjemahan inggris seperti Othello dari Delrey atau yang lainnya di mana terjemahan sound FX diletakkan berdampingan dengan teks jepangnya betapa jelek dan kotor hasil akhirnya.
Benar jg... Kalau mmg bisa, lbh baik buat 1 halaman utk daftar istilah dan penjelasan SFX yg ada. Kalau kebanyakan footnote org2 jd malas baca ya.
Kalau buat saya sih gak masalah; mau pake footnote, pake satu halaman "lampiran cara baca SFX", bahkan tidak pake keduanya sekalipun, yang penting SFX-nya tetap seperti asalnya.

Saya setuju sama muhramla kalo komik DEWASA bukan berarti tidak ada sensornya... Harus dibedakan yang berhubungan dengan cerita atau yang cuma servis.
Masalah sensor, kayaknya perlu dibikin topik tersendiri. Ada yang mau mulai? Atau sudah ada topik yang membahasnya? Atau "dilarang" karena menjurus ke pornografi?
Logged
sawamura_sama
Fujoushi on The Loose ♥
AWARD DD
LX - Frenzy
*

Reputation: 48
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 9.945


okane ga nai...


Awards
« Reply #28 on: June 06, 2007, 04:46:07 pm »

mmm... kalo utk LEVEL stuju deh...
tp ga usah semuanya lah. kyk bbrp pendapat di post2 sebelumnya, yang ga  nyatu ma gambar or yg kecil2 kyk efek bunyi org melirik atau bukan efek2 yg dlm ukuran gede/menyatu dgn gambar mending diterjemahin, krn ga perlu proses retouch kan utk itu.

fuh, kualitas menurun? sbg pembaca bete jg ya denger fakta yg disampein mas demonbasher :(
Logged

demonbasher
LX - Senior
****

Reputation: 9
Offline Offline

Posts: 1.802


Awards
« Reply #29 on: June 07, 2007, 03:39:16 pm »

pembaca aja bete.. bayangin editornya bete kayak apa...
Logged
Blue Ai_Chan
Guest
« Reply #30 on: July 29, 2007, 07:05:44 am »

^
Ga terbayangkan deh.. Klo gw sih terserah suara terbanyak..
Logged
Pages: 1 2 [3] 4 5  All   Go Up
Print
Jump to: