Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.324 Posts in 16.864 Topics- by 44.279 Members - Latest Member: joshuazd16
Poll
Question:
Drama Shakespeare terbagi menjadi 3 genre. Yang mana yang paling kamu suka? (^^)
History - 1 (11.1%)
Tragedy - 2 (22.2%)
Romance-Comedy - 6 (66.7%)
Total Voters: 9

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 [8] 9 10 11 12 13 14 15 ... 47   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: William Shakespeare  (Read 379991 times)
0 Members and 2 Guests are viewing this topic.
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #70 on: September 02, 2013, 04:35:41 pm »

*Naro pisang goreng kipas di piring.. ditambah dodol apel ( lagi ^^ ) yang baru 'diimpor' dari Malang 

King Henry VI Part I
Babak II Adegan 4


Lokasi : di kebun The Temple, London.
Richard Plantagenet menanyakan mengenai soal kebenaran dirinya kepada para bangsawan : Earl of Somerset yang adalah kerabat ( sepupu ) King Henry VI, Earl of Warwick, dan Earl of Suffolk.
Hadir juga seorang yang bernama Vernon dan seorang pengacara.

Suffolk-lah yang mengajak mereka bicara di kebun, karena terlalu menarik perhatian jika bicara di aula.
Tapi bahkan di kebun pun, para bangsawan tersebut tidak ada yang berani menyatakan pendapat mereka secara terus terang mengenai perbedaan pendapat antara Plantagenet dan Somerset.

Akhirnya Plantagenet memetik sekuntum mawar putih, dan berkata agar semua orang yang setuju akan kebenaran Plantagenet harus memetik mawar putih juga.
Somerset malah memetik sekuntum mawar merah sambil berkata bahwa semua orang yang berani berpihak pada kebenaran dan bukan pengecut, harus memetik mawar merah bersamanya.

Satu-persatu para bangsawan memetik bunga mawar.
Di pihak Plantagenet ada : Warwick, Vernon, dan si Pengacara.
Sementara di pihak Somerset hanya ada Suffolk.

Plantagenet yang merasa menang, menanyakan apa Somerset masih punya argumentasi lagi.
Tapi Somerset malah menunjuk pedangnya dan berkata bahwa mawar putih itu akan segera berwarna semerah darah.
Somerset juga mengatakan akan mencari teman-teman yang bersedia mengenakan mawar merah demi kebenaran.

Perbantahan antara Plantagenet dan Somerset diikuti oleh yang lainnya.
Warwick membela Plantagenet yang adalah cucu dari Lionel ( Duke of Clarence ), anak ketiga dari King Edward III.
Tapi Somerset mengatakan bahwa bukankah ayah Plantagenet, Richard ( Earl of Cambridge ) dihukum mati karena pengkhianatan pada jaman King Henry V.

Plantagenet membela ayahnya serta bertekad untuk membuktikan kebenaran dirinya dan mengembalikan derajat keluarganya.
Somerset dan Suffolk tidak menyukai ambisi Plantagenet. Mereka pun pergi meninggalkan kebun tersebut.

Warwick menyatakan kesetiaannya pada keluarga Plantagenet, dan meramalkan pertikaian antara mawar putih dan merah ini akan mengirim ribuan nyawa kepada kematian.


Akhir dari Babak II Adegan 4

Kalo di sini, drama bawang putih dan bawang merah   
*ikut maen drama jadi bawang bombay ~   (^^)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #71 on: September 03, 2013, 05:07:01 pm »

Udah 1 x 24 jam... Saatnya lapor Pak RT.. ah bukan     Saatnya 'tampil' hehe..   Grin

King Henry VI Part I
Babak II Adegan 5


Lokasi : The Tower of London ( penjara ).
Edmund Mortimer duduk di kursi, dikawal para penjaga. Ia mengeluhkan keadaannya yang sudah tua dan sekarat, lalu menanyakan soal keponakannya, Richard Plantagenet.
Penjaga memberi tahu bahwa surat Mortimer telah disampaikan dan Plantagenet akan datang menjenguknya.

Plantagenet datang, Mortimer menanyakan keadaannya. Sang keponakan pun menceritakan soal pertengkaran yang ia alami dengan Earl of Somerset, serta penghinaan dari bangsawan itu.
Plantagenet memohon agar pamannya mau menceritakan kenapa dulu ayahnya, Earl of Cambridge, harus dihukum mati.

Mortimer menjelaskan bahwa saat Henry IV naik takhta dengan menjatuhkan King Richard II yang adalah kerabatnya sendiri, keluarga Percy dari utara merasa tidak terima.
Keluarga tersebut berusaha memberontak dan mengangkat Mortimer yang menempati urutan berikut sebagai pemegang takhta, karena Richard II tidak mempunyai anak.

Pemberontakan gagal, orang-orang dari keluarga Percy dihukum mati sementara Mortimer dipenjara seumur hidup.
Lalu saat Henry V, anak dari Henry IV, naik takhta, maka Richard ( Earl of Cambridge ), yang menikah dengan adik perempuan Mortimer, menyusun kekuatan dan melakukan pemberontakan atas dasar bahwa dialah yang lebih berhak atas takhta raja Inggris.

Pemberontakan itu juga gagal, dan Cambridge ditangkap lalu dipenggal.
Cerita Mortimer berakhir di sini. Plantagenet merasa pengeksekusian ayahnya hanyalah suatu bentuk ketiranian.
Tetapi Mortimer menasehati keponakannya agar tetap diam dan berhati-hati, karena keluarga yang berkuasa saat ini, yaitu keluarga Lancaster sekuat gunung yang tak tergoyahkan.

Mortimer kemudian meninggal. Plantagenet memanggil penjaga untuk membawa jasad pamannya.
Plantagenet menyesali kematian Mortimer yang diakibatkan ambisi orang-orang tertentu. Belum lagi penghinaan dari Somerset yang menyakitkan.

Plantagenet bergegas menuju parlemen, untuk mengembalikan derajatnya dan posisi keluarganya.


Akhir dari Babak II Adegan 5    *bersambung~  (^^)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #72 on: September 04, 2013, 05:24:32 pm »

Tooweet.. toweeet.. treet-teet-tee~et... *musik pembuka yang gajebo   

King Henry VI Part I
Babak III Adegan 1


Lokasi : Gedung Parlemen di London.
Duke of Gloucester hendak menyampaikan secarik kertas berisi tuntutan, tetapi Bishop of Winchester langsung merebut dan merobeknya.

Mereka pun langsung bertengkar, meskipun King Henry VI hadir di sana.
Earl of Somerset dan Earl of Warwick mencoba mendamaikan, walau Warwick banyak juga melemparkan candaan untuk meredakan amarah kedua kerabat raja itu.

Saat itu Richard Plantagenet hadir juga, tapi dengan bijak ia tak mau ikut campur perselisihan para anggota keluarga Lancaster tersebut.
Sang Raja yang masih muda pun berusaha mendamaikan kedua pamannya. Tapi tiba-tiba terdengar keributan di luar gedung.

Masuklah Mayor of London melaporkan bahwa para pengikut Gloucester dan Winchester, yang telah dilarang untuk menggunakan senjata, kini berkelahi dengan saling lempar batu.
Batu-batu tersebut memecahkan jendela rumah penduduk dan banyak toko terpaksa ditutup.

Beberapa dari pengikut tersebut sampai masuk ke dalam gedung parlemen dan berkelahi di sana.
Seruan Raja untuk berhenti tidak dihiraukan. Gloucester memerintahkan pengikutnya untuk berhenti, tapi perkelahian diteruskan karena Winchester tak mau menghentikan para pengikutnya.

Akhirnya atas desakan Raja, Winchester dan Gloucester pun berbaikan dan perkelahian dapat dihentikan, walau sebenarnya kedua bangsawan itu sama-sama masih mendendam.

Warwick lalu menyampaikan permohonan pada Raja mengenai masalah Plantagenet.
Gloucester dan Winchester pun turut mendukung, agar Raja mengembalikan hak-hak Plantagenet.
King Henry VI menyetujui, agar kebangsawanan Plantagenet termasuk hak dan harta keluarga York dikembalikan.

Plantagenet menyatakan kesanggupannya untuk takluk pada Raja sampai mati.
Raja pun meminta Plantagenet berlutut dan bangkit sebagai Duke of York.
Semua bersorak menyambut pengangkatan ini, kecuali Somerset yang tidak senang.

Gloucester mengajak Raja untuk dinobatkan secara resmi di Prancis.


Akhir dari Babak III Adegan 1  (^^)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
camolatte
Centerspread inside the comical world
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.828


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #73 on: September 05, 2013, 10:44:29 am »

Intermezzo sejenak, nemu cartoon-strip bagus ini yang terinspirasi dari 4 karya Shakespeare di Zen Pencil, jadi mau kushare di sini:
Logged

guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #74 on: September 05, 2013, 11:03:04 am »

@camolatte : Wahahaa.. keren tuh, cartoon-stripnya (^^)
Lucu & quote-nya juga pas.. hehehe...
Thanks for sharing, senpai :)
* * *

King Henry VI Part I
Babak III Adegan 2


Lokasi : di luar dinding kota Roan, Prancis.
Joan la Pucelle beserta empat orang serdadu Prancis, menyamar sebagai petani dan berhasil masuk ke kota Roan.
Di luar kota, Charles the Dauphin, Reignier : Duke of Anjou, Bastard of Orleans, dan Duke of Alencon menanti aba-aba dari Pucelle untuk mulai menyerang.

Pucelle terlihat di puncak menara dengan obor yang membara. Serangan tentara Prancis dimulai.
Lord Talbot memimpin tentara Inggris balas menyerang.

Dalam pertarungan kali ini, Inggris menderita kekalahan. Talbot dan Duke of Burgundy keluar dari kota Roan.
Sementara itu Duke of Bedford, paman King Henry VI, terluka dan ditandu dalam keadaan sekarat.

Di dinding kota, Pucelle dkk mengolok-olok Talbot dan Bedford.
Talbot menantang Alencon untuk keluar kota dan bertempur dengan jantan, tapi Alencon menolak keluar dari kota Roan yang sudah berhasil dikuasai tentara Prancis itu.

Akhirnya Talbot berniat melakukan serangan balasan ke dalam kota Roan, tapi sebelumnya ia ingin memindahkan Bedford ke tempat yang aman.
Niat itu ditolak mentah-mentah oleh Bedford yang bertekad tetap bersama tentara Inggris, dalam keadaan menang ataupun kalah.

Talbot pun menyerah, ia mengajak Burgundy, yang telah bersumpah setia membantu Inggris, untuk melakukan penyerangan.
Dalam kericuhan pertempuran, Sir John Falstofe, yang pernah mengakibatkan Talbot tertawan dalam perang yang lalu, terlihat kabur meninggalkan pertempuran.

Pertempuran berakhir, dengan kemenangan di pihak Inggris. Charles dkk kabur meninggalkan kota Roan.
Menyaksikan hal tersebut, Bedford merasa lega dan meninggal di tandunya.

Talbot memerintahkan pengamanan di kota Roan, sementara ia dan Burgundy berangkat ke Prancis untuk menemui King Henry VI.


Akhir dari Babak III Adegan 2

Kutipan dari Talbot pada saat kematian Bedford :
   "A braver soldier never couched lance
   A gentler heart did never sway in court
   But kings and mightiest potentates must die
   For that's the end of human misery."
« Last Edit: September 05, 2013, 03:57:24 pm by guguk » Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #75 on: September 06, 2013, 11:30:49 am »

King Henry VI Part I
Babak III Adegan 3


Lokasi : daerah dekat kota Roan.
Di dataran itu tentara Prancis yang berhasil melarikan diri dari pertempuran di kota Roan, masih dipimpin oleh Charles the Dauphin dan Joan la Pucelle.

Pucelle meminta agar Charles bersabar atas kekalahan yang baru terjadi.
Charles, Bastard of Orleans, dan Duke of Alencon meminta Pucelle untuk memikirkan strategi berikutnya.
Pucelle mengusulkan untuk menarik Duke of Burgundy ( bangsawan Prancis yang menjadi sekutu Inggris ) masuk ke pihak mereka.

Di kejauhan terlihat tentara Inggris yang dipimpin oleh Lord Talbot berbaris menuju kota Paris.
Di belakang barisan tentara Inggris, berbaris tentara Prancis sekutu Inggris yang dipimpin Burgundy.

Tentara Prancis yang dipimpin Charles membunyikan terompet tanda perundingan 
( parley ).
Burgundy pun berhenti dan menanyakan apa yang ingin disampaikan Charles. Charles malah menyuruh Pucelle yang berbicara.

Pucelle memohon Burgundy mendengarkannya, merendahkan diri dengan menyebut dirinya sendiri hanya seorang pelayan wanita.
Lalu ia meminta sang bangsawan melihat keadaan Prancis dan penduduknya yang semakin menderita akibat penjajahan Inggris.
Pucelle melukiskan betapa pedang Burgundy telah melukai negaranya sendiri.

Lebih lanjut lagi, Pucelle mengatakan bahwa bersekutu dengan Inggris sangat riskan.
Pada akhirnya nanti, kekuasaan di Prancis akan dipegang oleh orang Inggris dan bukan orang Prancis yang menjadi sekutunya.

Termakan oleh bujukan Pucelle itu, Burgundy pun menyatakan penyesalannya telah bergabung dengan Inggris dan kini ia berbalik untuk bergabung dengan Charles dkk.

Charles menyambut gembira hal itu, lalu mengumpulkan kekuatan untuk pertempuran selanjutnya.


Akhir dari Babak III Adegan 3   ~bersambung~   (^^)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #76 on: September 07, 2013, 12:46:43 pm »

King Henry VI Part I
Babak III Adegan 4


Lokasi : di istana di Paris, Prancis ( kota Paris dalam kekuasaan Inggris ).
Yang hadir : King Henry VI
Paman-pamannya :
- Duke of Gloucester
- Bishop of Winchester
- Duke of Exeter

Para bangsawan :
- Richard Plantagenet, Duke of York
- Earl of Suffolk ( pengikut York )
- Earl of Warwick ( pengikut York )
- Earl of Somerset ( dari House of Lancaster )
Hadir juga pengikut York, Vernon, dan pengikut Lancaster, Basset.

Masuklah Lord Talbot beserta prajuritnya. Talbot berlutut di hadapan sang Raja, menyatakan pengabdiannya.
Raja memuji kesetiaan dan kepahlawanan Talbot, yang telah beliau dengar sejak dulu dari ayahnya.

Raja merasa bahwa jasa-jasa Talbot belum dihargai sepenuhnya.
Karena itu beliau memerintahkan Talbot untuk bangkit dan diangkat sebagai Earl of Shrewsbury.

Bersama-sama, mereka semua bersiap untuk acara penobatan Sang Raja.

Vernon dan Basset, yang ditinggalkan oleh para pembesar, mulai bertengkar karena junjungan masing-masing.
Vernon memukul Basset. Tidak terima, Basset mengancam akan melaporkan tindakan tersebut kepada Raja.


Akhir Babak III Adegan 4

Disini ada perbedaan ( time slip?  ^^ ) antara sejarah asli & kisah karangan Shakespeare  Grin
Aslinya, King Henry VI masih berumur 9 bulan waktu ayahnya meninggal.. jadi gak mungkin dia ngedengerin ayahnya cerita-2 soal Talbot
 
Trus, di awal-2 drama dikisahkan pemakaman sang ayah ( King Henry V ) tapi di pertengahan drama, King Henry VI sudah bisa bicara ( entah ada perbedaan waktu berapa lama ) Grin

Tapi memang drama-2 Shakespeare yang bertema sejarah gak persis plek  dengan sejarah aslinya. (^^)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #77 on: September 09, 2013, 01:38:32 pm »

Tooweeet... tooweet~  *kali ini bukan suara terompet, tapi klakson tukang bakpao  Sekaligus narator.. hehe... (^^)

King Henry VI Part I
Babak IV Adegan 1


Lokasi : masih di istana di Paris, di aula kenegaraan. Yang hadir : Raja dan para bangsawan.
Bishop of Winchester memakaikan mahkota di kepala King Henry VI sehingga dengan ini resmi dinobatkan sebagai Raja Inggris.

Duke of Gloucester meminta Governor of Paris untuk berlutut dan bersumpah setia kepada negara Inggris dan kepada rajanya.
Sang Governor pun melakukannya, kemudian meninggalkan ruangan.

Masuk Sir John Falstolfe yang ingin menghadap Raja, sambil membawa surat.
Tapi Lord Talbot langsung bersikap keras, karena Falstolfe telah berulang kali menunjukkan sikap pengecut dalam pertempuran, bahkan meninggalkan Talbot di tengah-tengah musuh.

Perbuatan Falstolfe itu telah diketahui banyak pihak. Gloucester merasa tidak sepantasnya seorang pria bertindak demikian, apalagi seorang bangsawan dan pemimpin.
Maka Raja pun mencopot Falstolfe dari gelar kebangsawanannya serta mengusirnya pergi.

Surat yang dibawa tadi ternyata dari Duke of Burgundy yang menyatakan bahwa setelah melihat penderitaan negaranya, ia tidak lagi menjadi sekutu Inggris dan sekarang bergabung dengan Charles, Raja Prancis yang sah.
King Henry VI segera mengutus Talbot untuk menghukum pengkhianatan ini. Talbot bergegas meninggalkan Paris untuk kembali bertempur.

Masuk Vernon dan Basset, menghadap raja dan minta keadilan.
Richard Plantagenet, Duke of York dan Earl of Somerset buru-buru maju untuk membela anak buah masing-masing, dan akhirnya bertengkar di depan semua orang.

King Henry VI kesal karena masalah sepele ( Vernon dan Basset sama-sama mempersoalkan warna bunga mawar yang dikenakan lawannya ), menimbulkan pertengkaran para bangsawan yang masih kerabat raja.

Tapi York dan Somerset tidak menghiraukan raja. Akhirnya Gloucester marah pada keempat orang itu. Duke of Exeter mengatakan bahwa ini semua hanya membuat Raja merasa sedih.
Raja lalu berusaha mendamaikan semuanya, mengingatkan bahwa mereka sedang ada di Prancis. Musuh akan mendapat keuntungan jika mereka saling bertengkar sendiri.

Raja lalu mengenakan mawar merah di jubahnya, mengatakan mawar ini tak berarti apa-apa. Baik Somerset maupun York adalah kerabatnya, dan Raja menyayangi mereka semua.
King Henry VI lalu memerintahkan York membawa pasukannya, sedang Somerset membawa armada kuda perangnya, agar keduanya bergabung untuk mengalahkan Charles dan tentara Prancis.

King Henry VI lalu meninggalkan istana untuk kembali ke Inggris.
York berunding dengan Earl of Warwick, mempersoalkan Raja yang lebih memilih mawar merah ( Lancaster ). Mereka lalu pergi.

Exeter, yang tertinggal sendirian, mencemaskan pertengkaran tadi, yang mengarah ke hal yang lebih besar dari yang terlihat.


Akhir dari Babak IV Adegan 1  bersambung~ (^^)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #78 on: September 09, 2013, 06:33:14 pm »

Yaaa ampunn... Kasian banget Rajanya... Masi harus ngadepin kolega2nya yg "childish" meski situasi Inggris lagi di tengah peperangan.. no

*bakpao tausanya 1 bang
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #79 on: September 10, 2013, 10:00:15 am »

@Meriana :
*sambil nyodorin bakpao tausa * Monggo, non... (^^)
Iya tuh, non, kasian banget itu Raja.. ( jadi percakapan antara tukang bakpao & pembeli  )
Di versi sejarahnya sih, waktu penobatan di Prancis itu Raja masih berumur 10 tahun (^^;) masih 'SD'
Cuman abah Shakespeare gak nyebut umur Raja berapa... Maklum non, abah suka modifikasi sejarah gitu.. biar dramanya menarik Grin

King Henry VI Part I
Babak IV Adegan 2


Lokasi : di tepi kota Bourdeaux, Prancis.
Kota yang masih dikuasai oleh Prancis. Tetapi saat ini tentara Inggris bersiap di luar gerbangnya.

Lord Talbot menyuruh membunyikan terompet perundingan untuk memanggil Jendral tentara Prancis.
Sang Jendral muncul di atas tembok kota.
Talbot memberi pilihan pada Jendral, untuk menyerah dan mengabdi kepada King Henry VI dari Inggris, atau Talbot dan pasukan akan menyerang dan menghabisi seisi kota tersebut.

Sang Jendral dengan tenang meminta Talbot memperhatikan situasi yang dihadapinya. Kota Bourdeaux dibentengi dengan kuat, tak semudah itu didobrak dan ditaklukkan.
Selain itu, Charles the Dauphin bersama dengan tentara yang berjumlah besar, membuat kepungan di belakang tentara Inggris, sehingga Talbot tak akan bisa melarikan diri.

Talbot pun menyadari situasi genting yang dihadapinya. Ia mengirim beberapa orang berkuda untuk memeriksa situasi musuh.
Kalah jumlah, Talbot bertekad, ibarat rusa yang telah dikepung serombongan anjing pemburu, rusa itu tak akan lari melainkan akan menanduk dengan membabi-buta dan membuat musuh ketakutan.

Talbot menyerukan aba-aba memulai pertempuran.


Akhir dari Babak IV Adegan 2  bersambung~  (^^)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 [8] 9 10 11 12 13 14 15 ... 47   Go Up
Print
Jump to: