Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.333 Posts in 16.864 Topics- by 44.306 Members - Latest Member: Nicolasesony
Poll
Question:
Drama Shakespeare terbagi menjadi 3 genre. Yang mana yang paling kamu suka? (^^)
History - 1 (11.1%)
Tragedy - 2 (22.2%)
Romance-Comedy - 6 (66.7%)
Total Voters: 9

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 [9] 10 11 12 13 14 15 16 ... 47   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: William Shakespeare  (Read 380036 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #80 on: September 11, 2013, 01:41:07 pm »

Teet - tet - tooweet~  *klakson tukang bakpao berbunyi* (^^)

King Henry VI Part I
Babak IV Adegan 3


Lokasi : dataran di daerah Gascony, Prancis.
Datang seorang pembawa pesan menemui Duke of York ( Richard Plantagenet ) yang memimpin sepasukan tentara Inggris.

Pembawa pesan itu menyampaikan bahwa tentara Prancis yang dipimpin Charles the Dauphin menuju ke kota Bordeaux untuk menyerang Lord Talbot.
Demikian juga dua pasukan tentara lainnya.

York mengutuki Earl of Somerset yang tak kunjung datang membawa pasukan berkudanya.
Tanpa itu, York tak dapat maju untuk membantu Talbot dalam pertempuran.

Datanglah Sir William Lucy yang meminta York segera bergegas karena Talbot dan pasukan Inggris berada dalam bahaya. Saat ini Talbot sedang berjuang mati-matian.
Tapi York malah menyalahkan Somerset, ia menyatakan bahwa Inggris sudah kalah dan itu semua gara-gara Somerset.

Lucy meratapi nasib Talbot. Terutama karena John, anak Talbot yang sudah tujuh tahun tak berjumpa dengan ayahnya, sedang menuju medan pertempuran untuk membantu sang ayah.

York malah mengucapkan selamat tinggal pada Lucy dan lagi-lagi mengutuk Somerset.
Lucy menyesali perselisihan antar para bangsawan yang menghancurkan negara mereka sendiri.


Akhir Babak IV Adegan 3

Kutipan yang aku suka dari Sir William Lucy di akhir adegan :  :)
                      "...whiles they each other cross,
   Lives, honours, lands, and all hurry to loss."
« Last Edit: September 11, 2013, 01:43:58 pm by guguk » Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
camolatte
Centerspread inside the comical world
Moderator
LX - Holic
*****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.828


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #81 on: September 11, 2013, 05:15:37 pm »

*sigh... Sejarah sering menunjukkan sebuah perang kalah dan menang kunci intinya bukan karena hal-hal faktual di medan perang... tapi karena perseteruan politis jauh di belakang garis depan. :(

Tamak, arogansi, egoisme.. begitu banyak orang berpengaruh yg terlibat dengan agendanya masing-masing. Dan bahkan setelah perang usai pun, biasanya belum damai karena masih ada proses saling menikam dan proklamasi diri siapa yang paling berjasa..



clap to our delightful storyteller who is also coincide as host of fancy treats and condiments, Sir Guguk~ clap Bakpao chasiu ada, bang?
« Last Edit: September 11, 2013, 05:16:42 pm by camolatte » Logged

guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #82 on: September 12, 2013, 09:39:21 am »

I humbly give my gratitude, and with God's grace, will continue this story
begging patience and patronage of my liege, King Camolatte.
*bow down*

#langsung... BERUBAAH !!

Bakpao chasiu, bakpao tausa.., semua ada, Gan! Silakan-silakan.. baru mateng, masih ngepul, nih.
Mau dibungkus atau makan di sini, Gan ?

   perubahan wujud dari bangsawan ke tukang bakpao.., sekarang jadi tukang cerita 

King Henry VI Part I
Babak IV Adegan 4


Lokasi : di dataran lain di daerah Gascony, Prancis.
Earl of Somerset sedang berdebat dengan seorang perwira utusan dari Lord Talbot.

Somerset menyatakan bahwa semua sudah terlambat, ia tak dapat mengirimkan bantuan.
Menurutnya rencana penyerangan terlalu terburu-buru, Talbot terlalu berani bertindak.
Jika Talbot sampai mati, Somerset menyalahkan Duke of York.

Kemudian datanglah Sir William Lucy yang meminta agar Somerset segera mengirim pasukan berkudanya.
Saat ini Talbot berjuang mati-matian dikepung oleh musuh.
Lucy meminta agar Somerset dan York melupakan perselisihan dan berjuang demi Inggris.

Somerset memberi alasan bahwa penyerangan kali ini ide dari York, dan York sendiri punya cukup banyak pasukan dan kuda untuk membantu Talbot.
Jika York mengaku tak punya pasukan berkuda, berarti ia bohong, dan Somerset menolak membantunya.

Karena Lucy terus-menerus memaksa, Somerset menjanjikan bantuannya akan dikirim dalam waktu enam jam.
Lucy menyatakan bahwa itu sudah sangat terlambat, karena Talbot sudah tak mungkin melarikan diri dari kepungan musuh.
Kalaupun mungkin, Talbot tak akan sudi lari dari pertempuran.

Somerset mengatakan jika Talbot meninggal, ia mengucapkan selamat jalan.
Lucy yang marah pun menghina perbuatan Somerset yang memalukan itu.


Akhir dari Babak IV Adegan 4  ( bersambung~ )
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #83 on: September 12, 2013, 12:46:04 pm »

Iiiiiiiihhh!!!!! Gemes banget sama tuh Somerset & York
Rasanya pengin gw gantung di tugu pahlawan ajjaa!!! (maklum gw d Sby)

*Your Excellency Mr.Guguk, bakpao tausa 2 (jadi laper karena emosi)

Well, I really wish a good fortune for Lord Talbot. Can't wait for the next part :)

Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #84 on: September 12, 2013, 01:56:10 pm »

@Meriana :    eh.., sama-2 di Surabaya nih
#ngedorong gerobak bakpao dari Malang ke Surabaya ( dalam rangka perluasan pasar & membesarkan otot kaki    )

Your order, Mademoiselle.  *memberikan kotak berisi 2 buah bakpao tausa* (^^)

Thanks a lot, Meriana.., sudah baca, ngasih masukan, & pesen bakpao juga (^o^) 
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #85 on: September 13, 2013, 04:03:19 pm »

King Henry VI Part I

Babak IV Adegan 5

Lokasi : perkemahan tentara Inggris di dekat kota Bordeaux.
Lord Talbot menemui anaknya, John Talbot.
Sang ayah memang menyuruh John datang agar bisa diajari strategi perang, tapi Talbot benar-benar tak menyangka bahwa mereka bertemu dalam keadaan terdesak seperti saat ini.

Karena itu, Talbot menyuruh John untuk segera pergi, meninggalkan medan pertempuran.
John menolak dengan tegas, mengatakan bahwa seorang yang menyandang nama Talbot tak akan pernah lari dari musuh.

Cukup lama mereka saling berbantahan. Talbot meyakinkan anaknya bahwa dengan kondisi seperti ini mereka berdua pasti mati.
John pun memaksa agar ayahnya saja yang meninggalkan pertempuran. Jika ayahnya masih hidup maka masih ada harapan bagi Inggris.

Talbot menyebutkan, bagaimana dengan sang ibu ( istri Talbot ) yang harus kehilangan John, satu-satunya anak laki-laki.
John tetap tidak mau pergi, kecuali jika ayahnya ikut pergi bersamanya.

Kali ini Talbot yang dengan tegas menolak meninggalkan tentaranya.
John pun mengatakan bahwa ia tak mau hidup jika sang ayah tewas.

Akhirnya, Talbot dan anaknya, John, bersama-sama maju ke medan pertempuran.

Akhir Babak IV Adegan 5

*  *  *

Babak IV Adegan 6
Lokasi : medan pertempuran

John Talbot bertarung, berhasil memukul Charles the Dauphin mundur, namun kemudian dilukai oleh Bastard of Orleans.
Tapi Lord Talbot, sang ayah, langsung menolong anaknya, dan menghajar Bastard sampai terluka.

Talbot mencoba menyuruh John untuk lari sekarang juga, tapi sang anak merasa kata-kata ayahnya jauh lebih melukai dirinya, ketimbang pedang musuh.
Keluarga Talbot, ayah dan anak, tetap tak sudi mundur. Bertarung bersama-sama, jika mati pun bersama.

Akhir Babak IV Adegan 6

*  *  *

Babak IV Adegan 7
Lokasi : di bagian lain medan pertempuran.

Saat bertempur, Lord Talbot terjatuh di depan musuh.
Anaknya, John Talbot, langsung melindungi sang ayah dari ayunan pedang musuh dan langsung menyerbu ke tengah-tengah pertempuran yang bagaikan lautan darah.

Dalam keadaan terluka dan dipapah oleh seorang tentara, Talbot mencari anaknya.
Kemudian beberapa tentara muncul sambil membopong jenazah John. Talbot langsung meratapi kematian sang anak, masih mencoba mengajaknya bicara.

Beberapa saat kemudian Talbot pun meninggal, sambil memeluk jenazah anaknya. Tentara Inggris kalah dan mundur meninggalkan medan pertempuran.

Charles the Dauphin muncul bersama kroninya, ia mengatakan untung tidak ada bala bantuan untuk tentara Inggris.
Kalau ada bala bantuan dari York dan Somerset, Prancis pasti kalah.
Joan la Pucelle dan Duke of Burgundy memuji keberanian John Talbot, namun Bastard of Orleans malah hendak memutilasi mayat Talbot dan anaknya.
Untung dicegah oleh Charles.

Datanglah Sir William Lucy diantar oleh bentara Prancis, meminta keterangan mengenai para pemimpin yang hilang dalam pertempuran, apakah mereka ditawan atau sudah gugur.

Pucelle mengejek Lucy yang menyebut nama bangsawan satu persatu dan menyuruhnya melihat mayat Talbot ayah dan anak yang mulai membusuk dan dikerumuni lalat.

Lucy menyatakan kesedihannya dengan keras, tak takut dengan para pemimpin tentara Prancis yang hadir.
Dengan tegas Lucy meminta diijinkan membawa jenazah-jenazah itu untuk dikuburkan. Permintaannya dikabulkan.

Lucy pergi, sementara Charles memerintahkan tentaranya menuju kota Paris.

Akhir Babak IV Adegan 7
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #86 on: September 16, 2013, 10:12:09 am »

King Henry VI Part I
Babak V Adegan 1


Lokasi : di istana di kota London, Inggris.
King Henry VI mendapat surat dari Paus yang menyerukan agar Inggris berdamai dengan Prancis.
Raja merundingkan masalah ini dengan paman-pamannya, Duke of Gloucester dan Duke of Exeter.

Selain itu, Earl of Armagnac, bangsawan Prancis yang masih kerabat dekat Charles the Dauphin, juga mengirimkan surat yang menawarkan pernikahan antara Raja Inggris dengan putrinya.

Gloucester menyetujui adanya perdamaian antara Inggris dan Prancis.
Apalagi dengan pernikahan antar kedua negara, akan semakin menjalin hubungan yang baik.
King Henry VI merasa dirinya masih terlalu muda untuk menikah, sebenarnya beliau merasa masih harus banyak belajar dan membaca buku.
Namun demi perdamaian dan kesejahteraan negerinya, Raja bersedia mengikuti pilihan yang ada.

Masuklah para duta besar disertai Bishop of Winchester yang mengenakan jubah kardinal.
Exeter terkejut karena Winchester telah diangkat sebagai kardinal.

Sementara itu Raja menyampaikan persetujuan Inggris untuk berdamai dengan Prancis.
Gloucester juga menyampaikan kesediaan Raja untuk mengambil putri dari Armagnac sebagai Ratu Inggris.
Kepada duta besar, King Henry menitipkan perhiasan untuk diberikan kepada sang putri sebagai ikrar cintanya.

Setelah Raja dan paman-pamannya meninggalkan ruangan, Winchester memberikan sejumlah uang kepada salah satu duta besar, sebagai balasan karena telah diangkat sebagai kardinal.
Winchester berniat mengungguli Gloucester dan membuatnya berlutut di hadapan Winchester. Jika tak berhasil, Winchester berniat melakukan pemberontakan.


Akhir dari Babak V Adegan 1
________________________________

Memang dari masa ke masa selalu ada aja orang yang menggunakan 'agama' sebagai alat untuk memuaskan ambisinya.
Masyarakat Inggris cukup dewasa sebagai penonton di akhir abad ke-16, dengan melihat Bishop of Winchester sebagai orang yang 'cacat-agama' ( yang nantinya akan menuai pembalasan dan penghakiman dari Tuhan sendiri ), dan tidak memandang adegan drama ini sebagai penistaan atas agama mereka, yang membutuhkan kemarahan dan pembelaan dari pihak manusia.

Ingin menyampaikan kutipan yang menurutku sangat bagus (^^) :

Lest there be any well-intentioned persons who do not perceive

the difference between religion and the cant of religion,

piety and the pretence of piety,

a humble reverence for the great truths of Scripture and an audacious and offensive obtrusion of its letter and not its spirit in the commonest dissensions and meanest affairs of life, to the extraordinary confusion of ignorant minds,

let them understand that it is always the latter, and never the former, which is satirized here.


( dari kata pengantar Charles Dickens di novel The Pickwick Papers edisi murah pertama yang terbit di tahun 1847. )
« Last Edit: September 18, 2013, 11:20:36 am by guguk » Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #87 on: September 17, 2013, 10:58:22 am »

King Henry VI Part I
Babak V Adegan 2


Lokasi : dataran Anjou, Prancis.
Charles the Dauphin bersama kroninya dan tentara Prancis, sedang dalam perjalanan menuju kota Paris.

Dikabarkan bahwa kota Paris yang tadinya tunduk pada Inggris mulai melakukan pemberontakan.
Duke of Alencon memberi semangat, karena bala bantuan mereka dibutuhkan oleh para penduduk Paris.

Seorang pengintai datang memberi kabar, bahwa kedua pasukan Inggris ( yang dipimpin York dan Somerset ) yang tadinya terpecah kini bersatu untuk menyerang Charles dan pasukan Prancisnya.

Duke of Burgundy mengatakan, karena Talbot sudah tiada maka tak ada lagi yang perlu ditakutkan. Joan la Pucelle pun ikut memberi semangat.
Charles pun mempersiapkan tentaranya untuk menghadapi gempuran tentara Inggris.


Akhir dari Babak V Adegan 2   bersambung~  (^^)

Kutipan ( yang aku suka ^^ ) dari Joan la Pucelle ketika menyemangati Charles the Dauphin :

   "Of all base passions fear is most accurs'd."
« Last Edit: September 18, 2013, 11:20:53 am by guguk » Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 261
Offline Offline

Posts: 3.935



Awards
« Reply #88 on: September 18, 2013, 11:18:48 am »

King Henry VI Part I
Babak V Adegan 3


Lokasi : dekat kota Angiers, Prancis.
Joan la Pucelle berusaha berkomunikasi dengan roh-roh iblis, untuk mengetahui apakah Prancis akan menang atau kalah dalam pertempuran kali ini.
Para roh iblis tersebut memberikan pertanda buruk dan Pucelle mempercayainya.

Kemudian pertempuran pun terjadi antara tentara Inggris yang dipimpin Duke of York melawan tentara Prancis yang dipimpin Pucelle.
Prancis kalah, dan Pucelle pun tertangkap oleh York. York mengolok-olok Pucelle, yang membalas mengutuki York.

Sementara itu Earl of Suffolk, salah satu pengikut Eark of Somerset dari House of Lancaster, berhasil menangkap Margaret, putri dari Reignier, Duke of Anjou.
Suffolk terpesona oleh kecantikan Margaret, namun ia sebenarnya sudah beristri.

Akhirnya Suffolk memutuskan untuk menjodohkan Margaret dengan King Henry VI, dengan anggapan karena Raja masih muda maka mudah untuk dikendalikan.
Apalagi Reignier menguasai daerah Maine dan Naples juga, walaupun sebagai bangsawan ia tergolong miskin.

Suffolk pun membujuk Margaret agar mau menjadi Ratu Inggris, namun Margaret hanya bersedia jika sang ayah merestui.
Suffolk menemui Reignier dan berkata bahwa putrinya berada dalam tawanan Inggris.
Reignier bermaksud menebus Margaret, tapi Suffolk menawarkan posisi Ratu bagi Margaret.

Reignier bersedia, dengan syarat daerah Anjou dan Maine tetap menjadi miliknya, tanpa diganggu oleh perang lagi.
Suffolk menyatakan akan mengatur itu semua. Mereka berdua pun berjabat tangan untuk mengesahkan janji tersebut.
( Padahal Suffolk berencana mengambil keuntungan dari perjanjian itu. )

Suffolk mencium Margaret, berpura-pura bahwa itu adalah tanda mata bagi King Henry VI, lalu pulang ke Inggris.


Akhir dari Babak V Adegan 3  (^^)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #89 on: September 18, 2013, 03:25:12 pm »

tuutt..tuutttt!!!
sungguh kelakuan yg tidak berkelas dari kaum berkelas nono

setelah kematian Lord Talbot, gw jadi g sabar nunggu siapakah tokoh protagonis yg selanjutnya Azn
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 [9] 10 11 12 13 14 15 16 ... 47   Go Up
Print
Jump to: