Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.264 Posts in 16.861 Topics- by 44.076 Members - Latest Member: jennyhn1
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 ... 24 [All]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [DISKUSI] Komik Dewasa/17+ di Indonesia  (Read 183966 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« on: September 15, 2013, 05:19:10 pm »

anooo mas camo permisi saya mau tanya pendapat aja nih mungkin aga telat  

belakangan kan Elex Sama LC mulai berani terbitin Komik Genre Ecchi / 17+ kaya HOTD sama Kimi no iru machi apa tidak takut diprotes mikir ? apalagi diindonesia kan siapapun bebas membeli komik berarti ada kemungkinan juga anak dibawah 17 tahun beli komik sepertri ini

Note : saya bukannya munafik   ,, saya seneng komik seperti ini terbit  banana tapi sebagai calon orang tua saya juga was was jika terus seperti ini. setidaknya untuk kedepan mungkin untuk pembelian komik sepeti ini bisa dibatasi agar tidak ada anak dibawah umur membelinya

arigato
« Last Edit: April 26, 2015, 09:34:59 pm by REX » Logged
 
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #1 on: September 16, 2013, 11:11:05 am »

Karena OOT, post-nya kupisah dan kupindahkan ke sini ya :) Sebelum kutanggapi, aku pengen tahu bagaimana pendapat teman2 lain?
Logged

NightSide
LX - Noob
*

Reputation: 6
Offline Offline

Posts: 73


TT▽TT


Awards
« Reply #2 on: September 16, 2013, 01:01:02 pm »

Pernyataan saya mungkin agak aneh, tapi ini rasanya masalah ini mirip kayak rating tv. Rating TV dikasih dari pihak televisi buat jadi semacam peringatan buat penontonnya. Misalnya di rating dewasa, ada tembak-tembakan banyak orang tewas. Biarpun diberi rating dewasa, bukan berarti anak kecil otomatis tidak bisa nonton kan? Toh TV nya gak bisa otomatis mati kalau yang nonton anak kecil .

Intinya, tetap harus ada kontrol dari pihak orangtua, jangan karena misalnya ada cap rating dewasa, otomatis dilepas begitu aja. Kalau mau dibandingkan dengan komik Elex, terutama Level, sensornya udah lebih ketat loh dibandingkan aslinya. Saya salah satu pembeli beberapa judul Level, dan pernah membandingkan dengan versi aslinya, tetep aja di sensor biar lebih pas sama kultur sini .

Ini cuma pendapat pribadi loh Cheesy.
Logged

guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #3 on: September 16, 2013, 02:02:26 pm »

Ikutan ngasih pendapat (^^) :
Kalo dari pihak penerbit takut diprotes, mungkin bisa-bisa gak bisa nerbitin apa-apa, hehe.. ^^
( saking banyaknya hal yang bisa diprotes, karena keragaman manusia & budaya )

Tapi kalo udah dikasih batasan umur ( Level = khusus dewasa, terus Elex juga ngasih tulisan "Komik Remaja" ) terpaksa balik lagi ke pengawasan orang tua.

Repot juga jadi orang tua yah, harus jeli banget ngeliatin barang-2 anaknya.
Aku sempet ngebeliin keponakanku buku cerita ( yang pergi aku + ponakan aja )
Waktu pulang, sama kakakku semua barang belanjaan diperiksa  Grin
« Last Edit: September 16, 2013, 02:06:42 pm by guguk » Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
dian_z
LX - Member
***

Reputation: 15
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 296

I like genre manga which breaks its genre boundary


WWW Awards
« Reply #4 on: September 16, 2013, 02:41:28 pm »

Tapi kalo udah dikasih batasan umur ( Level = khusus dewasa, terus Elex juga ngasih tulisan "Komik Remaja" ) terpaksa balik lagi ke pengawasan orang tua.

Sepertinya pembagian di atas terkadang masih kurang tepat.
Memang sepertinya sebagian besar pembagian komik bisa terlihat seperti itu, tapi ada juga beberapa pengecualian dimana komik terbitan Elex seperti A Town Where You Live atau Vinland Saga atau Real, yang menurutku memuat konten-konten dewasa baik secara graphic (kekerasan, nudity) atau di lain kesempatan secara muatan ceritanya, ditujukan untuk pembaca dewasa.

Menurutku masih kurang jelas sistem pembagian rating usia untuk penerbitan manga di Indonesia ini, terutama kalau hanya dengan asumsi "semua komik Elex bisa dibaca semua pembaca termasuk yang belum dalam batas umur dewasa".

Jadi, kurasa perlu adanya sistem rating yang jelas dan noticeable, setidaknya agar orang tua bisa dengan lebih mudah mengawasi komik-komik yang dibeli putra-putrinya. Kurasa sistem rating yang di thread wishlist itu cukup baik.

Kemungkinan memang itu saja tidak bisa menjamin pembaca di bawah umur untuk membaca komik dewasa, tapi setidaknya bisa menjadi langkah awal ketegasan pertimbangan usia dalam tiap-tiap bacaan.
Logged

deadabu
Titangers
LX - Senior
****

Reputation: 24
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.237

Everything is OK


Awards
« Reply #5 on: September 16, 2013, 03:28:12 pm »

Aku juga komplen nih, kenapa anak kecil menyukai komik-komik genre dewasa sih? Apa takutnya orang tuanya gak takut membawa anak kecilnya buku komik kesukaan mereka apalagi komik-komik dewasa gitu?
Logged

Tak ada cerita yang selalu berakhir bahagia
asuna1991
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 527

mari kita berteman \(>_<)/


Awards
« Reply #6 on: September 16, 2013, 03:29:37 pm »

aku rasa tulisan / simbol "UNTUK DEWASA" itu harus diperjelas. Level komik memang sudah mencantumkannya dengan jelas,
tapi untuk komik-komik elex, seperti kata @dian_z, komik2 macam a town where u live harusnya bisa mencantumkan rating yang sesuai dan jelas,

aku pernah liat di toko buku, ada anak kecil yang sedang meihat-lihat komik (dia masih usia SD), lalu dia memegang komik "Resident Evil" yang jelas2 untuk dewasa. Di bagian belakang buku ada peringatan "mengandung kekerasan, khusus dewasa, dst". Begitu membaca tulisan itu, tanpa pikir panjang dia langsung menaruhnya kembali sambil berkomentar "ooh, untuk dewasa ya..". Dia lalu pergi menuju rak komik untuk pembaca yang lebih muda..

Kalo dilihat dari reaksi anak itu, aku bisa lihat kalo anak kecil pun sebenarnya bisa mengerti sistem rating, terutama untuk komik yang benar2 untuk dewasa. Makanya, akan lebih baik kalau rating dewasa itu bisa dipertegas dan "peringatan rating" nya gampang dibaca anak kecil sekalipun, sehingga mereka tidak salah pilih komik. Saya rasa mereka (dan orang tua) bisa mengerti kalo ada komik yang memang diperuntukkan bagi orang dewasa, dengan mencantumkan "peringatan" yang jelas dan mudah dibaca.

aku harap komik dewasa yang diterbitkan elex bisa mempertegas "peringatan" itu Smiley
Logged

to Live Gratitude is to Touch Heaven...
Tsujiai Hikari
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 23


Awards
« Reply #7 on: September 16, 2013, 03:37:36 pm »

Aku juga komplen nih, kenapa anak kecil menyukai komik-komik genre dewasa sih? Apa takutnya orang tuanya gak takut membawa anak kecilnya buku komik kesukaan mereka apalagi komik-komik dewasa gitu?
Sebetulnya itu mungkin juga ada hubungan dengan anggapan orang Indonesia kalau komik itu cuma buat anak kecil.
« Last Edit: September 16, 2013, 03:38:50 pm by Tsujiai Hikari » Logged

Sew weylos aryu-feir nez zolto
Wi-s tina zi-di mor ele-fi ro-eltyeir
deadabu
Titangers
LX - Senior
****

Reputation: 24
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.237

Everything is OK


Awards
« Reply #8 on: September 16, 2013, 03:40:50 pm »

Nah. Komik seperti hitman reborn udah pasti untuk dewasa nih. Tapi, aku liat anak smp beli komik gituan dari volume 1-4 di salah satu toko buku langganan saya tuh
Logged

Tak ada cerita yang selalu berakhir bahagia
asuna1991
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 527

mari kita berteman \(>_<)/


Awards
« Reply #9 on: September 16, 2013, 03:45:23 pm »

-link-edited- pelopor permainan Poker dengan menggunakan uang asli di Indonesia

woi woi jangan nge junk donk, udah berapa board yang kamu junk hah??
 
« Last Edit: September 18, 2013, 11:06:28 am by smartie » Logged

to Live Gratitude is to Touch Heaven...
P.Crayon
AWARD MISTERIUS
LX - Senior
*

Reputation: 38
Offline Offline

Posts: 1.569


Awards
« Reply #10 on: September 16, 2013, 03:55:03 pm »

Nah. Komik seperti hitman reborn udah pasti untuk dewasa nih. Tapi, aku liat anak smp beli komik gituan dari volume 1-4 di salah satu toko buku langganan saya tuh


Hitman Reborn itu komik remaja. Aslinya juga memang untuk remaja.

Jadi oke-oke aja anak smp beli komik ini..  Roll Eyes
Logged
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #11 on: September 16, 2013, 04:09:40 pm »

Bagus juga tuh idenya dian_z-senpai (^^)
Logo yang kayak di thread "Your Wishlist Comic" itu dipasang di sampul belakang komik  Grin
Cetaarp  *niru camo-senpai pas masang logo

Tapi mungkin musti ngurus ijin dan lain sebagainya yah (^^;)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
deadabu
Titangers
LX - Senior
****

Reputation: 24
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.237

Everything is OK


Awards
« Reply #12 on: September 16, 2013, 04:35:26 pm »


Hitman Reborn itu komik remaja. Aslinya juga memang untuk remaja.

Jadi oke-oke aja anak smp beli komik ini..  Roll Eyes
yah tapi m&c bilang itu komik dewasa katanya
Logged

Tak ada cerita yang selalu berakhir bahagia
BlueMaster
LX - Junior
**

Reputation: 26
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 217

Collect great manga every week, since 2013.. :3


Awards
« Reply #13 on: September 16, 2013, 04:45:59 pm »

(click to show/hide)

Apa mungkin bisa kalau beli komik Level harus nunjukkin KTP / semacamnya gitu? mikir

Ya mungkin agak repot, tapi bisa mencegah komik dibaca oleh anak2.. Anak2 yang belum punya KTP otomatis ga bisa beli, ortu yang ambil komik Level secara nggak sengaja (nggak tahu kalau komik Level itu untuk pembaca yang lebih dewasa) juga bakal ke-warning di kasir.. (Pengalaman dulu saya pernah dibelikan ortu komik romance terbitan Elexmedia waktu umur 6 tahun laugh)

Jadi software kasir di TB juga diset supaya otomatis waktu scan barcode muncul tanda kalau beli komik Level, supaya mengingatkan si kasir agar minta pembeli liatin KTPnya.. Dan mungkin bisa diterapkan nggak hanya untuk buku komik Level, tapi juga untuk buku2 lain secara lebih luas yang belum cocok untuk dibaca anak2..
Logged

mondareky
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 12



Awards
« Reply #14 on: September 16, 2013, 05:03:18 pm »

yah tapi m&c bilang itu komik dewasa katanya
nah ini menjadi masalaha baru lagi karena setiap orang memiliki rating yang berbeda-beda. diluar Hitman ribbon diklasifikasikan sebagai benar2 komik remaja.
yang menjadi masalahnya sekarang disini adalah masih belum jelasnya pengklasifikasian.
Karena diliat bagaimana pun hitman ribbon memang komik remaja. sedangkan untuk a town where you live, sebagai pembaca online dan pembeli komiknya untuk beberapa nomor memang remaja akan tetapi masuk di episode yang lebih besar sudsh dapat dikategorikan sebagai LEVEL komik, hampir sama dengan cage of eden.
Jadi sebaiknya pihak elex sebelum menerbitkannya juga melihat dulu isi ceritanya sehingga pengkualifikasiaannya menjadi jelas.
kalo dibilang hitman ribbon sebagai komik dewasa berarti bleach terbitan m&c juga tergolong dewasa donk. soalnya konten gambarnya hampir sama...........
« Last Edit: September 16, 2013, 05:05:12 pm by mondareky » Logged
cesarzc
LX - Member
***

Reputation: 6
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 356

wew...


Awards
« Reply #15 on: September 16, 2013, 05:13:13 pm »

kalau saya lihat dari berbagai komik level, kayaknya gak semua komik mengandung gambar ecchi dan sejenisnya, tapi justru karena ceritanya yang berat (ada juga sih gambar ecchinya, tapi sangat sedikit dan bukan bagian utama). terkejut juga pas lihat HOTD lolos buat diterbitin level comic..

kedepannya buat mencegah anak2 buka komik yang tidak sesuai umurnya, mungkin label dewasa di komik level itu perlu lebih diperjelas dan diperbesar. misalnya 30-50% cover depan di kasih tulisan: BACAAN DEWASA KHUSUS 17 TAHUN KE ATAS. atau di plastik segelnya di kasih stiker 17++. yang penting lebih jelas dan lebih besar.. tapi lebay juga ya  biggrin  dunno
Logged
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #16 on: September 16, 2013, 05:35:03 pm »

Sbtlnya kasus ini lbh mirip sm beli rokok dan atau minuman keras. Label dewasa kdg mrpkan daya tarik bg anak2 aplg ada kt2 menantang. Jd tertantang beli deh. Praktis mslh penempatan saja ya di TB utk level shrsnya ada di rak2 yg tersendiri. Zona dewasa. Bisa sj lbh tinggi posisinya. Dan kasir diksh awareness product knowledge ttg komik2 dewasa. Sosialisasi di media jg sifatnya msh informatif tp tdk memperingatkan parents.

Atau memperkerjakan editor yg nyensornya bener2 jago.

Tp naga2nya bentar lg kalau bkn dr phk penerbit yg berinisiatif, akn ada protes dr2 pihak2 lain.
Logged
SXTP
LX - Junior
**

Reputation: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 228


Awards
« Reply #17 on: September 16, 2013, 05:51:46 pm »

(click to show/hide)

Apa mungkin bisa kalau beli komik Level harus nunjukkin KTP / semacamnya gitu? mikir

Ya mungkin agak repot, tapi bisa mencegah komik dibaca oleh anak2.. Anak2 yang belum punya KTP otomatis ga bisa beli, ortu yang ambil komik Level secara nggak sengaja (nggak tahu kalau komik Level itu untuk pembaca yang lebih dewasa) juga bakal ke-warning di kasir.. (Pengalaman dulu saya pernah dibelikan ortu komik romance terbitan Elexmedia waktu umur 6 tahun laugh)

Jadi software kasir di TB juga diset supaya otomatis waktu scan barcode muncul tanda kalau beli komik Level, supaya mengingatkan si kasir agar minta pembeli liatin KTPnya.. Dan mungkin bisa diterapkan nggak hanya untuk buku komik Level, tapi juga untuk buku2 lain secara lebih luas yang belum cocok untuk dibaca anak2..

sebenarnya kalau komik dengan batasan umur tertentu mau diberikan batasan KTP, toko buku yang bersangkutan entah harus menerapkan sistem yang sama untuk buku-buku dewasa lain, atau tidak menerapkan sama sekali. (ngapain ngasih perlakuan khusus sama komik x?)

pada akhirnya masalah kayak gini bukan cuma jadi tanggung jawab penerbit doang, lucu kalau penerbit terus yang disalahkan karena beginian. orang tua jaman sekarang juga kan udah mulai modern, harusnya sih bisa ngerti kalau beberapa komik ga bisa dicerna anak-anak. tongue :p

dan sistem ala ESRB itu kayaknya bisa jadi improvement dari sistem komik remaja/dewasa sekarang, karena kayaknya masih cukup ambigu, beberapa komik elex tergolong kompleks dan butuh lebih dari label "remaja".

(anak-anak juga pengen cari jati diri dan kelihatan dewasa, jadi yah apapun yang terlihat "dewasa" ga akan menghentikan mereka lol)
Logged
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #18 on: September 16, 2013, 06:30:23 pm »

WAAHH....penuh dgn hal-hal yg mempertakut nih... Grin

kalo menurut pendapat gw sih, justru dari sinilah ortu harus terlihat "seolah-olah" memprovide anaknya dgn bacaan(dlam hal ini KOMIK), padahal dalem prosesnya Ortu juga sekaligus jadi "Penyaring" judul2 yg layak baca & yg nggak.... Cheesy

ini skedar share pengalaman gw aja sih  Grin (mantan anak bandel)
justru anak bakal lebih patuh sama ortu yg paham hobinya. Kitakan juga sesama pecinta komik & buku, jadi kita pasti lebih bisa ngasi pengertian sama (calon) anak kita kenapa mreka belum boleh baca suatu judul. Dengan gitu, mreka ga bakal ngerasa kalo kita cman asal nglarang...(cz ini alasan utama knapa anak g patuh sma ortu)

ide si @guguk untuk nambain rating juga bagus, cman kayaknya butuh diperbesar deh...spya maksudnya lebih tegas biggrin
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
akabenko
LX - Senior
****

Reputation: 6
Offline Offline

Posts: 1.216

Otaku Master


Awards
« Reply #19 on: September 16, 2013, 07:06:10 pm »

Masalah komik dewasa atau peratingan suatu komik memang suatu dilema. Kalau aku lebih baik serahkan ke tanggung jawabnya para pembaca komik pribadi. Artinya rating sebagai saran, kita sendiri yang menentukan

Post AutoMerge: September 16, 2013, 07:08:10 pm
Masalah komik dewasa atau peratingan suatu komik memang suatu dilema. Kalau aku lebih baik serahkan ke tanggung jawabnya para pembaca komik pribadi. Artinya rating sebagai saran, kita sendiri yang menentukan
« Last Edit: September 16, 2013, 07:08:10 pm by akabenko » Logged


Dengan Kekuatan Bulan Akan Menghukummu!!
deadabu
Titangers
LX - Senior
****

Reputation: 24
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.237

Everything is OK


Awards
« Reply #20 on: September 16, 2013, 07:08:33 pm »

Nah sama kayak ceritaku dulu waktu baru masuk smp nih. Pas mamaku dateng, mama tanya ke aku "kamu baca komik apa?". Aku bilang aja baca komik dewasa. Trus mamaku bilang, "kamu baca komik yang gak mendidik lagi yah. Ok mama bakar semua komik ini dan kamu mau baca apa terserah?" terus aku mau apalagi. Aku cuma bisa pasrah dan tenangkan diri. Yah jadi itu kesimpulannya kalau kita membaca komik, kita harus memperhatikan dulu ini komik yang bagus gak, ratingnya untuk semua umur dan remaja gak *ini khusus untuk dibawah 17 tahun ke atas* atau komik yang agak menatang dan dibaca khusus 17 tahun ke atas gak.
« Last Edit: September 17, 2013, 04:25:09 am by deadabu » Logged

Tak ada cerita yang selalu berakhir bahagia
bangjamal
LX - Junior
**

Reputation: 4
Offline Offline

Posts: 127


WWW Awards
« Reply #21 on: September 16, 2013, 07:52:45 pm »

Komik dewasa sekarang udah bertebaran, tapi rating di komik kan tulisannya 'Dewasa', bukan '17+'. Jadi sebenernya tergantung yang baca juga udah merasa dewasa atau belom
Soalnya, anak kecil tiap habis baca komik dewasa pasti ada beban pikiran juga... Misalnya baca komik dewasa yang smut, bisa jadi si anak kecil ngerasa berdosa. Atau mungkin baca gore, bisa jadi si anak kecil ngerasa ngilu sendiri.

Saya aja kelas 3 SMA, umur masih belom 17, tapi baca beberapa komik dewasa (Fight!! Ippo, Resident evil, Life, Limit, Future diary, Nube (yang kadang ratingnya D, kadang R), Deadman wonderland, Cage of eden, dan beberapa lainnya) dan orangtua saya tau saya baca itu, tapi tanggapannya biasa aja... Tapi saya meski udah hampir 17 tahun, sering menghindari komik dewasa yang smut karena nggak berani baca. Saya juga nggak berani baca beberapa komik yang menurut saya terlalu sadis, soalnya ngilu Grin

Baca komik dewasa juga sebenernya butuh keberanian... Kalau ada anak kecil yang sanggup baca komik dewasa, itu mungkin emang faktor pergaulan sama media sosial mungkin ya mikir
Logged
sulpher
LX - Member
***

Reputation: 4
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 362



Awards
« Reply #22 on: September 16, 2013, 08:02:12 pm »

Haha, orang tua jaman dulu kayaknya emang pada gitu ya, krn masih menganggap komik itu untuk anak2 atau bacaan yg nggak mendidik  Grin
Buat yg orang tuanya nggak ngeh dgn dunia manga, emang perlu punya kesadaran sendiri sih dlm memilih bacaan.

Setuju sm @meriana. saya pernah ngobrol jg dgn teman, kayaknya dibanding generasi sebelumnya, justru generasi skrg malah bisa lebih baik pengawasan dan bimbingannya. Soalnya anak2 bandel yg hobi baca komik dewasa skrg udah jd orangtua/ dewasa, dan tahu tips dan triknya anak2 bandel yg dilarang ortu  Grin
Jadinya mereka lebih susah buat bohong soal komik/buku dewasa yg mereka baca ( selain krn ortunya bisa jd ngikutin judul2 tsb )

@bangjamal
Jadi malu...saya waktu smp malah bandel baca nube, monster, yamiei, dll. Pengalaman pribadi sih, saya rasa bukan krn faktor pergaulan atau media sosial aja, tapi juga rasa ingin tahu. Saya baca monster waktu itu memang niat nyari cerita yg 'berat' sih...

Logged
Marsella Azuela
LX - Member
***

Reputation: 8
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 648


M.A.Z.U


Awards
« Reply #23 on: September 16, 2013, 08:46:07 pm »

Saya masih kelas 2 SMA dan tahun depan sudah 17 tahun :9
Tapi menurut saya asal bisa nyaring mana yang baik mana yang salah, udah jadi gak masalah, hehe...

*tersangka yang dibawah umur datang haha
Logged

Tolong Vote J-Novel di sini butuh 500!!!
Tolong Vote J-Novel di sini butuh 500!!!
bangjamal
LX - Junior
**

Reputation: 4
Offline Offline

Posts: 127


WWW Awards
« Reply #24 on: September 16, 2013, 09:30:50 pm »

@sulpher
Wah, saya malah baca Nube dari SD kelas 6 atau SMP kelas 1 gitu, itupun dibeliin orang tua
Jadi orangtua saya tau saya suka nonton anime Nube di TV (dulu sempet disiarin di TV), dan kebetulan orangtua saya nemu komik Nube nomer 15 di toko buku lama. Nah berhubung dulu komik Nube tuh jarang banget, akhirnya saya dibeliin, tanpa sepengetahuan saya lho padahal ada tulisan ratingnya D kalau nggak salah.
Nah tapi, pas saya pertama baca Nube, saya merasa biasa aja. Tapi pas saya udah agak tuaan dikit, baru ngeh kalau itu komik dewasa yang banyak fanservicenya...

Komik fight!! Ippo juga, saya koleksi dari SMP, dan orangtua saya juga bantu ngoleksinya karena nomer-nomer lama udah kelewat. Padahal fight!! Ippo jelas komik dewasa...

Kalau kata orangtua saya, "Kamu mah nggak usah dijagain, nanti juga dewasa sendiri. Asalkan dewasanya tepat waktu, nggak masalah."

Dalam konteks komik, kayaknya nggak perlu nungguin orang umurnya 17 tahun dulu supaya boleh baca komik dewasa, soalnya 'Dewasa' itu kan relatif, asalkan anak dibawah umur nggak jadi salah gaul gara-gara baca komik dewasa. Kecuali kalau emang ratingnya diganti '17+' atau '21+' (semacam minuman beralkohol gitu) pasti orang juga lebih was-was tiap mau beli komik Grin
Logged
Nanna
LX - Evangelis
*****

Reputation: 127
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 2.174



Awards
« Reply #25 on: September 16, 2013, 10:03:22 pm »

Sebenernya ini semua kembali lagi ke pribadi masing2.
Kalo baca komik 'dewasa' tapi dengan pikiran yang ga baik yah hasilnya ga bagus..

Tapi untuk anak kecil, perlu dikontrol dan diawasi, perlu diberi bimbingan mana yang boleh dan yang tidak. Apalagi soal buku bertema dewasa (dewasa cerita maupun dewasa gambar), orang tua perlu mengawasi bila perlu memeriksa dan menyaring dulu isi buku sebelum diberikan kepada si kecil. Kalo tidak cocok ya jangan diberikan.
Dari pihak TB juga perlu memisah judul2 untuk kategori anak2, remaja dan dewasa. Seperti di TB deket kampusku, komik terbitan LC dan 3L diletakkan terpisah dengan komik Elex dan m&c!, letaknya dipojok belakang. Dan raknya juga berbeda dengan rak Elex/m&c!. Walau menurutku kurang maksimal, tapi sudah mempertegas pemisahan rating itu.
Logged
sulpher
LX - Member
***

Reputation: 4
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 362



Awards
« Reply #26 on: September 17, 2013, 12:04:55 am »

@nanna
Saya pernah ketemu orang tua yg begitu di toko buku. Anaknya (sd) minta beli komik, tapi dilarang karena ada adegan kissu nya (serial cantik mnc). Akhirnya saya saranin buat beli miiko aja 

Kalau saya lihat di beberapa toko buku, walaupun penerbit macam elex, level, 3L dipisah raknya, sering untuk komik2 level yang baru terbit ditempatkan di depan dan bersebelahan, serta tempatnya gampang dijangkau   

Mungkin untuk terbitan baru level harus diletakkan di rak paling depan dan paling tinggi biar anak2 nggak salah ambil  Grin

Logged
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« Reply #27 on: September 17, 2013, 12:12:19 am »

pertama saya minta maaf dulu mas camo sudah bikin OOT

saya sudah baca pendapat yg ada disini kesimpulannya bahwa ortu lah yang harus lebih teliti memilah buku bacaan anat tapi 1 hal perkembangan zaman makin pesat anak" sekarang paling bisa bohongin ortu loh beda sama anak zaman dulu yang penurut bisa aja kan si anak bhongin orang tuanya dan sembunyiin itu komik dewasa
Logged
deadabu
Titangers
LX - Senior
****

Reputation: 24
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.237

Everything is OK


Awards
« Reply #28 on: September 17, 2013, 08:41:30 am »

Sebenarnya kalo saya mengingatkan aja nih. Anak kecil memang gak blh baca komik yang berbau dewasa gitu karena bisa-bisanya anak kecil nantinya akan meniru sifat-sifat yang pastinya berbau dewasa atau kalau diibaratkan sebatang rokok atau segelas bir aja dah
Logged

Tak ada cerita yang selalu berakhir bahagia
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #29 on: September 17, 2013, 09:16:28 am »

saya sudah baca pendapat yg ada disini kesimpulannya bahwa ortu lah yang harus lebih teliti memilah buku bacaan anat tapi 1 hal perkembangan zaman makin pesat anak" sekarang paling bisa bohongin ortu loh beda sama anak zaman dulu yang penurut bisa aja kan si anak bhongin orang tuanya dan sembunyiin itu komik dewasa

hahaahha...kejadian kayak gitu emang g terhindarkan sih (gw dulu juga gitu, beli komik sembunyi2)

Sekarang sih gw cman kepikiran 1 cara, caranya ya batasin uang saku si anak.
Biasanyakan kalo masi anak2, ortu selalu mbarengin pas beli ini-itu(termasuk buku & komik), otomatis kebutuhan dia akan uang saku 'kan juga dikit.. jadi lebih baik dibatasin aja supaya cuman cukup untuk jajan ato hal2 kecil yg lain. Dengan bgitu semoga mereka g bisa curi2 kesempatan dari kita untuk beli komik yg ga kita setujuin (yaaa dari pada nglarang mereka buat beli komik yg g sesuai umur & ujung2nya di bo'ongin,kan mending kita provide mereka dgn komik yg sesuai)
police Jangan lupa juga untuk slalu ngecek barang2 si anak entah pas ngrapiin barang2 mereka ato pas kapanlah..jadi kalo ada yg disembunyiin, entah itu barang pinjaman yg berbahaya ato yg dibeli, bisa ketauan police

*Kesannya mungkin agak jahat yaaa..masak uang sakunya dikit.. tapi kalo begitu kondisinya yaaa mau gmana lagi.. devil
Soalnya menurut gw sih, pihak penerbit & pemasar udah cukup berusaha bwat mencegah hal2 tentang penyesuaian konten komik dgn pembaca. Tapikan tetep aja sifatnya ga bisa memaksa, jdi ya dari pihak caregiverlah yg harus jagain si anak dgn cara yg sekreatif mungkin mikir
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
Nanna
LX - Evangelis
*****

Reputation: 127
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 2.174



Awards
« Reply #30 on: September 17, 2013, 09:43:53 am »

@Meriana
Uang saku dikit? Ga jahat itu, aku aja dulu ga pernah dikasi uang saku sama ortu. Tapi sejak masuk SMA baru dikasi uang saku (dan itu aku yang nyaranin ke ortu).
Dulu kalo mau apa, minta ke ortu. Kalo beli buku juga dulu sering ditemeni ortu jadi tau apa yang dibeli. Dulu lebih ditekankan untuk hidup hemat.

Jadi inget dulu pas SD,
Aku: "Ma, boleh beli buku ini?"
Mamaku: Diliat2 bukunya. "Ga, ga boleh."
Kutaruh lagi bukunya, mungkin mamaku liat judulnya ada tulisan 'kiss' makanya ga boleh ato mungkin liat harganya yang nyaris 20

*jadi nostalgia nih
Logged
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #31 on: September 17, 2013, 09:55:12 am »

Whoohoo.., seru yah, baca berbagai pendapat di sini.. (^^)
Setuju nih sama @bangjamal : "Dewasa itu relatif"

Ada anak yang bisa menyerap hal-2 dewasa & justru berakibat positif ( misal : lebih bertanggung jawab, lebih berhati-2 dalam pergaulan, dll )
Tapi ada juga tipe anak yang gampang 'terjerumus'

Buntut-2nya, komik di sini jadi bisa diumpamakan sebagai pisau, mau bersifat positif / negatif itu tergantung manusia penggunanya.
Kalo pisaunya dipake untuk nodong : jelas salah
Kalo pisaunya dipake untuk bikin salad buah : kita makan rame-2 
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #32 on: September 17, 2013, 10:23:28 am »

@Nanna
hahahaha..sebenernya gw dulu kalo uang saku juga duiiiikit buuuanget kok... buat beli 1 buku komik aja harus nabung dulu 2 mingguan kalo g mau ketahuan ortu

tapi kalo setau gw anak2 jaman sekarang tuh meskipun masi SD, tapi tiap minggu uang sakunya udah mencapai 3 digit angka sebelum ribuannya.. ada yg 100-150. Gw sampe bingung buat apa tuh duit banyak..makanpun sampe kelempok'an kali yaaa panda-squee

Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« Reply #33 on: September 17, 2013, 10:37:31 am »

Sebenarnya kalo saya mengingatkan aja nih. Anak kecil memang gak blh baca komik yang berbau dewasa gitu karena bisa-bisanya anak kecil nantinya akan meniru sifat-sifat yang pastinya berbau dewasa atau kalau diibaratkan sebatang rokok atau segelas bir aja dah
mengingatkan memperingatkan anak" dibawah umur buat tidak beli komik seperti itu mmhh kalau untuk anak yang patuh ok bisa diterapkan tapi buat anak yang tidak patuh justru semakin diingatkan semakin penasaran kenapa tidak boleh kenapa dilarang dan ujung"nya mereka tetep sembunyi" beli hal" seperti itu, pengalaman pribadi sih justru yang dilarang membuat saya semakin penasaran akan hal itu

@Meriana ide bagus buat calon orang tua ,, pembatasan uang jajan dan pengecekan bacaan anak tapi jika memang orang tuanya tidak sibuk dizaman sekarang terkadang orang tua sibuk sendiri dengan pekerjaannya anak jadi terlantar

terkadang saya rasa Orang tua yang selalu diberatkan akan hal" seperti ini tapi bukankah toko buku juga harus lebih selektif pada calon pembeli dan juga penerbit harus lebih teliti dalam pemberian rating ,, berarti ini bukan hanya masalah orang tua tapi ini masalah semua

Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #34 on: September 17, 2013, 10:44:07 am »

:) Pendapatku pribadi sih perlu disosialisasikan dengan anaknya sih oleh orang tua atau pihak yang didengerin si anak, karena kalau dengan tindakan represif dengan cara melarang paksa tanpa ada kesadaran anak mengapa dia BELUM boleh baca, jika bandel atau mau memberontak, banyak caranya untuk baca. Bisa pinjam dari teman/senior, baca di toko buku, online, dsb.

Dulu pernah aku lihat keponakanku yang masih SD mau buka Deathnote milik kakakku, kuajak ngobrol dan kujelaskan bahwa tidak semua komik untuk anak2. Dan dia bisa memahami hal itu, tentunya setelah itu kubelikan dia komik2 yang lebih cocok untuk umurnya, One Piece, Eyeshield 21, dan Kungfu Boy :)

Intinya sih, menurutku tidak hanya terbatas dalam buku, film, hal2 hiburan lainnya, tapi juga untuk aneka perilaku umum, peran orang tua atau saudara senior penting dalam membantu mengarahkan dan menjelaskan sih. Produk dapat mencantumkan berbagai peringatan dan label, distributor dapat melakukan berbagai strategi antisipasi. Tapi jika tetap tidak ada bimbingan yang benar bagi kesadaran anak, hal tidak bertanggung jawab tetap akan ada celah untuk dapat dilakukan si anak... Kejadian kecelakaan bermotor anak selebritis di bawah umur yang mencelakai banyak orang itu untuk ekstrimnya.

Seperti ajaran Confusius yang intinya, jika rakyat dapat memiliki edukasi tinggi dan arahan moral yang mapan, penegakan hukum tidak perlu lagi menjadi prioritas negara, sehingga negara dapat memprioritaskan hal lain yang lebih penting untuk kepentingan rakyat. Karena rakyat beredukasi dan bermoral, mereka menyadari mengapa hukum itu disusun dan mengapa harus dilaksanakan (dengan premis bahwa hukum yang ada tidak perlu dipertanyakan karena disusun dengan mengutamakan kepentingan rakyat).
Logged

Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #35 on: September 17, 2013, 10:55:46 am »

@Dekar_K
Betul2 ini memang masalah semua pihak & memang semua harus berusaha untuk melakukan yg mreka bisa buat mendidik anak kecil icon14 icon14

@Camo-senpai
couldn't agree more with Confusius!!! Setujuuu!!!!
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
deadabu
Titangers
LX - Senior
****

Reputation: 24
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.237

Everything is OK


Awards
« Reply #36 on: September 17, 2013, 11:08:20 am »

@camo setuju banget tuh kita harus memilih komik yang berkualitas, moralnya juga dapet donk (etc : Kenji, Naruto dll). Pokoknya setiap selesai membaca komik kesukaan anak-anak ambil hikmah positif yang kita dapet dari bacaan tsb. Jangan ambil negatif yah. Oh... Iya komik-komik seperti Beelzebub itu seharusnya ratingnya Dewasa kan. Komik ini kan ceritanya tentang sekolah, tawuran dan ibliskan. Kalo anak kecil baca gituan nanti gimana ke depannya. Kalo udah gede apa mau jadi preman, suka tawuran gitu. Gimana pendapat kalian mengenai ini? Aku saranin komik Beelzebub itu dikhususkan utk Dewasa aja. Gimana setuju gak?
Logged

Tak ada cerita yang selalu berakhir bahagia
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« Reply #37 on: September 17, 2013, 12:24:37 pm »

ah saya terlalu kritis kalau menaggapi hal begini seperti post saya sebelumnya ini masalah kita semua agar tidak ada anak" yang membaca komik dewasa tapi satu hal mungkin kedepannya bisa ada suatu sistem pembelian komik komik ber genre 17+ agar tidak semua orang bebas membelinya

oh ya satu hal lagi, Tentu Elex atau LC penah mendapat keluhan tentang hal sepeti ini dari pihak orang tua kan ?? nah apa dari tahun ketahun makin banyak atau tidak ? karna saya kira tahun ini mugkin komik ber genre dewasa makin gampang masuk ?
Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #38 on: September 17, 2013, 02:57:46 pm »

Kalau sistem, mungkin bisa dibuat, cuma belum tentu akan dituruti masyarakat umum sih. Seperti kata NightSide di halaman sebelumnya untuk rating di TV, begitu pula rating di bioskop. Walau sudah ada rating dewasa, tetap saja ada yg bawa anak2 nonton film yg bersimbah darah...

Mengenai keluhan, ada sih, cuma menurutku tidak bertambah banyak tapi sama saja. Dan malah keluhan yg masuk terkadang tidak mengena. Contohnya pernah ada ibu2 yang protes kalau cover komik ini pornografi dan ribut minta toko buku menarik komiknya (yg padahal bestseller) serta memberikan surat permintaan maaf tertulis. Berikut ini cover komik yang dimaksud:

(click to show/hide)
« Last Edit: September 17, 2013, 02:58:52 pm by camolatte » Logged

dian_z
LX - Member
***

Reputation: 15
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 296

I like genre manga which breaks its genre boundary


WWW Awards
« Reply #39 on: September 17, 2013, 05:15:44 pm »

Kalau sistem, mungkin bisa dibuat, cuma belum tentu akan dituruti masyarakat umum sih. Seperti kata NightSide di halaman sebelumnya untuk rating di TV, begitu pula rating di bioskop. Walau sudah ada rating dewasa, tetap saja ada yg bawa anak2 nonton film yg bersimbah darah...

Memang belum tentu akan dituruti semua masyarakat. (curcol mode: kemarin pas nonton Kick-Ass 2 ada aja yang bawa anak-anak sekitar umur SD cewek cowok, duh).
Kurasa tujuan awalnya membuat kejelasan sasaran pembaca komik dulu: paling terpikirkan sih pake sistem rating. Dan gak harus kayak yang di thread wishlist (kalau dipikir-pikir malah njlimet ntar terlalu membingungkan). Mungkin cukup dengan tulisan "Dewasa/Remaja/Semua Umur".
Harapannya bisa mempermudah orang tua yang concern sama bacaan anaknya untuk mengawasi judul-judul yang mereka baca/koleksi.

Kalau tujuannya mengubah cara berpikir masyarakat atau orang tua yang kurang peduli dengan bacaan anak-anaknya (I mean, kayak yang bawa anak umur 10 tahunnya nonton Kick Ass 2) memang susah.
Juga mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lain seperti orang tua tidak tahu atau 'anak cerdik'.

Paling tidak mencoba membantu orang tua-orang tua yang peduli dengan menfasilitasi kejelasan sistem rating. Setelah penerapan misalnya sistem rating yang dipertimbangkan dengan matang, berikutnya sudah menjadi bagian tanggung jawab orang tua untuk sosialisasi dst.

Kalau ada usaha lebih lanjut, yep aku juga setuju sama diadakannya sosialisasi mengenai jenis-jenis sasaran pembaca komik.
« Last Edit: September 17, 2013, 05:16:55 pm by dian_z » Logged

Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #40 on: September 17, 2013, 05:46:56 pm »

awalnya cuma jadi pembaca, tapi lama2 tergelitik untuk sumbang suara

bisa ada suatu sistem pembelian komik komik ber genre 17+ agar tidak semua orang bebas membelinya
kayanya belum tentu juga dengan adanya semacam "sistem" itu pembelian akan terbatasi.. yang menjual komik itu bukan cuma jaringan toko buku loh, di sekitaran kampus ada banyak lapak yang jual komik
kalaupun someday ada sistem di toko buku sehingga anak di bawah umur ga bisa beli komik, penjual2 di lapak itu ga bakalan peduli sama aturan itu... peduli setan, yang penting gw untung

contoh gampang : rokok... saya pernah terpaksa beli kebutuhan "wanita" di warung pinggir jalan, barengan sama anak SD (masih pake seragam) yang beli rokok
toh si ibu ga ada peduli, tetep aja dikasih tuh, malah pas tu anak minta korek disodorin juga...
jadi menurut saya, masalah ini bukan cuma urusan penerbit - toko buku dech... seperti yang pernah disinggung k' camo, masyarakat secara umum harus diedukasi
kita sebagai orang tua juga harus aktif membatasi (kalau ga bisa menangkal), seperti saran teman2 yang lain... membatasi uang jajan, kasih pengertian, liat2 teman anak kita (kadang kita udah jaga bae2 di rumah eh... di luar gaul ama hentai maniak misalnya, yah jebol juga kita  ), dan soal bohong... kayanya kalo anak kita ngerasa kita temen, dia ga bakal ngebohong d, terbuka2 aja  Grin
soalnya saya ga bisa ngebohong sama nyokap... karena berasanya nyokap tuw temen, hobi ngomik saya juga cuma beliau yang tau

sorry kalo ada kata2 yang menyinggung


Logged

I may fall down but thats not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« Reply #41 on: September 18, 2013, 07:07:27 am »

@lee @dian_z @camolatte ah saya lupa  di indonesia kadang" peraturan hanya pajangan saja  mikir bener kata @lee yang jual komik bukan hanya toko buku tapi banyak yang lain juga mmhh berarti disini beban orang tua lagi dong yang makin besar

@camolatte cover itu juga pernah buat temen kerja saya kira itu buku porno  berarti bener masih banyak orang tua diluar sana yang anggap komik itu buat anak kecil dan tidak tahu rating  mikir berarti masalah rating dulu yang harus diperjelas ya ???
Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #42 on: September 18, 2013, 09:19:49 am »

Selain seputar rating, persepsi bahwa "Komik adalah bacaan anak kecil" pada orang2 dewasa perlu diluruskan ^_^

Sebenarnya jika semua yg menyukai komik bisa menularkan atau mengedukasikan komik ke orang dewasa non-pembaca komik di sekeliling kita bahwa "Ada lho komik yang utk org dewasa, bahkan ada cocok dengan seleramu. Coba deh baca ini.", misal 1 orang dewasa per bulan, lama2 bisa berubah koq.

"Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."
~ Soekarno


...apalagi kalau bayangkan bukan diberi sepuluh tapi ribuan PECINTA komik sejati :D
« Last Edit: September 18, 2013, 09:22:12 am by camolatte » Logged

otherside
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 35


Awards
« Reply #43 on: September 18, 2013, 10:09:25 am »

setuju nih sm om camo..
persepsi "komik adalah bacaan anak kecil" itu harus diluruskan..
karena gak semua komik adalah bacaan anak kecil.
beelzebub, naruto dan msh bnyk lg itu juga bukan komik yg ditujukan untuk anak2, karena di dalamnya terdapat bnyk unsur kekerasan.
mungkin lebih keremaja kali ya.
jd sebagai org tualah yg punya peranan penting disini sebagai pemilah yg baik untuk anak2nya. tentu dengan penjelasan dan pengertian untuk anak2nya.
Logged
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #44 on: September 18, 2013, 10:42:58 am »

Wahaha.., emang persepsi masyarakat tentang komik & pembacanya itu kadang 'lucu-2' (^^)
Sampe berbusa aku ngejelasin ke temenku kalo ada komik dewasa, kayak Nurse Aoi, Black Swindler, dll, yang ceritanya berbobot,
tapi dia udah terlanjur ngeremehin, padahal dia dulu juga suka komik.

Pernah juga aku dibilang "Nanti pikirannya terganggu tuh, kalo kebanyakan baca cerita khayalan " sama temen satu kos.
Mana yang ngomong itu anak kuliahan yang notabene lebih muda dari aku
Itu asli aku sampe gak bisa ngomong apa-2 saking shock-nya 

Sekarang lagi mengedukasi ibu dengan komik New Black Swindler  Grin
Guguk : Jadi ati-ati kalo sampe ada yang telepon nawarin ini-itu, jangan ditanggapin...
Ibu : Oo.., gitu yah. Elu tau penipuan kayak gitu dari berita di TV?
Guguk : Nggak.., tau dari komik   Grin  Hehe...
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« Reply #45 on: September 18, 2013, 11:02:02 am »

seru juga cara @guguk meng edukasikan ibu" hahahah

kalau saya sih setiap shift malam & Siang selalu bawa komik dan pasti dipinjem  disitu sekalian jelasin ke temen
Logged
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #46 on: September 18, 2013, 03:34:50 pm »

Setuju2!!!!!  icon14 icon14
Memang banyak banget pengetahuan yg gw dapet setelah baca komik, entah itu yg bersifat moral value atopun murni pengetahuan seperti kayak yg di Chef Mitsuboshi, Detektif Conan, Naruto, Yakitate Japan, Nadeshiko Club, and many more!!!

Yaaahh menurut gw sih setidaknya konten komik yg sesuai dengan pembaca itu jauuuuhhh lebih berguna ketimbng sinetron2 di TV Grin
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
bangjamal
LX - Junior
**

Reputation: 4
Offline Offline

Posts: 127


WWW Awards
« Reply #47 on: September 18, 2013, 04:11:18 pm »

Saya juga pernah ngalamin hal yang sama kayak guguk,
temen saya bilang, "Larut amat kalau udah baca komik"
soalnya saya emang nggakbisa diganggu kalau udah ada komik ditangan, bahkan dipanggil beberapakali pun kadang nggak denger sama sekali

Tapi emang banyak trivial info yang bikin kita jadi tau banyak hal dalam komik, misalnya jadi tau beberapa kosakata jepang, tau beberapa budaya jepang, tau nama makanan jepang, tau nama tempat-tempat di jepang, dll. Hal ini yang bikin orangtua saya nggak ngelarang baca komik apapun, bahkan komik dewasa sekalipun.

Kalau soal pembatasan uang jajan itu... Kayaknya lebih baik jangan dibatasin, tapi sebagai gantinya, suruh si anak buat ngumpulin bon setiap dia jajan diluar sekolah. Jadi kan orangtua bisa liat si anak itu diluar sekolah jajan apa aja (termasuk komik)

Soalnya dulu saya pas smp, tiap minggu harus nyatet pengeluaran dan ngumpulin bon kalau beli komik atau ke minimarket. Kalau sampe sisa uang jajan sama laporan pengeluaran yang saya kasih ke orangtua saya nggak sesuai, uang jajan saya dipotong selama sebulan.

Dengan hal itu, orangtua dari anak yang suka baca komik jadi bisa tau komik apa aja yang dibeli anaknya

Post AutoMerge: September 18, 2013, 04:12:04 pm
Logged
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #48 on: September 18, 2013, 05:31:51 pm »

betul.. betul.. betul..
dulu sailor moon sangat membantu saya ngapal nama2 planet loh, sekalian pembagian mana planet dalam mana planet luar

pas awal kan yang kluar duluan sailor moon, merkurius, mars, jupiter sama venus... pas banget kelima planet itu masuk tataran planet terdalam
trus saturnus, uranus, neptunus sama pluto pas banget planet luar
dan ternyata 3 sailor tambahan (fighter, healer, maker) itu gugusan bintang di galaksi mana gitu (lupa, hehehe)

doraemon juga banyak ngasih inspirasi  heartbeat
Logged

I may fall down but thats not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
dennisgon
LX - Member
***

Reputation: -3
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 447

mencoba sesuatu


WWW Awards
« Reply #49 on: September 18, 2013, 08:38:39 pm »

biasanya persepsi "Komik adalah bacaan anak kecil" banyak dianut oleh orang tua jaman dulu.
Ibuku juga sama anggep komik bacaan anak kecil. Makanya saya sering diaangep belom dewasa :D. Tapi persepsi ini emang harus diluruskan mungkin jangan cuman ditulis dewasa doang di covernya tapi ditulis umur minimalnya di tpt yang mudah terbaca. Sebenernya masalahanya sama kaya masalah-masalah di tv sulit untuk di kontrol. yah jadi peran orang tua buat ngecek komik yang dibeli anaknya sebelum ke kasir. Saya juga pernah sih beli airgear pas baru pertama keluar :D masi kelas 1 SMA (kenakalan remaja :D)

tapi komik-komik edukasi kayanya harus lebih banyak di terbitin elex. terutama komik-komik yang yang bertemakan meraih cita-cita kaya bakuman, yakitate japan, dr koto. soalnya aku liat saudara-saudara ku yang sudah mulai smp susah buat nentuin cita-citanya
Logged

Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #50 on: September 20, 2013, 09:47:16 am »

Wahaha.., emang persepsi masyarakat tentang komik & pembacanya itu kadang 'lucu-2' (^^)
Sampe berbusa aku ngejelasin ke temenku kalo ada komik dewasa, kayak Nurse Aoi, Black Swindler, dll, yang ceritanya berbobot,
tapi dia udah terlanjur ngeremehin, padahal dia dulu juga suka komik.

Pernah juga aku dibilang "Nanti pikirannya terganggu tuh, kalo kebanyakan baca cerita khayalan " sama temen satu kos.
Mana yang ngomong itu anak kuliahan yang notabene lebih muda dari aku
Itu asli aku sampe gak bisa ngomong apa-2 saking shock-nya  

Sekarang lagi mengedukasi ibu dengan komik New Black Swindler  Grin
Guguk : Jadi ati-ati kalo sampe ada yang telepon nawarin ini-itu, jangan ditanggapin...
Ibu : Oo.., gitu yah. Elu tau penipuan kayak gitu dari berita di TV?
Guguk : Nggak.., tau dari komik   Grin  Hehe...

AGak  Oot tapi setiap org punya bakat imajinasi yg berbeda, mungkin temanmu itu orgnya serius/kurang imajinatif/ kurang kecerdasan visualnya  jadi buat dia segala sesuatu yg diekspresikan terlalu visual sulit dinikmati, dianggap terlalu khayal..
Logged
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #51 on: September 20, 2013, 10:48:55 am »

@Aquilamarine : Hehe.., bijak sekali pandangan senpai (^^) Betul juga yah...
Aku waktu itu shock-nya karena dia kira pikiranku bakal terganggu gitu  Grin
Pengen ngejawab waktu itu, "Kalo pikiran mah udah terganggu dari dulu.., gak ada hubungannya dengan komik / buku cerita! "    Malah bisa-2 tambah ruwet (^^;)

Balik ke topik :
Ngg.., fanservice itu... Walau kita paham kenapa 'itu' ada dan bahwa sebenarnya cerita yang bagus gak tergantung sama 'itu'..
tapi sebenarnya FS cukup bikin komik dipandang sebelah mata oleh masyarakat awam, dan kita juga rada kesulitan untuk menjelaskannya.
* * *

Tapi, dalam hal komik New Black Swindler, aku cukup berhasil, tadi pagi telepon ibu, ngingetin lagi soal telpon-2 aneh yang menjurus ke penipuan,
trus ibu bilang, "Yaa~ ada gunanya juga lu beli komik... "
Padahal selama ini ditentang abis-2an..,   girang deh rasanya disetujui (^^)
« Last Edit: September 20, 2013, 10:51:19 am by guguk » Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
flagantz
LX - Member
***

Reputation: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 337


Awards
« Reply #52 on: September 25, 2013, 07:35:03 pm »

huff cape jg baca 3 halaman dgn post panjang2 gini di hp.

well sebenernya mao nulis agak panjang sih cuman agak repot jg di hp. tapi balik lagi pertama2 kita harus definisiin anak2 itu usia berapa sampe berapa, remaja usia brp, dewasa itu yg berapa.

karena kita ngak bisa masukkin semua pukul rata. contoh diatas onee piece, naruto, dsb itu konsumsi anak2 sampe remaja walau ckp banyak dewasa yg ngikutin karna udah 10tahun lbh running. background story mmg ngak cetek tapi penyampaian cerita cukup ringan, mudah dikonsumsi sama anak2. sebaliknya deathnote memang bukan ditujukan buat anak2 tapi remaja yg udah cukup banyak baca literatur udah cukup mengkonsumsi tapi ragu juga anak2 bakalan baca karena mereka nyarinya yg keren atau bisa wow cepet dibaca dll.

FS atau fanservice memang bikin komik yg terbit disini agak rancu, sbg contoh Gurrrn Laggan masuk rating dewasa karena fs ini. tapi ceritanya bisa dibilang ngak seberat komik level lainnya.  St. seiya juga kyknya agak biasa untuk dimasukin ke level. tapi itu pertimbangan

lanjut next time ah kalo ada kompie.... pegel
Logged
csryan
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 2


Awards
« Reply #53 on: September 25, 2013, 09:47:36 pm »

 lol wah, umur saya 16 (bentar lg 17)
saya mengikutin komik / manga rating LC (walau gk semuanya)
tetapi saya juga koleksi komik remaja kayak TWGOK, One Piece, dan Naruto sih :D

kenapa saya ikutin komik rating LC
simple sih
saya bukan mengincar fanservice, atau horornya
saya membeli manga/komik tsb karena saya mengikuti anime nya (*penikmat anime juga soalnya, hehe)
LC yg saya ikuti saat ini The Future Diary, HOTD, dan Attack on Titan
sisanya komik remaja semua :3
Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #54 on: September 26, 2013, 08:49:11 am »

Hmm... Csryan, apakah pernah merasa terganggu atau risih ketika membaca konten2 dewasa yang ada di komik tersebut?
Logged

csryan
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 2


Awards
« Reply #55 on: September 26, 2013, 03:43:30 pm »

Hmm... Csryan, apakah pernah merasa terganggu atau risih ketika membaca konten2 dewasa yang ada di komik tersebut?
  tidak, bagi saya bagian terpenting dalam komik adalah alur cerita yg menarik
LC yg saya pilih juga bukan asal2an :D
*walau dulu pernah iseng beli LC, tapi gk ngerti alurnya gmana -_-"

dan kenapa sekarang saya tertarik membeli LC?
ya, karena LC yg saya beli saat ini
berdasarkan anime nya yg pernah saya tonton :D

LC yg saat ini bakal saya koleksi sampe tamat cuma : AOT, HOTD, The Future Diary (cuma 3 ini aja yg saya ngerti alur ceritanya) lol

tapi jangan salah paham dulu, bukan berarti saya lebih tertarik mengkoleksi LC -_-
kebanyakan koleksi saya komik remaja kok
kayak : komik TWGOK, Takkoku, Pui Pui,  One Piece, Beelzebub, dll :D
Logged
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #56 on: September 26, 2013, 03:59:34 pm »

@csryan : Tenang aja (^^) wajar koq kalo ngikutin komik karena tertarik setelah nonton anime-nya
Dan selama jalan cerita komiknya nyambung sama jalan pikiran kita, pasti tertarik untuk baca dan koleksi (^^)

Soalnya yang disebut "Dewasa" itu tidak tergantung umur ( IMHO ).

"Dewasa" itu dilihat dari perbuatan kita dan kesanggupan kita mempertanggungjawabkan perbuatan kita tersebut.

#Duh, berfilsafat lagi nih   Grin  Yah, maklum saja, guguk sudah tua 

*guguk-yang-masih-suka-baca-Doraemon-dan-Kobochan * (^^)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
iklivin
LX - Babes


Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 26


Chase The Dream


Awards
« Reply #57 on: October 30, 2013, 04:30:11 am »

ikutan nimbrung ah :hoho:
masalah distribusi komik 17+ ato ke atas itu udah masuk tanggung jawab masing-masing sama peran orang tualah
kan beberapa komik terutama LC sendiri udah ngasih tau komik dewasa, di m&c juga belakangnya udah ada ratingnya sama halnya sama Elex
tapi dulu ane pengen beli air gear sama black cat disuruh pake ktp -,- mau ga mau nitip sama abangnya temen
make sistem itu buat pengkhususan beli komik yang ratingnya gitu juga ga apa, tapi bisa nurunin penjualan loh
terus beberapa komik di jepang yang ecchi sendiri emang dikhususkan untuk remaja 15 tahun ke atas, di jepang konten itu udah dianggap lumrah contoh: school rumble, kimi no iru machi, to love-ru (di Indonesia belom terbit dan dia sendiri masuk shonen jump)
ada juga komik yang pake unsur ecchi buat komedi ato bumbu pelengkap contoh: yozakura quartet, yumekui merry
masalah diprotes itu udah tanggung jawab si pembeli "kenapa mau beli?" bukan masalah dari penerbit

nb: maaf contoh komiknya sedikit soalnya ga banyak koleksi komik yang terbit di Indonesia ==b
Logged

Believe yourself, because if you can't believe yourself, there's no one will believe you
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #58 on: November 13, 2013, 05:43:03 pm »

(click to show/hide)

Apa mungkin bisa kalau beli komik Level harus nunjukkin KTP / semacamnya gitu? mikir

Ya mungkin agak repot, tapi bisa mencegah komik dibaca oleh anak2.. Anak2 yang belum punya KTP otomatis ga bisa beli, ortu yang ambil komik Level secara nggak sengaja (nggak tahu kalau komik Level itu untuk pembaca yang lebih dewasa) juga bakal ke-warning di kasir.. (Pengalaman dulu saya pernah dibelikan ortu komik romance terbitan Elexmedia waktu umur 6 tahun laugh)

Jadi software kasir di TB juga diset supaya otomatis waktu scan barcode muncul tanda kalau beli komik Level, supaya mengingatkan si kasir agar minta pembeli liatin KTPnya.. Dan mungkin bisa diterapkan nggak hanya untuk buku komik Level, tapi juga untuk buku2 lain secara lebih luas yang belum cocok untuk dibaca anak2..

bener juga sih.tapi kalau kalian liat komik remaja itu seharusnya lebih banyak attentionnya.soalnya kalau dilihat kaya komik forbidden angel dll itu lebih bahaya dari komik dewasa.Biasanya komik dewasa malah cuman ada sadisnya aja ga kaya yang komik remaja
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
hime123
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 26


Fokus Gaming


Awards
« Reply #59 on: November 15, 2013, 10:38:54 pm »

Wah, setelah melihat thread ini, saya baru tahu kalau saya adalah anak yang paling muda ngikutin LC. Saya masih SMP :D . Ada beberapa hal kenapa saya ngikutin LC yg pasti karena gorenya.. Nggak berani baca H.O.T.D selain takut kena marah ortu juga takut sama Tuhan yang selalu melihat kita. Komik LC yg aku baca cuma Future Diary sama Attack on Titan dan ortu tahu saya baca komik dewasa. Tapi malah dibolehin.
Logged
kindnessneko
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 30


insan kostan rantauan


WWW Awards
« Reply #60 on: November 17, 2013, 06:19:01 am »

Boleh ikutan? *maaf ganggu atau menyinggung m(_ _)m
ini hanya pendapat saya. Karena kesempurnaan bukan datang saya.

Saya siswi kelas 2 SMA, umur 16. Beli-beli komik udah dari kelas 5 SD (Sempet di stop karena ikutan UN =_=)
Saya menganggap kalau komik untuk dewasa itu yang ada "Kissu-Kissu" nya, atau mungkin lebih dari itu (You know what lah) Karena untuk anak seperti saya ini dan tinggal dengan budaya Indonesia, adegan seperti itu memang belum sepantasnya dilihat oleh anak di bawah umur.

Pemberian ranting dewasa pada komik belum tentu karena adegan-adegan fanservice cewe-cowo saja, tapi bisa jadi karena story.

Misalnya saya Hitman Reborn, kenapa bisa ada di mnc kalau ternyata itu ranting dewasa? Padahal itu cerita anak smp yang kece-kece? Menurut saya karena komik ini mengandung unsur mafia-mafia an, terus ada adegan tembak-tembakan atau ledakan-ledakannya. Yang nanti kesananya juga ada pertarungan gitu.

Lalu Attack on Titan. Diterbitkan oleh LC yang memang ranting D. Karena ada banyak tebas-tebas, makan-memakan, serta bertarung. Dan itu dikemas dengan sangat jelas (contohnya saat titan makan mamah eren)

Ditakutkan, anak-anak sekarang beli komik sesuka mereka. Jadi di kasih ranting D agar mereka lebih teliti dan tidak meniru adegan berbahaya dalam komik tersebut.

Lalu, saya juga belum pernah ditegur membeli komik beranting D seperti KHR dan AoT oleh para mbak-mbak dan mas-mas kasir nya. Padahal kalau mereka peduli, pasti akan ditanya kenapa beli ini dan untuk apa.

Jadi menurut saya, sebaiknya sebagi pembeli yang baik, ada kala nya kalau kita memilih sesuatu dengan bijaksana dengan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Kalau memang beberapa komik dewasa itu benar-benar dewasa, ya jangan di beli. Apalagi di baca sembunyi-sembunyi. Sama halnya dengan kita nonton anime lho~
Logged

stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #61 on: November 17, 2013, 11:11:51 am »

aku selalu baca komik dewasa yang tentang dokternya aja kaya lucifer right hand dan K2.Aku ga suka baca yang sampai sesadis itu.Lagi pula kalau ratingnya d kan blom tentu ga layak dibaca anak dibawah umur dengan catatan:anak itu juga harus tau mana yang ga boleh ditiru
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Cio
LX - Junior
**

Reputation: 3
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 173


.....


Awards
« Reply #62 on: November 26, 2013, 05:00:03 pm »

Hmmm, sebagai pecinta komik juga jadi pengen kasih pendapat juga.

Saya sebagai pecinta komik sejak baru bisa baca hingga dewasa saat ini selalu (untungnya) mendapat perhatian dari ortu mengenai apa yang yang saya baca, jadi walaupun penjual komik tidak peduli akan aapa yang kita beli, ortu adalah yang paling berperan dalam pengawasan ini. Percuma saja kok walaupun penjual melarang, tetep saja malahan akan disiasati oleh si anak, makanya ortu adalah yang paling berperan.

Tapi yang terpenting di sini adalah pengertian mengenai apa itu sebenarnya 17+, kebanyakan orang mengartikan 17+ adalah porno, padahal 17+ di sini adalah DEWASA yang mana BELUM TENTU porno, kekerasan yang berlebihan atau sejenisnya. Dan yang TERPENTING, 17+ bukan berarti SELURUH CONTENTnya JELEK/MENJERUMUSKAN, namun banyak juga yang justru mengandung NILAI POSITIF/PESAN MORAL nya. Selama pemilihan ELEX/LEVEL bijaksana, menurut saya tidak akan jadi masalah, pro kontra akan selalu ada, namun jika nilai positifnya lebih dominan, saya rasa justru bagus, jujur saya justru mendapatkan banyak sekali pelajaran dari komik, baik yang biasa maupun yang dewasa.

Pertanyaan terakhir adalah apakah saat ini ELEX/LEVEL sudah cukup bijaksana dalam pemilihan/pengkategorian ELEX/LEVEL? Saya bisa akan sudah sangat bijaksana walaupun masih ada beberapa judul komik yang saya rasa salah masuk ke ELEX, tapi kembali lagi itu adalah peran ortu untuk bisa memperhatikan anak-anaknya. ELEX/LEVEL sebagai produsen, dan sudah memeberikan batasan konsumen yang seharusnya membeli sudah bagus menurut saya, tinggal peran ortu saja sebagai pengawas anak-anaknya.
Logged

The Mad Hatter
LX - Junior
**

Reputation: 3
Offline Offline

Posts: 119


Awards
« Reply #63 on: November 26, 2013, 07:26:14 pm »

Hmmm, sebagai pecinta komik juga jadi pengen kasih pendapat juga.

Saya sebagai pecinta komik sejak baru bisa baca hingga dewasa saat ini selalu (untungnya) mendapat perhatian dari ortu mengenai apa yang yang saya baca, jadi walaupun penjual komik tidak peduli akan aapa yang kita beli, ortu adalah yang paling berperan dalam pengawasan ini. Percuma saja kok walaupun penjual melarang, tetep saja malahan akan disiasati oleh si anak, makanya ortu adalah yang paling berperan.

Tapi yang terpenting di sini adalah pengertian mengenai apa itu sebenarnya 17+, kebanyakan orang mengartikan 17+ adalah porno, padahal 17+ di sini adalah DEWASA yang mana BELUM TENTU porno, kekerasan yang berlebihan atau sejenisnya. Dan yang TERPENTING, 17+ bukan berarti SELURUH CONTENTnya JELEK/MENJERUMUSKAN, namun banyak juga yang justru mengandung NILAI POSITIF/PESAN MORAL nya. Selama pemilihan ELEX/LEVEL bijaksana, menurut saya tidak akan jadi masalah, pro kontra akan selalu ada, namun jika nilai positifnya lebih dominan, saya rasa justru bagus, jujur saya justru mendapatkan banyak sekali pelajaran dari komik, baik yang biasa maupun yang dewasa.

Izin ikut nimbrung ya.  wave
Saya juga setuju sih. Komik yg masuk LC bukan brarti selalu penuh fs nya atau penuh kekerasan. Jalan cerita yang lebih mengarah ke cerita dewasa dan nggak mengandung unsur sadis, gore, maupun fs juga banyak. Dan dalam kasus saya, komik LC justru lebih banyak ngasih pesan moral ketimbang komik elex yg untuk remaja.
Emang bikin bingung sih masalah ini. Kcuali kalo rating LC yang dewasa (D) dibagi-bagi lagi jadi: (Dewasa 17+) dan (Dewasa/BO). Tapi itu malah bikin tambah ribet. (Malah jadi kyk rating film).  mikir
Logged
ahoonk
LX - Babes


Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 16


Awards
« Reply #64 on: November 29, 2013, 02:49:28 pm »

anu.... mas saya mau tanya itu kok di didalam komik untuk rating dewasa (17+) kok turun level jadi remaja (13+)... dan terlalu banyak sinar dewa dan tulisan yang seharusnya tidak pada tempatnya -_-"

saya sebagai pecinta manga jadi merasa gimana gitu ya... :)

hehehehe...
makasih atas perhatiannya, thanks
Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #65 on: November 29, 2013, 03:36:12 pm »

anu.... mas saya mau tanya itu kok di didalam komik untuk rating dewasa (17+) kok turun level jadi remaja (13+)... dan terlalu banyak sinar dewa dan tulisan yang seharusnya tidak pada tempatnya -_-"

saya sebagai pecinta manga jadi merasa gimana gitu ya... :)

hehehehe...
makasih atas perhatiannya, thanks
Judul apa ya yang dimaksud? :)
Logged

ahoonk
LX - Babes


Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 16


Awards
« Reply #66 on: December 01, 2013, 10:34:07 am »

Judul apa ya yang dimaksud? :)

_______________________________________

judulnya kimi no iro machi (a town where u live)
Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #67 on: December 02, 2013, 09:56:57 am »

judulnya kimi no iro machi (a town where u live)
Ow, iya maklum karena banyak konten sensitif yang perlu diretouch supaya layak terbit dengan norma dan nilai di Indonesia :)
Logged

ahoonk
LX - Babes


Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 16


Awards
« Reply #68 on: December 08, 2013, 12:14:43 am »

ya kalau gt mending jgn di terbitin aja deh.. cos setau saya kimi mo iru machi banyak mengandung unsur "ecchi keatas"
karena tema dari cerita itu sendirikan di khususkan buat pembaca dewasa .
dan buat kasih masukan aja, genre dari komik ini sendiri kan: Drama, Romance, School Life, Shounen, ecchi, adult. yang sudah pasti banyak mengandung unsur sara dll. -_-

kapan otaku indo bisa majunya yah T^T



Post AutoMerge: December 08, 2013, 12:26:02 am
n tambahan soal komik kimi no iru machi, itu nanti di volume-volume tengah sampai akhir nati bakalan banyak konten yang adult banget (maaf tapi "seperti sex dan sebagainya") apa gpp tuh di lanjutin? 

orang yang cuman keliatan oppai aja kena sinar dewa apa lagi yg gituan? apa nanti 1 lembar (tiap panelnya cuman ada gambar putih polos sama balon katanya aja, dan tanpa penggambaran karakternya) Shocked

NB: mungkin ada wajahnyaa aj. 

LOL 
« Last Edit: December 08, 2013, 12:26:02 am by ahoonk » Logged
BlueMaster
LX - Junior
**

Reputation: 26
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 217

Collect great manga every week, since 2013.. :3


Awards
« Reply #69 on: December 09, 2013, 09:20:12 am »

ya kalau gt mending jgn di terbitin aja deh.. cos setau saya kimi mo iru machi banyak mengandung unsur "ecchi keatas"
karena tema dari cerita itu sendirikan di khususkan buat pembaca dewasa .
dan buat kasih masukan aja, genre dari komik ini sendiri kan: Drama, Romance, School Life, Shounen, ecchi, adult. yang sudah pasti banyak mengandung unsur sara dll. -_-

kapan otaku indo bisa majunya yah T^T

Kok senang menyebut diri sebagai otaku?  biggrin Padahal di Jepang sendiri otaku itu dianggap sebagai manusia dengan pola pikir aneh yang tidak suka bersosialisasi dengan sekitarnya sehingga dicap buruk oleh orang lain..  biggrin

Well dan kalopun mau dibilang maju, masak tolak ukurnya dari seberapa banyak komik dewasa 17+ yang sudah dibaca?  biggrin
Logged

ahoonk
LX - Babes


Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 16


Awards
« Reply #70 on: December 09, 2013, 09:48:22 am »

Kok senang menyebut diri sebagai otaku?  biggrin Padahal di Jepang sendiri otaku itu dianggap sebagai manusia dengan pola pikir aneh yang tidak suka bersosialisasi dengan sekitarnya sehingga dicap buruk oleh orang lain..  biggrin

Well dan kalopun mau dibilang maju, masak tolak ukurnya dari seberapa banyak komik dewasa 17+ yang sudah dibaca?  biggrin


sebenarnya tanggapan anda soal otaku dijepang sangat keliru. meskipun cara pandang mereka aneh, tapi mayoritas otaku di sana asik-asik saat diajak berbincan-bincang, karena mereka punya bahasan topik yang menarik dll
(otakau: tidak selalu tentang komik atau anime, tapi ada juga otaku seperti fashion, music, dll) 
Logged
flagantz
LX - Member
***

Reputation: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 337


Awards
« Reply #71 on: December 09, 2013, 06:34:04 pm »

ngelanjutin topik sama REX di thread HOTD

Iyah, emang betul. Tapi masalahnya untuk komik HSOTD ini, proporsi tubuh beberapa karakter udah kelewat nggak wajar.
Udah melewati garis suspension of disbelief, jadi bagi saya FS-nya udah nggak mempan lagi 
Akhirnya fokus ke cerita ajalah (yang mulai vol 3 udah mulai bikin bingung). FS-nya jadi sumber humor aja Grin
well buat gw sih masih masuk taraf masih bisa diterima,

(click to show/hide)
Logged
ahoonk
LX - Babes


Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 16


Awards
« Reply #72 on: December 09, 2013, 08:08:40 pm »

@flagantz
hahahaha... bener kok itu, disana, para pria lebih sukka dengan perempuan yang punya oppai besar sekitar c-f cup ukran normal pria sana sukkanya. (itu kata beberapa teman saya yang disana sih.. -_- ) saya pribadi sukkanya yang normal-normal aja kok... wkwkwkwkwk
Logged
Soul2Hell
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 2


Awards
« Reply #73 on: December 09, 2013, 09:49:38 pm »

sebenarnya tanggapan anda soal otaku dijepang sangat keliru. meskipun cara pandang mereka aneh, tapi mayoritas otaku di sana asik-asik saat diajak berbincan-bincang, karena mereka punya bahasan topik yang menarik dll
(otakau: tidak selalu tentang komik atau anime, tapi ada juga otaku seperti fashion, music, dll) 

Santai bro. BlueMaster kan cuma ngomongin tanggepan rata2 org Jepang thdp Otaku di sana. Meskipun ga smua org Jepang nganggep Otaku aneh dan ga suka bersosialisasi, pasti ada juga yang berpendapat sama kayak kamu. iloveusign
Logged
ferisnugraha
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 10


Ignorance is bliss, isn't it?


Awards
« Reply #74 on: January 23, 2014, 08:21:00 pm »

ane malah seneng kok semoga nanti elex berani nerbitin ichigo100%, prison school, sense, serta minamoto-kun monogatari (paling di tunggu) dll   banana
Logged


I thought I could just apologize tomorrow. But that tomorrow... Never Came
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #75 on: January 24, 2014, 08:42:08 am »

ane malah seneng kok semoga nanti elex berani nerbitin ichigo100%, prison school, sense, serta minamoto-kun monogatari (paling di tunggu) dll   banana
konteks diskusi di sini bukan sekedar soal senang atau tidak senang sebagai pribadi, tapi bagaimana pandanganmu dari sudut pandang lain misal sudut pandang orang tua, nilai/norma di Indonesia, dan sebagainya :) Soalnya terhadap hal demikian, tembok bisa tidaknya masuk bacaan demikian cenderung bukan dari sudut pandang satu individual.
Logged

isseisan
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Posts: 15


Awards
« Reply #76 on: March 23, 2014, 08:34:36 am »

menurut ane sih, ya harus tunjukin ktp kalo emang boleh dicetak disini,
tau sendiri kan disini, sekalinya ribut langsung bakar bakar, ntar tetangga ormas malah nyetop komik2 ecchi lagi, tapi untuk kedepannya HOTD emang udah satu langkah ke H,
jadi kalo emang laku, kenapa engga di terbitin?
atau engga di kasih batas cetakan untuk tiap komik 17++, biar sold nya cepet
Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #77 on: March 23, 2014, 09:52:31 am »

seharusnya anaknya yang tau diri, mana komk yang boleh dia baca dan mana yang gak boleh. gak perlu tunjukin KTP segala. Karena gak semua LC gak boleh dibaca anak-anak. Walau komik LC itu menjurus untuk dewasa, anak2 yang masih remaja juga boleh baca komik LC yang sesuai dengan tingkatan umurnya. So, aku kurang setuju kalau kita mest tunjukin KTP cuma bwt beli komik. Anaknya yang harus tau diri sih.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
cesarzc
LX - Member
***

Reputation: 6
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 356

wew...


Awards
« Reply #78 on: March 23, 2014, 10:16:53 pm »

seharusnya anaknya yang tau diri, mana komk yang boleh dia baca dan mana yang gak boleh. gak perlu tunjukin KTP segala. Karena gak semua LC gak boleh dibaca anak-anak. Walau komik LC itu menjurus untuk dewasa, anak2 yang masih remaja juga boleh baca komik LC yang sesuai dengan tingkatan umurnya. So, aku kurang setuju kalau kita mest tunjukin KTP cuma bwt beli komik. Anaknya yang harus tau diri sih.

menarik sekali jika anak2 bisa sudah tau diri dengan komik yang pantas dibaca sesuai tingkatan umurnya  mikir

tapi mungkin gak ya, secara fitrah anak untuk cari tahu dan ingin banyak tahu  crash
Logged
gusfina
LX - Senior
****

Reputation: 92
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 788

Ubugoe ♪


WWW Awards
« Reply #79 on: March 24, 2014, 09:27:27 am »

Setelah membaca beberapa penyataan sebelum-sebelumnya, saya sependapat banget dengan bangjamal laughing Mungkin karena kejadian kita mirip

@sulpher
Wah, saya malah baca Nube dari SD kelas 6 atau SMP kelas 1 gitu, itupun dibeliin orang tua
Jadi orangtua saya tau saya suka nonton anime Nube di TV (dulu sempet disiarin di TV), dan kebetulan orangtua saya nemu komik Nube nomer 15 di toko buku lama. Nah berhubung dulu komik Nube tuh jarang banget, akhirnya saya dibeliin, tanpa sepengetahuan saya lho padahal ada tulisan ratingnya D kalau nggak salah.
Nah tapi, pas saya pertama baca Nube, saya merasa biasa aja. Tapi pas saya udah agak tuaan dikit, baru ngeh kalau itu komik dewasa yang banyak fanservicenya...


Dulu pas masih SD saya juga pernah membaca nube^^ Tapi dulu saya gak tahu ternyata itu masuk ke komik dewasa yang mengandung unsur fan service-- Azn //dor. Tapi pas baca saya merasa biasa saja sih. Gak ada pikiran yang aneh-aneh, yang ada cuma takut melihat beberapa gambarnya yang menakutkan > v < " //sukses membuatku dulu takut tidur sendiri//plak

IMO, dari hal itu semakin lama semakin saya sadar, kalau anak-anak itu betul-betul polos. Tidak seperti anak remaja dan dewasa yang kebanyakan pikirannya sudah banyak ternodai //anyway, itu anak-anak jaman dulu sih... entah kalau jaman sekarang  Azn Tapi orang tua memang harus berperan aktif dalam memilah-milah bacaan anak^^. Meski demikian, saya tetap tidak setuju untuk komik kode dewasa harus dibeli untuk anak +17. Dewasa itu bukan berarti umurnya, tapi pola pikirnya 

Anyway, itu semua hanyalah IMO (/// U v U///) dan lagi yang kujadikan contoh itu cuma Nube, soalnya jaman dulu belum ada A Town Where You Live, jadi saya gak tahu gimana pola pikirku kalau dulunya saya yang membaca komik itu.
Mungkin suatu saat pendapat ini dapat berubah lagi kalau saya sudah mempunyai sudut pandang tambahan * v *

Logged

stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #80 on: March 24, 2014, 04:08:24 pm »

Anak itu tergantung orang tuanya, kalau orang tuanya perhatian, pasti gak bakal berani anaknya beli komik yang ratenya D. Soalnya dia juga takut sama ortunya jadi ini juga balik ke orang tuanya sendiri juga. Kalau orang tua yg gak perhatian, anaknya pasti berani baca manga hen*** danman-temannya. Anak-anak sekarang itu lebih perlu perhatian ekstra, soalnya perkembangan teknologi dan komunikasi. Beberapa manga hen*** online belum di blok karena belum terlacak atau tidak tahu bagaimana. Aku agak gak setuju kalau cuma beli LC aja harus nunjukin KTP. Dan menurut pengamatan juga LC masih ϑ yang boleh di baca sama anak remaja. Yah cuman itu, kata2 @gusfina itu tidak semua salah, tetapi anak2 jaman sekarang dari kelas 4 juga dah ternodai pikirannya gak kaya zaman dulu ^^
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
ferisnugraha
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 10


Ignorance is bliss, isn't it?


Awards
« Reply #81 on: April 29, 2014, 02:22:37 am »

iya lah ini mestinya di pajang aja jelas ratingnya buat umur berapa biar memberikan rasa malu kepada si anak apabila membeli komik yang gak sesuai dengan ratingnya, biar si orang tua juga nyadar pada bacaan anaknya, disini peranan orang tua paling utama.. 
Logged


I thought I could just apologize tomorrow. But that tomorrow... Never Came
daryatno
LX - Member
***

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 336

Back In Black


Awards
« Reply #82 on: April 29, 2014, 12:36:52 pm »

Anak itu tergantung orang tuanya, kalau orang tuanya perhatian, pasti gak bakal berani anaknya beli komik yang ratenya D. Soalnya dia juga takut sama ortunya jadi ini juga balik ke orang tuanya sendiri juga. Kalau orang tua yg gak perhatian, anaknya pasti berani baca manga hen*** danman-temannya. Anak-anak sekarang itu lebih perlu perhatian ekstra, soalnya perkembangan teknologi dan komunikasi. Beberapa manga hen*** online belum di blok karena belum terlacak atau tidak tahu bagaimana. Aku agak gak setuju kalau cuma beli LC aja harus nunjukin KTP. Dan menurut pengamatan juga LC masih ϑ yang boleh di baca sama anak remaja. Yah cuman itu, kata2 @gusfina itu tidak semua salah, tetapi anak2 jaman sekarang dari kelas 4 juga dah ternodai pikirannya gak kaya zaman dulu ^^

Wahh, Kak annie bener nie, tapi anak" zaman sekarang juga susah nebak pikiran dan tingkahnya. type
Yang pasti orang tua yang menentukan bagaimana memperhatikan anaknya tapi sewajarnya saja.
Emang agak membingungkan sih... Embarrassed
Logged

Pesan Ka Annie: jangan berani oot kalo gak mau ilang reput Cry
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #83 on: April 29, 2014, 03:29:31 pm »

Wah~ di sini udah pada dewasa mua~
Aku ikutan ah~
kalau kita liat sekarang sih, tenang ajalah...
Gak banyak kok anak2 yang tertarik beli manga terbitan LC, (oi~) ^^v
gak usah deh anak2 yang dewasa juga berat tuh belinya,
 ditambah lagi mereka mang males membaca.

dan menggunakan KTP waktu membeli ntu absurb banget, ahaha no offense ya.
anak2 jaman sekarang ntu udah dapet asupan dewasa dari net,mau dilarang juga mereka bisa akses darimana aja.
Aku gak tau mau bilang apa sama anak jaman sekarang, katanya mereka udah dewasa sih~ ya begitulah~
jadi mereka gak bakal mau mahal2 ngeluarin uang untuk beli komik genre dewasa hanya untuk nambah asupannya.
(Mari berdoa bakal selamanya seperti itu)
yang beli ntu biasanya Mbak dan Mas yang udah gede, yang udah gede pun belum tentu mau beli lho,
paling yang niat mengkoleksi aja, karna tau nilainya. ^^
 

Karna ntu jangan jadikan alasan "ntar anak2 beli ntu komik genre dewasa" menjadi mandegnya Translate Komik2 dewasa ke Indonesia.
(oh ya, perasaan selain terbitan LC ada juga lho komik dewasa gitu, aku pernah liat covernya "MAKSUD" banget)
Gak tau judulnya apa, tapi gayanya kayak komik cantik gitu, kan bahaya ntu, soalnya komik cantik identik komik bacaan anak2 *PLAK*
gak apa apa tuh~
Logged

"..^^.."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #84 on: May 03, 2014, 12:56:34 pm »

Bener tuh. Tapi daku sering beli LC kok biggrin (ampun!jangan ditimpuk~) tapi karena aku tertarik sama komik yang bertema kedokterannya aja. Soalnya kalo komik remaja yang bertema kedokteran biasanya isinya love story with doctor smua! (Terkecuali godhand teru, ini sih ttg kehidupan dunia kedokteran) lagian kalo komik lucifer right hand en K2 dah beres, aku gak bakal beli komik LC lagi. Karena masih harus koleksi why? Yang udah numpuk banget ^^ dan paling beli komik kome dan sebagainya yang buat remaja :)
Once again: dan menurut pengalamanku juga, klo ratingnya terlalu jelas (misal:18+ dewasa!!!) Malah itu semua membuat si anak bangga karena dirinya sudah membaca bacaan yang bukan untuk anak seumurannya. Dan menurut pengamatanku juga, anak-anak biasanya sih lebih tertarik menonton dan membaca manga hentai yang sudah jelas tanpa sensor-sensoran, bukan LC
(click to show/hide)
« Last Edit: May 03, 2014, 01:05:10 pm by stephanie istalri » Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #85 on: May 03, 2014, 01:53:41 pm »

yah, gitulah sedikit dari maksudku, dan sekali lagi, "KOMIK DEWASA" lho ya... bukan KOMIK hen-tie...
dewasa di sini ntu dinilai dari Plotnya yang penuh intrik. *halah*

dan baca komik hen-tie ntu bukan berarti dewasa, 
maaf ya, no offense....
yang baca kayak gitu kalo bukan orang dewasa yang memang punya rasa tanggung jawab gede sama dirinya sendiri,
ya sisanya anak-anak yang otaknya masih Underdevelopment,lalu kepo.

karna ntu jangan ragu untuk merilis komik bergenre dewasa yang penuh intrik,
dan konflik yang berbelit-belit. (dan dewasa disini gak musti romance).
lanjutkan~
Logged

"..^^.."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #86 on: May 03, 2014, 01:59:22 pm »

Yah... hentai itu buat dewasa lah... tulisannya juga 18+ kalo di indo sih itu artinya 21+ rating di indo dan negara lain, kayanya berbeda. Tapi, biasanya anak-anak juga sering nonton pilem yang buat dewasa yang udah kelewatan sadisnya. Baca mah kayaknya jarang, minat baca di indo menurutki kurang.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
daryatno
LX - Member
***

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 336

Back In Black


Awards
« Reply #87 on: May 03, 2014, 03:44:04 pm »

hehehe..
kak annie ini udah dewasa kah..???

*plak
emang loe kira gue umur berapa oiiii..??
Logged

Pesan Ka Annie: jangan berani oot kalo gak mau ilang reput Cry
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #88 on: May 03, 2014, 03:57:25 pm »

Belom ade daryatno... masih anak-anak tapi udah ngerti. Maka aku ikut :) bwahahahahahahaha
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #89 on: May 03, 2014, 03:58:01 pm »

Setelah membaca beberapa penyataan sebelum-sebelumnya, saya sependapat banget dengan bangjamal laughing Mungkin karena kejadian kita mirip

Dulu pas masih SD saya juga pernah membaca nube^^ Tapi dulu saya gak tahu ternyata itu masuk ke komik dewasa yang mengandung unsur fan service-- Azn //dor. Tapi pas baca saya merasa biasa saja sih. Gak ada pikiran yang aneh-aneh, yang ada cuma takut melihat beberapa gambarnya yang menakutkan > v < " //sukses membuatku dulu takut tidur sendiri//plak

IMO, dari hal itu semakin lama semakin saya sadar, kalau anak-anak itu betul-betul polos. Tidak seperti anak remaja dan dewasa yang kebanyakan pikirannya sudah banyak ternodai //anyway, itu anak-anak jaman dulu sih... entah kalau jaman sekarang  Azn Tapi orang tua memang harus berperan aktif dalam memilah-milah bacaan anak^^. Meski demikian, saya tetap tidak setuju untuk komik kode dewasa harus dibeli untuk anak +17. Dewasa itu bukan berarti umurnya, tapi pola pikirnya 

Anyway, itu semua hanyalah IMO (/// U v U///) dan lagi yang kujadikan contoh itu cuma Nube, soalnya jaman dulu belum ada A Town Where You Live, jadi saya gak tahu gimana pola pikirku kalau dulunya saya yang membaca komik itu.
Mungkin suatu saat pendapat ini dapat berubah lagi kalau saya sudah mempunyai sudut pandang tambahan * v *



biasa biasa saja....mgk krn kamu perempuan....:)

laki dan perempuan responnya berbeda thd pengetahuan yg masuk.
info sj anak skrg sdh msk puber alias sexually active usia 9 th dan 12 th utk wnt dan lk2..

Dg bnyknya rangsangan visual terutama dr komik bgmn mrk akn meresponnya?
Logged
daryatno
LX - Member
***

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 336

Back In Black


Awards
« Reply #90 on: May 03, 2014, 04:02:34 pm »

Belom ade daryatno... masih anak-anak tapi udah ngerti. Maka aku ikut :) bwahahahahahahaha

(click to show/hide)
Logged

Pesan Ka Annie: jangan berani oot kalo gak mau ilang reput Cry
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #91 on: May 03, 2014, 04:40:22 pm »

Hahaha betul itu. Cewe lebih cepet pubernya, kali cowo, sekali tau kaya gitu, fantasinya, setiap liat cw yang cuakep... lgs liar fantasinya :)
(click to show/hide)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #92 on: May 03, 2014, 05:41:46 pm »

Bukan cuma liar. Kalau sdh ketagihan dan tdk ada yg negur l, cowok akn kehilangan kemampuan di otak yg mrpkan fungsi kontrol diri. Yg ada liat cewe baju lgkp saja keliatan ga pake baju...dan bayangan itu sll muncul tanpa bisa di stop. Sblm usia matang dia sdh cacad otak.

Karena sdh ga bs bedain realita dan khayslan dan ga bisa stop. Kalau sdh parah cari pelampiasan..

Kalau ada yg sdh smp taraf itu hrs  lgs hub psikolog sblm permanen damage. Syg masa depannya.
« Last Edit: May 03, 2014, 05:45:19 pm by Aquilamarine » Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #93 on: May 03, 2014, 05:46:27 pm »

Emmm, itu yang kelainan kali yah? Sebenernya kan vid. Ky gt bbrp udh di block sama depkominfo. Sebenernya itu yang paling banyak meracuni otak rakyat selama ini. Lagian toh, walau udah di blok orang2 masih bisa mengakalinya, tidak efektif.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #94 on: May 03, 2014, 05:52:18 pm »

Bukan yg kelainan..semua yg namanya remaja laki2 puber normal bisa kena. Bisa adekmu bisa kakakmu bisa sepupumu...mknya bnyj tjd kekerasan seksual dmn2 skrg...jgn sangka keluarga mu imun..

Ngga percaya? Silahkan tes misal km punya adek laki2..usia brp thn dia sdh pernah liat gambar dewasa?.kalau tega. Hehehe

Karena itu penerbit komik dewasa jg perlu memiliki tgjwb moral kpd masyarakat atas apa yg diterbitkan

« Last Edit: May 03, 2014, 05:55:51 pm by Aquilamarine » Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #95 on: May 03, 2014, 07:51:57 pm »

Kekerasan seksual itu tergantung orangnya bisa menahan hawa nafsu atau tdk. Kebanyakan laki-laki, nafsunya lebih besar dari wanita, tp bukan berarti perempuan gak ada yang kaya gitu. Ada wanita yang sampai tega-teganya 'MENYAKITI' sesamanya (yang juga perempuan) tapi kalau mereka berhasil menahan nafsu mereka, mereka tak akan melakukan hal sejahat itu. Tapi, kalau seperti yang sudah terjadi, artinya mereka tak bisa mengalahkan nafsu mereka, sehingga segera melampiaskannya. Maka orang-orang ini harus belajar untuk menahan nafsu, walau sulit, ini juga demi kebaikan mereka. Kebaikan demi perempuan, agar mereka tidak kehilangan sesuatu yang paling berharga. Bagi laki-laki, agar mereka tidak ketagihan terus yang membahayakan kaum hawa dan diri mereka sendiri.
Dan aku setuju kalo penerbit musti punya tanggung jawab moral kepada masyarakat. Makanya mereka juga masih men-sensor beberapa adegan yang sudah menjerumus ke dewasa. Demi kebaikan kita juga.

@aquilamarine: aku gak punya ade cowo. Adanya ade cewe. Sodara yang cowo juga masih bayi, tak tega aku nvetes dia
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
daryatno
LX - Member
***

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 336

Back In Black


Awards
« Reply #96 on: May 04, 2014, 04:14:32 pm »

Bukan cuma liar. Kalau sdh ketagihan dan tdk ada yg negur l, cowok akn kehilangan kemampuan di otak yg mrpkan fungsi kontrol diri. Yg ada liat cewe baju lgkp saja keliatan ga pake baju...dan bayangan itu sll muncul tanpa bisa di stop. Sblm usia matang dia sdh cacad otak.

Karena sdh ga bs bedain realita dan khayslan dan ga bisa stop. Kalau sdh parah cari pelampiasan..

Kalau ada yg sdh smp taraf itu hrs  lgs hub psikolog sblm permanen damage. Syg masa depannya.

kaka yang satu ini kata" nya pas banget...hahaha
 
Logged

Pesan Ka Annie: jangan berani oot kalo gak mau ilang reput Cry
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #97 on: May 04, 2014, 04:16:49 pm »

kaka yang satu ini kata" nya pas banget...hahaha
 
pas untuk menunjukan daryatno
#just kidding daryato...
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
daryatno
LX - Member
***

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 336

Back In Black


Awards
« Reply #98 on: May 04, 2014, 04:32:59 pm »

hahahahaahahahaaaaaaaaa  icon14

hehe
,,,kejjjjarrr kak anniiee.......
makaaann
Logged

Pesan Ka Annie: jangan berani oot kalo gak mau ilang reput Cry
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #99 on: May 04, 2014, 04:41:07 pm »

Ini dia... daryatno... makanan yang mengejar pemakannya...
(Udah ah jangan oot di sini tongue :p )
Seharusnya komik dewasa ditulisin rate pembacanya dengan jelas. Misal 18+, 21+ dan teman2nya. cocoknya gitu.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #100 on: May 05, 2014, 10:37:52 am »

Tapi menurutku, kembali lagi ke topik utamanya...
Mau LC nerbitin juga Manga yang bergenre dewasa, gak bakal terlalu banyak efek sama mereka yang ngaku dewasa ntu,
Sayang banget mereka ngeluarin 20K buat beli manga genre dewasa yang belum tentu ada "itu itunya", paling cuma teaser aja.

Ingat,mereka udah punya caranya sendiri yang lebih mantebh seperti menggunakan gadget.
Jadi persen kemungkinan komik LC jadi penyebab mereka liar ntu hampir nihil, walau kemungkinan tetap ada,
tapi media yang lainlah yang memberikan mereka kebebasan sempurna.
Jadi intinya, gak maslah kalo LC mau nerbitin komik bergenre dewasa (khususnya di PLOTnya).

Oh ya, dan sepertinya nih ya, kalau di beberapa toko buku yang sering aku datengin (di daeran Medan dan Batam khususnya).
penempatan komik terbitan LC selalu dikasi lokasinya sendiri kok(sengaja oleh pihak toko bukunya),
jadi jarang banget ada anak2 yang nyasar ke situ, kalo ada pasti udah diliatin, dan dia bakal malu sendiri sih.
Ini dari pengalamanku sering ke toko buku, anak2 cowok umur 10-14 tahun tuh seringnya ke pojok komik Naruto,OP, dll yang gitu lah~
« Last Edit: May 05, 2014, 10:45:52 am by 7shichimiya » Logged

"..^^.."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #101 on: May 06, 2014, 03:18:06 pm »

Kalo di gramed merdeka sih dulu penempatan LC itu ada di lantai ke-3. Dan kalo udah ada adegan dewasanya(bukan LC sih) disimpennya disatuin (bukan artinya se-rak) sama buku-buku pelajaran SMA kalo gak salah. Tapi itu dulu. Sekarang, penempatannya berubah. Sekarang jadi ada di lantai 2 disebelahnya ada buku why? Nah, aku bener-bener bingung sama yang ngatur, kenapa dirubahnya jadi di deket buku anak-anak? (Dulu itu tempat buku import)deket sama novel lagi. Tapi di sana juga kebanyakan sih buku bacaan orang-orang gede, dan anak-anak gak berminat. Mungkin itu sebabnya yah? :)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #102 on: May 06, 2014, 04:10:54 pm »

Wah, itu mah udah salah letak itu...
maunya sih ya jangan gitu....
walaupun langkah kecil yang terlihat sepele,
penempatan menurut genre sangat mempengaruhi, menurutku sih.
Logged

"..^^.."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #103 on: May 06, 2014, 04:16:00 pm »

Dan kulihat komik remaja dan dewasa disatukan :)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #104 on: May 07, 2014, 09:22:42 am »

Dan kulihat komik remaja dan dewasa disatukan :)


Yak semalem ku ketemu penerbit yang aku bilang gambar komik2nya penuh maksud!!!!
aku kagak inget judulnya, tapi gambar covernya ntu beneran maksud! dan seperti yang steph bilang,
Posisinya digabungin sama komik Remaja keluaran m&c!
(click to show/hide)

Jadi mending LC deh, dari jenis, tebel dan ukuran covernya udah jelas menandakan ntu "komik dewasa".
Logged

"..^^.."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #105 on: May 07, 2014, 03:28:12 pm »

Kalo LC mah udah keliatan beda dari covernya juga. Dan sepertinya aku pernah liat komik yang kaya gitu deh, dan baru nyadar itu komik dewasa pas liat dalemnya (maklum kadangan gak bisa baca rating biggrin ) dan kadangan justru komik remaja dalemnya terkadang ada yang ngebahas tentang "itu" (dewasa, gmn jelasinnya yah?)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #106 on: May 07, 2014, 04:33:11 pm »

Emon, pelaku pedofili 100 anak lebih itu penggemar Naruto atau salah satu tokoh animasi Jepang  Smiley
Bukan sebab akibat, tapi ya...pikirkan sendiri deh.. Wink

3 point yang harus diperhatikan dulu :

1)Sering kok ngeliat buku2 LC gampang diraih oleh anak2 SD dan SMP di stand Gramedia. Kadang dibaca sambil duduk2 begitu. Itu saja level Gramedia ya, apalagi TB biasa? Siapa unsur "pengawas" bahwa bkn anak2 yang beli/baca?

2) Sensor buku scr praktek kita lihat masih bnyk bbrp cth komik elex yg adegan kekerasan dan dewasa sensornya minim sekali. Masih bisa dikira2 mereka lagi ngapain. Mengajarkan hal2 yang di luar budaya Timur. Apalagi Level yang notabene komik dewasa...

3) Anak2 kecil skrg cepat dewasa dan benar2 generasi BLAST (Boring Lonely Angry/Affraid Stress Tired), krn tekanan kurikulum yg konon terpadat di dunia dan bnyk pelajar usia dini.

Ini cuma bicara faktanya ya. Perpaduan 3 unsur diatas apakah

a)tgjwb mau dilemparkan ke toko buku saja?
b)atau dilemparkan ke orang tua (lagi)?
c) dilemparkan ke pemerintah (!!)

Kan pertanyaannya kembali ke penerbitnya : sudah tahu situasinya masih begitu (point 1, 2, 3), apa masih mau lempar ke pasaran genre yang lebih kontraversial?

Ibaratnya sudah tahu di sebuah rumah lagi tergenang bensin, kenapa ada org nekad demo jualan pemantik api ke penghuninya? Biarin aja karena toh itu salah yg punya rumah krn siapa suruh numpahin bensin? Ya salah sendiri kenapa beli....



Makanya kalau masalah faktor bisnis, ya kembalinya ke masalah tanggung jawab moral penerbit kpd masyarakat, bukan sekedar lempar bola masalah pertgjwbn...

Tp itu mmg pasti akan lemah sekali alasannya kalau sdh faktor "B" kecuali mmg ada keajaiban  Cheesy

Hehehe... Wink


Kekerasan seksual itu tergantung orangnya bisa menahan hawa nafsu atau tdk.

Tanya : bagaimana bisa nahan hawa nafsu untuk tdk melakukan kekerasan kalau "alat" yg seharusnya tumbuh normal di otaknya sudah rusak dari kecil krn kecanduan tanpa pernah "dilatih" utk ngerem (namanya fungsi direktur di Pre-Frontal Cortex- googling aja kalau penasaran).

Jadi udah ngga tergantung orgnya lagi..

Yang ngomong begitu bukan gw lho...tapi para ahli neuro science, psikiater dan psikolog, bisa cari kalau rajin2 buka internet soal malfungsi/kerusakan otak..

« Last Edit: May 07, 2014, 05:05:19 pm by Aquilamarine » Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #107 on: May 07, 2014, 05:28:57 pm »

Yah, kelainan seksual juga makin macem-macem. Udahlah, sekarang meningan jangan buat komik yang macem-macem (pengennya) apa susahnya kalo komik yang udah tau menjurus ke dewasa gak usah diterbitin, mana lagi anak-anak pada gak tau diri lagi. Sebenernya ini juga salah orang tua, orang tua itu seharusnya memberikan "sex education" pada anak-anaknya ku jamin bakal ada pengaruhnya. Mungkin pelecehan akan berkurang dan kelainan sexual yang macem-macem bisa cepet-cepet ditangani. Orang tua juga musti belajar tentang kelainan sex, mungkin itu bisa menimpa anak-anaknya. Dan, Emon itu melakukannya pada anak yang dibawah umur, bisa jadi ia kelainan seksual juga :)

Aku yakin kalau sex education sudah diberikan orang tua kepada anak-anaknya ,orang tua sudah menjelaskan semuanya dengan detail dan orang tua sudah memberi peringatan kepada anaknya serta diawasi setiap buku yang dibelinya, LC dan komik sejenisnya akan aman-aman saja berada di tokbuk. Tapi masalahnya, banyak orang tua yang membebaskan anak-anaknya untuk memegang gadget sendiri tanpa ortu tahu isinya, pergi ke tokbuk sendiri (sambil gak tau lagi apa yang dibeli anaknya) ke warnet sendiri [di perpus LIA aja pada berani liat gituan padahal ada pengawasnya (gelo gak?)] Ke perpus sendiri (di perpus sekolahku aja ada buku untuk dewasa, apa lagi di perpus luaran!?)
« Last Edit: May 07, 2014, 05:39:11 pm by stephanie istalri » Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #108 on: May 07, 2014, 06:40:34 pm »


Kan pertanyaannya kembali ke penerbitnya : sudah tahu situasinya masih begitu (point 1, 2, 3), apa masih mau lempar ke pasaran genre yang lebih kontraversial?

Makanya kalau masalah faktor bisnis, ya kembalinya ke masalah tanggung jawab moral profesi penerbit kpd masyarakat, bukan sekedar lempar bola masalah pertgjwbn...

Tp itu mmg pasti akan lemah sekali alasannya kalau sdh faktor "B" kecuali mmg ada keajaiban  Cheesy
Hehehe... Wink


Jujurr,, gw angkat topi untuk beberapa poin pendapat di atas (gw sebelumnya yg gelo kalo kesalahan hanya ada pada pihak ortu).
Belum pernah kepikiran hal2  seperti tanggung jawab moral/profesi, dsb sihh..... Tapi gw rasa ada benernya juga pendapat dari Aquilamarine--meski ga bisa dipungkirin, tanggung jawab ortu juga dibutuhkan. Kalo udah gini sih,, gw kembaliin pada pihak penerbit mengenai solusi terbaik lainnya :loveusign:
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
gusfina
LX - Senior
****

Reputation: 92
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 788

Ubugoe ♪


WWW Awards
« Reply #109 on: May 07, 2014, 09:34:57 pm »

Okay, let me speak... menurut saya...
Ini cuma bicara faktanya ya. Perpaduan 3 unsur diatas apakah

a)tgjwb mau dilemparkan ke toko buku saja?
b)atau dilemparkan ke orang tua (lagi)?
c) dilemparkan ke pemerintah (!!)

Kan pertanyaannya kembali ke penerbitnya : sudah tahu situasinya masih begitu (point 1, 2, 3), apa masih mau lempar ke pasaran genre yang lebih kontraversial?


Kurang lebih saya merasa pendapat ini benar. Mau bagaimanapun, harus ada keseriusan dari pihak penerbit, mau meminta izin di Jepang untuk komik apa? Saya yakin, sebelum menyerahkan list judul, pasti setidaknya sudah ada bayangan genre komiknya seperti apa.
Komik dewasa itu sebenarnya apa? Komik yang mengedepankan psychological horror? Atau mengedepankan keseriusan pola pikir, atau kisah yang meliputi adanya adegan kekerasan (seperti pembunuhan) atau komik yang sekedar menampilkan gambar-gambar terbuka? Kalau cuma memilih komik yang judulnya eyecatching-tapi-isinya-semua-fan-service, nah lho; itu baru... saya rasa lebih baik selektif dalam memilih judul. Intinya sih jangan pilih komik yang bukannya berat dari segi plot, tapi berat di segi fan-service 

Meski begitu, sampai sekarang saya agak jarang sih membaca LC yang penuh fan-service. Mungkin karena saya jarang ngambil judul cowok.  mikir

Tapi dilain pihak, komik dengan label dewasa memang diperuntukkan untuk mereka yang sudah dewasa. Orang tua tetap harus selektif dalam memilih bacaan anak, bukan? Jadi mungkin lebih baik kalau Indonesia bisa mengadaptasi toko jual disc game di negara eropa sana. Dimana anak-anak tidak boleh membeli game-game genre dewasa seperti GTA-sebangsanya. Saya pernah dengar toko game-nya bahkan diperiksa berkala oleh pihak kepolisian sana, dengan cara mengutus satu anak untuk membeli disc game. Kalau dikasih penjualnya, toko-nya didenda petugas (gile aja, nilai dendanya itu hebat banget (tapi lupa berapa)//plek) Tapi... untuk negara Indonesia mungkin agak susah ya... 

Anyway, saya berpihak pada komik dewasa yang tidak berlebihan di bagian fan-service, mungkin karena saya perempuan dan fan-service identik dengan menampilkan sosok-cantik-sexy. Bagiku sih gak apa, toh saya gak peduli bagian situnya. Tapi mungkin kalau cowok, kisahnya akan beda...  mungkin...

Logged

7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #110 on: May 08, 2014, 09:35:37 am »

Wah haha~
tentang komik LC, kebanyakan aku liat ntu target "dewasa" nya memang di bagian ceritanya kok(plot), yang penuh intrik dan likaliku,
Tapi ya itu, yang baca ntah kenapa malah fokus ke Fanservicenya (sudah jelas ini anak2) dan dibilang ntu komik dewasa karna fanservicenya, pffft~ *salah fokus*
Tentang Fans-service, ku malah bersyukur banget seandainya memang ada komik dewasa jepang ato anime yang gak ada fanservicenya,
Tapi kenyataannya Fanservice dimana-mana, sampe muak liatnya.

dan tentang anak2 Ababil ntu..... ku gak tau mau gimana batasinnya, yang pasti kalo untuk keselamatan mereka LC terhambat produksinya......
1. apa gak kejam ntu namanya untuk mereka yang ingin koleksi manga berkualitas??
2. dan seandainyalah produksi komik LC memang dibatasi, dan fans LC ikhlas, apa bakal menyelamatkan hati dan jiwa anak2 Ababil ntu?
3. Udah dikorbankan LC terbitnya dibatasi apa bakal ada yang tanggung jawab mereka gak bakal rusak?
4. Diberhentikan semua produksi komik dewasa, apa da yang bisa tanggung jawab mereka gak nonton ilegal ditempat lain? (kualitas HD lagi) *PLAK*

kalo mempertanyakan tentang LC gpp nerbitin komik dewasa, apa gak banyak ntu dilewatkan langkah2nya?
harusnya ke ortunya dulu, Internet dulu, lingkungan dulu, dan lalu dan lalu yang lain, baru ke komik LC, Wakakakaka~ aneh deh~
Logged

"..^^.."
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #111 on: May 08, 2014, 10:21:30 am »

Saya rasa ada benarnya pendapat tentang tanggung jawab penerbit, tapi sepertinya ga semua penerbit mikiran hal itu yah. Mungkin untuk penerbit-penerbit besar masih akan mempertimbangkan sisi moral, tapi penerbit-penerbit kecil (dan mungkin ga legal) kayanya ga terlalu mikirin hal tersebut. Yang penting permintaan atas suatu komik tinggi (sebodo mao isinya sperma semua kek atau penuh darah kek) maka komik itu harus diterbitkan demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Berarti harus ada kontrol dari orang tua donk! Semuanya salah orang tua yang terlalu membebaskan anak-anaknya!
Weits... siapa bilang ga perlu kontrol dari orang tua, kontrol itu memang diperlukan kok. Tapi seperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya, kontrol orang tua tuh terbatas. Sebagai orang tua ga mungkin terus mata-matain anaknya 24 jam. Orang tua bisa membatasi apa yang dibaca dan dibeli anak selama dalam jangkauannya, kalo udah di sekolah atau di rumah temen ortu ga bisa ngontrol lagi. Saya juga pernah jadi anak-anak, tiap abis ulangan umum pasti sekolah ngadain hari bebas dimana murid-murid boleh bawa mainan atau komik. Pas event kaya gitu saya bisa baca komik punya temen atau main barbie punya temen (saling tukeran). Pas event ini, kontrol ortu berkurang (atau bahkan ilang kan). Belum lagi untuk ortu yang keduanya bekerja, kontrol mereka terhadap anak otomatis menjadi sangat minim. Bukannya mereka ga pedulian anak mereka baca apaan aja, ngelakuin apaan aja.

Tapi banyak tuh ortu yang ga kerja juga ga tau anaknya baca/ngapain aja. Bukan ga tau tapi ga bisa mendapatkan informasi yang mereka mau. Begini... di rumah mungkin si anak diawasi ketat banget, tapi pas di luar dia liat anak seusianya boleh melakukan semua hal yang ortunya larang. Perlahan pasti si anak belajar, semakin sedikit ortu tahu maka semakin sedikit pula "masalah" yang bakal dia terima. Jadi yah... buat apa juga bilang kalo pas kerja kelompok di rumah A (yang kebetulan kedua ortunya kerja) tadi dia juga nonton anime yang berbau hentai. Ditambah lagi mayoritas anak-anak paling suka ngelakuin hal yang dilarang, makin dilarang makin penasaran... makin pengen dilakuin

Jadi tanggung jawab siapa donk? Sebenernya sich tanggung jawab semua orang, termasuk guru, keluarga (ortu atau anggota keluarga lain yang dimintai tolong ngasuh si anak kalau kedua ortunya kerja) dan si anak itu sendiri. Seorang anak juga harus tau kalo dia punya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, jangan cuma jadi follower. (Mentang-mentang hampir semua temennya doyan baca komik dewasa, dia ikut-ikutan biar ga dibilang cemen... ga keren)
Si anak juga harus tahu kalo di usianya yang sekarang, masih ada beberapa hal yang ga boleh dia baca, tonton atau lakuin.
Jangan cuma bisa bilang, "Saya udah dewasa, udah tau apa yang harus saya lakuin," tapi sebenernya ga tau apa-apa... cuma ikut-ikutan ngelakuin apa yang orang lain lakukan.

Maaf kalau kesannya malah menggurui atau sok tahu. Saya cuma mencoba melihat dari kacamata yang berbeda >_<
Logged

I may fall down but thats not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #112 on: May 08, 2014, 10:26:11 am »

Ini jadi kayak lingkaran setan aja :
1. Mangaka membuat komik dengan menyisipkan FS
2. Dibaca dan (sebagian/sebagian besar?) para Pembaca menyukainya
3. balik ke no.1, dan makin lama makin parah (>,<)

Repotnya kebanyakan komik gitu : cerita bermutu, gambar bagus, eh.., tau-tau ada FS muncul.
Kenapa juga musti masukin gambar / adegan gak-penting-bagi-jalan-cerita cuma sekedar memenuhi 'fans-service' 
Dan para Pembaca ( yang tadinya gak paham apa itu FS ) pun kena resiko semakin lama semakin terbiasa dengan hal-hal tersebut.

Makin repotnya lagi ketika ada kasus-2 pelecehan, seakan kondisi lingkungan, kesehatan, dan keseharian pelaku yang 'dikambinghitamkan' ( di sini termasuk kebiasaan si pelaku baca komik ).
Padahal kondisi-2 itu mungkin juga dialami ribuan orang lainnya, tapi tidak menjadikan orang-2 tersebut menyimpang.
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #113 on: May 08, 2014, 11:16:19 am »

Nyahahahaha~
aneh deh, hubungan penyimpangan mreka ntu sama terbitan LC nya berapa persen sih mangnya?
dan tentang Fan sevice, gak semua komik terbitan LC ada fs nya kok,
dan seperti komen2 sebelumnya, aku setuju, target dewasa ntu kan gak karna fsnya aja,
gore mungkin? atau memang Plotnya.
Soalnya anak2 kan gak ngerti istilah2 bahasa ilmiah atau kedokteran atau yang diksinya dewa.
(diksi dewa maksudnya perkataan yang punya makna mendalam dan gak bisa langsung diartikan secara biasa).

dan lagi ya, aku gak pernah denger tuh ada orang yang baca komik terbitan LC yang melakukan penyimpangan, sosial maupun seksual....
yang ada malah anak2 broken home yang pemake ato semacemnya, yang sering putus nyambung ama pacarnya,
dan mereka gak baca komik setauku(apalagi terbitan LC, ntah tau ntah kagak mereka LC ntu apa),
wakakaka~ udah makin aneh aja ini mah~ XD
Logged

"..^^.."
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #114 on: May 08, 2014, 04:42:05 pm »

@meriana : semua profesi ada tg jwb moral yg tertulis dalam kode etik....tp ya namanya manusia, ya, jaman skrg lebih sering tjd pengacara dibayar untuk mencari celah, ketimbang mendengar nurani profesi, kenapa etika itu musti ada..

@gusfina : miris ya? itu fakta skrg......enaknya kalau perempuan ga ada adrenalin yg membuat ketagihan, paling enggak tidak akan separah cowok...kecuali mmg ada pelarian kejiwaan..

@Lee : setuju, ortu tgjwb, anak yg ortunya bener saja seringkali jd korban anak yg ortunya ga didik dg bener, jd yg namanya tgjwb itu sifatnya kolektif, ya ortu, ya lingkungan, dan semua yg membentuk sebuah masyarakat

nah kalau disini tempatnya ngomong tgjwb ke penerbit kali ya...lebih tepatnya..

@Guguk : krn org2 tua dan masy sdh melihat sendiri komik jepang(apalagi dewasa) skrg itu spt apa....mknya jd kmbg hitam..apalagi kalau bnyk gambar vulgarnya. ga ada asap kalau ga ada api..




Nyahahahaha~
aneh deh, hubungan penyimpangan mreka ntu sama terbitan LC nya berapa persen sih mangnya?
dan tentang Fan sevice, gak semua komik terbitan LC ada fs nya kok,
dan seperti komen2 sebelumnya, aku setuju, target dewasa ntu kan gak karna fsnya aja,
gore mungkin? atau memang Plotnya.
Soalnya anak2 kan gak ngerti istilah2 bahasa ilmiah atau kedokteran atau yang diksinya dewa.
(diksi dewa maksudnya perkataan yang punya makna mendalam dan gak bisa langsung diartikan secara biasa).

dan lagi ya, aku gak pernah denger tuh ada orang yang baca komik terbitan LC yang melakukan penyimpangan, sosial maupun seksual....
yang ada malah anak2 broken home yang pemake ato semacemnya, yang sering putus nyambung ama pacarnya,
dan mereka gak baca komik setauku(apalagi terbitan LC, ntah tau ntah kagak mereka LC ntu apa),
wakakaka~ udah makin aneh aja ini mah~ XD



uh oh jadi belok... nono  bisa nggak kalau nyetir jgn sambil mabuk dong... laughing coba fokus...mas....

Sila2 dibaca dulu lebih lengkap penjelasan2 dari awal trit sampai akhir, awal kenapa trit ini dibuka, dan apa maksud moderator meminta opini member disini, pokoknya baca dulu semua, jgn sepotong2...termasuk penjelasan gw yg lmyn panjang pada faktanya...

sebelum ada yang terlanjur terjun belok ke gang senggol yang salah..sayang aja nanti energinya...  no

kalo masih merasa miss koneksi, tanya, tapi di quote kalimat mana yg bingung, jangan random..

aneh.. kenapa yang lain pada bisa nangkep ya?  

dan eh, kayaknya 7shichimiya rajin bgt, ya, reply di setiap postingan yg mengkritik LC...

misal manga2 LC yg 7shichimiya suka ga boleh terbit disini karena alasan2 teman2 diatas, bisa menerima ga?
kalau ga bisa terima dan nyari2 dari sumber lain spt mangascan, ya mungkin penjelasan gw tentang teori adiksi visual itu sdh mulai berlaku ke kamu...

biasanya dimulainya dengan ketagihan yang brutal...tdk ada hari tanpa game, tdk hari tanpa baca komik...

ati2 aja...wkwkwk



« Last Edit: May 08, 2014, 05:21:54 pm by Aquilamarine » Logged
bangjamal
LX - Junior
**

Reputation: 4
Offline Offline

Posts: 127


WWW Awards
« Reply #115 on: May 09, 2014, 12:36:11 am »

Kalau menurut saya (lagi), terbitnya komik dewasa di Indonesia nggak jadi masalah. Emang komik dewasa menyajikan alur yang lebih menantang dan seru kan? Nggak salah kalau banyak penggemarnya
Daripada penasaran, cari di internet, yang ketemu malah komik yang nggak bener... crash

Kalau soal kontrol orangtua, mungkin ada baiknya kalau budaya 'tau malu' itu ditanemin ke anak-anak kecil mikir
Semua orang pasti pernah deh liat gambar (baik komik, foto, majalah, film) yang 'berbahaya'. Kalau emang orangnya nggak tau malu dan vulgar, pasti liat yang kayak gitu mah enjoy-enjoy aja. Kalau orang tau malu, meski liat, pasti ada rasa bersalah/rasa malu/minimal merasa risih.

Jadi ada baiknya (mungkin) kalau kalimat "Jangan baca komik/nonton film dewasa, kamu masih kecil" diganti jadi "Malu kalau baca komik dewasa, kamu masih kecil" mikir

Anak kecil kan polos, dibilangin malu pasti malu beneran. Yaah ada kemungkinan dia bakal baca diem-diem, tapi karena ditanemin rasa malu itu, dia pasti nggak bakal terbuka banget sama hal-hal yang vulgar, terus kemungkinan dia ngomongin hal-hal yang vulgar sama teman-temannya juga berkurang. Dia pasti malu kalau orang tau dia baca komik dewasa.
Kalau temennya mulai topik soal yang berbau-bau dewasa, anak itu juga nggak bakal 'kebawa' atau mungkin kalaupun kebawa nggak bakalan 'terseret jauh' dan akhirnya kecil kemungkinan terjerumus ke lingkungan yang 'berbahaya'.

Itu pendapat saya yang sebenernya sedikit pusing sama sistim 'pelemparan tanggung jawab' Grin
Tapi dunia ini emang nggak sesimpel ini ya... Cuma aja saya merasa kalau budaya malu itu super penting di kehidupan jaman sekarang beerchug
Logged
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #116 on: May 09, 2014, 12:27:26 pm »

@meriana : semua profesi ada tg jwb moral yg tertulis dalam kode etik....tp ya namanya manusia, ya, jaman skrg lebih sering tjd pengacara dibayar untuk mencari celah, ketimbang mendengar nurani profesi, kenapa etika itu musti ada..

@gusfina : miris ya? itu fakta skrg......enaknya kalau perempuan ga ada adrenalin yg membuat ketagihan, paling enggak tidak akan separah cowok...kecuali mmg ada pelarian kejiwaan..

@Lee : setuju, ortu tgjwb, anak yg ortunya bener saja seringkali jd korban anak yg ortunya ga didik dg bener, jd yg namanya tgjwb itu sifatnya kolektif, ya ortu, ya lingkungan, dan semua yg membentuk sebuah masyarakat

nah kalau disini tempatnya ngomong tgjwb ke penerbit kali ya...lebih tepatnya..

@Guguk : krn org2 tua dan masy sdh melihat sendiri komik jepang(apalagi dewasa) skrg itu spt apa....mknya jd kmbg hitam..apalagi kalau bnyk gambar vulgarnya. ga ada asap kalau ga ada api..





uh oh jadi belok... nono  bisa nggak kalau nyetir jgn sambil mabuk dong... laughing coba fokus...mas....

Sila2 dibaca dulu lebih lengkap penjelasan2 dari awal trit sampai akhir, awal kenapa trit ini dibuka, dan apa maksud moderator meminta opini member disini, pokoknya baca dulu semua, jgn sepotong2...termasuk penjelasan gw yg lmyn panjang pada faktanya...

sebelum ada yang terlanjur terjun belok ke gang senggol yang salah..sayang aja nanti energinya...   no

kalo masih merasa miss koneksi, tanya, tapi di quote kalimat mana yg bingung, jangan random..

aneh.. kenapa yang lain pada bisa nangkep ya? 

dan eh, kayaknya 7shichimiya rajin bgt, ya, reply di setiap postingan yg mengkritik LC...

misal manga2 LC yg 7shichimiya suka ga boleh terbit disini karena alasan2 teman2 diatas, bisa menerima ga?
kalau ga bisa terima dan nyari2 dari sumber lain spt mangascan, ya mungkin penjelasan gw tentang teori adiksi visual itu sdh mulai berlaku ke kamu...

biasanya dimulainya dengan ketagihan yang brutal...tdk ada hari tanpa game, tdk hari tanpa baca komik...

ati2 aja...wkwkwk






Ahaha~
Ya ya, ku juga bingung gan kenapa yang lain pada berbelok-belok sampe bahas tentang kasus ntu ya?
(click to show/hide)
kelewat nangkep mungkin ya? atau kelewat jenius? atau seperti kata agan, mang mabuk?  laughing
(tapi makasih, ku jadi tau dia suka naruto di thread ini) beneran ya?
wah haha~ ngakak bacanya, dia suka naruto ya, yaiyalah~ mainstream bener.... XD

Kembali tentang LC nerbitin manga dewasa, itu udah ada izin dari negara kita gak? udah? ada? lalu? gak ada? yuk tuntut! XD
(aku lebih ke LC karna mang itu yang diminta si penanya)
tentang yang baca dan nyentuh takut (dan memang ada) anak2, mari kembali ke asumsi agan ajalah,
udah capek kan ngetiknya panjang2? ^^ tapi aku gak ada baca solusi dan realisasinya.
atau dari komentar lain saja ya(walau ada yang hanya spekulasi),
soalnya anak2 jaman sekarang seperti yang agan bilang BLAST. XD

TAPI akunya ya,aku gak akan bawa2 orang lain,
aku usahakan anak2 itu bukan orang2 terdekatku, itu aja.

(click to show/hide)

Nah Orang2 yang terdekat ini yang sama-sama bertanggung jawab untuk membimbing orang2 yang ada di dekatnya ke arah yang bener.
Gampang kan realisasinya? (walau banyak yang gak kompeten dalam melaksanakannya, dan itu masalah lain lagi).
nah itu aja kan masalahnya? lalu? musti pake teori apa lagi? mau ngebahas teori apalagi? yang ada nanti hanya spekulasi.
seandainya kita bahas, mau berhentikan terbitan LC? ayok, aku bisa bantu voting kalo itu positif efeknya.
Mau buat yang beli pake KTP? ayok aku ikutan dukung, kalo hasilnya positif, tapi ada yang jamin hal ini selesai gak di forum ini?
palingan cuma untuk nyenangi yang suka posting di forum aja. no offense ya~  Wink   *digilas*


"misal manga2 LC yg 7shichimiya suka ga boleh terbit disini karena alasan2 teman2 diatas, bisa menerima ga?"
(gpp ni kan aku jawab di sini? rada OOT sebenernya) tapi ya ayook~
(click to show/hide)

Peace~ ^^v
Logged

"..^^.."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #117 on: May 09, 2014, 05:35:03 pm »

Aduh pusing... tak membaca smuanya :) .
Tp menurutku yang harus mengawasi adalah:
-orang tua
-kasir (harus tau LC yang dibeli anak-anak akan merusak atau tidak, perlu diberi tahu oleh pihak penerbit atau dll, kalau memungkinkan)
-guru (minimal buku di perpus di cek lagi lah)
-Pengurus perpustakaan (harus mengawasi buku-buku yang dipinjam oleh kalangan anak-anak)
-rental/tempat sewa buku (tetap harus mengingatkan)

Tapi yang berperan paling penting adalah orang tua, karena orang tua adalah orang yang paling dekat dengan anak. Minimal orang tua harus cek seluruh isi gadget dan seluruh buku yang di baca oleh si anak. Jangan sampai, orang tua tidak tahu atau sungkan mengetahui apa yang dibaca atau yang ditonton ataupun didonlot oleh anaknya. Pada intinya orang tua berperan paling penting. Tapi kalau ingin menghasilkan generasi muda yang baik, semua rakyat Indonesia harus ikut menjaganya dan merawatnya dengan baik. (Sama kaya taneman, kalo mau dapet bunga bagus harus dikasih hal baik (pupuk, air) kalo mau rusak kasih hal yang tidak baik (racun, sampah))
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #118 on: May 10, 2014, 04:46:52 am »

7shichimiya lain kali kalau quote,quote inti kalimat yg mau ditanyain saja kali yaa... laughing
jangan di quote semuanya.... dalam quote spoiler pulak... Shocked kasian stephanie aja sampe bingung...

 Undecided apalagi gw bacanya jg pusing..gimana ngejawab inti pernyataannya...tar salah lagi, maap aja deh, mas...kalo mau tlg diulangi ya...next-->sekalian latihan

gw jwb yg plg lucu dan plg jelas pertanyaannya saja...deh

seandainya kita bahas, mau berhentikan terbitan LC? ayok, aku bisa bantu voting kalo itu positif efeknya.
Mau buat yang beli pake KTP? ayok aku ikutan dukung, kalo hasilnya positif, tapi ada yang jamin hal ini selesai gak di forum ini?
palingan cuma untuk nyenangi yang suka posting di forum aja. no offense ya~  Wink   *digilas*

waduh kok ada yg jealous...baru 77 ya? ooh..selesai pasti selesai...untuk porsinya msg2. mikir
Quote
Seandainya Forum LC ditutup, internet ditutup, forum lain juga, agan gimana?
(gak boleh nyontek jawabanku yak, ^^)

(click to show/hide)

kalau ada kasus diatas....sad off course, but if that's for the best, so be it..&. life goes on...wikkikik... biggrin  thanks yakin aja...msh bnyk hal menarik lain  dan  lebih bermanfaat di dunia nyata.  

@stephanie betul, setuju banget, tp disini kan kembali ke pertanyaannya buat penerbit...:)

apa semua unsur yg di sebut itu jalan (menurutmu skrg jalan ga)?  minimal yg bisa diintervensi oleh penerbit krn msh satu usaha sajalah dulu (semua TB-nya)...?

Quote
Tp menurutku yang harus mengawasi adalah:
-orang tua
-kasir (harus tau LC yang dibeli anak-anak akan merusak atau tidak, perlu diberi tahu oleh pihak penerbit atau dll, kalau memungkinkan)
-guru (minimal buku di perpus di cek lagi lah)
-Pengurus perpustakaan (harus mengawasi buku-buku yang dipinjam oleh kalangan anak-anak)
-rental/tempat sewa buku (tetap harus mengingatkan)

kalo ga, penerbit masih mau dan tega kah nerbitin yg lebih kontroversial atau yg ecchi?  Smiley baliknya ya tgjwb moral penerbit lagi...melihat kondisi anak bangsa negaranya...*cieh* atau peduli amat kondisi carut marut bnyk pemerkosa, bnyk pedofil, bnyk orang stress, terbitin aja, kan bukan salah sayah..... Sad

kalau semua org, pembuat komik ecchi, pemuat gambar2 porno di internet, pengedar video2 bajakan berdalih, "kan mereka (anak2 kecil) rusak bukan karena gue aja noh...mrk bisa dapet dr yg lain2", yg ada yaaa...akhirnya ga ada yg nyetop semuanya..hehe.. Wink

unsur2 lain, biar kita serahkan ke masing2 urusannya, ke orang tua, ke pemuat gambar porno, ke pemerintah, dsb...porsi nya untuk kuasa terbitan kan disini..kuasa untuk memilih, memperbaiki (dg sensor), dan menghentikan sebuah terbitan.

paham? itu saja sih sebetulnya opini gw...yaa Wink

*maaf permisi.... pamit bentar mau baca ulang dan ngakak lagi dipojokan nginget tuduhan kejar level*

« Last Edit: May 10, 2014, 06:40:50 am by Aquilamarine » Logged
Neru-kun
Krrr...
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 38
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 6.990


Please Adopt Me


WWW Awards
« Reply #119 on: May 10, 2014, 05:37:12 pm »

kenapa yang LC yang jadi sasaran sih? seharusnya LC diberi penghargaan (bukan reward atau semacamnya, tapi penghargaan dari pembaca sendiri) karena menjadi penerbit yang berani mengeluarkan label dewasa..

intronya gitu banget yah Grin yah mau gimana LC kan turunannya Elex, kalo induk besarnya kan cuman divisi untuk komiknya (CMIIW) jadi satu magz&comic.. Elex sendiri banyak (again CMIIW) comic, magz, LC, Comic Magz, dll..

okey, terus terang baru buka thread ini karena jadi obrolan di channel lain, jadi (semoga nggak)telat kasih masukan.
Kalau sistem, mungkin bisa dibuat, cuma belum tentu akan dituruti masyarakat umum sih. Seperti kata NightSide di halaman sebelumnya untuk rating di TV, begitu pula rating di bioskop. Walau sudah ada rating dewasa, tetap saja ada yg bawa anak2 nonton film yg bersimbah darah...

Mengenai keluhan, ada sih, cuma menurutku tidak bertambah banyak tapi sama saja. Dan malah keluhan yg masuk terkadang tidak mengena. Contohnya pernah ada ibu2 yang protes kalau cover komik ini pornografi dan ribut minta toko buku menarik komiknya (yg padahal bestseller) serta memberikan surat permintaan maaf tertulis. Berikut ini cover komik yang dimaksud:

(click to show/hide)
kalo diliat dari cover, seharusnya bisa di cegah dengan mengganti cover tersebut, tapi biasanya ada perjanjian dengan penerbit asli+pengarang kalau cover tidak boleh diganti, ya penerbit sini harus nurut sebagai syarat untuk terbit disini. Tapi kalo kek gitu g ada yang tertarik dong? cover kan salah satu cara untuk menarik peminat, tapi biasanya tidak sesuai dengan adat kita. Terus gimana? ada yang masih inget cover kedua elex tahun 80 s.d 90-an? mungkin bisa pakai cara itu, di cover kedua polos dan ada tulisan perignatan khusus untuk dewasa, memang akan lebih mahal tapi kan untuk dewasa sehingga penghasilan yang bersangkutan berpengaruh pada jenis/genre komik yang dia beli.

untuk display di tokbuk, itu kan tergantung VM-nya, kalau jelas-jelas udah dikasih label/cover seperti yang neru bilang sih pasti dia g bakal naruh komik ybs di deket kasih, pasti agak mojok.

  tidak, bagi saya bagian terpenting dalam komik adalah alur cerita yg menarik
LC yg saya pilih juga bukan asal2an :D
*walau dulu pernah iseng beli LC, tapi gk ngerti alurnya gmana -_-"

dan kenapa sekarang saya tertarik membeli LC?
ya, karena LC yg saya beli saat ini
berdasarkan anime nya yg pernah saya tonton :D

LC yg saat ini bakal saya koleksi sampe tamat cuma : AOT, HOTD, The Future Diary (cuma 3 ini aja yg saya ngerti alur ceritanya) lol

tapi jangan salah paham dulu, bukan berarti saya lebih tertarik mengkoleksi LC -_-
kebanyakan koleksi saya komik remaja kok
kayak : komik TWGOK, Takkoku, Pui Pui,  One Piece, Beelzebub, dll :D
ini mesti dipertanyakan nonton animenya dimana? kalo di tv lokal pasti udha abis kena sensor karena mengandung konten dewasa, baik kekejaman atau ponografi. Kalau nonton dari tv berbayar, apalagi download dari internet kan tidak melewati proses sensor yang salah juga kita kenapa nonton? apa karena teman2nya nonton jadi ikut2an? ingat loh sensor sini sama jepang beda banget.. disana selama menutup sedikit dari, maaf, kelamin cewek atau cowok udah bisa proses ijin cetak tapi ratingnya Dewasa, kalau untuk FS atau sediikit ero masih dikategorikan remaja.. neru agak lupa-lupa inget sih, mungkin ada yang lebih paham sistem sensor Jepang Grin

hehehehe, agak panjang, semoga bermanfaat.
Logged

Evolve My digimon and Dragon

also active at twitter here
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #120 on: May 11, 2014, 09:12:40 am »

(click to show/hide)

kalau ada kasus diatas....sad off course, but if that's for the best, so be it..&. life goes on...wikkikik... biggrin  thanks yakin aja...msh bnyk hal menarik lain  dan  lebih bermanfaat di dunia nyata. 

@stephanie betul, setuju banget, tp disini kan kembali ke pertanyaannya buat penerbit...:)

apa semua unsur yg di sebut itu jalan (menurutmu skrg jalan ga)?  minimal yg bisa diintervensi oleh penerbit krn msh satu usaha sajalah dulu (semua TB-nya)...?

kalo ga, penerbit masih mau dan tega kah nerbitin yg lebih kontroversial atau yg ecchi?  Smiley baliknya ya tgjwb moral penerbit lagi...melihat kondisi anak bangsa negaranya...*cieh* atau peduli amat kondisi carut marut bnyk pemerkosa, bnyk pedofil, bnyk orang stress, terbitin aja, kan bukan salah sayah..... Sad

kalau semua org, pembuat komik ecchi, pemuat gambar2 porno di internet, pengedar video2 bajakan berdalih, "kan mereka (anak2 kecil) rusak bukan karena gue aja noh...mrk bisa dapet dr yg lain2", yg ada yaaa...akhirnya ga ada yg nyetop semuanya..hehe.. Wink

unsur2 lain, biar kita serahkan ke masing2 urusannya, ke orang tua, ke pemuat gambar porno, ke pemerintah, dsb...porsi nya untuk kuasa terbitan kan disini..kuasa untuk memilih, memperbaiki (dg sensor), dan menghentikan sebuah terbitan.

paham? itu saja sih sebetulnya opini gw...yaa Wink

*maaf permisi.... pamit bentar mau baca ulang dan ngakak lagi dipojokan nginget tuduhan kejar level*


yah, ini kembali ke masyarakat, dan anak-anak penonton atau pembeli atau pembaca (banyak atau x_x) yang harus tau diri, mana yang boleh dia baca dan mana yang gak. Ortu hrus tau mana komik dewasa dan mana anak-anak (remaja, SU dah jarang sejarang mah). Dan aku setuju ke masalah yang gak beres-beres itu, mamih aku pernah dapet mslh ky gitu ama penjual duku, sama temanya. Gini (mm: mamih, pd: penjual duku):
Mm: mbak, tolong jangan jualan duku di depan rumah kontrakan saya, jadi banyak kulit dukunya tuh. Tolong dibersihih sekarang.
Pd: o, iya, tapi itu pembelinya bukan saya yang ngebuang kulit dukunya.
Mm: ya udah! Kalo pembelinya yanh disalahin, suruh aja pembelinya yang nyapuin. Mbak berarti nyalahin pembelinya kan!? (Mamih emosi)kalo mbak gak jualan di sini, saya juga gak bakal nyalahin mbak!
Pd: iya, nanti saya sapuin.
Nah, sama kan, sama yang aquilamarine bilang, pengedar menyalahkan pembeli, yang dirugikan menyalahkan pengedar, dan kalo gak ada kesadaran dari si pembeli kalo mereka yang salah, tetap yang disalahkan adalah penerbit. Jadi pada intinya si pembeli harus tau diri.
(click to show/hide)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #121 on: May 12, 2014, 04:44:45 am »

@neru : TS  cuma prihatin dr sudut pandang orang tua.
dr sudut pandang penggemar, semua pasti bolehlah....namanya jg penggemar wkwk...ecchi aja lewat lah..saking udah kebiasa-nya.  non penggemar justru bisa lebih obyektif....

fakta : srg org tua cemas anak dibwh umur bisa intip komik dewasa. krn sulit awasi anak 24 jam.
di rumah bisa diawasi, tp anak bisa dapet dari temennya (yg ortunya ga aware), atau dr sumber lain di luar....
-->spt nemu di TB yang pengawasannya ga ketat...

@stephani : kasus duku soal buang sampah, siapa yg buang dia yg tanggung jwab (kena pasal buang sampah sembarangan). kalau penjual duku  salahnya, dia berjualan sembarangan....jualan itu ada tempatnya.

gampang kan?  Grin

soal nyalahin anak....anak usia dibawah umur (7 tahun/ 10 tahun) yang ngga sengaja baca buku dewasa dg posisi pajang di samping buku2 sekolah di toko buku, mrk bisa dimintai pertgjwbn?  wacana : dlm KUHP, usia anak yang bisa dimintai pertanggungjawaban pidana saja : 12 tahun.  Grin heheheh.....

lain cerita kalau TB, dan kasir ketat awasin jual beli komik dewasa. tp prakteknya?
selama kita debat disini.....dan muter2...praktek pengawasan juga ga ada, smkn bnyk anak2 bisa akses buku dewasa...kemudian penerbit semakin banyak ingin menelurkan judul2 yg banyak memuat unsur ecchi, kdg terselubung....(cthnya gourmet itu parah bgt judulnya masak tp isinya ecchi melulu, vinland saga cerita sejarah isinya penggal2an, kelakuan barbar tp msknya komik remaja)

hasil? yukkk....panen, deh...selamat ya...lempar2 aja lagi tgjwb... kyk dpr..haha

===

RUU pornografi :


Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, patung, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

dan menurut KBBI :

Pornografi adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks.

Ecchi
bukannya sudah  lengkap syaratnya ke arah sana?--->pertanyaan untuk penerbit  
« Last Edit: May 12, 2014, 05:59:06 am by Aquilamarine » Logged
Neru-kun
Krrr...
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 38
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 6.990


Please Adopt Me


WWW Awards
« Reply #122 on: May 12, 2014, 07:40:26 am »

(click to show/hide)
maaf, agak bingung dengan kalimatnya apalagi dikasih spoiler.. itu maksudnya? Neru cuman bilan kenapa mesti mempersalahkan LC? banyak penerbit lain

@Aquilmarine
iya sih, kan Neru belum jadi ortu Grin makanya cuman bisa ngasih saran dobel cover itu...
Logged

Evolve My digimon and Dragon

also active at twitter here
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #123 on: May 13, 2014, 02:39:31 pm »

@Neru:oh ya, itu udah frustasi nerusin lanjutannya karena innet error tiba-tiba jadi agak aneh. Maaf. Dan sekarang dah lupa apa yang mo disampein waktu itu. Inget-inget dulu ya?
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
zero
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 3


Awards
« Reply #124 on: May 20, 2014, 12:44:44 pm »

1. kalau soal salah taroh barang, itu murni kesalahan yang punya toko. Analogi edannya, DVD hentai salah taroh di bagian DVD kartun, alasannya sama2 gambar kartun.

2. Kalau anak2 ngembat buku dewasa yang sudah ditaroh di tumpukan level, salahkan ortu yang ga bisa ngedidik anaknya yg nakal/terlalu cepat dewasa.

3. Kalau masih kecil, YA DIAWASIN LAH, 7 tahun/ 10 tahun KOK GAK DIAWASIN, bisa mati karena jatoh dari eskalator lho (baca: salah ambil buku)

4. Kalau anak2nya ndak ngerti apa bedanya buku dewasa/buku anak2, salahkan yang gak ngajarin anak2nya tentang mengerikannya buku dewasa.

5. Ngeributin masalah pornografi itu percuma, karena... karena... di internet sudah mudah didapat. Atau minimal niru NOBITA, NGINTIP SHIZUKA. Lebih penting ngurusin trauma yang terjadi ke anak2 gara2 ngeliat Nina dan Alexander mati di bunuh Scar, atau cewe raksasa bugil yang mengubah semua manusia jadi LCL... atau mind rape dari gunslinger girl...

http://fma.wikia.com/wiki/Nina_Tucker
http://wiki.evageeks.org/Third_Impact
Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #125 on: May 20, 2014, 04:16:26 pm »

ahhh gmn merekalah kita sdh memberikan peringatan, hanya itu yg bisa kita lakukan. semuanya teserah mereka sendiri, mereka mau jadi orang bener ato nggak. kita hanya bisa mengawasi untuk mencegah mereka baca komik dewasa. tak ada lagi yang bisa kita lakukan
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
lepus
LX - Member
***

Reputation: 6
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 521

"L"epus


Awards
« Reply #126 on: May 22, 2014, 11:46:40 am »

Ikutan berpendapat dan ceritain pengalaman ya..

Aku gak baca A Town Where You Live, tapi karena sering banget dibahas disini jadi penasaran mau tau komiknya seperti apa, akhirnya kemarin aku ke Gramedia -buat beli komik deluxe Dunia Mimpi- kebetulan aku nemu komik itu yang udah dibuka plastiknya vol 16 atau 17 aku lupa, liat-liat sekilas.. dan wow.. ada gambar cewek2 lagi pada mandi gitu walaupun pada beberapa bagian disensor, kok gak masuk LC ya..?
Aku gak tau juga sih mungkin dari segi cerita dan bacaan ringan dan cocok untuk remaja, tapi kalau ada gambar2 seperti itu sih agak khawatir juga ya.

Aku setuju dengan semua pendapat disini yang menyatakan semua pihak harus ikut andil dan bertanggung jawab.
Tapi gak adil juga buat pembaca komik dewasa kalau penerbitan komik-komik dewasa harus dibatasi. Karna semakin kita bertumbuh, selera pun bisa berubah. Orang dewasa pasti mencari bacaan yang lebih berat dan berbobot. Makanya aku seneng banget ada komik2 seperti yang diterbitkan LC.

Jadi klo pendapatku, dari penerbit dan TB harus bekerja sama, memberi rating, pemilihan tempat display, memberikan peringatan, mencantumkan penjelasan dan arahan, sosialisai semua pegawai termasuk kasir agar ikut mengawasi apa yang dibeli oleh konsumen. Jika masih saja ada konsumen yang 'bandel' ya udah biarin aja, biar itu balik lagi ke tanggung jawab individu masing2, serta pengawasan orang tua. Yang penting dari pihak penerbit dan TB sudah ada niat baik dan positif mengusahakan semaksimal mungkin agar semua benar pada tempatnya. Soalnya klo cuma ngandelin pengawasan dari ortu aja susah. Ortu dulu selalu beranggapan komik itu bacaan anak-anak. Makanya ibuku selalu cerewet klo ngeliat aku (yang udah mau 30th) masih baca komik, karna menganggap kekanak2an, padahal yang aku baca kan komik dewasa (walau aku masih suka baca miiko, conan, dll).

Aku sendiri sebagai ortu merasa sulit untuk mengendalikan seorang anak yang pada dasarnya memang selalu ingin tahu. Klo pengalamanku sih seperti ini, (gak perlu diikutin ya, karna aku tau sebenernya ini kurang baik, tapi kadang ego aku tuh gede banget) aku tuh dari dulu hobi nonton, karna gak tega ninggalin anak dirumah (anakku umur 2,5th) kadang dia selalu aku ajak nonton, film apapun.
Dari awal aku sudah memberikan penjelasan dulu apa yang akan kami tonton. Klo film itu menarik buat dia, dia akan memperhatikan, kadang2 bertanya "itu apa?", "itu kenapa?", atau seperti kemarin nonton Godzilla dia terus2an nanya "Dinosaurusnya mana, kok gak muncul2?", atau waktu nonton TAS, "Itu yang loncat-loncat Spiderman? Kok pake topeng?". Jadi sepanjang film ketika ada yang bikin dia heran atau takut selalu aku kasih penjelasan dan coba menenangkan dia. Klo filmnya dirasa gak menarik, dia akan milih buat tidur (untungnya dia jarang banget nangis minta keluar Grin).
Terus waktu aku baca komik I am Hero, dia tanya itu buku apa dan mau liat. Aku sih kasih liat, dan bilang itu buku tentang zombie. Dia akan liat gambar2nya, bertanya klo dia heran, sampai akhirnya dia bosan sendiri dan gak peduli lagi. Hehehe.. Walaupun pada suatu hari dia akan bilang, "Aku mau liat buku mami yang zombie donk". Nah loh... Yah gak apa-apa deh, seenggaknya dia tau klo itu "buku mami", dan harus minta ijin klo mau liat (sekali lagi aku gak tau ya ini bener atau nggak).
Tapi aku juga selalu imbangin dengan menonton film anak2, beliin mainan, buku cerita anak2. Menjelaskan mana yang untuk anak2, mana yang untuk 'orang gede'.

Sebatas itulah aku sebagai orang tua bisa menjaga dan mengawasi. Gak tau ya nanti klo anak-anak itu udah bertumbuh, udah bisa ambil sendiri, nonton sendiri, beli sendiri. Makanya sebagai ortu yang tidak bisa selalu mengawasi kalau anak2 sudah ke 'dunia luar', kita perlu pihak luar untuk membatu mengawasi dan ikut mendidik.

Wah.. jadi kepanjangan. Tolong diambil yang positifnya aja ya.. Semoga nyambung sama topiknya. Hehehe
Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #127 on: May 23, 2014, 01:01:34 pm »

@lepus: masalah ada gambar cewe lagi mandi dan sensor, makin lama di indo juga komik yang kaya gitu udah biasa di terbitin, coba baca komik yellow dragon, terbitan elex itu, di permandian air panas dan pas waktu baju cewenya sobek semua. Aku paling inget sama komik 2 volume itu. isinya udah agak menjerumus ke dewasa. walau di tulis bukan LC, itu komik remaja, isinya itu lho "MENJERUMUS KE DEWASA" itu berbahaya kan, kalo masik kategori komik remaja?kalo aku sih no problem baca kaya gituan, tapi sekarang aku udah ngerasain sesuatu yang aneh kalo baca komik kaya gitu atau nekat baca hentai, walau aku cewe.
ami! non stop (LC) isinya aja gak se- AMAZING itu, masuk kategori LC. yang setara dengan itu (ambil komik m&c) gourgeous doctor (one shot) di cerita ke-3 kalo gak salah, aku ngeliat adegan dewasanya, walau gak keliatan, buktinya aku masih bisa menerka adegan-adegannya.

terus, yang membuatku kesel, di komik-komik itu, adegan ciuman tanpa sensor, di TV, bah kaya gituan aja di sensor. padahal udah ada tulisan R-BO (memang org nonton itu gak pernah liat rating)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #128 on: June 07, 2014, 07:12:00 am »

Lama nggak melipir and iyes..kenapa ya blm ada pihak berwenang elex/LC yg menanggapi lagi dimari... Grin biggrin
gpp, mari kita kembali guru guru maru...

@lepus : anak 2,5 tahun diajak nonton  Shocked ati2 ...efeknya bisa jadi bkn sekarang lho. anak2 terutama anak cowo sgt imaginatif, sulit bedakan realita dan fantasi. lbh aman dititipkan kl mmg nafsu akn hiburan sdg membludak  biggrin..

http://hiburan.kompasiana.com/film/2014/05/01/film-the-amazing-spiderman-2-memakan-korban-jiwa-653009.html

Quote
Gak tau ya nanti klo anak-anak itu udah bertumbuh, udah bisa ambil sendiri, nonton sendiri, beli sendiri.

Nah ini contoh yang menarik nih.... mikir sy ga akn menghakimi cm ingin mengajak lepus dan teman2 disini utk berpikir..agar jd renungan semuanya..(trmsk sy jg hehe)

Ortu menasehati anak agr jg baca komik dws, tp dia kdg melihat ortunya setiap hr suka baca komik dewasa dan melihat kontennya (kasus I am a Hero), bahkan mengajaknya nonton film dewasa (spiderman bnyk adegan dws)...menurutmu apa yg akan anak lakukan stlh nanti dia bs ambil sendiri, nonton sendiri, beli sendiri?   Wink rasanya jwbnnya mudah sekali..

kl kata pepatah children see, children do...bukan children hear, children do...
« Last Edit: June 07, 2014, 07:30:42 am by Aquilamarine » Logged
lepus
LX - Member
***

Reputation: 6
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 521

"L"epus


Awards
« Reply #129 on: June 13, 2014, 10:05:20 am »

Hohoho.. makanya aku bilang tolong ambil yang positifnya aja.


Iya nih, pulang nonton spiderman pas nyalain TV lagi ditanyangin beritanya. Langsung deh liat-liatan sama suami, "Nah loh!".
Tapi seingetku anak itu loncat dari jendela bukan setelah nonton spiderman, tapi ngambek karna mau nonton spiderman gak diturutin ibunya.
Yaaa apapun alasannya ngeri juga sih. Kita langsung meningkatkan pengawasan, aku wanti-wanti ke si mbak agar selalu memperhatikan kegiatan anak selagi aku gak ada.
Alhamdulillah sampai saat ini sih gak keliatan sedikit pun gelagat dia yang meniru-niru si spidey, mungkin karna dia anak cewek kali ya.
Aku ajak nonton apa pun tetap favorit dia Masha & The Bear :D
 
*mulai serius
Pastinya semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.
Tapi setiap orang tua juga punya cara masing-masing untuk mendidik dan menjaga anak-anaknya.
 
Apa yang saya lakukan dengan anak saya, saya tau betul apa dampaknya dan tidak akan saya biarkan begitu saja.
Saya punya upaya sendiri bagaimana agar si anak bisa menerima hal positifnya dan menghindari dampak negatif.
 
Soal yang saya tonton maupun yang saya baca, jika anak saya tertarik, maka saya diskusikan dengan anak saya.
Bagus kan kalau ternyata anak saya juga punya minat baca, pasti akan saya berikan bacaan yang sesuai dengan umurnya.
Saya jelaskan mana yang baik atau yang buruk, mana yang untuk orang tua maupun anak-anak (tentunya dengan gaya dan bahasa yang bisa diterima anak saya).
Anak saya mungkin belum terlalu mengerti, tapi dia ingat apa yang saya katakan.
Selama ini, ketika saya tekankan mana barang-barang milik saya dan yang mana milik dia (boleh percaya, boleh tidak), dia mengerti.
 
Menurut saya untuk mendidik serorang anak gak perlu ikut-ikutan karna setiap anak berbeda, cukup mengenali siapa anak kita aja.
 
Yaaa sampai saatnya dia bisa melakukan semuanya sendiri lah... Susah juga nantinya kalo udah terpengaruh lingkungan luar.
Setidaknya saya berharap anak saya menjadi pribadi yang bertanggung jawab dengan semua keputusan yang dia ambil.
 
Hohoho.. udah ya soal parents guide ini.. kita balik ke topik yuuuk

@lepus: masalah ada gambar cewe lagi mandi dan sensor, makin lama di indo juga komik yang kaya gitu udah biasa di terbitin, coba baca komik yellow dragon, terbitan elex itu, di permandian air panas dan pas waktu baju cewenya sobek semua. Aku paling inget sama komik 2 volume itu. isinya udah agak menjerumus ke dewasa. walau di tulis bukan LC, itu komik remaja, isinya itu lho "MENJERUMUS KE DEWASA" itu berbahaya kan, kalo masik kategori komik remaja?kalo aku sih no problem baca kaya gituan, tapi sekarang aku udah ngerasain sesuatu yang aneh kalo baca komik kaya gitu atau nekat baca hentai, walau aku cewe.
mengkhawatirkan ya..

Aku sih percaya aja sama temen-temen di LXO, tapi kan banyak di luar sana orang-orang yang kurang bertanggungjawab. Ngeri klo sampe kenapa2.
Makanya aku berpendapat untuk penerbitan buku dan komik di sini semua pihak harus bekerjasama ikut mengawasi.
Logged
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #130 on: June 17, 2014, 12:04:29 am »

oo..kl anak cewe, poin pd adegan dewasanya (cium, dsb), kan bnyk diumbar di spidey. hehe. ladysman

Anak saya mungkin belum terlalu mengerti, tapi dia ingat apa yang saya katakan.

mslh ingatan kembali, ya, mikir ini akan menarik sekali...ke depan..   inlove
resiko msg2, sih..hehe... smg sj gpp..dunno  Wink *peace* iloveusign

sepakat..semua pihak hrs mengawasi..
tp apkh sdh masuk agenda concern penerbit belum, ya..
di respon saja belum disini..wkwk...*plirik*


 

Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #131 on: June 17, 2014, 06:27:07 am »

Adegan dewasa ... iya setuju banget :)
Kalo cewe bisa meniru adegan dewasanya ketimbang adegan terjun,  dan adegan action lainnya. Kalo cowo, biasanya mereka nirunya adegan yg actionnya.

Kasusnya hampir sama kaya aku, ya? Bedanya, aku dibiarin nonton. Tidak terlalu diawasi kalo mslh nonton di PC. Mmg rentan meniru adegan dewasanya kok *kabuuuuuuuuuur*
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #132 on: June 17, 2014, 09:16:53 am »

Jadi perhatian koq seputar hal ini bagi penerbit. Kalau boleh cerita mengapa judul-judul tertentu bisa kelolosan masuk ke Elex, bukan ke LC, itu biasanya karena di volume-volume awal judul tersebut masih dalam standar yg bisa ditoleransi.

Biasanya dari Jepang mengirimkan sampel copy asli atau ada usulan judul baru sebagai rekomendasi, 'kan yang dikirim seabrek-abrek aneka judul tapi hanya volume awal saja. Dari volume awal, mulai masuk screening oleh teman-teman editor, mana yang layak terbit atau tidak. Termasuk dalam hal ini tentunya pengecekan dan penandaan halaman-halaman sesuai dengan level berbahaya-nya menurut toleransi value masing2 editor. Apabila di volume awalnya tidak banyak yang berbahaya ATAU levelnya masih bisa ditolerir, maka masih dapat dipertimbangkan terbit. Tapi jika dianggap sudah over, akan dilanjutkan prosesnya di LC untuk screening lanjutan.

Jadi bisa terjadi ketika proses screening ini tembus, komik tersebut kontennya masih bisa ditolerir, bahkan mungkin konten volume terbarunya di Jepang pun masih ditolerir. Namun proses penerbitan komik resmi itu sangat panjang dan ini baru awalnya. Sehingga sampai ketika akhirnya sudah ada dokumen hitam di atas putih di Indonesia, dimana itu bisa beberapa tahun kemudian, komik yang bersangkutan sudah bertambah banyak volume dan perkembangan ceritanya sudah jauh melenceng dari kerangka awal komiknya (mungkin menyesuaikan dengan demand pembaca remaja di sana yang memiliki toleransi nilai jauh berbeda). Contohnya screening yang dilakukan sekarang untuk paling cepat pun terbitnya tahun depan atau lebih.

Kalau mau mengurangi kemungkinan hal ini terjadi, berhubung tidak bisa memprediksi masa depan karena hal ini harus diproses beberapa tahun sebelumnya, bisa saja hanya menerbitkan komik-komik dari komikus yang memang sudah karyanya sudah pernah kita terbitkan dan terbukti bersih. Walau ini juga tidak menjamin karena bisa saja komikus bereksperimen dan mengganti genre / gaya ketika memulai seri baru. Bisa juga hanya menerbitkan judul yang sudah tamat di Jepang, tapi berarti ketinggalan buzz dan resiko tidak diminati lebih tinggi karena ketika tamat baru masuk proses awal, berarti ketika terbit, judul tersebut sudah 'basi' minimal 1-2 tahun.

Kira-kira demikian insight dariku seputar proses screening judul...


Nah kalau bicara value, setiap pembaca valuenya berbeda... misalnya barusan ada kritik di thread sebelah yang komplain kalau konten Nakayoshi disensor, padahal konten yang disensor itu dianggap memang belum cocok untuk pembaca Nakayoshi yang relatif masih muda. Ini hanya contoh, tapi banyak sekali komplen yg kita terima di sosial media bahwa sensor dari penerbit terlalu ketat, terlalu banyak, diminta dikurangi walau sebenarnya IMHO sensornya masih layak karena menimbang usia target pembaca komik tersebut di Indonesia. Tapi sayangnya anak-anak pembaca Indonesia di usia tersebut ingin disamakan seperti di Jepang. Di sisi lain, seperti di thread ini, ada beberapa suara yang mengutarakan sebaliknya juga dari pihak orang tua.

Sekarang yang menjadi masalah menurutku pribadi sih adanya gap antara value orang tua dan value anak / remaja di Indonesia. Generasi muda merasa mereka pantas dan layak, sudah bisa menerima konten demikian dan lebih tepatnya menuntut tidak dihalangi...
« Last Edit: June 17, 2014, 09:18:07 am by camolatte » Logged

stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #133 on: June 17, 2014, 10:59:01 am »

alau bicara value, setiap pembaca valuenya berbeda... misalnya barusan ada kritik di thread sebelah yang komplain kalau konten Nakayoshi disensor, padahal konten yang disensor itu dianggap memang belum cocok untuk pembaca Nakayoshi yang relatif masih muda. Ini hanya contoh, tapi banyak sekali komplen yg kita terima di sosial media bahwa sensor dari penerbit terlalu ketat, terlalu banyak, diminta dikurangi walau sebenarnya IMHO sensornya masih layak karena menimbang usia target pembaca komik tersebut di Indonesia. Tapi sayangnya anak-anak pembaca Indonesia di usia tersebut ingin disamakan seperti di Jepang. Di sisi lain, seperti di thread ini, ada beberapa suara yang mengutarakan sebaliknya juga dari pihak orang tua.

Sekarang yang menjadi masalah menurutku pribadi sih adanya gap antara value orang tua dan value anak / remaja di Indonesia. Generasi muda merasa mereka pantas dan layak, sudah bisa menerima konten demikian dan lebih tepatnya menuntut tidak dihalangi...
nah, anak2 jaman sekarang itu *maaf* suka sok jago, merasa diri mereka bisa menerima konten yang sebenernya buat dewasa dan bukan untuk anak2 seusia mereka. Itu justru yang membahayaan mereka. Keinginan mereka yg ini tidak boleh diikuti, aku justru setuju dengan penggunaan sensor pada majalah komik Nakayoshi. Soalnya kalo diliat, rata2 pembeli Nakayoshi adalah anak2 SD sampe SMP. Gak mau dihalangi? Mereka pikir mereka bisa bebas baca gituan??? No, no, no timpuk jangan sampe konten kaya gitu dibiarin tanpa sensor! Kalo kita bebasin mereka melihat konten itu, artinya kita menjerumuskan mereka! Gak boleeeeeeeeh!

Merasa pantas dan layak, ya? Gak mikir apa mereka!? Mereka masih remaja! Layak apanya? Mereka itu harus tau diri dong! Pengen disamakan seperti di Jepang? Oke, ini boleh! Asal mereka juga sama seperti anak2 di Jepang! Sekolah dari pagi sampe sore! Mau!?
Sensor terlalu ketat? Komen macem apa itu? Mnrt mereka, sensor yg g ketat itu gmn? No sensor!? Mereka pikir yg baca komik itu cuma org dewasa yg komen aja? Nggak!!! Ada banyak anak2 yg g komen, tp baca komik itu! Mikir dikit napa sih?

Tau gak teman2, jaman sekarang anak2 itu sebagian besar udh tercemari dengan yg hentai2 dan teman2nya. Mereka sebagian besar juga udh g takut lg sama ortu. Jd, ortu g bisa 100% mantau mereka. Dan terkadang, hubungan ortu-anak jaman sekarang itu kurang baik!

Sekarang kembali ke penerbitnya juga. Mereka mo menjerumuskan demi keuntungan yg lebih Ato ttp memakai sensor yg seharusnya!?

Aku tau org jaman sekarang lebih mentingin uang daripada generasi mendatang. Uang seperti sudah mengendalikan kita. Jadi, mungkin (catat:mungkin!!!) Penerbit, hanya demi uang, mereka gak mikirin ruginya. Kalo g mikirin ruginya, mungkin demi pendapatan yg lbh banyak, mereka akan menghapus kata SENSOR dari buku terbitannya.

(click to show/hide)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #134 on: June 17, 2014, 05:09:54 pm »

Akhirnya....serbuuu......hahaha    j/k

Bisa juga hanya menerbitkan judul yang sudah tamat di Jepang, tapi berarti ketinggalan buzz dan resiko tidak diminati lebih tinggi karena ketika tamat baru masuk proses awal, berarti ketika terbit, judul tersebut sudah 'basi' minimal 1-2 tahun.

Nah itu ada salah satu solusinya....masalahnya skrg dimana?  Cheesy

Tanya : mmg tidak bisa dilakukan riset dari volume2 yg sdg berjalan di manga2 magz jepang? Bukannya mereka selalu lebih dulu ada...

Quote

Tapi sayangnya anak-anak pembaca Indonesia di usia tersebut ingin disamakan seperti di Jepang. Di sisi lain, seperti di thread ini, ada beberapa suara yang mengutarakan sebaliknya juga dari pihak orang tua.

Sekarang yang menjadi masalah menurutku pribadi sih adanya gap antara value orang tua dan value anak / remaja di Indonesia. Generasi muda merasa mereka pantas dan layak, sudah bisa menerima konten demikian dan lebih tepatnya menuntut tidak dihalangi...

  Ini jujur bikin tepok jidat..

Anak dibawah umur blm bisa mengambil keputusan yg matang. Bahkan hukum (aplg di luar) saja punya pembedaan, yg bisa memindahkan tgjwb ke org dewasa atas kesalahan anak2. Jadi bgmn mgkn aspirasi dari anak dibawah umur tentang hal2 demikian bisa masuk kantong... biggrin argg

Kalo 10 taun lg mas camo punya anak belasan tahun...anak masuk diskotik, ber2 gelap2an, dan minum beer sampai pagi, ok biar sj, krn di jaman itu valuenya sudah beda..dan dr pada ngambeg, dunno kan begitu kesamaannya biggrin
Orang dewasa menjadi galau karena tuntutan anak2...jadi yg dewasa itu siapa  laughing

Org dewasa jg membuat batasan2 bukan krn kejam dan ingin merusak kesenangan, tp justru krn org dewasa peduli dan tau apa akibatnya...yg ga peduli sih jalanin aja. Biar rusak sekalian. Apa ingin spt itu?

Pedoman, kenapa tdk pegang saja...(jgn bosen) definisi pornografi dari KBBI dan RUU nya..(walo pro-kontra tp msh ok lah). Cara lain bisa memperkerjakan lebih bnyk editor wanita di bagian screening/sensor.. Karena umumnya wanita relatif lebih paham dan peka (keumuman saja) masalah seperti ini.

Dg kecanggihan teknologi skrg sensornya sudah lumayan halus, ngga pake spidol..rasanya kalau bukan puritan rajin ngeliat manga asli/mangascan ga akan protes.

Omong2 masalah kerjasama dengan toko buku masalah penempatan dan pengawasan sepertinya blm dijawab...Smiley apa kendalanya?




« Last Edit: June 17, 2014, 05:21:17 pm by Aquilamarine » Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #135 on: June 17, 2014, 05:41:09 pm »

Ayo, ayo! Anak muda yg mo ancur sini sama aku diancurin aja sekalian, kemarilah! Mo nonton anime hentai? Komik hentai? Atau novel yg hentai? Ato mo nonton adegan yg kekerasannya di luar kewajaran??? Sok, aku ladenin devil

Daripada km ngancurin diri sendiri tp ga berasil2 obatnya manjur buat bikin kamu ancur *cih* tongue :p
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #136 on: June 18, 2014, 08:34:08 am »

Tanya : mmg tidak bisa dilakukan riset dari volume2 yg sdg berjalan di manga2 magz jepang? Bukannya mereka selalu lebih dulu ada...
Kan sudah dijelaskan bahwa ketika diproses, di Jepang pun belum banyak volumenya... karena waktu proses cukup panjang dari mulai memilih sampai akhirnya deal.

Misalnya: komik A ketika diproses baru 2 volume, kemudian prosesnya 2-3 tahun dan komik tersebut terbitnya 3 volume setiap tahun, sampai ketika deal hitam di atas putih, komik tersebut sudah masuk volume 8 dimana mulai volume 7, komik tersebut menjadi ekstrim menyerempet luar biasa dan semakin parah.

Di saat itu sudah terlambat karena semua sudah tercantum hitam di atas putih, jika tidak diterbitkan dampaknya bukan hanya penalti tapi juga merusak hubungan yg berdampak untuk semua judul dari penerbit tersebut.

Sedangkan memilih judul basi, itu bukan solusi karena tidak ada gunanya menerbitkan komik yang kurang diminati mayoritas pembaca, karena tidak akan memenuhi quota syarat terjual minimal yang dituntut penerbit Jepang. Yang ada, kembali lagi kita yang harus membayar penalti dan materi komik itu bisa di-suspend lanjutannya karena dianggap tidak memenuhi syarat utk pengiriman lanjutannya.

Untuk kerjasama dengan toko buku, hal itu telah kita himbaukan ke mereka, karena toko buku adalah perusahaan yang berbeda dengan manajemen dan kebijakan yang berbeda. Dan karena sistem manajemen retail itu semi-desentralisasi, setiap lokasi bisa berbeda prakteknya tergantung kepalanya dan kebijakan beliau masing-masing. Ada yang tidak keberatan micro-managing, tapi ada juga yg memiliki kebijakan / prioritas yg berbeda.
Logged

Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #137 on: June 18, 2014, 08:46:09 am »

@steph : seriously, kamu kenapa? Shocked

Ok. dirunut :

1)Karena banyaknya alasan2 diatas (utk kelangsungan bisnis) berarti bisa ditebak, sistem pemilihan judul tidak akan banyak perubahan dr kondisi sekarang.
2)Dan untuk kebijakan kerjasama dengan toko buku, penerbit tidak berdaya, karena kebijakan penempatan dan screening pembeli tergantung msg2 TB


Berarti solusinya hanya : Sensor yang ketat. Termasuk bagi komik2 DEWASA (terbitan Elex ato Level) kenapa? Karena poin ke 2), kondisi di lapangan praktis judul "komik dewasa" tidak berfungsi sebagai batasan. Berarti semua komik di TB pada prakteknya bisa diakses segala usia tanpa pengawasan. Bahkan banyak komik2 di bbrp TB besar yg sudah dalam kondisi "terbuka".

Pembaca dewasa ingin tampilan dan konten manga tetap spt asli di Jepang? Ayolah, sistem dan prakteknya disini tidak mendukung untuk kesana...ingin mengorbankan kaum minor?

Pertanyaan : Apakah sensor komik dewasa juga sudah melakukan itu? (ga perlu kan sy kasih contoh yang pasti gampang didapatkan lah skrg.. Grin)

 Masuk akal nggak?  dunno Kalo ga setuju coba variabel mana yg bisa "dikorbankan"?

Atau jangan2 masih ada kendala lagi.... Shocked Shocked

PS : sensor ketat tidak bisa menghapuskan "ide" nyelenyeh dr bbrp judul spt yg mengandung ide incest, dsb.. dunno tgl mslh berhati2 sj..

« Last Edit: June 18, 2014, 09:03:20 am by Aquilamarine » Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #138 on: June 18, 2014, 02:25:51 pm »

@camo: tp mnrtku, lbh baik nerbitin judul basi aja. Buku yg mmg isinya bagus, sampai kapan pun pasti banyak peminatnya. (Tp pasti penerbit rugi tongue :p )atau, semua komik yg udh menunjukkan tanda2 komik dewasa, mskin LC aja :D gak bakal rugi, kan?

@aquilamarine: setuju ama sensor ketatnya! Mo liat adegan dewasa!? Ga ush setengah2 ngeliat di LC sekalian aja nonton BF, baca hentai. Blom puas? Praktek! Dan yg diatas itu, aku menawarkan jasa tongue :p

Di sini gak bisa di samakan dengan di Jepang! Tau gak, Indo belom bisa menerima semua itu. Kenapa? Ga ush tanya kenapa lah, org Indo Itu mudah terpengaruh. Sering liat anak2 bentak2 ke ortu? Itu pengaruh dari sinetron dll kan? Masyarakat kita itu sebenarya (kalo bisa dibilang) polos ...

Org yg dewasa g blh egois gt dong. Mereka mmg g pernah mikir generasi mendatang. Coba sekali2 pikirin.

Mmg Indo ancur gpp, lbh baik daripada ilang, soalnya kalo ancurkan bisa di perbaiki lagi, kalo ilang? Mo ada PD III? *Qoute from mas Ekos*
Tp, Indonesia butuh brp taun sih bwt di perbaiki? 1? 2? 3? No, no, no 10 juga ga cukup!!! Butuh setengah sampe satu abad kali yah?
Makanya pikirin itu baik2 jgn mementingkan diri sendiri.
Mmgny kalian mau, indonesia di sebut dengan negara yg penuh kekerasan? Penuh ponigrafi? Penuh dengan kasus asusila!?

Jgn sampe, pornografi di Indo jadi peringkat tertinggi di dunia ya? Ntar, nyesel kalo udh kaya korupsi, udh menjamur di mana2 gt. Kan susah balikin ky dlu lg. Klo mo buat indonesia menjadi lbh baik, kan dimulai dari generasi muda, kalian menjelek2an, siapa yang ngedidik koruptor2 di sana? Org Indo juga kan? Menanamkan jiwa koruptor pada mrk.

Nanti juga di tanya, siapa yg ngajarin mereka berbuat hal2 yg tdk terpuji?(membunuh, bla bla bla) kita juga kan?

Nah, org yg minta sensor diilangin, sensor jgn ketat2 amat, mmgny cm kalian yg baca? Anak2? Jangan salah, LC jg skrg hrus disensor ketat. Banyak anak2 bandel yg baca. Contonya, AoT. Anak2 banyak yg baca, bbrp nonton anime.

Trus, anak2 indo itu gak bisa ngerti kalo d ksh tau sekali. Nyeyel aja terus!

POKONYA, SENSOR KETAT ITU HARUS!!! KALO GA MAU DI SENSOR KETAT,LEBIH BAIK GO TO HELL, HEY! INDONESIA, CAN'T BE LIKE JAPAN OR AMERICA YOU KNOW!! DON'T ASK ME WHY!!! BECAUSE YOU CAN'T BE LIKE AMERICA OR JAPAN PEOPLE, RIGHT!????
*steph marah mode: on (can't turned off in this topic)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
daryatno
LX - Member
***

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 336

Back In Black


Awards
« Reply #139 on: June 21, 2014, 03:20:20 pm »

@camo: tp mnrtku, lbh baik nerbitin judul basi aja. Buku yg mmg isinya bagus, sampai kapan pun pasti banyak peminatnya. (Tp pasti penerbit rugi tongue :p )atau, semua komik yg udh menunjukkan tanda2 komik dewasa, mskin LC aja :D gak bakal rugi, kan?

@aquilamarine: setuju ama sensor ketatnya! Mo liat adegan dewasa!? Ga ush setengah2 ngeliat di LC sekalian aja nonton BF, baca hentai. Blom puas? Praktek! Dan yg diatas itu, aku menawarkan jasa tongue :p

Di sini gak bisa di samakan dengan di Jepang! Tau gak, Indo belom bisa menerima semua itu. Kenapa? Ga ush tanya kenapa lah, org Indo Itu mudah terpengaruh. Sering liat anak2 bentak2 ke ortu? Itu pengaruh dari sinetron dll kan? Masyarakat kita itu sebenarya (kalo bisa dibilang) polos ...

Org yg dewasa g blh egois gt dong. Mereka mmg g pernah mikir generasi mendatang. Coba sekali2 pikirin.

Mmg Indo ancur gpp, lbh baik daripada ilang, soalnya kalo ancurkan bisa di perbaiki lagi, kalo ilang? Mo ada PD III? *Qoute from mas Ekos*
Tp, Indonesia butuh brp taun sih bwt di perbaiki? 1? 2? 3? No, no, no 10 juga ga cukup!!! Butuh setengah sampe satu abad kali yah?
Makanya pikirin itu baik2 jgn mementingkan diri sendiri.
Mmgny kalian mau, indonesia di sebut dengan negara yg penuh kekerasan? Penuh ponigrafi? Penuh dengan kasus asusila!?

Jgn sampe, pornografi di Indo jadi peringkat tertinggi di dunia ya? Ntar, nyesel kalo udh kaya korupsi, udh menjamur di mana2 gt. Kan susah balikin ky dlu lg. Klo mo buat indonesia menjadi lbh baik, kan dimulai dari generasi muda, kalian menjelek2an, siapa yang ngedidik koruptor2 di sana? Org Indo juga kan? Menanamkan jiwa koruptor pada mrk.

Nanti juga di tanya, siapa yg ngajarin mereka berbuat hal2 yg tdk terpuji?(membunuh, bla bla bla) kita juga kan?

Nah, org yg minta sensor diilangin, sensor jgn ketat2 amat, mmgny cm kalian yg baca? Anak2? Jangan salah, LC jg skrg hrus disensor ketat. Banyak anak2 bandel yg baca. Contonya, AoT. Anak2 banyak yg baca, bbrp nonton anime.

Trus, anak2 indo itu gak bisa ngerti kalo d ksh tau sekali. Nyeyel aja terus!

POKONYA, SENSOR KETAT ITU HARUS!!! KALO GA MAU DI SENSOR KETAT,LEBIH BAIK GO TO HELL, HEY! INDONESIA, CAN'T BE LIKE JAPAN OR AMERICA YOU KNOW!! DON'T ASK ME WHY!!! BECAUSE YOU CAN'T BE LIKE AMERICA OR JAPAN PEOPLE, RIGHT!????
*steph marah mode: on (can't turned off in this topic)

hm hm hm....
setelah baca panjang lebar saya juga setuju...hehe,, banana
kenyataannya emang seperti itu sih,,
Logged

Pesan Ka Annie: jangan berani oot kalo gak mau ilang reput Cry
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #140 on: June 21, 2014, 03:30:49 pm »

Mmg sejak dulu Indo itu bisanya cuma ikut2an. Sejak kapan indo punya produk unggulan sendiri yang mendunia? Gak ada kan?
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
rendi
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 38


manga lovers


Awards
« Reply #141 on: July 30, 2014, 07:01:42 pm »

Kl komik city hunter menurut tmn2 mungkin ga di terbitin elex? Kl diliat dari gambar lumayan parah jg itu komik
Logged
Jack_Froost
LX - Noob
*

Reputation: 5
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 80

Ignore the fear and proceed your step!


Awards
« Reply #142 on: July 30, 2014, 08:29:22 pm »

Mmg sejak dulu Indo itu bisanya cuma ikut2an. Sejak kapan indo punya produk unggulan sendiri yang mendunia? Gak ada kan?


Banyak loh, produk indonesia yg mendunia..
1. Indomie
2. Polygon
3. J.Co Donuts
4. Eiger
5. Polytron
Dan masih bnyak lg..

Indonesia bukannya ikut"an ... tp kita berusaha lebih bagus dr negara lain dan tahap pertama untuk tujuan itu adlah mencontoh produk ngara lain..
Tapi kendala disini kekurangan biaya dan kurangnya dukungan dr pemerintah dan msyarakat.

Jadi jgn menilai indonesia dr sisi buruknya, masi bnyak sisi baik dr indonesia..
OOT end. :D


Tntang Komik dewasa di indo sih ....
kalo terbit syukur kalo gak yaudah

Tapi ini masukan dr saya jika terbit beneran :D
1. Taruh komik(gore,echi,H) trsebut di dekat kasir
2. Tunjukan Ktp dan Sim jika membeli
3. Kasih harga 30-50K
4. Terbitkan dgn terbatas (limited)
5. Kasih rating 21+

Itu aja masukan dr saya
« Last Edit: July 30, 2014, 08:47:23 pm by Jack_Froost » Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #143 on: August 14, 2014, 04:24:59 pm »

@jack: gw g terima klo harus nunjukkin ktp or sim cm bwt beli LC. Kalo tuh 2 benda ketinggalan gmn? Mana lagi pake ada aturan limited. What? Rating 21+ nggak deh, rating segitu berlebihan lagipula sekarang harusnya bukan 18+ kasih aja 13+ udh cukup umur kok. 18+ itu zaman dulu, sekarang dah beda. Krn anak2 umur 13 skrg tuh udh gak bs diremehkan lagi kemampuan otaknya. Mereka sdh bisa mencernanya. Lagian komik dewasa di sini itu, gak semuanya gak bagus buat anak. Hanya alurnya dan gambarnya yang dibuat lebih dewasa.

Mana bisa komik harganya segitu jack? --" lagian komik di sini soft cover, bukan hard cover. Dan kalo dikasih harga segitu, LXO bisa diboikot kali yah? Bakal pada protes. Orang2 bakal lebih milih beli bajakan (bajakan Itu bukan manga scan aja) udh, lagipula udah bagus kok kaya gini. Anak2 juga tau diri, mana yg boleh mereka baca dan yang tidak. Lagipula, klo diliat di gramed, anak2 gak terlalu tertarik sama LC.

I'm so sorry, Jack kalo ada kata2 dia atas yang menyinggung :D
« Last Edit: August 14, 2014, 04:28:47 pm by stephanie istalri » Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #144 on: August 14, 2014, 05:22:05 pm »

Tapi ini masukan dr saya jika terbit beneran :D
1. Taruh komik(gore,echi,H) trsebut di dekat kasir
2. Tunjukan Ktp dan Sim jika membeli
3. Kasih harga 30-50K
4. Terbitkan dgn terbatas (limited)
5. Kasih rating 21+

Menurut saya masukan dari kamu cukup menarik loh. Tapi mungkin realisasi di lapangan ga seindah masukan Jack yang idealis.
Poin satu, saya pesimis hal ini akan cukup berarti. Karena dibutuhkan awareness dari kasir itu sendiri untuk melarang atau sekedar memberi tahu anak "di bawah umur" yang membeli LC
Poin dua, kedengerannya menarik. Kecuali pada prakteknya, orang dewasa itu sendiri yang bertindak jadi "setan". Percaya ga percaya, tetangga saya dengan enteng nyuruh anaknya yang masih SD buat beliin dia rokok di warung dengan iming-iming boleh beli es krim dari uang kembaliannya. Coba kalo tu anak beli rokok juga  argg
Poin kelima juga saya pesimis akan cukup berarti

Poin tiga dan empat menurut saya yang paling mungkin direalisasikan. Tapi... harus ada nilai plus-nya juga, hehehe...
Komik LC atau yang masuk kategori dewasa diberi harga yang cuma bisa dijangkau oleh orang dewasa (yang sudah bekerja dan menghasilkan uang, ga kaya anak-anak yang masih minta uang sama ortu). Tapi kualitas komiknya juga harus sebanding dengan harga yang harus dirogoh sama orang dewasa itu. Misal, kertasnya lebih tebal, halaman berwarnanya lebih banyak. Kualitas terjemahan dan lainnya juga "level atas". Kalau begitu, saya yakin orang dewasa ga akan keberatan ngerogoh dompet sampe 50K demi kualitas yang "wah"
Logged

I may fall down but thats not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
gusfina
LX - Senior
****

Reputation: 92
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 788

Ubugoe ♪


WWW Awards
« Reply #145 on: August 14, 2014, 06:30:41 pm »

Let see... Smiley

Tntang Komik dewasa di indo sih ....
kalo terbit syukur kalo gak yaudah

Tapi ini masukan dr saya jika terbit beneran :D
1. Taruh komik(gore,echi,H) trsebut di dekat kasir
2. Tunjukan Ktp dan Sim jika membeli
3. Kasih harga 30-50K
4. Terbitkan dgn terbatas (limited)
5. Kasih rating 21+

Itu aja masukan dr saya

Mumpung saya lagi senang cuap-cuap maka let's begin! Grin

Komik taruh dekat kasir? Waaah susah juga ya^^;, soalnya sepertinya peletakan komik berbeda-beda di tiap stand komik. Entah gramedia, atau toko sebangsanya, sepertinya mereka memiliki aturan masing-masing dalam penyesuaian lokasi buku-buku.


Tunjukkan KTP dan SIM? Nah, ini lebih bagus kalau bisa direalisasikan. Dari awal saya setuju konsep KTP^^ Soalnya mending samakan sistemnya seperti bioskop yang filmnya untuk orang dewasa, anak-anak perlu memperlihatkan tanda pengenal. Approved  Azn icon14 //woi
@jack: gw g terima klo harus nunjukkin ktp or sim cm bwt beli LC. Kalo tuh 2 benda ketinggalan gmn? Mana lagi pake ada aturan limited.
IMO, karena sekarang kamu memang belum memegang KTP, jadi kamu merasa akan buruk kalau tidak membawa KTP (ketinggalan). Tapi, saat kau memiliki KTP, benda ini akan menjadi benda yang wajib kau bawa saat kau merasa dewasa dan sadar bahwa kau takkan menghilangkannya. Istilahnya seperti STNK, dia benda yang harus kau bawa tiap bepergian. Kalau kau mengatakan 'Kalo tuh 2 benda ketinggalan gmn?' sekarang dibalik, kalau terjadi hal yang diluar dugaan di jalan bagaimana? Siapa yang akan mengenalmu kalau KTP saja lupa dibawa? That's it.  Azn icon14


Soal Harga, well... sekarang harga LC memang sudah lebih tinggi dari elex sih... Kalau mau dinaikkan, asalkan bisa meningkatkan kualitas juga, it's oke^^. Tapi harga tidak begitu menahan nafsu beli seorang anak (kan ini itu minta ortu laughing //plak). Jadi saya rasa so-so untuk hal ini, tergantung harganya diselingi peningkatan kualitas atau tidak


Terbitkan terbatas -> Ini tergantung penerbitnya dan pihak penjualnya, mau nyetak dan mau ngambil berapa buku


Kasih rating 21+? Yeepp^^ tapi LC juga sudah memberikan informasi yang memadai di covernya soal isi komik yang harus orang dewasa. Menambah tulisan 21+ gapapa sih, ini tergantung bagaimana pendesain covernya. Hmmmm... mikir




Oke, that's all^^)/
Logged

Jack_Froost
LX - Noob
*

Reputation: 5
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 80

Ignore the fear and proceed your step!


Awards
« Reply #146 on: August 14, 2014, 07:41:08 pm »

@jack: gw g terima klo harus nunjukkin ktp or sim cm bwt beli LC. Kalo tuh 2 benda ketinggalan gmn? Mana lagi pake ada aturan limited. What? Rating 21+ nggak deh, rating segitu berlebihan lagipula sekarang harusnya bukan 18+ kasih aja 13+ udh cukup umur kok. 18+ itu zaman dulu, sekarang dah beda. Krn anak2 umur 13 skrg tuh udh gak bs diremehkan lagi kemampuan otaknya. Mereka sdh bisa mencernanya. Lagian komik dewasa di sini itu, gak semuanya gak bagus buat anak. Hanya alurnya dan gambarnya yang dibuat lebih dewasa.

Mana bisa komik harganya segitu jack? --" lagian komik di sini soft cover, bukan hard cover. Dan kalo dikasih harga segitu, LXO bisa diboikot kali yah? Bakal pada protes. Orang2 bakal lebih milih beli bajakan (bajakan Itu bukan manga scan aja) udh, lagipula udah bagus kok kaya gini. Anak2 juga tau diri, mana yg boleh mereka baca dan yang tidak. Lagipula, klo diliat di gramed, anak2 gak terlalu tertarik sama LC.

I'm so sorry, Jack kalo ada kata2 dia atas yang menyinggung :D

Oke, tidak apa" stephani tidak usa dipikirkan Smiley

stephani belum punya Ktp ya hehe
Gak salah tuh kasih 13+, masa boleh anak smp baca baca manga yg ada Gore sama echinya. Memang bener anak sekarang pinter" sperti @stephanie tapi tidak untuk buat baca yg dewasa dong meskipun pinter tp harus ada batasnya.  police penulis ngasih gambar dewasa, alur menantang karena memang ditunjukan pada yg dewasa bukan untuk dibaca anak" juga.

Haha harganya kemahalan ya, memang segitu harga yg pantas buat pembaca dewasa, soal kualitas kertas saya lupa belum kasih masukan.. hehe untuk harga 30-50k ya pasti elex ngasih kualitas yg lebih bgus dr yg kertas biasanya.  police

Menurut saya masukan dari kamu cukup menarik loh. Tapi mungkin realisasi di lapangan ga seindah masukan Jack yang idealis.
Poin satu, saya pesimis hal ini akan cukup berarti. Karena dibutuhkan awareness dari kasir itu sendiri untuk melarang atau sekedar memberi tahu anak "di bawah umur" yang membeli LC
Poin dua, kedengerannya menarik. Kecuali pada prakteknya, orang dewasa itu sendiri yang bertindak jadi "setan". Percaya ga percaya, tetangga saya dengan enteng nyuruh anaknya yang masih SD buat beliin dia rokok di warung dengan iming-iming boleh beli es krim dari uang kembaliannya. Coba kalo tu anak beli rokok juga  argg
Poin kelima juga saya pesimis akan cukup berarti

Poin tiga dan empat menurut saya yang paling mungkin direalisasikan. Tapi... harus ada nilai plus-nya juga, hehehe...
Komik LC atau yang masuk kategori dewasa diberi harga yang cuma bisa dijangkau oleh orang dewasa (yang sudah bekerja dan menghasilkan uang, ga kaya anak-anak yang masih minta uang sama ortu). Tapi kualitas komiknya juga harus sebanding dengan harga yang harus dirogoh sama orang dewasa itu. Misal, kertasnya lebih tebal, halaman berwarnanya lebih banyak. Kualitas terjemahan dan lainnya juga "level atas". Kalau begitu, saya yakin orang dewasa ga akan keberatan ngerogoh dompet sampe 50K demi kualitas yang "wah"

Terima kasih masukannya kak Lee Smiley

Poin 1 dan 2 yg dikatakan kak lee memang bner.
-Pertama untuk poin satu , nah disini memang peran kasir cukup penting, mereka harus selalu mengawasi komik tsb dr jangkauan anak". Meskipun anak tsb ngeyel untuk membelinya..  peranan Rating21+ dan menunjukan Ktp, disini dipakai, melihat ratingnya untuk pembaca dewasa pasti anak" ada perasaan malu dan takut untuk membelinya.  mikir

-Poin 2. Disini kak lee menyalakan peranan orang dewasa. Dari segi yg negativ, ingat orang dewasa tidak selalu buruk. Tetapi memang peranan orang dewasa itu sendiri yg menentukan  mana yg baik dan mana yg buruk. nono Smiley

Post AutoMerge: August 14, 2014, 08:04:28 pm
Let see... :smiley:Mumpung saya lagi senang cuap-cuap maka let's begin! Grin

Komik taruh dekat kasir? Waaah susah juga ya^^;, soalnya sepertinya peletakan komik berbeda-beda di tiap stand komik. Entah gramedia, atau toko sebangsanya, sepertinya mereka memiliki aturan masing-masing dalam penyesuaian lokasi buku-buku.


Tunjukkan KTP dan SIM? Nah, ini lebih bagus kalau bisa direalisasikan. Dari awal saya setuju konsep KTP^^ Soalnya mending samakan sistemnya seperti bioskop yang filmnya untuk orang dewasa, anak-anak perlu memperlihatkan tanda pengenal. Approved  Azn icon14 //woiIMO, karena sekarang kamu memang belum memegang KTP, jadi kamu merasa akan buruk kalau tidak membawa KTP (ketinggalan). Tapi, saat kau memiliki KTP, benda ini akan menjadi benda yang wajib kau bawa saat kau merasa dewasa dan sadar bahwa kau takkan menghilangkannya. Istilahnya seperti STNK, dia benda yang harus kau bawa tiap bepergian. Kalau kau mengatakan 'Kalo tuh 2 benda ketinggalan gmn?' sekarang dibalik, kalau terjadi hal yang diluar dugaan di jalan bagaimana? Siapa yang akan mengenalmu kalau KTP saja lupa dibawa? That's it.  Azn icon14


Soal Harga, well... sekarang harga LC memang sudah lebih tinggi dari elex sih... Kalau mau dinaikkan, asalkan bisa meningkatkan kualitas juga, it's oke^^. Tapi harga tidak begitu menahan nafsu beli seorang anak (kan ini itu minta ortu laughing //plak). Jadi saya rasa so-so untuk hal ini, tergantung harganya diselingi peningkatan kualitas atau tidak


Terbitkan terbatas -> Ini tergantung penerbitnya dan pihak penjualnya, mau nyetak dan mau ngambil berapa buku


Kasih rating 21+? Yeepp^^ tapi LC juga sudah memberikan informasi yang memadai di covernya soal isi komik yang harus orang dewasa. Menambah tulisan 21+ gapapa sih, ini tergantung bagaimana pendesain covernya. Hmmmm... mikir




Oke, that's all^^)/

@Gusfina : Wah senang kenapa nih hehe Smiley

Memang, pertama aku berpikir begitu, pasti setiap toko buku perletakannya berbeda".
Nah disini penerbit komik tsb entah Lc,elex/mnc harus memberi himbauan untuk semua toko buku, kalo komik tsb harus jauh dr jangkauan anak" dan tidak diperuntukan anak".

Yang lainnya selengkapnya uda saya jelaskan diatas.

Terima kasih kritikannya @Gusfina   icon14
« Last Edit: August 14, 2014, 08:04:29 pm by Jack_Froost » Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #147 on: August 14, 2014, 08:16:09 pm »

-- masalah harga untukku no problem, mau 50k, 70k, lebih dari itu pun no problem. Hoho, rating 21+ itu udh g berlaku lagi di Indo, perlu diketahui, pendidikan seks yg kami terima pun sudah cukup untuk kita agar tidak terjerumus. Jadi, anak 13 thn sudah tahu, mana yang patut ditiru dan mana yang tidak. Gak ada masalah juga kita baca kaya gtan, karena kebanyakan anak2 smp skrg pun sdh baca lebih dari itu. Yah, kita juga ngerti kalo itu fiksi, bukan buat ditiru.

Batas yah ... banyak yang udah nerobos batas kok, makanya rating komik juga harus dinaikin. 13+ jg cukup. Soalnya, mungkin kurikulum yang nanti, pendidikan seks udh lebih dari itu.
Kualitas yang lebih bagus yah ... hard cover? Kualitas kertas yang import? Kalau diadakan vote disini, mungkin mereka akan menolak. Entahlah ...

Trus, gmn dengan nasib agen2 online penjual LC? Toh, mereka ttp bs beli dari internet :) jangan salah, masih banyak toko online diluar sana, tinggal order, palsuin identitas. Minta scan KTP/SIM? pake punya ortu. Beres kan? :v
« Last Edit: August 14, 2014, 08:17:40 pm by stephanie istalri » Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
gusfina
LX - Senior
****

Reputation: 92
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 788

Ubugoe ♪


WWW Awards
« Reply #148 on: August 14, 2014, 09:13:47 pm »

@Jack_Frost~ It's a nice idea though^^

@Steph~ Now... mumpung saya masih punya waktu untuk online... Grin
Bagaimana ya... I believe in this world ada beberapa anak yang memang diberkahi sikap dan pikiran yang lebih dewasa dari anak-anak lainnya. Dan memang pendidikan soal hal-hal dewasa sudah dimulai sejak dini (and this is good! ^^)b) Tapi, meski Steph yakin kalau anak 13 tahun sudah tahu mana yang baik dan mana yang tidak, saya rasa ini kurang tepat. Hanya kita yang bisa menilai diri kita sendiri, dan tiap anak dibesarkan dengan cara yang berbeda-beda membuat pikiran mereka tumbuh dengan cara berbeda. IMHO, anak-anak bagaimanapun tetap anak-anak dan lambat laun barulah pikiran mereka makin ditempa oleh kehidupan. Jadi menurutku (again, this is subjektif) meski seumur, tapi kalian tetap memiliki tingkat pemikiran kedewasaan yang berbeda-beda dan saya tidak menyetujui dengan rating komik yang diturunkan menjadi 13+.


Trus, gmn dengan nasib agen2 online penjual LC? Toh, mereka ttp bs beli dari internet :) jangan salah, masih banyak toko online diluar sana, tinggal order, palsuin identitas. Minta scan KTP/SIM? pake punya ortu. Beres kan? :v
Next! Tentang beli online untuk buku berlabel dewasa...
Scan KTP/SIM sudah pasti bukan jawabannya^^ dan pemalsuan identitas itu rasanya agak sulit dilakukan. Ngapain coba?
But you got some point there...^^)/
Membingungkan juga karena mengingat penjualan online begitu luuuuuuaaaaaaaassss dan kalau memang sistem KTP dijalankan, there might be a BIG flaw in this situation. Bisa berlaku kalau beli langsung, tapi tidak bisa untuk online. Masalahnya sudah ada. Penganannya bagaimana?
Kalau soal ini saya kurang cocok berkomentar sih (jarang beli online). Tapi secara harafiah kalau 17 tahun (tepatnya jika punya KTP), maka sudah bisa membuat rekening di bank. Berarti secara logika, anak yang belum punya rekening bank (catat: bukan tabungan si kecil sebangsanya) akan meminta tolong pada ortu mereka.

Ortu yang transfer -> orang tua mengambil tanggung jawab pada apa yang anaknya beli. Kalau orang tua tidak peduli pada apa yang anaknya beli, maka patut disayangkan karena saya merasa dia telah melalaikan tugasnya untuk mengecek pembelanjaan anak. Menurutku, ortu memegang peranan yang penting untuk anak-anak dan seberapa konsumtif anaknya agar dia dapat menyeimbangkannya untuk tidak berlebihan dalam berbagai arti.

Lain halnya kalau yang sudah 17 tahun keatas dan bisa transfer sendiri. IMO, di Indonesia 17 tahun itu sudah bisa dianggap dewasa dan lepas dari jeratan kata anak-anak dan sudah bisa disebut remaja. It's SWEET SEVENTEEN! ^ O ^)/(secara harafiah, mungkin 15 keatas juga sudah bisa disebut remaja, ya?  mikir) Tapi kalau di barat, siap-siap kadar dewasanya lebih tinggi dari 17. Seingatku, si Jepang malah 20 tahun baru bisa disebut dewasa  mikir -> tapi yang ini informasinya dari film//plek

Tapi ini hanya beberapa contoh situasi, jadi pasti masih ada tetap lubang besar pada cara ini. Mungkin ada yang bisa menyempurnakannya nanti? laughing //plak



Logged

stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #149 on: August 15, 2014, 05:10:24 am »

Hmmm, gusfina, lupakah dengan rekening online sebangsa paypal? mikir temanku yg msh smp, dia tahu password n username akun paypal ortunya, dia bebas membeli apapun secara online loh.

Masalah kedewasaan, mmg bagi setiap orang berbeda2. Tapi pasti kita bakal ambil mayoritas kan? Kalo mayoritas anak 13 thn udh dewasa? Tentu saja kurikulum akan dirubah lagi mengamati perubahan itu. Pendidikan seksnya ditambah (sebenernya ngarep sih :v). Dan kupikir, rating komik juga bisa diturunkan.

Kalau rating komik H yang udh parah gt cuma 18+ mana bisa rating LC jd 21+? LC sudah disertai sensor, komik H? No sensor.

Rating 18+ itu cuma buat dulu, gak berlaku untuk sekarang. Perbedaan zaman sekarang dan dulu itu mencolok sekali.

Pokoknya gak terima, kalo disuruh nunjukkin KTP setiap mo beli! We not a child again!

Orang dewasa selalu berpikir bahwa kita, anak-anak berada di zamannya. Padahal zaman ortu dgn zaman kita itu berbeda. Zaman yang lebih modern dengan tingkat pendidikan yang tinggi, gak kaya ortu dulu. Mau bukti? Liat kurikulum 2013, kurikulum yang menyiksa kami. kurikulum sekarang juga membuat kami berkembang lebih cepat dewasa. Kalo rating komik Lc masih 18+, brarti masih mengikuti zaman kalian. Dan kalo ortu selalu menganggap kami berada di zamannya, aku juga menuntut agar kurikulum 2013 diganti dengan kurikulum yang sama seperti zaman dahulu. Karena gak ada guna, itu membuat kami dewasa lebih cepat. Dan kurikulum zaman dulu itu lebih mudah untuk anak2 zaman sekarang.
« Last Edit: August 15, 2014, 05:29:08 am by stephanie istalri » Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #150 on: August 15, 2014, 08:09:16 am »

Agak kurang nyaman bales di hape, jadi sedikit singkat aja hehehe...

Kami (orang "dewasa" jaman dulu) ga pernah nyamain anak sekarang dengan masa2 kami.
Sebagai pembanding, di jaman saya itu paling parah anak SMA udah hamil di luar nikah... itu dengan pendidikan seks yg amat rendah. Jaman sekarang anak SD aja udah cium2an. Gimana kami mau samain coba????
Itukah yang dimaksud dewasa, not for me.

Di jaman saya, secara mayoritas, anak SMA udah baca adult novel karangan SB. Bagi mereka, mereka sudah dewasa dan pantas membaca novel yg isinya mendeskripsikan sepasang manusia ciuman, pelukan dan berakhir di ranjang. Tapi pas saya coba baca, saya merasa belum cukup pantas membaca itu semua. Itu namanua teman2 saya dewasa dan saya terlalu kekanakan?

Akan jauh lebih bijaksana kalau definisi dewasa itu sendiri disamakan. Apakah kalau seseorang udah kenalan sama hentai, bf atau bahkah sudah pernah melakukan semua itu secara live pantas dianggap dewasa? Apakah kalau seseorang sudah punya segudang pengetahuan seks pantas disebut dewasa? Adakah batasan umurnya?
Nah.. kalau definisinya disamakan ngomongnya akan lebih enak.

Kalo soal sensor di LC yg minim, lihat segmentasi pasarnya donk. LC kan memang ditujukan untuk lapisan pembaca dewasa yang dinilai sudah cukup pantas buat ngeliat darah atau sperma dimana-mana.
Dan soal pembelian online dan agen buku, udah terjaga di harga. Jadi tokbuk yg menyasar segmentasi anak sekolahan pasti ga bakal jual komik LC secara mereka ngeri anak sekolahan ga mau beli. Kalau beli secara online juga sama.. mau pakai paypal atau rekening kek... selama kuat bayar harga (dengan uang bulanan)
Soal penipuan pake akun ortu... sebego-begonya orang dewasa, kalo dia liat tagihan paypal atau rek tiba2 membengkak padahal dia ga belanja, dia akan melakukan dua hal. Pertama banget ganti password kedua dia akan lapor ke instansi terkait (kalo si ortu ga pernah ngasih password dll ke anak)

Gitu aja dulu.. masih blom terbiasa bales panjang2 pake hape. Mungkin saya belum dewasa?
Logged

I may fall down but thats not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #151 on: August 15, 2014, 08:42:56 am »

Lha, gak semua LC kaya gt kan lee?
Masalah rekening membengkak, kalo ortunya yang ngasih, dan membatasi limitnya? Bisa aja kan? (Klo ngelewatin limit, bakal dipotong uang jajan)

Masalah sperma or darah berceceran, no problem tuh. Kita udh ngerti itu apa. Anak SD dah cium2an? D lingkunganku gak gitu kok ...

Mmg org yg udh kenalan sama kaya gt blm ttentu dapat disebut dewasa, kalau mereka belum menggunakan pengetahuannya secara bijak.

Dewasa itu bisa kapanpun, tergantung lingkungan. Well, oleh karena itu, gak perlu LC dikasih rating apalagi nunjukkin KTP. Ada anak yg lebih dewasa daripada org yg lbh tua diatasnya. Dewasa bisa kapan saja.

Blm terbiasa bales pake hape, itu karena jarang bales pake hape :v klo aku sih udh biasa bales di sini pake hape :D
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
sano
tukang baca
LX - Kidz
LX - Evangelis
*

Reputation: 28
Offline Offline

Posts: 2.825


bleh


WWW Awards
« Reply #152 on: August 15, 2014, 01:15:19 pm »

hai, hai.. saya udah lama pengen posting di sini tapi males Tongue tapi kayaknya ada yg pengen banget saya komentarin sekarang nih Grin

setuju sama lee, harusnya definisi 'dewasa' disamakan dulu ya.. dewasa memang bukan faktor angka umur, tapi pola pikir. menurut saya, dewasa itu saat udah bisa mengambil keputusan dengan tenang & bijak, termasuk soal ikut aturan
stephanie, sejujurnya, buat saya, 'kengototan' kamu di thread ini malah menunjukkan ketidakdewasaan lho :smile: tapi saya akui, dari postingan2 kamu yg pernah saya liat, kamu punya wawasan yg luas dan mungkin pemikiran kamu memang lebih dewasa dari umur kamu sekarang.

setelah jadi orangtua, sekarang saya memang mulai waswas sama tontonan & bacaan anak saya nantinya (anak masih bayi). tapi klo buat saya pribadi, memang yg paling penting ya filter dari orangtua, kita yg harus pilih2 apa yg pantes utk ditonton sama anak. karna ternyata hasil diskusi sama suami, ternyata ada lho pengaruh tontonan & bacaan kami waktu kecil di kehidupan sehari2, itu ga disadarin sebelumnya, dan tentu aja proses sampe kepengaruh juga lama (karna terus2an nonton/baca).
contoh kecil : suka nyiksa binatang2 kecil, kayaknya gara2 biasa lihat kartun seperti tom&jerry, looney tunes, ada rasa penasaran gara2 nonton trus mikir klo binatang2 itu ga bakal kenapa-napa.
seringnya ga disadarin, klo tontonan/bacaan kita itu bisa pengaruh ke pola pikir kita, makanya ya kita harus pinter2 pilih mau dipengaruhin yg kayak gimana

utk anak, mungkin memang ga bisa main larang2 gitu aja, yg ada malah tambah penasaran. di situ, menurut saya, perlunya pengawasan, orangtua harus tau apa yg ditonton/baca anaknya, klo bisa trus diajak diskusi, biar ga kebablasan klo ada yg penasaran
Logged

Love yourself
Love your life
Love this world, where you live
Don't ruin what you love
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #153 on: August 15, 2014, 02:56:12 pm »

Ok, aku salah karena ngotot. Tp, aku skrg berubah pikiran. Dari setuju jadi gak setuju. Karena setelah aku baca beberapa LC, menurutku gak perlu dikasih rating tinggi2. Itu aja. Gak perlu berlebihan sampe harga buku dinaikin, ratingnya 21+, dan lain2.

Sekarang mulai cape ngetik pake hape di thread ini :|
« Last Edit: August 15, 2014, 02:57:24 pm by stephanie istalri » Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
gusfina
LX - Senior
****

Reputation: 92
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 788

Ubugoe ♪


WWW Awards
« Reply #154 on: August 15, 2014, 03:08:19 pm »

@Lee~ pendapat yang menarik, Lee^^ kurang lebih memang seperti demikian adanya. Definisi dewasa itu memang belum tentu sama bagi masing-masing orang. Mungkin sepatutnya dari kesadaran diri masing-masing orang saja Smiley As for the paypal bussines, saya juga sependapat.  Oke, gak usah ba bi bu be, intinya demikian laughing

@sano~ pendapat yang bijak^^)/ Setuju dengan kebanyakan yang disampaikan. Dan lagi poin di bawah itu tepat sekali! Grin  Menurutku, kalau orang tua hanya bisa main larang-larang, anak malah akan tambah penasaran karena pada dasarnya, anak-anak belum bisa menerima kata-kata negatif. ^^

@steph~ Waah^^;  kalau menyangkut harga buku, saya kembali ke poin yang saya jelaskan sebelumnya tentang peningkatan kualitas. Kalau naik tanpa diimbangi kualitas, saya rasa akan banyak yang protes (include me laughing) tapi kalau soal rating 21+... Oh well nevermind
Logged

yushie
BYJ
LX - Kidz
LX - Senior
*

Reputation: 4
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.378

BYJ - life can show no mercy, but Lord has mercy


WWW Awards
« Reply #155 on: August 15, 2014, 10:17:21 pm »

@lee: saya suka jawabanmu, dan saya pun jg pernah mengalami hal yang sama, waktu masih sekolah dulu komik yg terbit boleh dibilang masih normal ( maksudnya gk ada yg aneh2 ) kalau pun ada paling itu buat humor2 saja...dan komik waktu dulu langka sekarang bertebaran dimana2...mungkin ada member yg msh sekolah atau msh dibawah 17 th..dengarlah kita dulu waktu baca komik juga diibatasi sama ortu...krn kita pernah dibatasi kita ngerti bagaimana polah anak yg dibatasi...tp ketahuilah kalau kalian sdh dewasa kalian pasti memikirkan soal ini jg

Maaf kalau saya OOT atau jawaban saya melenceng :)
Logged

VisitMyMemberBlog-->CupCupBimbi
VisitMyFriendster-->www.profile.friendster.com/chottomattekudasai

FollowMeOnTwitter-->http://twitter.com/yushiechiang
setelah6tahunMenjadiMemberEMOYushieMasihMenjadiLXKidz Grin
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #156 on: August 16, 2014, 10:13:25 am »

*mencoba merangkum diskusi* (^^)

1. Dewasa itu tidak tergantung umur, tapi tergantung cara berpikir, berbicara, dan bertindak ( serta kemampuan + kemauan untuk bertanggung jawab atas hasil pemikiran, perkataan, dan tindakannya ).

2. Ada anak-anak usia sekitar 13 tahunan ( akhir SD / awal SMP ) yang merasa sudah dewasa karena sudah 'tahu' hal-hal yang berbau dewasa, atau juga karena kurikulum sekolah yang semakin lama semakin ngawur berat.

3. Padahal (imho^^) ilmu pengetahuan ( hal-2 yang sifatnya eksak / pasti ) ≠ kesadaran moral seseorang.

4. Lalu, bagaimana dengan nasib anak-anak kita?
( Maaf, sepertinya kata "kita" di sini salah yah~ )

5. Solusinya, seperti yang sudah ditawarkan / didiskusikan oleh teman-teman di atas & di halaman-2 sebelumnya :
    - pengawasan di toko buku
    - perhatian penerbit ( dengan sensor )
    - perhatian orang tua ( digarisbawahi karena orang tua-lah yang pertama dan terutama dalam mengawasi anak-anak ^^ )
        Dan karena orang tua-lah sosok dewasa pertama yang dilihat oleh anak.

6. Semua ini bukan karena ingin membatasi, tapi karena kita semua peduli
Jangan sampai anak-anak menerima hal-hal yang belum mampu dicerna ( bukan sekedar 'tahu' / 'diketahui' ) dan kemudian...
terkapar tak berdaya..,
terpuruk..,
atau tumbang saat teman-temannya tumbuh dewasa secara wajar~

7. Walau bagi si anak sendiri pengawasan bukanlah sesuatu yang nyaman tapi yakinlah :) orang tua melakukannya demi cinta

sumber foto : I Love Puppies Daily ( diperankan oleh model, bukan foto Guguk yang asli )
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #157 on: August 16, 2014, 01:43:44 pm »

Jadi, usia seseorang dewasa itu berbeda2. Adakah yg sdh 18+ yg belum dewasa? Ada. So, dewasa tidak bergantung umur. Mepertanggungjawabkan segala perbuatan yg telah ia lakukan. Ya, itu ciri2 anak yang dewasa!

Dan aku setuju soal "jangan memberikan hal2 yg blm mampu dicerna anak" (yah, aku nangkep intinya gt) yah, jadi kalo mereka dah dapat mencerna gpp diberikan, asal mereka sudah dapat mempertanggungjawabkan dampaknya. Dampak buruk n dampak baiknya.

Oh, masalah pengawasan. Kalau orang tua terlalu protektif, si anak gak akan nyaman. Mmg bener ortu melakukannya karena cinta, tp gak usah protektif bgt deh, ngeganggu pergaulan yang ortu gak terlalu ngerti dan kalo ngomongin masalah komik, ortu juga belum tentu tau kalo sebenernya kita sudah dpt mencerna jalan cerita dan kita sudah tau mana yg gak boleh dilakukan.

Beda loh yah, sok dewasa n benar2 dewasa. Yg sok dewasa itu, org2 yg hanya berpura2 dewasa. Contoh: ada seorang anak, dia sok dewasa, ia membeli komik H, tapi tidak mengerti apa isinya dan tidak tahu mana yg fiktif dan mana yg real. Mereka bakal terjerumus. Tentu saja! Kalo anak yg benar2 dewasa, mereka membeli komik H , tapi mereka tidak akan terjerumus. Kenapa? Ya, karena mereka sudah dapat mencerna jalan ceritanya dan sudah dapat mengerti, mana yg fiktif, mana yg real. Dan dari kelakuan kedua anak itu, akan terlihat banyak perbedaan. Anak yg sok dewasa, padahal tidak dewasa, pasti tidak mandiri, tidak bertanggung jawab, tidak dapat menjaga apa yg keluar dari mulutnya. Sementara itu, anak yg benar2 dewasa pasti akan memikirkan setiap tindakannya, kata2 yg keluar dri mukutnya, dan lebih bertanggung jawab atas semua tindakannya.

Dan anak yang sok dewasa itu bisa jadi adalah anak yang sudah cukup umur dan anak yang benar2 dewasa itu adalah anak yg msh SMP ataupun SMA.

Jadi gak perlu kasih rating 21+ apalagi harga buku LC dinaikan, karena banyak anak yg "kurang umur" tapi sudah dapat mencerna dan bertanggung jawab atas apa yg dibacanya dan dilakukannya.

Sorry buat typonya, ngetik pas udh low batt
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
fraulein
LX - Senior
****

Reputation: 109
Offline Offline

Posts: 1.199


Awards
« Reply #158 on: August 16, 2014, 08:27:56 pm »

setelah membaca-baca cukup panjang dan lama dan memperhatikan pendapat teman2 dan pada akhirnya sy setuju sama rangkuman kakak guguk~ apalagi gambar2 super kiyutnya..

imho, kita mst lbh proaktif krn kita nggak bisa mengatur hal-hal yg terlalu jauh di luar jangkauan kita. yg bisa kita lakukan,terutama fungsi pengawasan~ kayak DPR aja~ kita harus lakukan.
mengenai konten, tentunya kita bisa melayangkan protes melalui saluran-saluran yg kita tahu. salah satunya forum ini.. Grin

sy rasa orang tua juga perlu membekali diri dengan kekinian yg ada di dunia anak2 sekarang. dan menurut sy, klo soal komik, anak2 lxo Grin suatu saat akan jadi ortu yg keren. soalnya klo mengenai komik dan sebangsanya kan lumayan jago dan apdet, salah satunya karena forum ini.  Cheesy
« Last Edit: August 16, 2014, 08:37:40 pm by fraulein » Logged

~tat twam asi~
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #159 on: August 18, 2014, 07:54:20 am »

Akhirnya.. kembali ngetik di PC heartbeat

OK.. mungkin post-an saya ga terlalu up-to-date karena beberapa hari ini terkapar dan ga terlalu bisa ngikutin perkembangan yang luar biasa di sini. Tapi saya mau mencoba "menjawab" sendiri pertanyaan saya soal "dewasa". Tapi sebelumnya, saya mau coba menanggapi hal-hal yang ringan dulu yah Smiley

Soal pengawasan orang tua, di halaman sebelumnya (kalau ada yang mau rajin menelusuri) saya sudah pernah post bahwa orang tua ga bisa terlalu ketat mengawasi anaknya. Pertama karena memang scope pengawasannya terbatas (hanya di rumah) dan kedua semakin dilarang maka si anak akan semakin melawan.. terutama karena anak akan melakukan komparasi dengan perlakuan orang tua dari temannya. Kenapa teman-teman saya boleh begini sedangkan saya engga? Dan yang terutama, anak belajar dengan melihat bukan dengan mendengar.. jadi larangan ga akan terlalu banyak pengaruh selama orang dewasa di sekitarnya (tante, oom, kakek, nenek atau bahkan kedua orang tuanya) justru melakukan pelarangan tersebut.
Dan yang ketiga (yang mungkin jadi alasan mayoritas orang tua jaman sekarang), mereka kesulitan mengawasi anak karena keterbatasan waktu yang mereka punya. Sekarang ini, hampir kedua orang tua bekerja (wanita akan berperan sebagai pekerja, isti dan Ibu sekaligus). Saat workday, mereka sibuk bekerja sehingga tanggung jawab pengawasan anak terpaksa diserahkan ke pihak ketiga (entah itu keluarga lain seperti oom/tante/kakek/nenek si anak atau pihak luar seperti ART/baby sitter). Dan ketika weekend, anak-anak yang mulai "dewasa" atau merasa "dewasa" akan merasa privasinya terganggu ketika orang tua ngajak ngobrol atau sekedar ingin tahu apa sich yang udah dilakukan anak-anak mereka selama seminggu ini.. anak-anak ini akan merasa: "Udah dech, ga usah ikut campur urusan gw secara tiap hari juga kalian ga tau apa-apa soal gw kan?"

And seriously, saya tertarik sama statement kamu loh, stephanie.
Mmg bener ortu melakukannya karena cinta, tp gak usah protektif bgt deh, ngeganggu pergaulan yang ortu gak terlalu ngerti dan kalo ngomongin masalah komik, ortu juga belum tentu tau kalo sebenernya kita sudah dpt mencerna jalan cerita dan kita sudah tau mana yg gak boleh dilakukan.
Kok tertarik, karena ini statement yang biasanya keluar dari anak-anak generasi saya yang gap antara orang tua dan anaknya terlalu jauh. Kita disini ngomongin mayoritas kan, steph? Secara mayoritas, gap antara anak dan orang tua di generasi saya itu cukup jauh di dua hal, pertama pendidikan dan kedua usia. Sedangkan anak-anak generasi steph ga punya gap yang cukup jauh di kedua hal itu dengan orang tua kalian.
Di generasi saya, orang tua kami mayoritas pendidikannya rendah, terutama para Ibu. Buat orang dulu, perempuan yang penting bisa baca-tulis sama ngitung (buat bantu suaminya dagang) udah cukup... selebihnya masak, ngejahit, ngurus anak-suami-rumah. Pendidikan para Ayah juga ga tinggi-tinggi amat, bahkan amat sangat jarang Ayah-ayah generasi kami yang sarjana. Pergaulan mereka juga beda jauh dech sama pergaulan kami, para anak. Ngomongin komik sama ortu, jangan ngimpi dech.. wong nanya pelajaran aja kadang mereka ga ngerti. Paling banter (alm) Papa saya ngerti tjersil sebangsa Bu Kek Kiam Su dan sejenisnya (heloooooo.. gw ga baca begituan kali). Ngomongin tentang seks, apalagi... bisa kena maki abis-abisan karena bagi mereka topik yang satu itu masih dianggap tabu. Pendidikan seks di sekolah, kalau saat saya sekolah sich masih minim yah.
Tapi orang tua jaman sekarang (orang tuanya steph dan teman-teman seumuran steph) itu mayoritas punya pendidikan yang tinggi dan age gap dengan anak juga ga terlalu jauh (mungkin sekitar 25-30 tahun). Ditambah lagi, mereka ga akan sungkan menjawab hal-hal berbau seks karena buat mereka topik ini bukan hal yang tabu lagi. Kalau menurut pendapat saya pribadi, orang tua stephanie (atau ortu lain yang mungkin hampir segenerasi sama beliau) cukup mengerti dengan pergaulan anak-anaknya yang jauh lebih modern (anak TK aja udah ngerti make tablet) dan lebih bergaya (plus bergengsi). Dan masih menurut saya, para orang tua sudah tahu kalau anak generasi sekarang sudah cukup dapat mencerna jalan cerita komik H atau gore... tapi, saya pribadi menilai kalau komik dewasa masih belum pantas dibaca untuk anak usia SMP (apalagi SD).
Jangan merasa ga setuju dulu yah.. saya akan utarakan alasannya.

Nah sekarang saya mau bahas yang lebih berat sekaligus mencoba mengartikan apa itu dewasa. Betul, dewasa itu ga bisa dibatasi melalui usia, karena saya sendiri pernah mendapati orang yang usianya lebih dewasa dari saya tapi pola pikirnya masih belum dewasa. Dan saya cukup setuju sama pendapat k2 guguk bahwa dewasa itu ketika seseorang mampu bertindak dengan benar dan mempertanggungjawabkan tindakannya, (saya tambahkan) termasuk didalamnya memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri. Kenapa harus mampu mengendalikan diri, karena seseorang yang belum "dewasa" pun ada yang sudah bisa bertindak benar dan bertanggung jawab TAPI belum sanggup untuk mengendalikan dirinya. Contohnya, seperti yang saya post sebelumnya, anak SD cium-ciuman (bahkan ortu di kompleks saya pada stress karena anak-anaknya yang baru kelas 1 SD udah pacar-pacaran, ngejar-ngejar lawan jenis -- yang ini memang belum termasuk dewasa). Di lingkungan stephanie mungkin ga ada anak SD yang ciuman, tapi kembali, kita bicara soal mayoritas, kan? Dari rumah saya sampe kantor, ada tiga madrasah setingkat SD-SMP, dua SDN, banyak SMP dan SMA.. dan saya sering melihat anak SD (mungkin sekitar kelas 5-6 SD) sudah berani ciuman bibir di tempat yang sepi. Anak SMP atau SMA, ga usah ditanya lagi d.. mereka sudah berani melakukan yang lebih jauh dari sekedar ciuman. Bahkan anak SD jaman sekarang ga sungkan-sungkan melihat penuh minat ke belahan dada perempuan dewasa atau ke pangkal paha perempuan dewasa.
Mereka sudah tahu benar dan salah loh, mereka juga sudah mampu bertanggung jawab, tapi bagi saya... MEREKA BELUM DEWASA

Next... di post sebelumnya, saya juga bilang kalau saya merasa belum pantas untuk membaca adult novel saat masih duduk di bangku SMA kan? Kenapa, karena saya belum dewasa? Saya sudah dewasa, berdasarkan pendapat stephanie, karena saya sudah sangat mampu mencerna jalan cerita novel tersebut, saya sangat tahu dampak dari cerita novel tersebut dan saya sangat tahu apa yang boleh dan tidak boleh saya lakukan (berdasarkan isi novel tersebut), dan yang utama... saya tahu kalau isi novel itu FIKTIF. Terus? Saya khawatir kalau saya belum sanggup mengendalikan diri saya, saya khawatir saya belum sanggup mengekang rasa ingin tahu saya. Di post sebelumnya, sempat saya singgung kalau di generasi saya itu anak SMA sudah hamil di luar nikah. Mungkin salah satunya karena mereka belum punya pengendalian diri. Kok gitu, jangan ngarang-ngarang dech.

Ps: Mulai dari sini mungkin apa yang saya tuliskan akan sedikit "berlebihan". Jadi mohon dimaafkan kalau ada beberapa teman-teman LXO-ers yang merasa kurang nyaman

Well.. begini, saya baru merasa punya cukup pengendalian diri itu saat duduk di semester ketiga kuliah. Setelah membaca adult novel saya penasaran luar biasa, apa bener ciuman doank bisa bikin seorang cewe akan ngerasa dialiri sensasi aneh di seluruh tubuhnya? Apa bener cuma sentuhan ga disengaja di paha bisa mbikin seorang perempuan sampai begitu pengen ngelempar dirinya ke pelukan cowo? Dan apa bener-apa bener lainya. Saya sudah cukup punya pengendalian diri untuk tidak coba mempraktekan hal-hal yang saya baca itu dengan teman pria saya. Tapi coba dibayangkan kalau saya membacanya saat belum punya cukup pengendalian diri, bukan ga mungkin saya akan nyoba-nyoba hal itu sama teman pria saya. Awalnya mungkin sekedar ciuman singkat... oh ternyata rasanya begini toh ciuman itu, ini toh sensasi aneh yang dimaksud (atau mungkin kok ga berasa apa-apa yah). Dan mungkin akan berlanjut ke adegan yang tidak sepantasnya saya lakukan (hubungan pra nikah). Nah, pertanyaannya... saya kan sudah bisa mencerna isi cerita, tahu apa yang boleh/tidak boleh saya lakukan dan saya bisa bertanggung jawab.. apa berarti saya sudah cukup dewasa untuk membaca adult novel yang kemudian berakhir dengan praktek langsung (karena saya belum punya cukup pengendalian diri)? Mungkin steph (dan teman-teman LXO-ers lain) akan teriak, itu mah loe belom dewasa kalee! Kalo loe udah tau apa yang boleh dan ga boleh dilakuin loe ga bakal praktek langsung.

OK then.. seinget saya dulu, saya pernah baca statement salah satu member "di bawah umur" yang bilang kalau dia punya perasaan seeer aneh kalo baca komik dewasa, tapi setelah saya trace back ga bisa ketemu. Apa bukan di thread ini yah mikir
Tapi ijinkan saya tetep pake statement itu yah.. plus ini
anak SD sekarang, mungkin sudah tahu apa yang biasa dipikirkanmu ketika melihat wanita yang seksi dan cantik devil
Let's see.. menurut kalian apa yang akan terjadi kalau hal itu berlanjut (perasaan "seeer" aneh itu dan pikiran ngeres anak SD)? Kalau menurut saya pribadi, pilihannya ada dua. Pertama (yang paling parah), didorong sama rasa ingin tahu dan perasaan aneh itu, akan terjadi praktek langsung walaupun kamu tahu kalau hal itu tidak boleh dilakukan (hal ini dikarenakan pengendalian diri yang kurang). Ini yang dimaksud k2 guguk dengan keterpurukan bagi kedua belah pihak (pria dan wanita)... (dan menurut saya) yang pastinya lebih dirugikan adalah pihak perempuan (karena jadi "bernoda") sedangkan pihak pria jadi ga bermoral.
Terus pilihan keduanya apa? Akan terjadi praktek langsung onani/masturbasi (saya yakin dengan pendidikan seks yang sering steph katakan, pasti steph udah ga asing lagi sama istilah ini) di usia dini. Dan keduanya (praktek langsung dan onani/masturbasi) akan berujung pada kondisi nagih (pernah dibahas sama Aquilamarine di halaman sebelumnya) yang pastinya akan merusak kondisi psikis seseorang.

Ga semua komik dewasa/LC tentang seks kalee. Betul, selain tentang sperma (seks), ada juga komik dewasa yang isinya tentang darah (kekerasan), atau penuh dengan intrik yang lebih kompleks ketimbang komik yang segmentasinya ditujukan untuk anak atau remaja. Cerita-cerita yang ditampilkan di komik dewasa/LC (yang segmentasinya sebenarnya ditujukan untuk pembaca yang cukup "dewasa" -- seperti definisi saya di atas) lebih berat dan kompleks.
Ada yang pernah baca/denger berita tentang anak SMA menyiramkan air keras di bis dan pas diwawancarain si pelaku sama sekali ga ada guilty feeling? Menurut saya, itu salah satu efek dari membaca komik dewasa.
Atau mungkin ada yang pernah liat gaya tawuran anak sekolah jaman sekarang? Sebagai pembanding, di jaman saya.. "senjata" yang dipake tawuran baru "sebatas" penggaris besi, balok kayu sama batu. Tapi di jaman sekarang... golok sama samurai sudah "bicara" dan ketika mereka nebasin golok/samurai ke lawan itu sama sekali ga ada perasaan ga tega atau guilty feeling.. mungkin yang ada di otak mereka saat itu yah : "kill or to be killed"
Itu gara-gara komik? Mungkin saja kok (disamping film yang mereka konsumsi), karena ga jarang komik dewasa yang menampilkan adegan kekerasan atau perang antar kelompok.

Tapi kan, anak-anak generasi sekarang sudah terbiasa dengan yang namanya sperma dan darah. Anak-anak sekarang udah pada ngerti kalee.
Tapi apakah dengan mengerti dan terbiasa atas suatu hal maka seseorang dapat mengendalikan dirinya untuk tidak melakukan hal tersebut? Apakah dengan mengetahui mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan maka seseorang tidak akan pernah "berjalan di tempat yang gelap"?
Kalau menurut saya, jawabannya: TIDAK!
Jadi, pencegahan tetap perlu dilakukan Smiley

Terus.. setelah nulis panjang-lebar gitu, inti tulisan loe apa?
Menurut saya, dari sisi penerbit (karena thread ini dibuat atas dasar kegelisahan ortu akan terbitnya komik dewasa), pemberian rating 21+ itu perlu dilakukan untuk komik LC atau komik lain yang dikategorikan sebagai bacaan orang dewasa. Karena (masih menurut saya), mayoritas anak generasi sekarang masih belum cukup pantas (dan "dewasa") untuk membaca komik tersebut karena pengendalian dirinya masih kurang. (Sekali lagi, mayoritas yah steph. Mungkin pengendalian diri kamu sudah sangat baik tapi secara mayoritas, saya rasa masih banyak anak-anak generasi sekarang yang pengendalian dirinya kurang)
Tapi, pemberian rating 21+ belum tentu membuat pembeli komik LC/komik dewasa itu adalah orang-orang yang sesuai rating. Untuk itulah perlu effort lain. Selain awareness dari kasir (mungkin dengan meminta si pembeli menunjukan KTP/SIM), pihak tokbuk dan lainnya, penerbit bisa menambahkan satu unsur "penghalang" lainnya yaitu harga. Dengan pemberian harga yang cukup tinggi, seperti usul dari Jack, yang tentunya diiringi dengan perbedaan kualitas dengan komik regular, diharapkan pembeli komik dewasa/LC benar-benar sesuai segmentasi awalnya. Ga cuma komik elex doang.. idealnya, semua penerbit (Elex, m&c!, 3L, dll) melakukan hal yang sama.

Tambahan satu hal, ada yang kelewatan dibahas soalnya dan bingung mo nyelipin dimana, hehe (padahal udah pake kesimpulan segala >_<)
peranan Rating21+ dan menunjukan Ktp, disini dipakai, melihat ratingnya untuk pembaca dewasa pasti anak" ada perasaan malu dan takut untuk membelinya.  mikir
Hehehe... malu dan takut yah, hal ini cuma berlaku kalau seseorang memang sadar dan merasa kalau dia belum pantas membaca hal-hal seperti itu. Tapi kalau seseorang merasa pantas, saya rasa anak SD pun ga akan merasa malu/takut untuk membeli komik H. Mungkin karena beda generasi jadi beda budaya malu, Jack biggrin

OK.. saya rasa saya udah terlalu banyak bercuap-cuap. Itu aja pendapat saya, terima kasih buat yang sudah mau membaca sampai akhir. Dan kalau ada statement saya yang menyinggung atau mempermalukan pembaca, saya minta maaf.
Logged

I may fall down but thats not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #160 on: August 18, 2014, 01:37:20 pm »

@Steph :
 :) Tapi jangan lupa, Steph, seorang anak yang 'dewasa' itu cuma dewasa secara mental, karena dia masih tanggung jawab orang tuanya Grin secara dia masih dikasih makan, baju, dan tempat tinggal oleh papa-mamanya.
Dan kalo sampe ada apa-2 otomatis ortu-lah yang bertanggung jawab di depan masyarakat karena si anak belum cukup umur Grin Jadi wajar juga kalo ortu bersikap protektif ( gak pake "over" loh~ ^^ ) & wajar bagi anak untuk memahami kekhawatiran ortu :)
Curang? Ya! Orang dewasa memang curang~    ( mengutip Ayah Yotsuba di Yotsuba& ^^ )

@AdeLein :
  Senang sekali ada yang suka sama foto-2nya (^o^)
(click to show/hide)

@AdeLee :
Ah iya, setuju sama "pengendalian diri" (^^)/
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #161 on: August 18, 2014, 07:34:56 pm »

:| oke, sekarang aku cuma bisa diem. Karena gak mungkin penerbit memberikan rating D hanya untukku saja, mereka akan pukul rata semuanya.

(Mungkin ini OOT dikit)
Masalah gap2 yg lee bilang, kurang setuju masalah gap ortu dan aku "hampir" sama. Kenapa aku kurang setuju? Yah, mungkin ortu2 di sini ngerti cara anak2 bersosialisasi dan gak sedikit ortu d sini pny sosmed. Jadi gapnya g beda jauh sama kami. Tapi coba liat ortu yang g pny(g bermaksud menjelek2an), mereka akan terus mendidik anak dengan cara kuno karena kurang ngerti pergaulan si anak. Bahkan, banyak dari ortu itu mendidik dengan cara yg salah (aku salah satunya) pake kekerasan, ngelarang anak2 bersosialisasi di sosmed (padahal bersosialisasi di sosmed ith penting juga loh, bs utk bertukar pikiran dan mencari org yg sepikiran dengan kita) dan cara2 lainnya yang salah. Dan dari mereka juga banyak yang gak ngerti perubahan psikologi anak pas puber, sehingga anak itu tersiksa (pengalaman, dan sampe sekarang gak ada perubahan perlakuan dri ortu)

Klo masalah onani or mastrubasi, skrg d buku2 pendidikan seks pun sdh diberitahu kalau itu bahaya dan dapat menyebabkan penyakit2 yg tdk diinginkan. Jadi, anak2 yg ngelakuin itu belum mendapatkan pendidikan seks yang benar.

Praktek langsung, cuma anak yang merasa dirinya "murahan" yang berani praktek langsung di luar nikah(bukan bermaksud mencela) dan mungkin mereka gak ngerti dampak2nya. Berikut ini yang harus dipertimbangkan (dan dipikirkan) oleh anak2 itu (setelah menerima hal2 yg berbau pornografi dan penasaran)

1. Menjadi Little parents Bukanlah Hal yang Mudah
Mereka harusnya mikirin ini dulu sebelum melakukan hal2 itu. Tapi, yang namanya orang dah terangsang itu suka lupa, mana daratan dan mana lautan. Mereka harus berpikir betapa susahnya mencari uang untuk nafkah, membesarkan anak, dan lain-lain.

2. Penyakit yang Dapat diderita
Banyak penyakit yang dapat diderita setelah melakukan seks bebas. Kebanyakan dari penyakit ini mematikan loh, makanya dipikirin dulu.

3. Mental dan Fisik
Mungkin secara fisik udh siap mengandung, tapi mungkin mentalnya belum siap dan sebaliknya. U/ fisik, dapat berakibat kematian. U/ mental biasanya cowonya yg g siap. Masih kekanak2an.

4. Tuhan Tahu Kalau Kau Berzinah
Well, Tuhan Maha Tahu. Mo dilakukan di tempat tersembunyi sekalipun, Tuhan tahu kalau kau berzinah, inget Tuhan kalo lagi bener2 gak kuat (terangsang berat)

5. Masyarakat
Masyarakan jaman sekarang dapat menerima little parents, tapi gak bisa menerima org yang hamil di luar nikah.

6. Kamu Bukan Cewe Murahan, kan?
Selalu simpan pertanyaan itu diotakmu. Kalo jawabannya iya, silakan saja lakukan hal2 tsb. Kalau bukan, tahan diri!!! Aku tau pasti gak ada cewe yg mau dibilang cewe murahan. U/ cowo, pikirkan, perbuatanmu itu merugikan org lain gak? Kamu itu cowo yang beriman bukan?

(Yah ini sekedar nasehat dariku, aku juga pernah hampir terjerumus, tp pertanyaan itu trs2an berputar di benakku :) )
Kalo mereka bisa mempertimbangkan semua itu, walau membaca LC dari SD (kaya aku, dri kls 5 SD :v ) juga no problem. Gak bakal terseret ke pergaulan yg aneh2 (anak SD ciuman itu aneh)

Perasaan seeeeer yang lee bilang, aku gak pernah penasaran :D dan kalo aku baca H aku sudah terbiasa (mungkin dulu iya, aku agak gmn gt, skrg sih udah nggak. Kaya udh biasa) perasaan takut mungkin ada juga, tp aku anehnya gak ngerasa takut sama sekali pas pertama baca ginian biggrin

Y udh, aku pasrah rating LC mo dinaikin sekalipun. Aku gak bisa membantah kata2 lee, sudah terlalu jelas kalo aku cuma melihat diriku sendiri bukan mayoritas anak2 di luaran. Tp paling tidak, ratingnya dinaikan setelah LC: Lucifer Right Hand beres :v

@lee: aku masih penasaran mikir kenapa bisa yah anak2 di sana se-ekstrem itu? Anak2 di sini baru brani pacaran yang bener2 itu pas SMA kls 2-3. Cuma aku yang nekat pacaran SMP. itu pun kita gak brani pegang tangan apalagi ciuman. LC pun, sebenernya gak ada yang koleksi selain aku, mereka lbh suka maen game tuh. Dan kebanyakan mereka cuma sebatas tau hentai tuh apa, dan pengetahuan seksnya pun sdh cukup agar tidak terjerumus tp mereka g baca (bbrp baca hentai tp g sampe kaya aku), anak SD ciuman itu gak wajar, aku pernah nemu berita yang lbh ekstrem lagi. Anak SD hamil d luar nikah ... what the **** utk bbrp alasan aku setuju dgn topik pengendalian dirinya.

@guguk: hmmm, secara mental, fisikny juga loooh :) guk, bkn mksd nyindir, cuma agak yah entahlah. Greget kalo bisa dibilang. Berarti yg udh kuliah belom dewasa donk? Notabene buat org yg kuliah tapi masih tinggal n dibiayai oleh ortunya. Dan, bukannya kalo anak itu (umurnya 20-an k atas)melakukan hal2 yang tidak terpuji, ortu oun bertanggung jawab di depan masyarakat?(komen yg bagian di depan masyarakat)
Guk, curang? Ya enggaklah tongue :p kita lebih enak, bisa maen game, bisa bolos, gak ngerjain tugas juga gapapa :)) coba kalo yang udh kerja, mana sempet maen HM BTN seharian or seminggu :v (terus2an loh, aku bisa2 aja. Tinggal bolos :D ) klo bolos gitu bisa di PHK or gak digaji kan? tongue :p aku sangat menikmati masa remajaku, karena aku yakin, klo dah kerja gak bakal bs sesantai ini :)) lha, kita cuma gak bisa baca LC doang n itu no problem, masih banyak komik rate R yang seru dan menarik :v

Lama2 cape n sakit mata juga ngetik di hape, tp apa daya, tuh laptop gak boleh dipake (padahal itu punya sendiri Cry )
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #162 on: August 19, 2014, 10:12:44 am »

Sepertinya pembahasan di thread ini lama-lama makin "menarik" yah. Well.. pertama, statement-statement saya sebelumnya sama sekali ga berniat "membungkam" stephanie.. I just wanna share my thought. Selanjutnya, saya rasa akan kurang bijaksana kalau saya sharing lagi secara gamblang.. secara banyak yang sudah out of scope. So.. here we go

(click to show/hide)

Next.. pembahasan yang satu ini juga cukup menarik. Tapi sekali lagi, out of scope
(click to show/hide)

Ada satu lagi... satu lagi... dan lagi-lagi out of scope, hiks..
(click to show/hide)

Begitu aja.. terima kasih yang sudah bersedia membaca. Dan maaf kalau ada statement yang kurang berkenan
Logged

I may fall down but thats not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #163 on: August 19, 2014, 10:52:44 am »

   Steph maju terus ya~ (^^)
Jadi bisa ngebayangin dilemanya penerbit : di satu pihak ada anak-2 'dewasa' yang pengen dianggap sudah dewasa, di pihak lain ada tanggung jawab moral ke masyarakat :)

Ngejawab pertanyaan Steph :

1. Iya, menurutku pribadi "anak-kuliahan-umur-20tahunan-yang-masih-belum-bisa-membiayai-dirinya-sendiri" itu belum 'dewasa' secara finansial ( karena 'dewasa' ada berbagai macam, seperti yang udah dibahas di atas Grin ) walaupun secara hukum dianggap sudah dewasa dan bisa dipenjara kalo 'aneh-2'

2. Padahal dengan kata "curang" itu aku cuma mau menyuarakan anak-2 yang pasti ngerasa "koq ini-itu gak boleh sama ortu" :)
Eh~ ternyata Steph udah punya 'jurus-jurus' sendiri yang notabene gak bisa dianggap 'dewasa' dari segi apapun (imho^^)
Oke Wink aku gak mau debat (kusir^^) soal yang mana yang lebih menguntungkan karena menurutku tiap masa yang kita jalani ( bayi, anak-2, remaja, dewasa ) masing-2 memiliki keindahannya sendiri :)

Jangan tersinggung dengan pendapatku ya, Steph wave  Ini sekedar pendapatku pribadi, tentunya kamu bebas punya pendapat sendiri, seperti yang kamu sampaikan walau capek dan sakit mata sekalipun
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #164 on: August 19, 2014, 05:27:43 pm »

Jujur aja lee, aku bukan anak yang suka baca / nonton / dll. kaya gituan loh. Kecanduan? Aku gak kecanduan kok. Tapi biasa2 aja dan semua temen2ku pun gt. Masalah tercemar, ini kaya sungai. Satu tercemar, kemungkinan besar semuanya jg bakal tercemar, dan terus mengalir ke tempat yg rendah. Penyelesaiannya? Gak usah terbitin komik dewasa, kita liat mayoritas lagi aja. Banyakan orang dewasa apa anak2? Jawabannya ya pasti anak2, jadi ini mentingin minoritas donk? Itu penyelesaiannya, bukannya malah bikin aturan macem2 kaya gt.

Aku gak butuh temen2 sombong loh lee, aku lebih senang kt yang berdiskusi spt ini d forum (walau marah2an sekalipun) d lingkunganku, semua anak tergolong yg ekonominya lebih dari cukup. Sementara aku menengah, cb liat, di forum ini gak ngeliat status ekonomi kaya gt kan? Geng mungkin masih ada di forum ini, tp gak masalah, buktinya lee n guguk masih mau menanggapi postku, kalo d sklh? I just think to be success so i can make them envy with all my status or my work later. Maka untukku dan beberapa anak lain yg senasib denganku sosmed itu penting. Komunitas? Yap, komunitas yg kuikuti ada di sby, jkt, dan kota2 jauh lainnya.

Puber, tergantung hormon dan apa yang dimakan. Ada yg kls. 3 dah puber, tp aku masih normal. Kalo gak salah sekitar kls. 6

Waduh, seks disamakan dengan rokok. Kenapa gak disamain sama narkoba aja? Jujur, yah. Seks lebih mirip sama narkoba. Sekali mencoba bisa kecanduan, bisa dikomersialkan (ilegal) dll. Makanya, harus dikasih tau kalo mereka gak boleh nyoba, sama kaya narkoba aja, dikasih edukasi. Narkoba bs bermanfaat utk pengobatan bs jg d slh gunakan, tergantung siapa yang megang. Sama dengan seks, kt cm bs memberitahu, dan org yg kt ksh tahu tinggal milih, mo disalahgunakan ato mo dibuat jd positif? Terserah.

Quote
Menurut saya, statement ini omong kosong. Karena ketika seorang anak sudah masuk ke "ranah" yang belum pantas dimasukinya, ga peduli segimana pun dia mencoba ga ikut terseret arus... dia akan tetap tercemar.

Mungkin stephanie pribadi merasa ga masalah tapi sebenernya itu masalah (seenggaknya emang bukan masalah buat saya sich).
Ok, terserah mo ngomong itu omong kosong ato apa. Tp, mnrtku itu bukan masalah selama aku mempergunakannya dengan baik dan bermaksud utk mengedukasikan secara tdk lgs.

Quote
Menurut saya, sekarang mungkin kebiasan baca/nonton H konten ga masalah buat steph tapi percaya d.. someday hal itu akan jadi masalah yang cukup serius. Saat ini mungkin pengendalian diri kamu masih sangat bagus tapi kalau... sudahlah, saya cuma bisa berharap kamu tetap punya pengendalian diri yang bagus.
Tapi gimana kalau kita coba liat dari kaca mata lain.. anak lain mungkin tidak sehebat kamu, steph. Mereka sangat mungkin untuk terjerumus ke dalam masturbasi atau onani dan mungkin (amit-amit) hubungan seks pranikah (alias praktek langsung). Bukan karena mereka murahan atau tidak dibekali pendidikan seks yang benar, tapi karena mereka memasuki kawasan yang belum sepantasnya mereka masuki. (Padahal pengendalian diri dan belum cukup.. egois banget kan?)
Kalau ... kalau aku terjerumus seks bebas? Lee, aku tahu seks itu bukan utk disalahgunakan spt itu. Seandainya anak2 itu pun mengerti, aku jamin mo dksh komik or BF sekalipun gak pengaruh. Seks bebas itu sama aja dgn jual diri sendiri, menjual kehormatan maupun harga diri. Jangan kaget, aku sama sekali gak pengaruh sama seks bebas karena salah satu org d forum ini, tp dia skrg jarang bgt online. Dia memberiku pengalaman sebelum aku terjerumus, skrg aku dah anti sama apa yg namanya seks bebas ataupun tindakan2 spt itu. Seandainya aku masih bisa berterima kasih terhadapnya, seandainya semua ini tak terjadi ... ah sudahlah aku malah nostalgia ...

Quote
Eh~ ternyata Steph udah punya 'jurus-jurus' sendiri  yang notabene gak bisa dianggap 'dewasa' dari segi apapun (imho^^)
Oke Wink aku gak mau debat (kusir^^) soal yang mana yang lebih menguntungkan karena menurutku tiap masa yang kita jalani ( bayi, anak-2, remaja, dewasa ) masing-2 memiliki keindahannya sendiri :)
Hmmm, rasanya aku cm bilang masalah bolos, main game n kerja. Berhubung kata2 gak bersuara, aku hanya dapat menyimpulkan dari pemilihan kata2 guguk kalau guguk sebagai org yg sdh dewasa dan sdh bekerja merasa tersinggung. Tersinggung karena mungkin kata2ku itu sedikit "menusuk"?
Maaf kalau kata2ku terlalu menyepelekan ataupun menyinggung. Itu cuma sebagian pemikiran dari "anak2" (yo-i kalian toh yang bilang kita masih anak2?)

Tanpa kita sadari kita telah berperang psikologi, walau tdk terlihat lgs. Perang psikologi lumayan menguras pikiran juga :D aku bener2 senang bs msk ke forum ini, berpendapat dgn org yg lbh tua, d sklh? Gak pernah aku kaya gini. Itulah lee, mungkin aku lbh menghargai makian or apapun dari kalian karena itu lebih berharga daripada "omong kosong" temen2 di sklh yg g manfaat, levelku lbh tinggi dari mereka, kuakui. But gak lbh tinggi dari lee maupun guguk. Aku lbh suka aktif di sosmed.

Sekian, quote2 yg gk urut mohon dimaklumi karena ditulis sambil les n makan.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
sano
tukang baca
LX - Kidz
LX - Evangelis
*

Reputation: 28
Offline Offline

Posts: 2.825


bleh


WWW Awards
« Reply #165 on: August 19, 2014, 11:50:23 pm »

hehe, jadi panjang ya Grin
dan bener, agak siwer bacanya di hape Tongue mudah2an maksud postingan semuanya bisa 'ditangkep' dg bener

kesimpulan yg ditulis guguk udah mantep tuh, saya setuju
tapi tetep balik lagi soal solusi yh pas utk penerbit gimana (karna ini forum milik penerbit)
saya setuju soal penetapan rating, tapi klo 21+ mungkin emang ketinggian. 17 atau 18+ pas lah~ (kayak nawar di pasar tongue :p)
trus prakteknya gimana? emang susah pastinya. kasir suruh ngecek id (ktp/sim) ? halah, nyocokin sama kartu kredit aja suka males kok, padahal itu bisa ngerugiin mereka sendiri. dan lagi.. id juga kayaknya gampang ditembak/dipalsukan kok (mudah2an perbaikan birokrasi cepat terlaksana :oot:)
jadi.. saya setuju sama kenaikan harga, yg diimbangi dg perbaikan kualitas tentunya.

@ steph : imho, penyelesaian yg ribet gini bukannya mentingin kaum dewasa, tapi justru mencoba membuat nyaman semuanya. dan kayaknya ga tepat klo anak2 dibilang mayoritas. mayoritas dalam hal apa? pembaca komik? itu sih (menurut saya) cuma karena 'cap' komik itu bacaan anak2 masih kuat banget di sini. itu juga yg bikin banyak komik jadi 'salah sasaran'
kalopun dewasa adalah minoritas, tapi 'berkuasa', jadi berhak dan mampu meminta yg diinginkan. yah~ seperti kata guguk (atau ayah yotsuba) : curang

oh iya, kenapa tetep harus pake angka umur utk batasan dewasa, ya utk mempermudah pengawasan aja. kayaknya udah sepakat klo ga bisa nentuin dewasa dari umur aja, tapi secara umum kan sulit utk menilai, apalagi pihak penerbit & tokbuk yg kenal aja ga, jadi diambil batasan umur rata2/secara umum.
tapi bener juga ya steph sama guguk, mahasiswa yg masih bergantung sama ortu juga masih blum bisa dibilang dewasa Grin justru yg banyak kasus aneh2 kan usia labil begini, karna lepasnya pengawasan ortu padahal blum punya pengendalian diri. walau kayaknya usia labil ini semakin turun sih, masa ratingnya harus 21+ ? tapi mungkin (mudah2an) yg begini bisa diatasin dg harga (lah, jadi saya yg labil Tongue )

(click to show/hide)
Logged

Love yourself
Love your life
Love this world, where you live
Don't ruin what you love
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #166 on: August 20, 2014, 07:53:07 am »

Well.. well.. this thread is geting more and more "interesting" tapi sayang.. banyak yang out of scope. Dan sebelum lebih banyak bercuap-cuap, ada baiknya kita menengok jauuuuuu~h ke belakang dulu. Mas Dekar membuat thread ini berdasarkan kekhawatirannya (sekaligus kegembiraanny) akan terbitnya komik dewasa.. Mas Dekar khawatir kalau konsumen komik dewasa itu ga akan sesuai dengan segmentasi awalnya: orang dewasa, Mas Dekar khawatir kalau anak-anak juga membaca komik dewasa (Mas Dekar, atau siapa pun juga, mohon bantu koreksi saya kalau saya salah tangkap, terima kasih).

OK, saya lanjut. Di post terakhir, stephanie memberikan usulan/solusi: tidak usah menerbitkan komik dewasa. Menurut saya, itu solusi yang baik untuk kondisi yang akan datang. Sama seperti beberapa usulan Aquilamarine seperti nerbitin komik "basi" dan lainnya. Masalahnya sekarang sudah ada komik dewasa tersebut yang terbit, stephanie Smiley. Nah.. "aturan" nyusahin itu (dan beberapa usulan lain dari teman-teman yang lain -- yang beberapa saya setujui) adalah usulan yang diberikan untuk masalah yang terjadi saat ini.

Selanjutnya, ijinkan saya sedikit bercuap-cuap
(click to show/hide)
Terakhir.. striving for the best itu bagus, tapi ga semua hal harus diukur dengan "I'm the best and you're looser"
Juga.. maaf kalau saya menjadi salah satu penyebab banyaknya pembahasan out of scope disini
Logged

I may fall down but thats not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #167 on: August 20, 2014, 09:22:45 am »

Yak~ muncul lagi!

Hmmm, rasanya aku cm bilang masalah bolos, main game n kerja. Berhubung kata2 gak bersuara, aku hanya dapat menyimpulkan dari pemilihan kata2 guguk kalau guguk sebagai org yg sdh dewasa dan sdh bekerja merasa tersinggung. Tersinggung karena mungkin kata2ku itu sedikit "menusuk"?
Demi apa~   Enggaklah! Gak mungkin tersinggung apalagi sampe "tertusuk" cuman ngerasa lucu aja sama :
Guk, curang? Ya enggaklah tongue :p kita lebih enak, bisa maen game, bisa bolos, gak ngerjain tugas juga gapapa :)) coba kalo yang udh kerja, mana sempet maen HM BTN seharian or seminggu :v (terus2an loh, aku bisa2 aja. Tinggal bolos :D ) klo bolos gitu bisa di PHK or gak digaji kan? tongue :p
kata-2 Steph yang kukutip & ku-bold itu Grin  Abisnya, Steph ngaku udah 'dewasa' secara mental tapi "gak ngerjain tugas" dan "bolos" itu 'kan wujud dari "lari dari tanggung jawab" ( notabene = gak 'dewasa' Grin )

Maaf kalau kata2ku terlalu menyepelekan ataupun menyinggung. Itu cuma sebagian pemikiran dari "anak2" (yo-i kalian toh yang bilang kita masih anak2?)
Anak-anak curang~    Just kidding~ abisnya, pas giliran baca komik dewasa, minta dianggap udah dewasa. Tapi pas takut salah ngomong, minta dianggap anak-2  Grin

Okeh, sekarang (rada) serius Grin Aku sepenuhnya menghargai Steph sebagai temen, kita 'kan satu geng sebagai sesama anak-2 forum ini  , karena walau Steph masih belia tapi bisa menyampaikan pendapat dengan berani dan jelas :) ( walau kadang rada gak konsisten, Steph (^^) Coba deh, kamu bandingin post-2 kamu sendiri ).
Jadi~ karena kita temen kita bisa diskusi kayak gini Grin Dan biarpun Guguk udah kerja tapi gak berarti Guguk lepas dari kesalahan
Harapan Guguk hanya Steph & generasi muda lainnya ( cieee ciee~ udah kayak pidato kepala sekolah ) bisa tumbuh dewasa secara wajar

Oke, gimana kalo diskusi yang dimulai dari penolakan Steph akan "Komik Dewasa diberi rating 21+, etc..." ini ditutup dulu?
Dengan hasil diskusi : Steph tetap mempunyai pendapat sendiri, yang lainnya ( Fina, Sano, Lee, Yushie, Guguk, Fraulein ) juga punya pendapat sendiri, dan keduanya masih belum ada titik temu :)
Mungkin kita tunggu member lain yang punya ide 'segar' dan diskusi bisa dimulai baru lagi Grin Setuju? (^,^)/

sumber foto : I Love Puppies Daily ( foto hanya untuk hiburan semata ^,,^ ) #Guguk.tipe-yang-terhibur-melihat-guguk-lainnya
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #168 on: August 20, 2014, 10:16:52 am »

Hahaha oke tutup aja dulu diskusinya, tunggu ada member lain yang pikirannya lebih wah.

Masalah konsisten, aku udah bilang kalau aku berubah pikiran setelah membaca beberapa komik dewasa lain. Aku sudah pernah bilang.

Quote
Anak-anak curang~    Just kidding~ abisnya, pas giliran baca komik dewasa, minta dianggap udah dewasa. Tapi pas takut salah ngomong, minta dianggap anak-2 :Grin:
Guk, itu kan senjata :D dan juga tameng tongue :p

Quote
kata-2 Steph yang kukutip & ku-bold itu :Grin:  Abisnya, Steph ngaku udah 'dewasa' secara mental tapi "gak ngerjain tugas" dan "bolos" itu 'kan wujud dari "lari dari tanggung jawab" ( notabene = gak 'dewasa' :Grin: )
Jiah, memangnya aku benar2 pernah ngelakuin itu? Itu suara hati pelajar lain di grup HM BTN kok :v *berusaha menghindar lagi*
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #169 on: September 28, 2014, 05:29:33 pm »

@lee ga harus komik basi sih yg penting sensornya diperketat saja kalo ke depannya isinya macem2.
yaa...mgk bnyk kendala. Tp mmg ada cara lain? Lol.
Logged
restush
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 2


Awards
« Reply #170 on: February 25, 2015, 10:08:54 pm »

Gambar adalah sebuah karya seni, kalau di sensor itu malah menyinggung sebuah seni itu...
Kasiankan org-org yang ingin lihat seni tp malah disensor...
seharusnya biarkan gambar itu hidup apa adanya, terserah kek mau yang baca anak SD kelas 1 atau baru masuk TK. Klo mereka ingin melihat seni kenapa dilarang?
Logged
fetzhang
LX - Junior
**

Reputation: 8
Offline Offline

Posts: 178


Rain + Coffee + Books = Perfect


Awards
« Reply #171 on: February 26, 2015, 05:27:43 am »

Hai hai.. Mau komen aja... Sebenernya saya belum jumpa tuh rating 21+ di buku terbitan legal di Indonesia, tapi memang sekarang komik apapun beda sama yang dulu, pas jaman SD aja isi komiknya cuma pegangan tangan, ciuman pun jarang..
yah mungkin disesuaikan dengan keadaan. Kalo soal rating dewasa/21+ itu mungkin bukan ke arah gambar komiknya (karena pasti uda masuk sensor) tapi karena ceritanya yang rumit dan butuh pemikiran untuk mengerti.
Mengenai gambar yang disensorpun, pihak percetakan kita ini pastinya tanya ke pengarangnya terlebih dahulu dengan memberikan draf kasar apa aja yang mau dihapus gambarnya (menjadi lebih eksplisit), kalo pengarangnya setuju dan tidak terlalu merusak cerita, maka komiknya bisa lolos dan terbit, kalo ngga ya mungkin putus atau dirombak lagi.
Itu sih yang aku pernah denger ^^
Logged
gusfina
LX - Senior
****

Reputation: 92
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 788

Ubugoe ♪


WWW Awards
« Reply #172 on: February 26, 2015, 10:08:38 am »

hemm......(' v '  ) ( ' v ' ) (  ' v ')

Gambar adalah sebuah karya seni, kalau di sensor itu malah menyinggung sebuah seni itu...
Betul Smiley
Kasiankan org-org yang ingin lihat seni tp malah disensor...
Betul Smiley
seharusnya biarkan gambar itu hidup apa adanya, terserah kek mau yang baca anak SD kelas 1 atau baru masuk TK. Klo mereka ingin melihat seni kenapa dilarang?
Betul Smiley


Betul.... jika itu memang melihat dari aspek seni //plok.
Tapi apakah semua orang melihatnya dari aspek seperti itu? Apakah kamu bisa menjamin semua orang memiliki pola pandang seperti itu? Kalau iya, berarti sempit sekali pemikiran itu. ^^ Anyhow, saya menghargai adanya sensor pada bagian-bagian yang perlu disensor.

Asal nggak berlebihan dan asal nggak berkekurangan Grin dan kurasa apa yang dikatakan fetz benar^^

Mengenai gambar yang disensorpun, pihak percetakan kita ini pastinya tanya ke pengarangnya terlebih dahulu dengan memberikan draf kasar apa aja yang mau dihapus gambarnya (menjadi lebih eksplisit), kalo pengarangnya setuju dan tidak terlalu merusak cerita, maka komiknya bisa lolos dan terbit, kalo ngga ya mungkin putus atau dirombak lagi.
Jadi tenang saja... kalau mangakanya nggak diterima soal pendapat sensor dari pihak penerbit, kurasa mereka akan kembali berembuk untuk mendapatkan persetujuan kedua belah pihak. Jadi jangan takut soal sensor yang "menyinggung sebuah karya seni" Grin


Anyhow, tapi ini cuma pendapatku juga^^ //eheh.
Logged

stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #173 on: February 26, 2015, 10:46:35 am »

Gambar adalah sebuah karya seni, kalau di sensor itu malah menyinggung sebuah seni itu...
Kasiankan org-org yang ingin lihat seni tp malah disensor...
seharusnya biarkan gambar itu hidup apa adanya, terserah kek mau yang baca anak SD kelas 1 atau baru masuk TK. Klo mereka ingin melihat seni kenapa dilarang?
sex itu seni (quote dri seseorang) tapi banyak yang mengsalahartikan seni itu untuk hal-hal pribadi yg justru merusak. Memang semua bebas melihat, mendengar, membaca, tp ga semua mengartikan komik ecchi sebagai seni semata. Misalnya seorang arsitek baca HOTD, dan seorang anak remaja juga. Pasti pengartian dari si arsitek itu hanya srni semata, tp bagi si anak remaja itu bukan seni, tp buat kesenangannya tersendiri.

Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #174 on: February 26, 2015, 01:05:46 pm »

Gambar adalah sebuah karya seni, kalau di sensor itu malah menyinggung sebuah seni itu...
Kasiankan org-org yang ingin lihat seni tp malah disensor...
seharusnya biarkan gambar itu hidup apa adanya, terserah kek mau yang baca anak SD kelas 1 atau baru masuk TK. Klo mereka ingin melihat seni kenapa dilarang?
Gambar memang bagian dari seni, sama seperti pahatan. Di candi-candi, banyak sekali pahatan wanita tanpa busana.

Tapi dalam diskusi kali ini, kita tidak sedang membicarakan sisi seninya tapi sisi pengaruh/dampak gambar itu sebagai bahan bacaan terhadap tumbuh kembang anak di bawah umur yang membaca bahan bacaan orang dewasa Smiley
Bahkan, seorang arsitek yang membaca HOTD bisa jadi mengartikannya bukan sebagai seni tapi kesenangan semata. Karena cara seseorang menginterprestasikan apa yang dibaca akan sangat berbeda dengan orang lain.
Selain itu, budaya kita sebagai orang Timur mungkin agak sedikit berbeda yah (setidaknya bagi saya dan teman2 seangkatan). Bagi kami yang sudah menikah dan punya anak sekali pun, membaca komik (atau novel) yang terlalu vulgar itu sudah merasa sangat risih sekali.
Logged

I may fall down but thats not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #175 on: February 26, 2015, 03:19:30 pm »

Dalam dunia ideal,
seni tidak memicu anarki, kriminal, dan pengrusakan
seni tidak dipandang dengan pikiran sempit
seni tidak dikutip asal, terlepas dari konteks
seni tidak jadi mainan agenda tokoh politik
seni tidak dihakimi agama semata dengan hitam dan putih
seni memiliki suara dan ekspresi dengan minim kekang dan belenggu
seni bisa mempercayai kedewasaan dan pikiran terbuka manusia
...maka seni tidak butuh pencekalan dan sensor

Pertanyaannya, seberapa idealkah Indonesia?

Coba baca post-ku di sini, walau beda konteks, tapi dilemanya mendekati:
http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=23577.msg565986#msg565986

Jika semudah itu meminimalisasi sensor tanpa konsekwensi, percayalah, pasti akan dilakukan karena:
1. Proses ijin di Jepang akan relatif lebih irit waktu
2. Relasi dgn beberapa komikus yg rewel karyanya di-retouch juga akan lebih baik.
3. Proses produksi dan editing di Indonesia juga akan lebih praktis.

Jadi tentunya bisa buka mata melihat sendiri realitas SAAT INI di Indonesia dan direnungkan faktanya. ;)

Keputusan tingkat sensor tidak dilakukan seenaknya tanpa pertimbangan matang ke depan oleh editor ybs.
« Last Edit: April 29, 2015, 10:20:29 am by camolatte » Logged

Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #176 on: March 03, 2015, 11:54:50 pm »

 :beerchug:Definisi seni saja masih beda2 buat tiap org  biggrin

kalau menurut ane sih yg namanya seni yg sesungguhnya itu adalah karya ygsemua kalangan bisa menikmati tanpa merasa diserang, risih, dan ditelanjangi,dsb.tapi tetap memukau.

Makanya sebetulnya lbh sedikit sekali karya yg benar2 bisa disebut seni *ala definisi ane lho*
 
Logged
Jestero
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 7


Simplest way to love is to accept it.


Awards
« Reply #177 on: March 05, 2015, 08:56:24 am »

Kalau boleh saya mau ikut mengutarakan pendapat.

Dari beberapa ulasan terakhir lebih condong menganggap ini sebagai seni (iya kan ya?) tapi karena selama ini nilai saya untuk seni tidak pernah diatas rata-rata (cenderung jelek Sad ) jadi saya sendiri bingung mau komentar apa. Saya setuju ada yang berpendapat kebudayaan kita berbeda dengan negara komik-komik ini berasal ( it's reality dude, and reality hurt me so bad  image008 ) dan karena itu juga komik yang dikategorikan dewasa (disini) memiliki pro-kontra tersendiri. Ada yang kurang setuju (mungkin?) karena komik-komik ini dibeli remaja bahkan anak ( ara ara, ini komik dewasa adek tee hee Wink ) tapi ada yang setuju dengan alasan ini merupakan bagian dari karya seni jadi tidak dapat dipersalahkan (bener gitukan ya ? Maaf kalau salah), dan ada juga yang sejutu penerbitannya dengan syarat sensor diperketat ( Oh no ! Cukup Onee-chan berbaju ketat dengan plotnya ! Jangan  sensor ketat, please ! Sad Sad Sad ).
Secara pribadi saya tidak bisa menyalahkan ketiga pendapat tersebut dan setuju akan ketiganya ( yee keliatan labilnya banana ).  Tapi menurut pribadi saya yang lain ( penulisan dialihkan kepada  kepribadian yang lain ), saya tidak peduli mau ini dianggap seni atau apapapun juga karena pada dasarnya saya menganggap "komik" ini sebagai cerita dimana saya terlibat didalamnya, gambar dan lain sebagainya hanyalah ilustrasi kejadian yang digambarkan oleh manga-ka.  Dengan gambar, dialog, efek, latar dan semua konten yang ada saya meninkmatinya, merasakan berdebar-debar, merasakan kesedihan, hanyut dalam cerita yang ada, mendapat banyak pelajaran darinya, berkembang menjadi saya yang sekarang, menjadi bagian dari masa kecil saya, bagian dari kenagan yang tidak ingin saya, membuat saya memiliki banyak kehidupan dan sesuatu yang nantinya ingin saya wariskan kepada anak-anak saya.  Bagi saya komik - komik yang saya mmiliki merupakan harta yang berharga bagi saya, sebagian harta yang saya miliki ini baru saya sadari apa artinya sekarang bukan pada waktu saya kecil dulu disaat saya pertama kali membelinya. Pada saat itu saya hanya menganggapnya sebagai sebuah karangan fiksi bukan sesuatu untuk saya pelajari. Ada rasa menyesal kenapa tidak dari dulu saya menyadarinya, tapi saya bersyukur saya dapat belajar darinya disaat anak-anka lain tidak dapat belajar darinya.
Oke, setelah saya baca apa yang ditulis kepribadian saya lain tadi ( ini sudah balik ke kepribadian pertama ) kelihatanya saya malah curhat tapi tidak masalah itu isi hati saya ( tapi maaf kontennya malah komik secara umum ). Jadi kesimpulan dari pendapat saya ini ( penulisan dialihkan kepada kepribadian yang paling dewasa )semua konten yang ada dalam komik ini merupakan satu kesatuan karya yang menjadi identitas dari karya tersebut, kita yang menentukan baik dan buruk, benar dan salah dari karya ini dengan cara kita masing-masing bahkan pengarangnyapun sadar akan hal ini.  Komik kategori dewasa memiliki konten yang berat untuk anak-anak sehingga mereka kesulitan untuk mencernanya yang sering kali menjerumuskan mereka, oleh karenanya komik kategori ini tidak ditujukan kepada mereka.  Anak-anak membeli komik kategori dewasa dikarenakan dua hal, keingin tahuan atau kensengajaan, jika kita berpikir positif keduanya bisa jadi hal baik tapi apakah benar ini hal baik ?  Kita sebagai yang lebih tahu seharusnya bisa membimbing meraka yang masih belum tahu.  Kedewasaan dan waktu adalah dua hal yang tidak dimiliki anak-anak.  Pernah terjadi di sebuah supermarket saya mendapati seorang ayah yang malah meminta anaknya yang mungkin masih setingkat smp atau bahkan lebih muda memilih beberapa pilihan minuman keras, awalnya saya agak tidak percaya dan berpikir positif itu mungkin minuman lain tapi saat anaknya mnegambil minuman keras ayahnya menyetujui.  Saya tidak tahu bagaimana pendapat anda tentang pengalaman saya tadi, hanya saja saya berterima kasih kepada anda yang sudah menyadari bahwa anak-anak nantinya bisa terjerumus menuju hal yang tidak diinginkan, dan saya sangat berterima anda sekalian sadar dan berkeinginan untuk melindungi anak-anak anda, karena anda lebih tahu tentang hal ini sehingga anda bisa mengarahkan dan membimbing mereka lebih baik.


Yosh!  Selesai juga akhirnya (balik ke kepribadian pertama  beerchug ). Tidak terasa waktu saya preview agak panjang juga (jadi males baca sendiri Grin ), semoga dari apa yang saya utarakan dapat disimpulkan sesuatu yang baik (saya sendiri nggak paham kesimpulan yang saya buat). Saya rasa sekian dari saya kalau ada salah-salah kata saya mohon maaf.

Apapun yang teradi selama komik-komik ini terbit di Indonesia, saya akan tetap membelinya karena saya adalah salah seorang fans dan dengan ini saya memberi apresiasi. Grin
« Last Edit: March 05, 2015, 09:00:40 am by Jestero » Logged
bagashp
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 45

Araki's Fans waiting Jojonium (if released)


Awards
« Reply #178 on: March 16, 2015, 05:18:37 pm »

memang sebenarnya beberapa manga itu ada penargetannya macam shounen jump untuk remaja pria... ah lihat one piece... tipikal perempuan nya macam gitu.... anda tahu sendiri kan.. tapi itu masuk shounen... :v

bahakn banyak anak yang mengidolakan nami dan robin :v :v ... Yeaayyyy :v :v :V

Post AutoMerge: March 16, 2015, 05:21:42 pm
nah... disini yang enta maksud 18+ itu gimana... indonesia belum greget kalau....

HS DXD muncul

ah... tren yandere di indonesia juga dilihat :v :v
« Last Edit: March 16, 2015, 05:21:42 pm by bagashp » Logged


<=To Be Continued==
BGM : YES - Roundabout

Elex-chan kirim manganya sampai toko buku pinggiran :'v pls Elex-chan :v
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #179 on: March 16, 2015, 05:44:27 pm »

HS DXD udh masuk komik H. Waktu itu aja komik edukasi seks dibreder apalagi komik H. Indo ga bisa nerima gituan kali yak :v
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
bagashp
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 45

Araki's Fans waiting Jojonium (if released)


Awards
« Reply #180 on: March 16, 2015, 05:53:32 pm »

HS DXD udh masuk komik H. Waktu itu aja komik edukasi seks dibreder apalagi komik H. Indo ga bisa nerima gituan kali yak :v

sampai bisa terbit... mungkin kalau ana jadi ketua LSI :v :v

Logged


<=To Be Continued==
BGM : YES - Roundabout

Elex-chan kirim manganya sampai toko buku pinggiran :'v pls Elex-chan :v
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #181 on: March 16, 2015, 07:24:45 pm »

Memang negara lain bisa terima H? H kan p0rn.Cina saja blokir internet. Grin
Amerika klinik2 yg nanganin p*rn addict mulai laris manis. Krn dari suami pecandu sampai keluarganya perlu konseling khusus krn keluarga mrk jd benar2 berantakan

bhkan penerimaan tenaga kerja mulai diliat track recordnya seseorg apa dia penggemar p0rn

krn ogah bgt perusahaan nerima pegawai yg produktivitasnya berkurang


Kyknya ga ada negara berakal sehat yg menerima begituan kecuali benar2 kaya jd ga terbebani jamkes warga ato benar2 miskin krg pendidikan jd peduli amat anak mudanya mau ngapain.

org2 yg kecanduan H biasanya krn ada hal yg salah dg hidupnya...ga ada yg bisa dibanggain.go find a help. nono
« Last Edit: March 16, 2015, 07:32:33 pm by Aquilamarine » Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #182 on: March 16, 2015, 10:20:40 pm »

Memang negara lain bisa terima H? H kan p0rn.Cina saja blokir internet. Grin
Amerika klinik2 yg nanganin p*rn addict mulai laris manis. Krn dari suami pecandu sampai keluarganya perlu konseling khusus krn keluarga mrk jd benar2 berantakan

bhkan penerimaan tenaga kerja mulai diliat track recordnya seseorg apa dia penggemar p0rn

krn ogah bgt perusahaan nerima pegawai yg produktivitasnya berkurang


Kyknya ga ada negara berakal sehat yg menerima begituan kecuali benar2 kaya jd ga terbebani jamkes warga ato benar2 miskin krg pendidikan jd peduli amat anak mudanya mau ngapain.

org2 yg kecanduan H biasanya krn ada hal yg salah dg hidupnya...ga ada yg bisa dibanggain.go find a help. nono
Emang sih H kan ngerusak otak :v, trus kasusnya mirip narkobalah klo bisa dibilang, sekali tau, itu semua bakal melekat terus diingatanmu tongue :p gak kek rumus pemuaian ato kalor, yg sekali tau seterusnya lupa2 inget :))

Org yg kecanduan kek gtan kasusnya kan sebagai pelampiasan klo frustrasi, org normal sih g kecanduan, biasa aja dlm batas wajar klo lg perlu aja tongue :p
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
bagashp
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 45

Araki's Fans waiting Jojonium (if released)


Awards
« Reply #183 on: March 17, 2015, 11:41:39 am »

Memang negara lain bisa terima H? H kan p0rn.Cina saja blokir internet. Grin
Amerika klinik2 yg nanganin p*rn addict mulai laris manis. Krn dari suami pecandu sampai keluarganya perlu konseling khusus krn keluarga mrk jd benar2 berantakan

bhkan penerimaan tenaga kerja mulai diliat track recordnya seseorg apa dia penggemar p0rn

krn ogah bgt perusahaan nerima pegawai yg produktivitasnya berkurang


Kyknya ga ada negara berakal sehat yg menerima begituan kecuali benar2 kaya jd ga terbebani jamkes warga ato benar2 miskin krg pendidikan jd peduli amat anak mudanya mau ngapain.

org2 yg kecanduan H biasanya krn ada hal yg salah dg hidupnya...ga ada yg bisa dibanggain.go find a help. nono

gak sah jauh jauh lah... anak smp sampai sd udah buat 3gp semua :v :v :v

nah sekarang twistnya... kalau H udah menyebar melalui internet... bagaimana proveidernya (macam F P dll ) :v
Logged


<=To Be Continued==
BGM : YES - Roundabout

Elex-chan kirim manganya sampai toko buku pinggiran :'v pls Elex-chan :v
angeloffortune
Guest
« Reply #184 on: June 05, 2015, 09:12:14 am »

Berharap suatu saat komik-komiknya Masakazu Katsura diterbitin secara legal di Indo, semacam Video Girl Ai,  D.N.A., I"s, Zetman, dll. Art-nya dewaa, tapi temanya agak nyerempet-nyerempet ecchi dan vulgar.

Sudah punya hampir lengkap yang dari penerbit illegal sih. Walau kualitasnya agak buruk.
Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #185 on: July 03, 2015, 03:34:32 pm »

gak sah jauh jauh lah... anak smp sampai sd udah buat 3gp semua :v :v :v

nah sekarang twistnya... kalau H udah menyebar melalui internet... bagaimana proveidernya (macam F P dll ) :v

di sini biasanya yang di blok itu katab kunci khusus yang ada di urlnya doang. soalnya sbg contoh, beberapa internet provider ngeblok ini link www.clabbergirl.com

padahal jelas2 itu situs bvaking powder.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
nikitazero678
LX - Noob
*

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 59



Awards
« Reply #186 on: July 08, 2015, 09:07:37 pm »

Soal komik dewasa, gw bisa mengerti kalau masyarakat kita masih menganggap komik itu bacaan anak-anak, jadi komik dewasa susah masuknya. Dan meyakinkan masyarakat kalau nggak semua komik bukan buat anak-anak memang susah, apalagi kalau pandangan masyarakat kita masih konservatif seperti sekarang.

Mungkin sebaiknya Elex coba kampanyekan kalau nggak semua komik itu buat anak-anak, jadi agar masyarakat paham dan mengerti, tapi yang paling penting adalah bagi orang tua untuk mengawasi apa yang anak-anak baca. Jangan justru malah melarang, tapi beri pengertian kalau komik dewasa masih terlalu berat dan belum pantas untuk mereka.

Mungkin kedepannya Level bisa menerbitkan komik yang temanya cukup questionable, soalnya gw yakin, pembaca dewasa pasti suka cerita yang lebih menantang dan kompleks.
Logged
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #187 on: July 09, 2015, 10:43:02 am »

Dari pengalaman yang sempat ramai beberapa waktu yang lalu, terbukti saat ini lebih banyak orang tua Indonesia yang berargumen "tidak ada waktu" dan menolak bertanggungjawab untuk mendidik anak lebih selektif. Umumnya lebih memilih menyalahkan pihak ketiga untuk kelalaian, walaupun sudah ada rambu-rambu yang jelas.

Seperti halnya juga menyalahkan guru dan sekolah untuk perilaku dan pembentukan karakter anak mereka walaupun yang mampu memberikan influensi terbesar dan menanamkan nilai terkuat itu figur rolemodel anak, orang tua. Atau soal tontonan TV, bukan anak yg diajarkan memilih tontonan yg cocok tapi menuntut tayangan acara TV-nya yg dilarang tayang.

Jika soal persepsi, mungkin ini tinggal masalah waktu dalam 3-8 tahun lagi karena perputaran siklus usia. Secara resmi, manga masuk Indonesia tahun 1991 (generasi komik I) dan manga dewasa masuk Indonesia sekitar tahun 2005 (generasi komik II). Jadi seiring waktu semakin banyak pembaca komik generasi II menginjak usia parenting sebagai mayoritas, persepsi parenting publik generasi komik I akan komik itu bacaan anak dapat bergeser.

(Asumsi generasi komik II baca komiknya usia 15-20 tahun 2005, asumsi menikah di usia 25 ke atas, punya anak yg memasuki usia baca 8 tahun kemudian)
Logged

camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #188 on: August 27, 2015, 10:09:49 am »

Ilustrasi menarik dari @EvaComics beberapa hari yang lalu seputar perbedaan teknik sensor di Jepang, Indonesia, dan Singapura :D

Logged

haruto_aoi
LX - Junior
**

Reputation: 13
Offline Offline

Posts: 126

全部フィクション


Awards
« Reply #189 on: August 27, 2015, 10:25:50 am »

Ilustrasi menarik dari @EvaComics beberapa hari yang lalu seputar perbedaan teknik sensor di Jepang, Indonesia, dan Singapura :D



di jepang sensornya pakai tangan asli =p
Logged
weisswald
LX - Senior
****

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.007


Fino Alla Fine


Awards
« Reply #190 on: August 27, 2015, 10:39:05 am »

Ilustrasi menarik dari @EvaComics beberapa hari yang lalu seputar perbedaan teknik sensor di Jepang, Indonesia, dan Singapura :D



IMO lebih baik sensor di Indonesia daripada Singapura kalo dari gambar itu :D
Logged

Truth becomes fiction when the fiction's true;
Real becomes not-real where the unreal's real.
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 260
Offline Offline

Posts: 3.933



Awards
« Reply #191 on: August 27, 2015, 11:30:24 am »

  Yang "sensor" di Jepang itu disensor sendiri pas baca

Ternyata di Singapura juga ada sensor ya Grin tadinya aku kira nggak hehehe~
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #192 on: August 27, 2015, 01:03:16 pm »


Sensor di Singapura lucu yaaa^^  Tapi juga smart icon14
Meski begitu, ada kemungkinan juga orang bakal menganggap kalo sensor versi Singapura itu berarti sedikit mengubah jalan cerita Grin  #demibacaanRamahAnak
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #193 on: August 27, 2015, 03:30:27 pm »

Wkwkwkwk di indo sensornya agak ngubah gambar :v tapi masih mending daripada yang di singapura :3 ditutupin balon text~

Yang jepang kayaknya bukan sensor dari jepangnya deh, tapi dari TSnya tp ga tau juga tongue :p
Tp bagus juga kalo make tangan, kalo yang perlu di sensor banyak banget masa mesti minjem tangan temen2nya :))
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #194 on: August 27, 2015, 03:35:47 pm »

Hehehe Yg Jepang kudu disensor manual sama yg ngepost supaya ga ada yg laporin postnya ke Instagram :D Kalau disensor jadi pake baju, tahun 90an komik2 yang terbit di Indonesia rata-rata begitu, bahkan ada yang 1 panel bahkan 1 halaman dihitamin total. :D
Logged

sano
tukang baca
LX - Kidz
LX - Evangelis
*

Reputation: 28
Offline Offline

Posts: 2.825


bleh


WWW Awards
« Reply #195 on: September 01, 2015, 11:08:16 am »

Jika soal persepsi, mungkin ini tinggal masalah waktu dalam 3-8 tahun lagi karena perputaran siklus usia. Secara resmi, manga masuk Indonesia tahun 1991 (generasi komik I) dan manga dewasa masuk Indonesia sekitar tahun 2005 (generasi komik II). Jadi seiring waktu semakin banyak pembaca komik generasi II menginjak usia parenting sebagai mayoritas, persepsi parenting publik generasi komik I akan komik itu bacaan anak dapat bergeser.

(Asumsi generasi komik II baca komiknya usia 15-20 tahun 2005, asumsi menikah di usia 25 ke atas, punya anak yg memasuki usia baca 8 tahun kemudian)

baru nengok lagi. mau protes dikit, camo  Tongue
saya ngerasa masuk generasi komik I, mulai baca komik elex (manga) taun 92-93 umur 6-7 th, pas manga dewasa masuk th 2005 saya pas udah cukup umur untuk bisa baca itu
jadi sekarang pas udah punya anak, saya malah lebih ketat/selektif milihin komik, bacaan & tontonan buat anak, justru karna saya ngerasa kenal manga di waktu yg pas
jadi klo menurut saya, persepsi parenting yg nganggep komik itu bacaan anak justru generasi pra-komik/manga  Grin

Ilustrasi menarik dari @EvaComics beberapa hari yang lalu seputar perbedaan teknik sensor di Jepang, Indonesia, dan Singapura :D


jadi inget, kayaknya baru2 aja ada yg protes di thread kritik soal sensor, dan camo ngasih jawaban untuk beli komik asli versi Jepang atau US  icon14
Logged

Love yourself
Love your life
Love this world, where you live
Don't ruin what you love
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.820


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #196 on: September 01, 2015, 11:37:43 am »

Hehehehe yah soalnya untuk sensor, budaya dan nilai setiap negara beda. Kalau mencak2 protes ga setuju dengan budaya dan nilai negara sendiri, ada baiknya import selama belum dilarang.... atau ekstrimnya coba apply pindah warga negara  :D

soal generasi, hehehe itu asumsiku kalau sekarang sih sudah ada ortu2 seperti sano yg mulai influence anak dengan persepsi komik yg benar, cuma mungkin untuk saat ini, belum jadi mayoritas kayaknya, tapi masih transisi.
« Last Edit: September 01, 2015, 01:22:16 pm by camolatte » Logged

Saya
LX - Noob
*

Reputation: 5
Offline Offline

Posts: 46


sono hi made


WWW Awards
« Reply #197 on: October 07, 2015, 10:53:56 am »

memang alasannya kenapa tidak boleh disensor?

mendatangkan komik ecchi sebetulnya mengandung resiko merusak reputasi komik sopan lain yang sudah terbit secara keseluruhan..
Logged

stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #198 on: October 07, 2015, 12:43:02 pm »

memang alasannya kenapa tidak boleh disensor?

mendatangkan komik ecchi sebetulnya mengandung resiko merusak reputasi komik sopan lain yang sudah terbit secara keseluruhan..


Menurutku sih, si sensor kadangan ngerusak artwork, kadangan juga ngubah jalan cerita walau dikit banget.

Maksud dari merusak reputasi komik lain apa ya? Sebenernya ga ngerusak kok, kalo maksud kamu si komik jadi di cap jelek ato apa. Komik punya genre dan dari genre udah jelas banget mana yg ga usah dibeli anak2 dan mana yang boleh dibeli anak2. Ortu juga mesti tau mana yg boleh dibaca ato enggak dengan memantau tiap bacaan yang dibaca oleh anak2nya. Gegara sensor juga, banyak org yang milih buat baca manga scan. Serba salah sih di Indo itu. Ada kubu yang pro dan ada yg kontra.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Saya
LX - Noob
*

Reputation: 5
Offline Offline

Posts: 46


sono hi made


WWW Awards
« Reply #199 on: October 07, 2015, 07:30:07 pm »

Stephanie sptnya km sudah menjawab pertanyaanmu sendiri.
jd tdk perlu dijawab lg ya.:)

Logged

reyit0u
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 4


Awards
« Reply #200 on: March 08, 2017, 04:46:37 am »

Menurutku sih, si sensor kadangan ngerusak artwork, kadangan juga ngubah jalan cerita walau dikit banget.

Maksud dari merusak reputasi komik lain apa ya? Sebenernya ga ngerusak kok, kalo maksud kamu si