Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.111 Posts in 16.724 Topics- by 41.562 Members - Latest Member: ThomasStort
Pages: 1 ... 11 12 13 14 15 16 17 [18] 19 20 21 22 23 24  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [DISKUSI] Komik Dewasa/17+ di Indonesia  (Read 177969 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« on: September 15, 2013, 05:19:10 pm »

anooo mas camo permisi saya mau tanya pendapat aja nih mungkin aga telat  

belakangan kan Elex Sama LC mulai berani terbitin Komik Genre Ecchi / 17+ kaya HOTD sama Kimi no iru machi apa tidak takut diprotes mikir ? apalagi diindonesia kan siapapun bebas membeli komik berarti ada kemungkinan juga anak dibawah 17 tahun beli komik sepertri ini

Note : saya bukannya munafik   ,, saya seneng komik seperti ini terbit  banana tapi sebagai calon orang tua saya juga was was jika terus seperti ini. setidaknya untuk kedepan mungkin untuk pembelian komik sepeti ini bisa dibatasi agar tidak ada anak dibawah umur membelinya

arigato
« Last Edit: April 26, 2015, 09:34:59 pm by REX » Logged
 
restush
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 2


Awards
« Reply #171 on: February 25, 2015, 10:08:54 pm »

Gambar adalah sebuah karya seni, kalau di sensor itu malah menyinggung sebuah seni itu...
Kasiankan org-org yang ingin lihat seni tp malah disensor...
seharusnya biarkan gambar itu hidup apa adanya, terserah kek mau yang baca anak SD kelas 1 atau baru masuk TK. Klo mereka ingin melihat seni kenapa dilarang?
Logged
fetzhang
LX - Junior
**

Reputation: 8
Offline Offline

Posts: 178


Rain + Coffee + Books = Perfect


Awards
« Reply #172 on: February 26, 2015, 05:27:43 am »

Hai hai.. Mau komen aja... Sebenernya saya belum jumpa tuh rating 21+ di buku terbitan legal di Indonesia, tapi memang sekarang komik apapun beda sama yang dulu, pas jaman SD aja isi komiknya cuma pegangan tangan, ciuman pun jarang..
yah mungkin disesuaikan dengan keadaan. Kalo soal rating dewasa/21+ itu mungkin bukan ke arah gambar komiknya (karena pasti uda masuk sensor) tapi karena ceritanya yang rumit dan butuh pemikiran untuk mengerti.
Mengenai gambar yang disensorpun, pihak percetakan kita ini pastinya tanya ke pengarangnya terlebih dahulu dengan memberikan draf kasar apa aja yang mau dihapus gambarnya (menjadi lebih eksplisit), kalo pengarangnya setuju dan tidak terlalu merusak cerita, maka komiknya bisa lolos dan terbit, kalo ngga ya mungkin putus atau dirombak lagi.
Itu sih yang aku pernah denger ^^
Logged
gusfina
LX - Senior
****

Reputation: 92
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 788

Ubugoe ♪


WWW Awards
« Reply #173 on: February 26, 2015, 10:08:38 am »

hemm......(' v '  ) ( ' v ' ) (  ' v ')

Gambar adalah sebuah karya seni, kalau di sensor itu malah menyinggung sebuah seni itu...
Betul Smiley
Kasiankan org-org yang ingin lihat seni tp malah disensor...
Betul Smiley
seharusnya biarkan gambar itu hidup apa adanya, terserah kek mau yang baca anak SD kelas 1 atau baru masuk TK. Klo mereka ingin melihat seni kenapa dilarang?
Betul Smiley


Betul.... jika itu memang melihat dari aspek seni //plok.
Tapi apakah semua orang melihatnya dari aspek seperti itu? Apakah kamu bisa menjamin semua orang memiliki pola pandang seperti itu? Kalau iya, berarti sempit sekali pemikiran itu. ^^ Anyhow, saya menghargai adanya sensor pada bagian-bagian yang perlu disensor.

Asal nggak berlebihan dan asal nggak berkekurangan Grin dan kurasa apa yang dikatakan fetz benar^^

Mengenai gambar yang disensorpun, pihak percetakan kita ini pastinya tanya ke pengarangnya terlebih dahulu dengan memberikan draf kasar apa aja yang mau dihapus gambarnya (menjadi lebih eksplisit), kalo pengarangnya setuju dan tidak terlalu merusak cerita, maka komiknya bisa lolos dan terbit, kalo ngga ya mungkin putus atau dirombak lagi.
Jadi tenang saja... kalau mangakanya nggak diterima soal pendapat sensor dari pihak penerbit, kurasa mereka akan kembali berembuk untuk mendapatkan persetujuan kedua belah pihak. Jadi jangan takut soal sensor yang "menyinggung sebuah karya seni" Grin


Anyhow, tapi ini cuma pendapatku juga^^ //eheh.
Logged

stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #174 on: February 26, 2015, 10:46:35 am »

Gambar adalah sebuah karya seni, kalau di sensor itu malah menyinggung sebuah seni itu...
Kasiankan org-org yang ingin lihat seni tp malah disensor...
seharusnya biarkan gambar itu hidup apa adanya, terserah kek mau yang baca anak SD kelas 1 atau baru masuk TK. Klo mereka ingin melihat seni kenapa dilarang?
sex itu seni (quote dri seseorang) tapi banyak yang mengsalahartikan seni itu untuk hal-hal pribadi yg justru merusak. Memang semua bebas melihat, mendengar, membaca, tp ga semua mengartikan komik ecchi sebagai seni semata. Misalnya seorang arsitek baca HOTD, dan seorang anak remaja juga. Pasti pengartian dari si arsitek itu hanya srni semata, tp bagi si anak remaja itu bukan seni, tp buat kesenangannya tersendiri.

Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Lee
LX - Member
***

Reputation: 77
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 736


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #175 on: February 26, 2015, 01:05:46 pm »

Gambar adalah sebuah karya seni, kalau di sensor itu malah menyinggung sebuah seni itu...
Kasiankan org-org yang ingin lihat seni tp malah disensor...
seharusnya biarkan gambar itu hidup apa adanya, terserah kek mau yang baca anak SD kelas 1 atau baru masuk TK. Klo mereka ingin melihat seni kenapa dilarang?
Gambar memang bagian dari seni, sama seperti pahatan. Di candi-candi, banyak sekali pahatan wanita tanpa busana.

Tapi dalam diskusi kali ini, kita tidak sedang membicarakan sisi seninya tapi sisi pengaruh/dampak gambar itu sebagai bahan bacaan terhadap tumbuh kembang anak di bawah umur yang membaca bahan bacaan orang dewasa Smiley
Bahkan, seorang arsitek yang membaca HOTD bisa jadi mengartikannya bukan sebagai seni tapi kesenangan semata. Karena cara seseorang menginterprestasikan apa yang dibaca akan sangat berbeda dengan orang lain.
Selain itu, budaya kita sebagai orang Timur mungkin agak sedikit berbeda yah (setidaknya bagi saya dan teman2 seangkatan). Bagi kami yang sudah menikah dan punya anak sekali pun, membaca komik (atau novel) yang terlalu vulgar itu sudah merasa sangat risih sekali.
Logged

I may fall down but thatís not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 440
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.717


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #176 on: February 26, 2015, 03:19:30 pm »

Dalam dunia ideal,
seni tidak memicu anarki, kriminal, dan pengrusakan
seni tidak dipandang dengan pikiran sempit
seni tidak dikutip asal, terlepas dari konteks
seni tidak jadi mainan agenda tokoh politik
seni tidak dihakimi agama semata dengan hitam dan putih
seni memiliki suara dan ekspresi dengan minim kekang dan belenggu
seni bisa mempercayai kedewasaan dan pikiran terbuka manusia
...maka seni tidak butuh pencekalan dan sensor

Pertanyaannya, seberapa idealkah Indonesia?

Coba baca post-ku di sini, walau beda konteks, tapi dilemanya mendekati:
http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=23577.msg565986#msg565986

Jika semudah itu meminimalisasi sensor tanpa konsekwensi, percayalah, pasti akan dilakukan karena:
1. Proses ijin di Jepang akan relatif lebih irit waktu
2. Relasi dgn beberapa komikus yg rewel karyanya di-retouch juga akan lebih baik.
3. Proses produksi dan editing di Indonesia juga akan lebih praktis.

Jadi tentunya bisa buka mata melihat sendiri realitas SAAT INI di Indonesia dan direnungkan faktanya. ;)

Keputusan tingkat sensor tidak dilakukan seenaknya tanpa pertimbangan matang ke depan oleh editor ybs.
« Last Edit: April 29, 2015, 10:20:29 am by camolatte » Logged

Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #177 on: March 03, 2015, 11:54:50 pm »

 :beerchug:Definisi seni saja masih beda2 buat tiap org  biggrin

kalau menurut ane sih yg namanya seni yg sesungguhnya itu adalah karya ygsemua kalangan bisa menikmati tanpa merasa diserang, risih, dan ditelanjangi,dsb.tapi tetap memukau.

Makanya sebetulnya lbh sedikit sekali karya yg benar2 bisa disebut seni *ala definisi ane lho*
 
Logged
Jestero
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 7


Simplest way to love is to accept it.


Awards
« Reply #178 on: March 05, 2015, 08:56:24 am »

Kalau boleh saya mau ikut mengutarakan pendapat.

Dari beberapa ulasan terakhir lebih condong menganggap ini sebagai seni (iya kan ya?) tapi karena selama ini nilai saya untuk seni tidak pernah diatas rata-rata (cenderung jelek Sad ) jadi saya sendiri bingung mau komentar apa. Saya setuju ada yang berpendapat kebudayaan kita berbeda dengan negara komik-komik ini berasal ( it's reality dude, and reality hurt me so bad  image008 ) dan karena itu juga komik yang dikategorikan dewasa (disini) memiliki pro-kontra tersendiri. Ada yang kurang setuju (mungkin?) karena komik-komik ini dibeli remaja bahkan anak ( ara ara, ini komik dewasa adek tee hee Wink ) tapi ada yang setuju dengan alasan ini merupakan bagian dari karya seni jadi tidak dapat dipersalahkan (bener gitukan ya ? Maaf kalau salah), dan ada juga yang sejutu penerbitannya dengan syarat sensor diperketat ( Oh no ! Cukup Onee-chan berbaju ketat dengan plotnya ! Jangan  sensor ketat, please ! Sad Sad Sad ).
Secara pribadi saya tidak bisa menyalahkan ketiga pendapat tersebut dan setuju akan ketiganya ( yee keliatan labilnya banana ).  Tapi menurut pribadi saya yang lain ( penulisan dialihkan kepada  kepribadian yang lain ), saya tidak peduli mau ini dianggap seni atau apapapun juga karena pada dasarnya saya menganggap "komik" ini sebagai cerita dimana saya terlibat didalamnya, gambar dan lain sebagainya hanyalah ilustrasi kejadian yang digambarkan oleh manga-ka.  Dengan gambar, dialog, efek, latar dan semua konten yang ada saya meninkmatinya, merasakan berdebar-debar, merasakan kesedihan, hanyut dalam cerita yang ada, mendapat banyak pelajaran darinya, berkembang menjadi saya yang sekarang, menjadi bagian dari masa kecil saya, bagian dari kenagan yang tidak ingin saya, membuat saya memiliki banyak kehidupan dan sesuatu yang nantinya ingin saya wariskan kepada anak-anak saya.  Bagi saya komik - komik yang saya mmiliki merupakan harta yang berharga bagi saya, sebagian harta yang saya miliki ini baru saya sadari apa artinya sekarang bukan pada waktu saya kecil dulu disaat saya pertama kali membelinya. Pada saat itu saya hanya menganggapnya sebagai sebuah karangan fiksi bukan sesuatu untuk saya pelajari. Ada rasa menyesal kenapa tidak dari dulu saya menyadarinya, tapi saya bersyukur saya dapat belajar darinya disaat anak-anka lain tidak dapat belajar darinya.
Oke, setelah saya baca apa yang ditulis kepribadian saya lain tadi ( ini sudah balik ke kepribadian pertama ) kelihatanya saya malah curhat tapi tidak masalah itu isi hati saya ( tapi maaf kontennya malah komik secara umum ). Jadi kesimpulan dari pendapat saya ini ( penulisan dialihkan kepada kepribadian yang paling dewasa )semua konten yang ada dalam komik ini merupakan satu kesatuan karya yang menjadi identitas dari karya tersebut, kita yang menentukan baik dan buruk, benar dan salah dari karya ini dengan cara kita masing-masing bahkan pengarangnyapun sadar akan hal ini.  Komik kategori dewasa memiliki konten yang berat untuk anak-anak sehingga mereka kesulitan untuk mencernanya yang sering kali menjerumuskan mereka, oleh karenanya komik kategori ini tidak ditujukan kepada mereka.  Anak-anak membeli komik kategori dewasa dikarenakan dua hal, keingin tahuan atau kensengajaan, jika kita berpikir positif keduanya bisa jadi hal baik tapi apakah benar ini hal baik ?  Kita sebagai yang lebih tahu seharusnya bisa membimbing meraka yang masih belum tahu.  Kedewasaan dan waktu adalah dua hal yang tidak dimiliki anak-anak.  Pernah terjadi di sebuah supermarket saya mendapati seorang ayah yang malah meminta anaknya yang mungkin masih setingkat smp atau bahkan lebih muda memilih beberapa pilihan minuman keras, awalnya saya agak tidak percaya dan berpikir positif itu mungkin minuman lain tapi saat anaknya mnegambil minuman keras ayahnya menyetujui.  Saya tidak tahu bagaimana pendapat anda tentang pengalaman saya tadi, hanya saja saya berterima kasih kepada anda yang sudah menyadari bahwa anak-anak nantinya bisa terjerumus menuju hal yang tidak diinginkan, dan saya sangat berterima anda sekalian sadar dan berkeinginan untuk melindungi anak-anak anda, karena anda lebih tahu tentang hal ini sehingga anda bisa mengarahkan dan membimbing mereka lebih baik.


Yosh!  Selesai juga akhirnya (balik ke kepribadian pertama  beerchug ). Tidak terasa waktu saya preview agak panjang juga (jadi males baca sendiri Grin ), semoga dari apa yang saya utarakan dapat disimpulkan sesuatu yang baik (saya sendiri nggak paham kesimpulan yang saya buat). Saya rasa sekian dari saya kalau ada salah-salah kata saya mohon maaf.

Apapun yang teradi selama komik-komik ini terbit di Indonesia, saya akan tetap membelinya karena saya adalah salah seorang fans dan dengan ini saya memberi apresiasi. Grin
« Last Edit: March 05, 2015, 09:00:40 am by Jestero » Logged
bagashp
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 45

Araki's Fans waiting Jojonium (if released)


Awards
« Reply #179 on: March 16, 2015, 05:18:37 pm »

memang sebenarnya beberapa manga itu ada penargetannya macam shounen jump untuk remaja pria... ah lihat one piece... tipikal perempuan nya macam gitu.... anda tahu sendiri kan.. tapi itu masuk shounen... :v

bahakn banyak anak yang mengidolakan nami dan robin :v :v ... Yeaayyyy :v :v :V

Post AutoMerge: March 16, 2015, 05:21:42 pm
nah... disini yang enta maksud 18+ itu gimana... indonesia belum greget kalau....

HS DXD muncul

ah... tren yandere di indonesia juga dilihat :v :v
« Last Edit: March 16, 2015, 05:21:42 pm by bagashp » Logged


<=To Be Continued==
BGM : YES - Roundabout

Elex-chan kirim manganya sampai toko buku pinggiran :'v pls Elex-chan :v
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #180 on: March 16, 2015, 05:44:27 pm »

HS DXD udh masuk komik H. Waktu itu aja komik edukasi seks dibreder apalagi komik H. Indo ga bisa nerima gituan kali yak :v
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Pages: 1 ... 11 12 13 14 15 16 17 [18] 19 20 21 22 23 24  All   Go Up
Print
Jump to: