Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.408 Posts in 16.875 Topics- by 44.580 Members - Latest Member: lenakanen1973
Pages: 1 ... 14 15 16 17 18 19 20 [21] 22 23 24  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [DISKUSI] Komik Dewasa/17+ di Indonesia  (Read 185138 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« on: September 15, 2013, 05:19:10 pm »

anooo mas camo permisi saya mau tanya pendapat aja nih mungkin aga telat  

belakangan kan Elex Sama LC mulai berani terbitin Komik Genre Ecchi / 17+ kaya HOTD sama Kimi no iru machi apa tidak takut diprotes mikir ? apalagi diindonesia kan siapapun bebas membeli komik berarti ada kemungkinan juga anak dibawah 17 tahun beli komik sepertri ini

Note : saya bukannya munafik   ,, saya seneng komik seperti ini terbit  banana tapi sebagai calon orang tua saya juga was was jika terus seperti ini. setidaknya untuk kedepan mungkin untuk pembelian komik sepeti ini bisa dibatasi agar tidak ada anak dibawah umur membelinya

arigato
« Last Edit: April 26, 2015, 09:34:59 pm by REX » Logged
 
reyit0u
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 4


Awards
« Reply #201 on: March 08, 2017, 04:46:37 am »

Menurutku sih, si sensor kadangan ngerusak artwork, kadangan juga ngubah jalan cerita walau dikit banget.

Maksud dari merusak reputasi komik lain apa ya? Sebenernya ga ngerusak kok, kalo maksud kamu si komik jadi di cap jelek ato apa. Komik punya genre dan dari genre udah jelas banget mana yg ga usah dibeli anak2 dan mana yang boleh dibeli anak2. Ortu juga mesti tau mana yg boleh dibaca ato enggak dengan memantau tiap bacaan yang dibaca oleh anak2nya. Gegara sensor juga, banyak org yang milih buat baca manga scan. Serba salah sih di Indo itu. Ada kubu yang pro dan ada yg kontra.

salah satu yg bikin heran dan geleng2, "apakah kebanyakan orang2 indonesia masih buta aksara?"
herannya pada bisa baca aksara di komik, tp gk bisa baca aksara rating
tepok jidat pake dengkul dulu dah

untuk sensor, orang emang yang dinikmati scene H nya, dan target readernya jg udah dijelasin
Logged
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #202 on: March 08, 2017, 01:27:37 pm »

salah satu yg bikin heran dan geleng2, "apakah kebanyakan orang2 indonesia masih buta aksara?"
Sepertinya yang jadi persoalan bukan buta aksara atau tidak. Tapi apakah semua pembaca paham dan mau mengerti maksud dari pemberian ratting tersebut. Kalau rey pernah berkunjung ke Gramed atau toko buku lain yang mengijinkan baca di tempat, mungkin pernah (atau bahkan sering) melihat anak SD membaca komik dewasa (entah secara seksual atau kekerasan atau aspek kedewasaan lainnya).
Menurut saya mereka tidak buta aksara tetapi mungkin tidak paham kalau buku2 tersebut tidak diperuntukan untuk mereka. Atau mereka paham tetapi ingin tahu alasan kenapa buku2 itu tidak diperuntukan untuk mereka.
Nah... kalau ada orang dewasa yang peduli, anak-anak itu akan ditegur. Tetapi jika tidak? Bagaimana cara menyaringnya? Itulah gunanya sensor... untuk para konsumen yang tidak termasuk dalam segmentasi pasar dari komik itu sendiri


untuk sensor, orang emang yang dinikmati scene H nya, dan target readernya jg udah dijelasin
Soal target reader sudah saya singgung sebelumnya. Kalau memang benar2 mau eksklusif supaya para pembaca yang merasa sudah dewasa tidak dirugikan, mainkan saja di harga. Untuk komik2 dengan scena H dilabeli harga 100K misalnya
Atau mungkin Rey punya ide yang jauh lebih baik, silakan dibagikan
Logged

I may fall down but thatís not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
nikitazero678
LX - Noob
*

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 59



Awards
« Reply #203 on: May 01, 2017, 08:04:36 pm »

Sepertinya yang jadi persoalan bukan buta aksara atau tidak. Tapi apakah semua pembaca paham dan mau mengerti maksud dari pemberian ratting tersebut. Kalau rey pernah berkunjung ke Gramed atau toko buku lain yang mengijinkan baca di tempat, mungkin pernah (atau bahkan sering) melihat anak SD membaca komik dewasa (entah secara seksual atau kekerasan atau aspek kedewasaan lainnya).
Menurut saya mereka tidak buta aksara tetapi mungkin tidak paham kalau buku2 tersebut tidak diperuntukan untuk mereka. Atau mereka paham tetapi ingin tahu alasan kenapa buku2 itu tidak diperuntukan untuk mereka.
Nah... kalau ada orang dewasa yang peduli, anak-anak itu akan ditegur. Tetapi jika tidak? Bagaimana cara menyaringnya? Itulah gunanya sensor... untuk para konsumen yang tidak termasuk dalam segmentasi pasar dari komik itu sendiri

Soal target reader sudah saya singgung sebelumnya. Kalau memang benar2 mau eksklusif supaya para pembaca yang merasa sudah dewasa tidak dirugikan, mainkan saja di harga. Untuk komik2 dengan scena H dilabeli harga 100K misalnya
Atau mungkin Rey punya ide yang jauh lebih baik, silakan dibagikan

Poin 1: Emang benar sih, rata-rata masyarakat kita masih belum paham maksud dari rating itu, yaitu untuk mengelompokan buku komik ke golongan usia yang sesuai (anak-anak, remaja, dewasa). Menurut gw sih soal rating ini perlu byk sosialisasi lagi dari Elex atau toko buku (Gramedia, Gunung Agung, dll.) biar masyarakat paham kalau gak semua komik itu buat anak-anak... Gw juga kl liat anak-anak baca komik dewasa merasa risih, kadang2 kl ada orang tuanya gw ingetin kl komik itu gak sesuai dengan usia si anak...

Poin 2: Saran gw agar target pembaca komik sesuai sih kl untuk komik dewasa adalah dgn verifikasi identitas (nunjukkin KTP/SIM di kasir pas mau bayar) - soal ini sih harus dari pihak toko bukunya. Mengenai harga sih mendingan jgn diutak-atik lg.
« Last Edit: May 01, 2017, 08:06:12 pm by nikitazero678 » Logged
danoviar
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 1


Awards
« Reply #204 on: July 17, 2017, 07:19:07 pm »

Di pontianak Komik Echi~Harem~Hentai kaga ada
kalau tanggapan ane gak ada salahnya tapi penempatannya aja harusnya di tempat tinggi atau tempat spesial
Logged
Alegra
LX - Noob
*

Reputation: 15
Offline Offline

Posts: 69


Awards
« Reply #205 on: July 20, 2017, 08:17:35 am »

...
Poin 2: Saran gw agar target pembaca komik sesuai sih kl untuk komik dewasa adalah dgn verifikasi identitas (nunjukkin KTP/SIM di kasir pas mau bayar)...
Ini akan menjadi pemandangan indah saat pergi ke toko buku, serta menjadi bukti bahwa betapa tertibnya pelanggan mematuhi himbauan. Demi masa depan tunas muda bangsa berikutnya.

Mengenai harga sih mendingan jgn diutak-atik lg.
Harga masih boleh diutak-atik terus, kan lagi jualan *ke he he*. Terlebih lagi ini product impor. Kebijakan untuk mengendalikan lahan persaingan dengan product dalam negeri akan selalu ada di sana.
« Last Edit: July 20, 2017, 08:19:37 am by Alegra » Logged
FLou91
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 6



WWW Awards
« Reply #206 on: November 27, 2017, 06:29:13 pm »

Sebenernya, kalau sudah ada rating 17+ dan lainnya, sang pembeli sudah tahu kalau buku itu belum pas untuk dia. Maka dari itu, peran orang tua dan petugas toko buku juga diperlukan. Yah mungkin pengawas / petugas toko buku agak susah ya, soalnya itu pelanggan sih. Mungkin disini para iorang tua ya yang harus benar2 memperhatikan.
Logged
nikitazero678
LX - Noob
*

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 59



Awards
« Reply #207 on: March 02, 2018, 09:02:51 pm »

Soal komik dewasa, skrg sih dah banyak yang lumayan, tapi yang lebih nendang lg (terutama yg artnya eksplisit tapi ceritanya berbobot kyk Velvet Kiss) msh blm terbit, jadi terpaksa harus baca di internet deh...

Coba saja budaya Indonesia bisa berubah minimal jadi lebih moderat dan sekuler agar itu bisa tercapai... kl gw sih maunya bakal maksa rakyat kita untuk menerima perubahan demi kemajuan, peduli setan sama dampaknya kalau itu bisa membuat negara kita jadi lebih maju (maaf OOT)...
Logged
GrimAngel
LX - Noob
*

Reputation: 8
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 86

Black Wings Angel


Awards
« Reply #208 on: March 03, 2018, 07:21:41 am »


Coba saja budaya Indonesia bisa berubah minimal jadi lebih moderat dan sekuler agar itu bisa tercapai..

IMO moderat masih mungkin, sekuler tidak selama sila pertama pancasila masih ada.
Btw di Jepang pun sensornya juga ketat kaya di trailer red sparrow jepang baju renangnya di sensor. https://youtu.be/qRAbk6c22c8
Logged
Lee
LX - Member
***

Reputation: 80
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 737


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #209 on: March 05, 2018, 01:13:12 pm »

kl gw sih maunya bakal maksa rakyat kita untuk menerima perubahan demi kemajuan, peduli setan sama dampaknya kalau itu bisa membuat negara kita jadi lebih maju (maaf OOT)...
Ano... apakah kemajuan yang didapat dari melepas sensor komik 17+ atau nerbitin komik hentai tanpa sensor yah? Kok otak saya ga mampu mencerna o_O"
Logged

I may fall down but thatís not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
nikitazero678
LX - Noob
*

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 59



Awards
« Reply #210 on: March 11, 2018, 11:14:44 am »

IMO moderat masih mungkin, sekuler tidak selama sila pertama pancasila masih ada.
Btw di Jepang pun sensornya juga ketat kaya di trailer red sparrow jepang baju renangnya di sensor. https://youtu.be/qRAbk6c22c8
Menurut gw sih sila pertama Pancasila itu nggak mesti diinterpretasikan secara harfiah deh (kyk Amerika yg sekuler tapi motto negaranya "In God We Trust"). Sebenarnya sih sensor mesti dipertahankan, tapi jgn terlalu ekstrim kyk yg diterapkan di TV sekarang...

Ano... apakah kemajuan yang didapat dari melepas sensor komik 17+ atau nerbitin komik hentai tanpa sensor yah? Kok otak saya ga mampu mencerna o_O"
Like I said, sensor itu jgn terlalu ekstrim kyk yg diterapkan di TV sekarang...
« Last Edit: March 11, 2018, 11:28:52 am by nikitazero678 » Logged
Pages: 1 ... 14 15 16 17 18 19 20 [21] 22 23 24  All   Go Up
Print
Jump to: