Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.125 Posts in 16.724 Topics- by 41.591 Members - Latest Member: RobertNella
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 [8] 9 10 11 12 13 14 15 ... 24  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [DISKUSI] Komik Dewasa/17+ di Indonesia  (Read 178094 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« on: September 15, 2013, 05:19:10 pm »

anooo mas camo permisi saya mau tanya pendapat aja nih mungkin aga telat  

belakangan kan Elex Sama LC mulai berani terbitin Komik Genre Ecchi / 17+ kaya HOTD sama Kimi no iru machi apa tidak takut diprotes mikir ? apalagi diindonesia kan siapapun bebas membeli komik berarti ada kemungkinan juga anak dibawah 17 tahun beli komik sepertri ini

Note : saya bukannya munafik   ,, saya seneng komik seperti ini terbit  banana tapi sebagai calon orang tua saya juga was was jika terus seperti ini. setidaknya untuk kedepan mungkin untuk pembelian komik sepeti ini bisa dibatasi agar tidak ada anak dibawah umur membelinya

arigato
« Last Edit: April 26, 2015, 09:34:59 pm by REX » Logged
 
ahoonk
LX - Babes


Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 16


Awards
« Reply #71 on: December 09, 2013, 09:48:22 am »

Kok senang menyebut diri sebagai otaku?  biggrin Padahal di Jepang sendiri otaku itu dianggap sebagai manusia dengan pola pikir aneh yang tidak suka bersosialisasi dengan sekitarnya sehingga dicap buruk oleh orang lain..  biggrin

Well dan kalopun mau dibilang maju, masak tolak ukurnya dari seberapa banyak komik dewasa 17+ yang sudah dibaca?  biggrin


sebenarnya tanggapan anda soal otaku dijepang sangat keliru. meskipun cara pandang mereka aneh, tapi mayoritas otaku di sana asik-asik saat diajak berbincan-bincang, karena mereka punya bahasan topik yang menarik dll
(otakau: tidak selalu tentang komik atau anime, tapi ada juga otaku seperti fashion, music, dll) 
Logged
flagantz
LX - Member
***

Reputation: 4
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 337


Awards
« Reply #72 on: December 09, 2013, 06:34:04 pm »

ngelanjutin topik sama REX di thread HOTD

Iyah, emang betul. Tapi masalahnya untuk komik HSOTD ini, proporsi tubuh beberapa karakter udah kelewat nggak wajar.
Udah melewati garis suspension of disbelief, jadi bagi saya FS-nya udah nggak mempan lagi 
Akhirnya fokus ke cerita ajalah (yang mulai vol 3 udah mulai bikin bingung). FS-nya jadi sumber humor aja Grin
well buat gw sih masih masuk taraf masih bisa diterima,

(click to show/hide)
Logged
ahoonk
LX - Babes


Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 16


Awards
« Reply #73 on: December 09, 2013, 08:08:40 pm »

@flagantz
hahahaha... bener kok itu, disana, para pria lebih sukka dengan perempuan yang punya oppai besar sekitar c-f cup ukran normal pria sana sukkanya. (itu kata beberapa teman saya yang disana sih.. -_- ) saya pribadi sukkanya yang normal-normal aja kok... wkwkwkwkwk
Logged
Soul2Hell
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 2


Awards
« Reply #74 on: December 09, 2013, 09:49:38 pm »

sebenarnya tanggapan anda soal otaku dijepang sangat keliru. meskipun cara pandang mereka aneh, tapi mayoritas otaku di sana asik-asik saat diajak berbincan-bincang, karena mereka punya bahasan topik yang menarik dll
(otakau: tidak selalu tentang komik atau anime, tapi ada juga otaku seperti fashion, music, dll) 

Santai bro. BlueMaster kan cuma ngomongin tanggepan rata2 org Jepang thdp Otaku di sana. Meskipun ga smua org Jepang nganggep Otaku aneh dan ga suka bersosialisasi, pasti ada juga yang berpendapat sama kayak kamu. iloveusign
Logged
ferisnugraha
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 10


Ignorance is bliss, isn't it?


Awards
« Reply #75 on: January 23, 2014, 08:21:00 pm »

ane malah seneng kok semoga nanti elex berani nerbitin ichigo100%, prison school, sense, serta minamoto-kun monogatari (paling di tunggu) dll   banana
Logged


I thought I could just apologize tomorrow. But that tomorrow... Never Came
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 440
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.717


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #76 on: January 24, 2014, 08:42:08 am »

ane malah seneng kok semoga nanti elex berani nerbitin ichigo100%, prison school, sense, serta minamoto-kun monogatari (paling di tunggu) dll   banana
konteks diskusi di sini bukan sekedar soal senang atau tidak senang sebagai pribadi, tapi bagaimana pandanganmu dari sudut pandang lain misal sudut pandang orang tua, nilai/norma di Indonesia, dan sebagainya :) Soalnya terhadap hal demikian, tembok bisa tidaknya masuk bacaan demikian cenderung bukan dari sudut pandang satu individual.
Logged

isseisan
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Posts: 15


Awards
« Reply #77 on: March 23, 2014, 08:34:36 am »

menurut ane sih, ya harus tunjukin ktp kalo emang boleh dicetak disini,
tau sendiri kan disini, sekalinya ribut langsung bakar bakar, ntar tetangga ormas malah nyetop komik2 ecchi lagi, tapi untuk kedepannya HOTD emang udah satu langkah ke H,
jadi kalo emang laku, kenapa engga di terbitin?
atau engga di kasih batas cetakan untuk tiap komik 17++, biar sold nya cepet
Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #78 on: March 23, 2014, 09:52:31 am »

seharusnya anaknya yang tau diri, mana komk yang boleh dia baca dan mana yang gak boleh. gak perlu tunjukin KTP segala. Karena gak semua LC gak boleh dibaca anak-anak. Walau komik LC itu menjurus untuk dewasa, anak2 yang masih remaja juga boleh baca komik LC yang sesuai dengan tingkatan umurnya. So, aku kurang setuju kalau kita mest tunjukin KTP cuma bwt beli komik. Anaknya yang harus tau diri sih.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
cesarzc
LX - Member
***

Reputation: 6
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 356

wew...


Awards
« Reply #79 on: March 23, 2014, 10:16:53 pm »

seharusnya anaknya yang tau diri, mana komk yang boleh dia baca dan mana yang gak boleh. gak perlu tunjukin KTP segala. Karena gak semua LC gak boleh dibaca anak-anak. Walau komik LC itu menjurus untuk dewasa, anak2 yang masih remaja juga boleh baca komik LC yang sesuai dengan tingkatan umurnya. So, aku kurang setuju kalau kita mest tunjukin KTP cuma bwt beli komik. Anaknya yang harus tau diri sih.

menarik sekali jika anak2 bisa sudah tau diri dengan komik yang pantas dibaca sesuai tingkatan umurnya  mikir

tapi mungkin gak ya, secara fitrah anak untuk cari tahu dan ingin banyak tahu  crash
Logged
gusfina
LX - Senior
****

Reputation: 92
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 788

Ubugoe ♪


WWW Awards
« Reply #80 on: March 24, 2014, 09:27:27 am »

Setelah membaca beberapa penyataan sebelum-sebelumnya, saya sependapat banget dengan bangjamal laughing Mungkin karena kejadian kita mirip

@sulpher
Wah, saya malah baca Nube dari SD kelas 6 atau SMP kelas 1 gitu, itupun dibeliin orang tua
Jadi orangtua saya tau saya suka nonton anime Nube di TV (dulu sempet disiarin di TV), dan kebetulan orangtua saya nemu komik Nube nomer 15 di toko buku lama. Nah berhubung dulu komik Nube tuh jarang banget, akhirnya saya dibeliin, tanpa sepengetahuan saya lho padahal ada tulisan ratingnya D kalau nggak salah.
Nah tapi, pas saya pertama baca Nube, saya merasa biasa aja. Tapi pas saya udah agak tuaan dikit, baru ngeh kalau itu komik dewasa yang banyak fanservicenya...


Dulu pas masih SD saya juga pernah membaca nube^^ Tapi dulu saya gak tahu ternyata itu masuk ke komik dewasa yang mengandung unsur fan service-- Azn //dor. Tapi pas baca saya merasa biasa saja sih. Gak ada pikiran yang aneh-aneh, yang ada cuma takut melihat beberapa gambarnya yang menakutkan > v < " //sukses membuatku dulu takut tidur sendiri//plak

IMO, dari hal itu semakin lama semakin saya sadar, kalau anak-anak itu betul-betul polos. Tidak seperti anak remaja dan dewasa yang kebanyakan pikirannya sudah banyak ternodai //anyway, itu anak-anak jaman dulu sih... entah kalau jaman sekarang  Azn Tapi orang tua memang harus berperan aktif dalam memilah-milah bacaan anak^^. Meski demikian, saya tetap tidak setuju untuk komik kode dewasa harus dibeli untuk anak +17. Dewasa itu bukan berarti umurnya, tapi pola pikirnya 

Anyway, itu semua hanyalah IMO (/// U v U///) dan lagi yang kujadikan contoh itu cuma Nube, soalnya jaman dulu belum ada A Town Where You Live, jadi saya gak tahu gimana pola pikirku kalau dulunya saya yang membaca komik itu.
Mungkin suatu saat pendapat ini dapat berubah lagi kalau saya sudah mempunyai sudut pandang tambahan * v *

Logged

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 [8] 9 10 11 12 13 14 15 ... 24  All   Go Up
Print
Jump to: