Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.309 Posts in 16.862 Topics- by 44.197 Members - Latest Member: langringpetve1982
Pages: 1 ... 4 5 6 7 8 9 10 [11] 12 13 14 15 16 17 18 ... 24  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [DISKUSI] Komik Dewasa/17+ di Indonesia  (Read 184267 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« on: September 15, 2013, 05:19:10 pm »

anooo mas camo permisi saya mau tanya pendapat aja nih mungkin aga telat  

belakangan kan Elex Sama LC mulai berani terbitin Komik Genre Ecchi / 17+ kaya HOTD sama Kimi no iru machi apa tidak takut diprotes mikir ? apalagi diindonesia kan siapapun bebas membeli komik berarti ada kemungkinan juga anak dibawah 17 tahun beli komik sepertri ini

Note : saya bukannya munafik   ,, saya seneng komik seperti ini terbit  banana tapi sebagai calon orang tua saya juga was was jika terus seperti ini. setidaknya untuk kedepan mungkin untuk pembelian komik sepeti ini bisa dibatasi agar tidak ada anak dibawah umur membelinya

arigato
« Last Edit: April 26, 2015, 09:34:59 pm by REX » Logged
 
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #101 on: May 05, 2014, 10:37:52 am »

Tapi menurutku, kembali lagi ke topik utamanya...
Mau LC nerbitin juga Manga yang bergenre dewasa, gak bakal terlalu banyak efek sama mereka yang ngaku dewasa ntu,
Sayang banget mereka ngeluarin 20K buat beli manga genre dewasa yang belum tentu ada "itu itunya", paling cuma teaser aja.

Ingat,mereka udah punya caranya sendiri yang lebih mantebh seperti menggunakan gadget.
Jadi persen kemungkinan komik LC jadi penyebab mereka liar ntu hampir nihil, walau kemungkinan tetap ada,
tapi media yang lainlah yang memberikan mereka kebebasan sempurna.
Jadi intinya, gak maslah kalo LC mau nerbitin komik bergenre dewasa (khususnya di PLOTnya).

Oh ya, dan sepertinya nih ya, kalau di beberapa toko buku yang sering aku datengin (di daeran Medan dan Batam khususnya).
penempatan komik terbitan LC selalu dikasi lokasinya sendiri kok(sengaja oleh pihak toko bukunya),
jadi jarang banget ada anak2 yang nyasar ke situ, kalo ada pasti udah diliatin, dan dia bakal malu sendiri sih.
Ini dari pengalamanku sering ke toko buku, anak2 cowok umur 10-14 tahun tuh seringnya ke pojok komik Naruto,OP, dll yang gitu lah~
« Last Edit: May 05, 2014, 10:45:52 am by 7shichimiya » Logged

"..^^.."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #102 on: May 06, 2014, 03:18:06 pm »

Kalo di gramed merdeka sih dulu penempatan LC itu ada di lantai ke-3. Dan kalo udah ada adegan dewasanya(bukan LC sih) disimpennya disatuin (bukan artinya se-rak) sama buku-buku pelajaran SMA kalo gak salah. Tapi itu dulu. Sekarang, penempatannya berubah. Sekarang jadi ada di lantai 2 disebelahnya ada buku why? Nah, aku bener-bener bingung sama yang ngatur, kenapa dirubahnya jadi di deket buku anak-anak? (Dulu itu tempat buku import)deket sama novel lagi. Tapi di sana juga kebanyakan sih buku bacaan orang-orang gede, dan anak-anak gak berminat. Mungkin itu sebabnya yah? :)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #103 on: May 06, 2014, 04:10:54 pm »

Wah, itu mah udah salah letak itu...
maunya sih ya jangan gitu....
walaupun langkah kecil yang terlihat sepele,
penempatan menurut genre sangat mempengaruhi, menurutku sih.
Logged

"..^^.."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #104 on: May 06, 2014, 04:16:00 pm »

Dan kulihat komik remaja dan dewasa disatukan :)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
7shichimiya
LX - Junior
**

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 102

Mucha Kucha~


WWW Awards
« Reply #105 on: May 07, 2014, 09:22:42 am »

Dan kulihat komik remaja dan dewasa disatukan :)


Yak semalem ku ketemu penerbit yang aku bilang gambar komik2nya penuh maksud!!!!
aku kagak inget judulnya, tapi gambar covernya ntu beneran maksud! dan seperti yang steph bilang,
Posisinya digabungin sama komik Remaja keluaran m&c!
(click to show/hide)

Jadi mending LC deh, dari jenis, tebel dan ukuran covernya udah jelas menandakan ntu "komik dewasa".
Logged

"..^^.."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #106 on: May 07, 2014, 03:28:12 pm »

Kalo LC mah udah keliatan beda dari covernya juga. Dan sepertinya aku pernah liat komik yang kaya gitu deh, dan baru nyadar itu komik dewasa pas liat dalemnya (maklum kadangan gak bisa baca rating biggrin ) dan kadangan justru komik remaja dalemnya terkadang ada yang ngebahas tentang "itu" (dewasa, gmn jelasinnya yah?)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #107 on: May 07, 2014, 04:33:11 pm »

Emon, pelaku pedofili 100 anak lebih itu penggemar Naruto atau salah satu tokoh animasi Jepang  Smiley
Bukan sebab akibat, tapi ya...pikirkan sendiri deh.. Wink

3 point yang harus diperhatikan dulu :

1)Sering kok ngeliat buku2 LC gampang diraih oleh anak2 SD dan SMP di stand Gramedia. Kadang dibaca sambil duduk2 begitu. Itu saja level Gramedia ya, apalagi TB biasa? Siapa unsur "pengawas" bahwa bkn anak2 yang beli/baca?

2) Sensor buku scr praktek kita lihat masih bnyk bbrp cth komik elex yg adegan kekerasan dan dewasa sensornya minim sekali. Masih bisa dikira2 mereka lagi ngapain. Mengajarkan hal2 yang di luar budaya Timur. Apalagi Level yang notabene komik dewasa...

3) Anak2 kecil skrg cepat dewasa dan benar2 generasi BLAST (Boring Lonely Angry/Affraid Stress Tired), krn tekanan kurikulum yg konon terpadat di dunia dan bnyk pelajar usia dini.

Ini cuma bicara faktanya ya. Perpaduan 3 unsur diatas apakah

a)tgjwb mau dilemparkan ke toko buku saja?
b)atau dilemparkan ke orang tua (lagi)?
c) dilemparkan ke pemerintah (!!)

Kan pertanyaannya kembali ke penerbitnya : sudah tahu situasinya masih begitu (point 1, 2, 3), apa masih mau lempar ke pasaran genre yang lebih kontraversial?

Ibaratnya sudah tahu di sebuah rumah lagi tergenang bensin, kenapa ada org nekad demo jualan pemantik api ke penghuninya? Biarin aja karena toh itu salah yg punya rumah krn siapa suruh numpahin bensin? Ya salah sendiri kenapa beli....



Makanya kalau masalah faktor bisnis, ya kembalinya ke masalah tanggung jawab moral penerbit kpd masyarakat, bukan sekedar lempar bola masalah pertgjwbn...

Tp itu mmg pasti akan lemah sekali alasannya kalau sdh faktor "B" kecuali mmg ada keajaiban  Cheesy

Hehehe... Wink


Kekerasan seksual itu tergantung orangnya bisa menahan hawa nafsu atau tdk.

Tanya : bagaimana bisa nahan hawa nafsu untuk tdk melakukan kekerasan kalau "alat" yg seharusnya tumbuh normal di otaknya sudah rusak dari kecil krn kecanduan tanpa pernah "dilatih" utk ngerem (namanya fungsi direktur di Pre-Frontal Cortex- googling aja kalau penasaran).

Jadi udah ngga tergantung orgnya lagi..

Yang ngomong begitu bukan gw lho...tapi para ahli neuro science, psikiater dan psikolog, bisa cari kalau rajin2 buka internet soal malfungsi/kerusakan otak..

« Last Edit: May 07, 2014, 05:05:19 pm by Aquilamarine » Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #108 on: May 07, 2014, 05:28:57 pm »

Yah, kelainan seksual juga makin macem-macem. Udahlah, sekarang meningan jangan buat komik yang macem-macem (pengennya) apa susahnya kalo komik yang udah tau menjurus ke dewasa gak usah diterbitin, mana lagi anak-anak pada gak tau diri lagi. Sebenernya ini juga salah orang tua, orang tua itu seharusnya memberikan "sex education" pada anak-anaknya ku jamin bakal ada pengaruhnya. Mungkin pelecehan akan berkurang dan kelainan sexual yang macem-macem bisa cepet-cepet ditangani. Orang tua juga musti belajar tentang kelainan sex, mungkin itu bisa menimpa anak-anaknya. Dan, Emon itu melakukannya pada anak yang dibawah umur, bisa jadi ia kelainan seksual juga :)

Aku yakin kalau sex education sudah diberikan orang tua kepada anak-anaknya ,orang tua sudah menjelaskan semuanya dengan detail dan orang tua sudah memberi peringatan kepada anaknya serta diawasi setiap buku yang dibelinya, LC dan komik sejenisnya akan aman-aman saja berada di tokbuk. Tapi masalahnya, banyak orang tua yang membebaskan anak-anaknya untuk memegang gadget sendiri tanpa ortu tahu isinya, pergi ke tokbuk sendiri (sambil gak tau lagi apa yang dibeli anaknya) ke warnet sendiri [di perpus LIA aja pada berani liat gituan padahal ada pengawasnya (gelo gak?)] Ke perpus sendiri (di perpus sekolahku aja ada buku untuk dewasa, apa lagi di perpus luaran!?)
« Last Edit: May 07, 2014, 05:39:11 pm by stephanie istalri » Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #109 on: May 07, 2014, 06:40:34 pm »


Kan pertanyaannya kembali ke penerbitnya : sudah tahu situasinya masih begitu (point 1, 2, 3), apa masih mau lempar ke pasaran genre yang lebih kontraversial?

Makanya kalau masalah faktor bisnis, ya kembalinya ke masalah tanggung jawab moral profesi penerbit kpd masyarakat, bukan sekedar lempar bola masalah pertgjwbn...

Tp itu mmg pasti akan lemah sekali alasannya kalau sdh faktor "B" kecuali mmg ada keajaiban  Cheesy
Hehehe... Wink


Jujurr,, gw angkat topi untuk beberapa poin pendapat di atas (gw sebelumnya yg gelo kalo kesalahan hanya ada pada pihak ortu).
Belum pernah kepikiran hal2  seperti tanggung jawab moral/profesi, dsb sihh..... Tapi gw rasa ada benernya juga pendapat dari Aquilamarine--meski ga bisa dipungkirin, tanggung jawab ortu juga dibutuhkan. Kalo udah gini sih,, gw kembaliin pada pihak penerbit mengenai solusi terbaik lainnya :loveusign:
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
gusfina
LX - Senior
****

Reputation: 92
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 788

Ubugoe ♪


WWW Awards
« Reply #110 on: May 07, 2014, 09:34:57 pm »

Okay, let me speak... menurut saya...
Ini cuma bicara faktanya ya. Perpaduan 3 unsur diatas apakah

a)tgjwb mau dilemparkan ke toko buku saja?
b)atau dilemparkan ke orang tua (lagi)?
c) dilemparkan ke pemerintah (!!)

Kan pertanyaannya kembali ke penerbitnya : sudah tahu situasinya masih begitu (point 1, 2, 3), apa masih mau lempar ke pasaran genre yang lebih kontraversial?


Kurang lebih saya merasa pendapat ini benar. Mau bagaimanapun, harus ada keseriusan dari pihak penerbit, mau meminta izin di Jepang untuk komik apa? Saya yakin, sebelum menyerahkan list judul, pasti setidaknya sudah ada bayangan genre komiknya seperti apa.
Komik dewasa itu sebenarnya apa? Komik yang mengedepankan psychological horror? Atau mengedepankan keseriusan pola pikir, atau kisah yang meliputi adanya adegan kekerasan (seperti pembunuhan) atau komik yang sekedar menampilkan gambar-gambar terbuka? Kalau cuma memilih komik yang judulnya eyecatching-tapi-isinya-semua-fan-service, nah lho; itu baru... saya rasa lebih baik selektif dalam memilih judul. Intinya sih jangan pilih komik yang bukannya berat dari segi plot, tapi berat di segi fan-service 

Meski begitu, sampai sekarang saya agak jarang sih membaca LC yang penuh fan-service. Mungkin karena saya jarang ngambil judul cowok.  mikir

Tapi dilain pihak, komik dengan label dewasa memang diperuntukkan untuk mereka yang sudah dewasa. Orang tua tetap harus selektif dalam memilih bacaan anak, bukan? Jadi mungkin lebih baik kalau Indonesia bisa mengadaptasi toko jual disc game di negara eropa sana. Dimana anak-anak tidak boleh membeli game-game genre dewasa seperti GTA-sebangsanya. Saya pernah dengar toko game-nya bahkan diperiksa berkala oleh pihak kepolisian sana, dengan cara mengutus satu anak untuk membeli disc game. Kalau dikasih penjualnya, toko-nya didenda petugas (gile aja, nilai dendanya itu hebat banget (tapi lupa berapa)//plek) Tapi... untuk negara Indonesia mungkin agak susah ya... 

Anyway, saya berpihak pada komik dewasa yang tidak berlebihan di bagian fan-service, mungkin karena saya perempuan dan fan-service identik dengan menampilkan sosok-cantik-sexy. Bagiku sih gak apa, toh saya gak peduli bagian situnya. Tapi mungkin kalau cowok, kisahnya akan beda...  mungkin...

Logged

Pages: 1 ... 4 5 6 7 8 9 10 [11] 12 13 14 15 16 17 18 ... 24  All   Go Up
Print
Jump to: