Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.290 Posts in 16.862 Topics- by 44.128 Members - Latest Member: Uszvywn
Pages: 1 ... 6 7 8 9 10 11 12 [13] 14 15 16 17 18 19 20 ... 24  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [DISKUSI] Komik Dewasa/17+ di Indonesia  (Read 184107 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« on: September 15, 2013, 05:19:10 pm »

anooo mas camo permisi saya mau tanya pendapat aja nih mungkin aga telat  

belakangan kan Elex Sama LC mulai berani terbitin Komik Genre Ecchi / 17+ kaya HOTD sama Kimi no iru machi apa tidak takut diprotes mikir ? apalagi diindonesia kan siapapun bebas membeli komik berarti ada kemungkinan juga anak dibawah 17 tahun beli komik sepertri ini

Note : saya bukannya munafik   ,, saya seneng komik seperti ini terbit  banana tapi sebagai calon orang tua saya juga was was jika terus seperti ini. setidaknya untuk kedepan mungkin untuk pembelian komik sepeti ini bisa dibatasi agar tidak ada anak dibawah umur membelinya

arigato
« Last Edit: April 26, 2015, 09:34:59 pm by REX » Logged
 
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #121 on: May 11, 2014, 09:12:40 am »

(click to show/hide)

kalau ada kasus diatas....sad off course, but if that's for the best, so be it..&. life goes on...wikkikik... biggrin  thanks yakin aja...msh bnyk hal menarik lain  dan  lebih bermanfaat di dunia nyata. 

@stephanie betul, setuju banget, tp disini kan kembali ke pertanyaannya buat penerbit...:)

apa semua unsur yg di sebut itu jalan (menurutmu skrg jalan ga)?  minimal yg bisa diintervensi oleh penerbit krn msh satu usaha sajalah dulu (semua TB-nya)...?

kalo ga, penerbit masih mau dan tega kah nerbitin yg lebih kontroversial atau yg ecchi?  Smiley baliknya ya tgjwb moral penerbit lagi...melihat kondisi anak bangsa negaranya...*cieh* atau peduli amat kondisi carut marut bnyk pemerkosa, bnyk pedofil, bnyk orang stress, terbitin aja, kan bukan salah sayah..... Sad

kalau semua org, pembuat komik ecchi, pemuat gambar2 porno di internet, pengedar video2 bajakan berdalih, "kan mereka (anak2 kecil) rusak bukan karena gue aja noh...mrk bisa dapet dr yg lain2", yg ada yaaa...akhirnya ga ada yg nyetop semuanya..hehe.. Wink

unsur2 lain, biar kita serahkan ke masing2 urusannya, ke orang tua, ke pemuat gambar porno, ke pemerintah, dsb...porsi nya untuk kuasa terbitan kan disini..kuasa untuk memilih, memperbaiki (dg sensor), dan menghentikan sebuah terbitan.

paham? itu saja sih sebetulnya opini gw...yaa Wink

*maaf permisi.... pamit bentar mau baca ulang dan ngakak lagi dipojokan nginget tuduhan kejar level*


yah, ini kembali ke masyarakat, dan anak-anak penonton atau pembeli atau pembaca (banyak atau x_x) yang harus tau diri, mana yang boleh dia baca dan mana yang gak. Ortu hrus tau mana komik dewasa dan mana anak-anak (remaja, SU dah jarang sejarang mah). Dan aku setuju ke masalah yang gak beres-beres itu, mamih aku pernah dapet mslh ky gitu ama penjual duku, sama temanya. Gini (mm: mamih, pd: penjual duku):
Mm: mbak, tolong jangan jualan duku di depan rumah kontrakan saya, jadi banyak kulit dukunya tuh. Tolong dibersihih sekarang.
Pd: o, iya, tapi itu pembelinya bukan saya yang ngebuang kulit dukunya.
Mm: ya udah! Kalo pembelinya yanh disalahin, suruh aja pembelinya yang nyapuin. Mbak berarti nyalahin pembelinya kan!? (Mamih emosi)kalo mbak gak jualan di sini, saya juga gak bakal nyalahin mbak!
Pd: iya, nanti saya sapuin.
Nah, sama kan, sama yang aquilamarine bilang, pengedar menyalahkan pembeli, yang dirugikan menyalahkan pengedar, dan kalo gak ada kesadaran dari si pembeli kalo mereka yang salah, tetap yang disalahkan adalah penerbit. Jadi pada intinya si pembeli harus tau diri.
(click to show/hide)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #122 on: May 12, 2014, 04:44:45 am »

@neru : TS  cuma prihatin dr sudut pandang orang tua.
dr sudut pandang penggemar, semua pasti bolehlah....namanya jg penggemar wkwk...ecchi aja lewat lah..saking udah kebiasa-nya.  non penggemar justru bisa lebih obyektif....

fakta : srg org tua cemas anak dibwh umur bisa intip komik dewasa. krn sulit awasi anak 24 jam.
di rumah bisa diawasi, tp anak bisa dapet dari temennya (yg ortunya ga aware), atau dr sumber lain di luar....
-->spt nemu di TB yang pengawasannya ga ketat...

@stephani : kasus duku soal buang sampah, siapa yg buang dia yg tanggung jwab (kena pasal buang sampah sembarangan). kalau penjual duku  salahnya, dia berjualan sembarangan....jualan itu ada tempatnya.

gampang kan?  Grin

soal nyalahin anak....anak usia dibawah umur (7 tahun/ 10 tahun) yang ngga sengaja baca buku dewasa dg posisi pajang di samping buku2 sekolah di toko buku, mrk bisa dimintai pertgjwbn?  wacana : dlm KUHP, usia anak yang bisa dimintai pertanggungjawaban pidana saja : 12 tahun.  Grin heheheh.....

lain cerita kalau TB, dan kasir ketat awasin jual beli komik dewasa. tp prakteknya?
selama kita debat disini.....dan muter2...praktek pengawasan juga ga ada, smkn bnyk anak2 bisa akses buku dewasa...kemudian penerbit semakin banyak ingin menelurkan judul2 yg banyak memuat unsur ecchi, kdg terselubung....(cthnya gourmet itu parah bgt judulnya masak tp isinya ecchi melulu, vinland saga cerita sejarah isinya penggal2an, kelakuan barbar tp msknya komik remaja)

hasil? yukkk....panen, deh...selamat ya...lempar2 aja lagi tgjwb... kyk dpr..haha

===

RUU pornografi :


Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, patung, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

dan menurut KBBI :

Pornografi adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks.

Ecchi
bukannya sudah  lengkap syaratnya ke arah sana?--->pertanyaan untuk penerbit  
« Last Edit: May 12, 2014, 05:59:06 am by Aquilamarine » Logged
Neru-kun
Krrr...
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 38
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 6.990


Please Adopt Me


WWW Awards
« Reply #123 on: May 12, 2014, 07:40:26 am »

(click to show/hide)
maaf, agak bingung dengan kalimatnya apalagi dikasih spoiler.. itu maksudnya? Neru cuman bilan kenapa mesti mempersalahkan LC? banyak penerbit lain

@Aquilmarine
iya sih, kan Neru belum jadi ortu Grin makanya cuman bisa ngasih saran dobel cover itu...
Logged

Evolve My digimon and Dragon

also active at twitter here
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #124 on: May 13, 2014, 02:39:31 pm »

@Neru:oh ya, itu udah frustasi nerusin lanjutannya karena innet error tiba-tiba jadi agak aneh. Maaf. Dan sekarang dah lupa apa yang mo disampein waktu itu. Inget-inget dulu ya?
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
zero
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 3


Awards
« Reply #125 on: May 20, 2014, 12:44:44 pm »

1. kalau soal salah taroh barang, itu murni kesalahan yang punya toko. Analogi edannya, DVD hentai salah taroh di bagian DVD kartun, alasannya sama2 gambar kartun.

2. Kalau anak2 ngembat buku dewasa yang sudah ditaroh di tumpukan level, salahkan ortu yang ga bisa ngedidik anaknya yg nakal/terlalu cepat dewasa.

3. Kalau masih kecil, YA DIAWASIN LAH, 7 tahun/ 10 tahun KOK GAK DIAWASIN, bisa mati karena jatoh dari eskalator lho (baca: salah ambil buku)

4. Kalau anak2nya ndak ngerti apa bedanya buku dewasa/buku anak2, salahkan yang gak ngajarin anak2nya tentang mengerikannya buku dewasa.

5. Ngeributin masalah pornografi itu percuma, karena... karena... di internet sudah mudah didapat. Atau minimal niru NOBITA, NGINTIP SHIZUKA. Lebih penting ngurusin trauma yang terjadi ke anak2 gara2 ngeliat Nina dan Alexander mati di bunuh Scar, atau cewe raksasa bugil yang mengubah semua manusia jadi LCL... atau mind rape dari gunslinger girl...

http://fma.wikia.com/wiki/Nina_Tucker
http://wiki.evageeks.org/Third_Impact
Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #126 on: May 20, 2014, 04:16:26 pm »

ahhh gmn merekalah kita sdh memberikan peringatan, hanya itu yg bisa kita lakukan. semuanya teserah mereka sendiri, mereka mau jadi orang bener ato nggak. kita hanya bisa mengawasi untuk mencegah mereka baca komik dewasa. tak ada lagi yang bisa kita lakukan
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
lepus
LX - Member
***

Reputation: 6
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 521

"L"epus


Awards
« Reply #127 on: May 22, 2014, 11:46:40 am »

Ikutan berpendapat dan ceritain pengalaman ya..

Aku gak baca A Town Where You Live, tapi karena sering banget dibahas disini jadi penasaran mau tau komiknya seperti apa, akhirnya kemarin aku ke Gramedia -buat beli komik deluxe Dunia Mimpi- kebetulan aku nemu komik itu yang udah dibuka plastiknya vol 16 atau 17 aku lupa, liat-liat sekilas.. dan wow.. ada gambar cewek2 lagi pada mandi gitu walaupun pada beberapa bagian disensor, kok gak masuk LC ya..?
Aku gak tau juga sih mungkin dari segi cerita dan bacaan ringan dan cocok untuk remaja, tapi kalau ada gambar2 seperti itu sih agak khawatir juga ya.

Aku setuju dengan semua pendapat disini yang menyatakan semua pihak harus ikut andil dan bertanggung jawab.
Tapi gak adil juga buat pembaca komik dewasa kalau penerbitan komik-komik dewasa harus dibatasi. Karna semakin kita bertumbuh, selera pun bisa berubah. Orang dewasa pasti mencari bacaan yang lebih berat dan berbobot. Makanya aku seneng banget ada komik2 seperti yang diterbitkan LC.

Jadi klo pendapatku, dari penerbit dan TB harus bekerja sama, memberi rating, pemilihan tempat display, memberikan peringatan, mencantumkan penjelasan dan arahan, sosialisai semua pegawai termasuk kasir agar ikut mengawasi apa yang dibeli oleh konsumen. Jika masih saja ada konsumen yang 'bandel' ya udah biarin aja, biar itu balik lagi ke tanggung jawab individu masing2, serta pengawasan orang tua. Yang penting dari pihak penerbit dan TB sudah ada niat baik dan positif mengusahakan semaksimal mungkin agar semua benar pada tempatnya. Soalnya klo cuma ngandelin pengawasan dari ortu aja susah. Ortu dulu selalu beranggapan komik itu bacaan anak-anak. Makanya ibuku selalu cerewet klo ngeliat aku (yang udah mau 30th) masih baca komik, karna menganggap kekanak2an, padahal yang aku baca kan komik dewasa (walau aku masih suka baca miiko, conan, dll).

Aku sendiri sebagai ortu merasa sulit untuk mengendalikan seorang anak yang pada dasarnya memang selalu ingin tahu. Klo pengalamanku sih seperti ini, (gak perlu diikutin ya, karna aku tau sebenernya ini kurang baik, tapi kadang ego aku tuh gede banget) aku tuh dari dulu hobi nonton, karna gak tega ninggalin anak dirumah (anakku umur 2,5th) kadang dia selalu aku ajak nonton, film apapun.
Dari awal aku sudah memberikan penjelasan dulu apa yang akan kami tonton. Klo film itu menarik buat dia, dia akan memperhatikan, kadang2 bertanya "itu apa?", "itu kenapa?", atau seperti kemarin nonton Godzilla dia terus2an nanya "Dinosaurusnya mana, kok gak muncul2?", atau waktu nonton TAS, "Itu yang loncat-loncat Spiderman? Kok pake topeng?". Jadi sepanjang film ketika ada yang bikin dia heran atau takut selalu aku kasih penjelasan dan coba menenangkan dia. Klo filmnya dirasa gak menarik, dia akan milih buat tidur (untungnya dia jarang banget nangis minta keluar Grin).
Terus waktu aku baca komik I am Hero, dia tanya itu buku apa dan mau liat. Aku sih kasih liat, dan bilang itu buku tentang zombie. Dia akan liat gambar2nya, bertanya klo dia heran, sampai akhirnya dia bosan sendiri dan gak peduli lagi. Hehehe.. Walaupun pada suatu hari dia akan bilang, "Aku mau liat buku mami yang zombie donk". Nah loh... Yah gak apa-apa deh, seenggaknya dia tau klo itu "buku mami", dan harus minta ijin klo mau liat (sekali lagi aku gak tau ya ini bener atau nggak).
Tapi aku juga selalu imbangin dengan menonton film anak2, beliin mainan, buku cerita anak2. Menjelaskan mana yang untuk anak2, mana yang untuk 'orang gede'.

Sebatas itulah aku sebagai orang tua bisa menjaga dan mengawasi. Gak tau ya nanti klo anak-anak itu udah bertumbuh, udah bisa ambil sendiri, nonton sendiri, beli sendiri. Makanya sebagai ortu yang tidak bisa selalu mengawasi kalau anak2 sudah ke 'dunia luar', kita perlu pihak luar untuk membatu mengawasi dan ikut mendidik.

Wah.. jadi kepanjangan. Tolong diambil yang positifnya aja ya.. Semoga nyambung sama topiknya. Hehehe
Logged
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #128 on: May 23, 2014, 01:01:34 pm »

@lepus: masalah ada gambar cewe lagi mandi dan sensor, makin lama di indo juga komik yang kaya gitu udah biasa di terbitin, coba baca komik yellow dragon, terbitan elex itu, di permandian air panas dan pas waktu baju cewenya sobek semua. Aku paling inget sama komik 2 volume itu. isinya udah agak menjerumus ke dewasa. walau di tulis bukan LC, itu komik remaja, isinya itu lho "MENJERUMUS KE DEWASA" itu berbahaya kan, kalo masik kategori komik remaja?kalo aku sih no problem baca kaya gituan, tapi sekarang aku udah ngerasain sesuatu yang aneh kalo baca komik kaya gitu atau nekat baca hentai, walau aku cewe.
ami! non stop (LC) isinya aja gak se- AMAZING itu, masuk kategori LC. yang setara dengan itu (ambil komik m&c) gourgeous doctor (one shot) di cerita ke-3 kalo gak salah, aku ngeliat adegan dewasanya, walau gak keliatan, buktinya aku masih bisa menerka adegan-adegannya.

terus, yang membuatku kesel, di komik-komik itu, adegan ciuman tanpa sensor, di TV, bah kaya gituan aja di sensor. padahal udah ada tulisan R-BO (memang org nonton itu gak pernah liat rating)
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #129 on: June 07, 2014, 07:12:00 am »

Lama nggak melipir and iyes..kenapa ya blm ada pihak berwenang elex/LC yg menanggapi lagi dimari... Grin biggrin
gpp, mari kita kembali guru guru maru...

@lepus : anak 2,5 tahun diajak nonton  Shocked ati2 ...efeknya bisa jadi bkn sekarang lho. anak2 terutama anak cowo sgt imaginatif, sulit bedakan realita dan fantasi. lbh aman dititipkan kl mmg nafsu akn hiburan sdg membludak  biggrin..

http://hiburan.kompasiana.com/film/2014/05/01/film-the-amazing-spiderman-2-memakan-korban-jiwa-653009.html

Quote
Gak tau ya nanti klo anak-anak itu udah bertumbuh, udah bisa ambil sendiri, nonton sendiri, beli sendiri.

Nah ini contoh yang menarik nih.... mikir sy ga akn menghakimi cm ingin mengajak lepus dan teman2 disini utk berpikir..agar jd renungan semuanya..(trmsk sy jg hehe)

Ortu menasehati anak agr jg baca komik dws, tp dia kdg melihat ortunya setiap hr suka baca komik dewasa dan melihat kontennya (kasus I am a Hero), bahkan mengajaknya nonton film dewasa (spiderman bnyk adegan dws)...menurutmu apa yg akan anak lakukan stlh nanti dia bs ambil sendiri, nonton sendiri, beli sendiri?   Wink rasanya jwbnnya mudah sekali..

kl kata pepatah children see, children do...bukan children hear, children do...
« Last Edit: June 07, 2014, 07:30:42 am by Aquilamarine » Logged
lepus
LX - Member
***

Reputation: 6
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 521

"L"epus


Awards
« Reply #130 on: June 13, 2014, 10:05:20 am »

Hohoho.. makanya aku bilang tolong ambil yang positifnya aja.


Iya nih, pulang nonton spiderman pas nyalain TV lagi ditanyangin beritanya. Langsung deh liat-liatan sama suami, "Nah loh!".
Tapi seingetku anak itu loncat dari jendela bukan setelah nonton spiderman, tapi ngambek karna mau nonton spiderman gak diturutin ibunya.
Yaaa apapun alasannya ngeri juga sih. Kita langsung meningkatkan pengawasan, aku wanti-wanti ke si mbak agar selalu memperhatikan kegiatan anak selagi aku gak ada.
Alhamdulillah sampai saat ini sih gak keliatan sedikit pun gelagat dia yang meniru-niru si spidey, mungkin karna dia anak cewek kali ya.
Aku ajak nonton apa pun tetap favorit dia Masha & The Bear :D
 
*mulai serius
Pastinya semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.
Tapi setiap orang tua juga punya cara masing-masing untuk mendidik dan menjaga anak-anaknya.
 
Apa yang saya lakukan dengan anak saya, saya tau betul apa dampaknya dan tidak akan saya biarkan begitu saja.
Saya punya upaya sendiri bagaimana agar si anak bisa menerima hal positifnya dan menghindari dampak negatif.
 
Soal yang saya tonton maupun yang saya baca, jika anak saya tertarik, maka saya diskusikan dengan anak saya.
Bagus kan kalau ternyata anak saya juga punya minat baca, pasti akan saya berikan bacaan yang sesuai dengan umurnya.
Saya jelaskan mana yang baik atau yang buruk, mana yang untuk orang tua maupun anak-anak (tentunya dengan gaya dan bahasa yang bisa diterima anak saya).
Anak saya mungkin belum terlalu mengerti, tapi dia ingat apa yang saya katakan.
Selama ini, ketika saya tekankan mana barang-barang milik saya dan yang mana milik dia (boleh percaya, boleh tidak), dia mengerti.
 
Menurut saya untuk mendidik serorang anak gak perlu ikut-ikutan karna setiap anak berbeda, cukup mengenali siapa anak kita aja.
 
Yaaa sampai saatnya dia bisa melakukan semuanya sendiri lah... Susah juga nantinya kalo udah terpengaruh lingkungan luar.
Setidaknya saya berharap anak saya menjadi pribadi yang bertanggung jawab dengan semua keputusan yang dia ambil.
 
Hohoho.. udah ya soal parents guide ini.. kita balik ke topik yuuuk

@lepus: masalah ada gambar cewe lagi mandi dan sensor, makin lama di indo juga komik yang kaya gitu udah biasa di terbitin, coba baca komik yellow dragon, terbitan elex itu, di permandian air panas dan pas waktu baju cewenya sobek semua. Aku paling inget sama komik 2 volume itu. isinya udah agak menjerumus ke dewasa. walau di tulis bukan LC, itu komik remaja, isinya itu lho "MENJERUMUS KE DEWASA" itu berbahaya kan, kalo masik kategori komik remaja?kalo aku sih no problem baca kaya gituan, tapi sekarang aku udah ngerasain sesuatu yang aneh kalo baca komik kaya gitu atau nekat baca hentai, walau aku cewe.
mengkhawatirkan ya..

Aku sih percaya aja sama temen-temen di LXO, tapi kan banyak di luar sana orang-orang yang kurang bertanggungjawab. Ngeri klo sampe kenapa2.
Makanya aku berpendapat untuk penerbitan buku dan komik di sini semua pihak harus bekerjasama ikut mengawasi.
Logged
Pages: 1 ... 6 7 8 9 10 11 12 [13] 14 15 16 17 18 19 20 ... 24  All   Go Up
Print
Jump to: