Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.210 Posts in 16.736 Topics- by 41.691 Members - Latest Member: RegnaCok
Pages: 1 ... 10 11 12 13 14 15 16 [17] 18 19 20 21 22 23 24  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [DISKUSI] Komik Dewasa/17+ di Indonesia  (Read 178607 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« on: September 15, 2013, 05:19:10 pm »

anooo mas camo permisi saya mau tanya pendapat aja nih mungkin aga telat  

belakangan kan Elex Sama LC mulai berani terbitin Komik Genre Ecchi / 17+ kaya HOTD sama Kimi no iru machi apa tidak takut diprotes mikir ? apalagi diindonesia kan siapapun bebas membeli komik berarti ada kemungkinan juga anak dibawah 17 tahun beli komik sepertri ini

Note : saya bukannya munafik   ,, saya seneng komik seperti ini terbit  banana tapi sebagai calon orang tua saya juga was was jika terus seperti ini. setidaknya untuk kedepan mungkin untuk pembelian komik sepeti ini bisa dibatasi agar tidak ada anak dibawah umur membelinya

arigato
« Last Edit: April 26, 2015, 09:34:59 pm by REX » Logged
 
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 255
Offline Offline

Posts: 3.910



Awards
« Reply #161 on: August 18, 2014, 01:37:20 pm »

@Steph :
 :) Tapi jangan lupa, Steph, seorang anak yang 'dewasa' itu cuma dewasa secara mental, karena dia masih tanggung jawab orang tuanya Grin secara dia masih dikasih makan, baju, dan tempat tinggal oleh papa-mamanya.
Dan kalo sampe ada apa-2 otomatis ortu-lah yang bertanggung jawab di depan masyarakat karena si anak belum cukup umur Grin Jadi wajar juga kalo ortu bersikap protektif ( gak pake "over" loh~ ^^ ) & wajar bagi anak untuk memahami kekhawatiran ortu :)
Curang? Ya! Orang dewasa memang curang~    ( mengutip Ayah Yotsuba di Yotsuba& ^^ )

@AdeLein :
  Senang sekali ada yang suka sama foto-2nya (^o^)
(click to show/hide)

@AdeLee :
Ah iya, setuju sama "pengendalian diri" (^^)/
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #162 on: August 18, 2014, 07:34:56 pm »

:| oke, sekarang aku cuma bisa diem. Karena gak mungkin penerbit memberikan rating D hanya untukku saja, mereka akan pukul rata semuanya.

(Mungkin ini OOT dikit)
Masalah gap2 yg lee bilang, kurang setuju masalah gap ortu dan aku "hampir" sama. Kenapa aku kurang setuju? Yah, mungkin ortu2 di sini ngerti cara anak2 bersosialisasi dan gak sedikit ortu d sini pny sosmed. Jadi gapnya g beda jauh sama kami. Tapi coba liat ortu yang g pny(g bermaksud menjelek2an), mereka akan terus mendidik anak dengan cara kuno karena kurang ngerti pergaulan si anak. Bahkan, banyak dari ortu itu mendidik dengan cara yg salah (aku salah satunya) pake kekerasan, ngelarang anak2 bersosialisasi di sosmed (padahal bersosialisasi di sosmed ith penting juga loh, bs utk bertukar pikiran dan mencari org yg sepikiran dengan kita) dan cara2 lainnya yang salah. Dan dari mereka juga banyak yang gak ngerti perubahan psikologi anak pas puber, sehingga anak itu tersiksa (pengalaman, dan sampe sekarang gak ada perubahan perlakuan dri ortu)

Klo masalah onani or mastrubasi, skrg d buku2 pendidikan seks pun sdh diberitahu kalau itu bahaya dan dapat menyebabkan penyakit2 yg tdk diinginkan. Jadi, anak2 yg ngelakuin itu belum mendapatkan pendidikan seks yang benar.

Praktek langsung, cuma anak yang merasa dirinya "murahan" yang berani praktek langsung di luar nikah(bukan bermaksud mencela) dan mungkin mereka gak ngerti dampak2nya. Berikut ini yang harus dipertimbangkan (dan dipikirkan) oleh anak2 itu (setelah menerima hal2 yg berbau pornografi dan penasaran)

1. Menjadi Little parents Bukanlah Hal yang Mudah
Mereka harusnya mikirin ini dulu sebelum melakukan hal2 itu. Tapi, yang namanya orang dah terangsang itu suka lupa, mana daratan dan mana lautan. Mereka harus berpikir betapa susahnya mencari uang untuk nafkah, membesarkan anak, dan lain-lain.

2. Penyakit yang Dapat diderita
Banyak penyakit yang dapat diderita setelah melakukan seks bebas. Kebanyakan dari penyakit ini mematikan loh, makanya dipikirin dulu.

3. Mental dan Fisik
Mungkin secara fisik udh siap mengandung, tapi mungkin mentalnya belum siap dan sebaliknya. U/ fisik, dapat berakibat kematian. U/ mental biasanya cowonya yg g siap. Masih kekanak2an.

4. Tuhan Tahu Kalau Kau Berzinah
Well, Tuhan Maha Tahu. Mo dilakukan di tempat tersembunyi sekalipun, Tuhan tahu kalau kau berzinah, inget Tuhan kalo lagi bener2 gak kuat (terangsang berat)

5. Masyarakat
Masyarakan jaman sekarang dapat menerima little parents, tapi gak bisa menerima org yang hamil di luar nikah.

6. Kamu Bukan Cewe Murahan, kan?
Selalu simpan pertanyaan itu diotakmu. Kalo jawabannya iya, silakan saja lakukan hal2 tsb. Kalau bukan, tahan diri!!! Aku tau pasti gak ada cewe yg mau dibilang cewe murahan. U/ cowo, pikirkan, perbuatanmu itu merugikan org lain gak? Kamu itu cowo yang beriman bukan?

(Yah ini sekedar nasehat dariku, aku juga pernah hampir terjerumus, tp pertanyaan itu trs2an berputar di benakku :) )
Kalo mereka bisa mempertimbangkan semua itu, walau membaca LC dari SD (kaya aku, dri kls 5 SD :v ) juga no problem. Gak bakal terseret ke pergaulan yg aneh2 (anak SD ciuman itu aneh)

Perasaan seeeeer yang lee bilang, aku gak pernah penasaran :D dan kalo aku baca H aku sudah terbiasa (mungkin dulu iya, aku agak gmn gt, skrg sih udah nggak. Kaya udh biasa) perasaan takut mungkin ada juga, tp aku anehnya gak ngerasa takut sama sekali pas pertama baca ginian biggrin

Y udh, aku pasrah rating LC mo dinaikin sekalipun. Aku gak bisa membantah kata2 lee, sudah terlalu jelas kalo aku cuma melihat diriku sendiri bukan mayoritas anak2 di luaran. Tp paling tidak, ratingnya dinaikan setelah LC: Lucifer Right Hand beres :v

@lee: aku masih penasaran mikir kenapa bisa yah anak2 di sana se-ekstrem itu? Anak2 di sini baru brani pacaran yang bener2 itu pas SMA kls 2-3. Cuma aku yang nekat pacaran SMP. itu pun kita gak brani pegang tangan apalagi ciuman. LC pun, sebenernya gak ada yang koleksi selain aku, mereka lbh suka maen game tuh. Dan kebanyakan mereka cuma sebatas tau hentai tuh apa, dan pengetahuan seksnya pun sdh cukup agar tidak terjerumus tp mereka g baca (bbrp baca hentai tp g sampe kaya aku), anak SD ciuman itu gak wajar, aku pernah nemu berita yang lbh ekstrem lagi. Anak SD hamil d luar nikah ... what the **** utk bbrp alasan aku setuju dgn topik pengendalian dirinya.

@guguk: hmmm, secara mental, fisikny juga loooh :) guk, bkn mksd nyindir, cuma agak yah entahlah. Greget kalo bisa dibilang. Berarti yg udh kuliah belom dewasa donk? Notabene buat org yg kuliah tapi masih tinggal n dibiayai oleh ortunya. Dan, bukannya kalo anak itu (umurnya 20-an k atas)melakukan hal2 yang tidak terpuji, ortu oun bertanggung jawab di depan masyarakat?(komen yg bagian di depan masyarakat)
Guk, curang? Ya enggaklah tongue :p kita lebih enak, bisa maen game, bisa bolos, gak ngerjain tugas juga gapapa :)) coba kalo yang udh kerja, mana sempet maen HM BTN seharian or seminggu :v (terus2an loh, aku bisa2 aja. Tinggal bolos :D ) klo bolos gitu bisa di PHK or gak digaji kan? tongue :p aku sangat menikmati masa remajaku, karena aku yakin, klo dah kerja gak bakal bs sesantai ini :)) lha, kita cuma gak bisa baca LC doang n itu no problem, masih banyak komik rate R yang seru dan menarik :v

Lama2 cape n sakit mata juga ngetik di hape, tp apa daya, tuh laptop gak boleh dipake (padahal itu punya sendiri Cry )
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Lee
LX - Member
***

Reputation: 77
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 736


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #163 on: August 19, 2014, 10:12:44 am »

Sepertinya pembahasan di thread ini lama-lama makin "menarik" yah. Well.. pertama, statement-statement saya sebelumnya sama sekali ga berniat "membungkam" stephanie.. I just wanna share my thought. Selanjutnya, saya rasa akan kurang bijaksana kalau saya sharing lagi secara gamblang.. secara banyak yang sudah out of scope. So.. here we go

(click to show/hide)

Next.. pembahasan yang satu ini juga cukup menarik. Tapi sekali lagi, out of scope
(click to show/hide)

Ada satu lagi... satu lagi... dan lagi-lagi out of scope, hiks..
(click to show/hide)

Begitu aja.. terima kasih yang sudah bersedia membaca. Dan maaf kalau ada statement yang kurang berkenan
Logged

I may fall down but thatís not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 255
Offline Offline

Posts: 3.910



Awards
« Reply #164 on: August 19, 2014, 10:52:44 am »

   Steph maju terus ya~ (^^)
Jadi bisa ngebayangin dilemanya penerbit : di satu pihak ada anak-2 'dewasa' yang pengen dianggap sudah dewasa, di pihak lain ada tanggung jawab moral ke masyarakat :)

Ngejawab pertanyaan Steph :

1. Iya, menurutku pribadi "anak-kuliahan-umur-20tahunan-yang-masih-belum-bisa-membiayai-dirinya-sendiri" itu belum 'dewasa' secara finansial ( karena 'dewasa' ada berbagai macam, seperti yang udah dibahas di atas Grin ) walaupun secara hukum dianggap sudah dewasa dan bisa dipenjara kalo 'aneh-2'

2. Padahal dengan kata "curang" itu aku cuma mau menyuarakan anak-2 yang pasti ngerasa "koq ini-itu gak boleh sama ortu" :)
Eh~ ternyata Steph udah punya 'jurus-jurus' sendiri yang notabene gak bisa dianggap 'dewasa' dari segi apapun (imho^^)
Oke Wink aku gak mau debat (kusir^^) soal yang mana yang lebih menguntungkan karena menurutku tiap masa yang kita jalani ( bayi, anak-2, remaja, dewasa ) masing-2 memiliki keindahannya sendiri :)

Jangan tersinggung dengan pendapatku ya, Steph wave  Ini sekedar pendapatku pribadi, tentunya kamu bebas punya pendapat sendiri, seperti yang kamu sampaikan walau capek dan sakit mata sekalipun
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #165 on: August 19, 2014, 05:27:43 pm »

Jujur aja lee, aku bukan anak yang suka baca / nonton / dll. kaya gituan loh. Kecanduan? Aku gak kecanduan kok. Tapi biasa2 aja dan semua temen2ku pun gt. Masalah tercemar, ini kaya sungai. Satu tercemar, kemungkinan besar semuanya jg bakal tercemar, dan terus mengalir ke tempat yg rendah. Penyelesaiannya? Gak usah terbitin komik dewasa, kita liat mayoritas lagi aja. Banyakan orang dewasa apa anak2? Jawabannya ya pasti anak2, jadi ini mentingin minoritas donk? Itu penyelesaiannya, bukannya malah bikin aturan macem2 kaya gt.

Aku gak butuh temen2 sombong loh lee, aku lebih senang kt yang berdiskusi spt ini d forum (walau marah2an sekalipun) d lingkunganku, semua anak tergolong yg ekonominya lebih dari cukup. Sementara aku menengah, cb liat, di forum ini gak ngeliat status ekonomi kaya gt kan? Geng mungkin masih ada di forum ini, tp gak masalah, buktinya lee n guguk masih mau menanggapi postku, kalo d sklh? I just think to be success so i can make them envy with all my status or my work later. Maka untukku dan beberapa anak lain yg senasib denganku sosmed itu penting. Komunitas? Yap, komunitas yg kuikuti ada di sby, jkt, dan kota2 jauh lainnya.

Puber, tergantung hormon dan apa yang dimakan. Ada yg kls. 3 dah puber, tp aku masih normal. Kalo gak salah sekitar kls. 6

Waduh, seks disamakan dengan rokok. Kenapa gak disamain sama narkoba aja? Jujur, yah. Seks lebih mirip sama narkoba. Sekali mencoba bisa kecanduan, bisa dikomersialkan (ilegal) dll. Makanya, harus dikasih tau kalo mereka gak boleh nyoba, sama kaya narkoba aja, dikasih edukasi. Narkoba bs bermanfaat utk pengobatan bs jg d slh gunakan, tergantung siapa yang megang. Sama dengan seks, kt cm bs memberitahu, dan org yg kt ksh tahu tinggal milih, mo disalahgunakan ato mo dibuat jd positif? Terserah.

Quote
Menurut saya, statement ini omong kosong. Karena ketika seorang anak sudah masuk ke "ranah" yang belum pantas dimasukinya, ga peduli segimana pun dia mencoba ga ikut terseret arus... dia akan tetap tercemar.

Mungkin stephanie pribadi merasa ga masalah tapi sebenernya itu masalah (seenggaknya emang bukan masalah buat saya sich).
Ok, terserah mo ngomong itu omong kosong ato apa. Tp, mnrtku itu bukan masalah selama aku mempergunakannya dengan baik dan bermaksud utk mengedukasikan secara tdk lgs.

Quote
Menurut saya, sekarang mungkin kebiasan baca/nonton H konten ga masalah buat steph tapi percaya d.. someday hal itu akan jadi masalah yang cukup serius. Saat ini mungkin pengendalian diri kamu masih sangat bagus tapi kalau... sudahlah, saya cuma bisa berharap kamu tetap punya pengendalian diri yang bagus.
Tapi gimana kalau kita coba liat dari kaca mata lain.. anak lain mungkin tidak sehebat kamu, steph. Mereka sangat mungkin untuk terjerumus ke dalam masturbasi atau onani dan mungkin (amit-amit) hubungan seks pranikah (alias praktek langsung). Bukan karena mereka murahan atau tidak dibekali pendidikan seks yang benar, tapi karena mereka memasuki kawasan yang belum sepantasnya mereka masuki. (Padahal pengendalian diri dan belum cukup.. egois banget kan?)
Kalau ... kalau aku terjerumus seks bebas? Lee, aku tahu seks itu bukan utk disalahgunakan spt itu. Seandainya anak2 itu pun mengerti, aku jamin mo dksh komik or BF sekalipun gak pengaruh. Seks bebas itu sama aja dgn jual diri sendiri, menjual kehormatan maupun harga diri. Jangan kaget, aku sama sekali gak pengaruh sama seks bebas karena salah satu org d forum ini, tp dia skrg jarang bgt online. Dia memberiku pengalaman sebelum aku terjerumus, skrg aku dah anti sama apa yg namanya seks bebas ataupun tindakan2 spt itu. Seandainya aku masih bisa berterima kasih terhadapnya, seandainya semua ini tak terjadi ... ah sudahlah aku malah nostalgia ...

Quote
Eh~ ternyata Steph udah punya 'jurus-jurus' sendiri  yang notabene gak bisa dianggap 'dewasa' dari segi apapun (imho^^)
Oke Wink aku gak mau debat (kusir^^) soal yang mana yang lebih menguntungkan karena menurutku tiap masa yang kita jalani ( bayi, anak-2, remaja, dewasa ) masing-2 memiliki keindahannya sendiri :)
Hmmm, rasanya aku cm bilang masalah bolos, main game n kerja. Berhubung kata2 gak bersuara, aku hanya dapat menyimpulkan dari pemilihan kata2 guguk kalau guguk sebagai org yg sdh dewasa dan sdh bekerja merasa tersinggung. Tersinggung karena mungkin kata2ku itu sedikit "menusuk"?
Maaf kalau kata2ku terlalu menyepelekan ataupun menyinggung. Itu cuma sebagian pemikiran dari "anak2" (yo-i kalian toh yang bilang kita masih anak2?)

Tanpa kita sadari kita telah berperang psikologi, walau tdk terlihat lgs. Perang psikologi lumayan menguras pikiran juga :D aku bener2 senang bs msk ke forum ini, berpendapat dgn org yg lbh tua, d sklh? Gak pernah aku kaya gini. Itulah lee, mungkin aku lbh menghargai makian or apapun dari kalian karena itu lebih berharga daripada "omong kosong" temen2 di sklh yg g manfaat, levelku lbh tinggi dari mereka, kuakui. But gak lbh tinggi dari lee maupun guguk. Aku lbh suka aktif di sosmed.

Sekian, quote2 yg gk urut mohon dimaklumi karena ditulis sambil les n makan.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
sano
tukang baca
LX - Kidz
LX - Evangelis
*

Reputation: 28
Offline Offline

Posts: 2.823


bleh


WWW Awards
« Reply #166 on: August 19, 2014, 11:50:23 pm »

hehe, jadi panjang ya Grin
dan bener, agak siwer bacanya di hape Tongue mudah2an maksud postingan semuanya bisa 'ditangkep' dg bener

kesimpulan yg ditulis guguk udah mantep tuh, saya setuju
tapi tetep balik lagi soal solusi yh pas utk penerbit gimana (karna ini forum milik penerbit)
saya setuju soal penetapan rating, tapi klo 21+ mungkin emang ketinggian. 17 atau 18+ pas lah~ (kayak nawar di pasar tongue :p)
trus prakteknya gimana? emang susah pastinya. kasir suruh ngecek id (ktp/sim) ? halah, nyocokin sama kartu kredit aja suka males kok, padahal itu bisa ngerugiin mereka sendiri. dan lagi.. id juga kayaknya gampang ditembak/dipalsukan kok (mudah2an perbaikan birokrasi cepat terlaksana :oot:)
jadi.. saya setuju sama kenaikan harga, yg diimbangi dg perbaikan kualitas tentunya.

@ steph : imho, penyelesaian yg ribet gini bukannya mentingin kaum dewasa, tapi justru mencoba membuat nyaman semuanya. dan kayaknya ga tepat klo anak2 dibilang mayoritas. mayoritas dalam hal apa? pembaca komik? itu sih (menurut saya) cuma karena 'cap' komik itu bacaan anak2 masih kuat banget di sini. itu juga yg bikin banyak komik jadi 'salah sasaran'
kalopun dewasa adalah minoritas, tapi 'berkuasa', jadi berhak dan mampu meminta yg diinginkan. yah~ seperti kata guguk (atau ayah yotsuba) : curang

oh iya, kenapa tetep harus pake angka umur utk batasan dewasa, ya utk mempermudah pengawasan aja. kayaknya udah sepakat klo ga bisa nentuin dewasa dari umur aja, tapi secara umum kan sulit utk menilai, apalagi pihak penerbit & tokbuk yg kenal aja ga, jadi diambil batasan umur rata2/secara umum.
tapi bener juga ya steph sama guguk, mahasiswa yg masih bergantung sama ortu juga masih blum bisa dibilang dewasa Grin justru yg banyak kasus aneh2 kan usia labil begini, karna lepasnya pengawasan ortu padahal blum punya pengendalian diri. walau kayaknya usia labil ini semakin turun sih, masa ratingnya harus 21+ ? tapi mungkin (mudah2an) yg begini bisa diatasin dg harga (lah, jadi saya yg labil Tongue )

(click to show/hide)
Logged

Love yourself
Love your life
Love this world, where you live
Don't ruin what you love
Lee
LX - Member
***

Reputation: 77
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 736


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #167 on: August 20, 2014, 07:53:07 am »

Well.. well.. this thread is geting more and more "interesting" tapi sayang.. banyak yang out of scope. Dan sebelum lebih banyak bercuap-cuap, ada baiknya kita menengok jauuuuuu~h ke belakang dulu. Mas Dekar membuat thread ini berdasarkan kekhawatirannya (sekaligus kegembiraanny) akan terbitnya komik dewasa.. Mas Dekar khawatir kalau konsumen komik dewasa itu ga akan sesuai dengan segmentasi awalnya: orang dewasa, Mas Dekar khawatir kalau anak-anak juga membaca komik dewasa (Mas Dekar, atau siapa pun juga, mohon bantu koreksi saya kalau saya salah tangkap, terima kasih).

OK, saya lanjut. Di post terakhir, stephanie memberikan usulan/solusi: tidak usah menerbitkan komik dewasa. Menurut saya, itu solusi yang baik untuk kondisi yang akan datang. Sama seperti beberapa usulan Aquilamarine seperti nerbitin komik "basi" dan lainnya. Masalahnya sekarang sudah ada komik dewasa tersebut yang terbit, stephanie Smiley. Nah.. "aturan" nyusahin itu (dan beberapa usulan lain dari teman-teman yang lain -- yang beberapa saya setujui) adalah usulan yang diberikan untuk masalah yang terjadi saat ini.

Selanjutnya, ijinkan saya sedikit bercuap-cuap
(click to show/hide)
Terakhir.. striving for the best itu bagus, tapi ga semua hal harus diukur dengan "I'm the best and you're looser"
Juga.. maaf kalau saya menjadi salah satu penyebab banyaknya pembahasan out of scope disini
Logged

I may fall down but thatís not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 255
Offline Offline

Posts: 3.910



Awards
« Reply #168 on: August 20, 2014, 09:22:45 am »

Yak~ muncul lagi!

Hmmm, rasanya aku cm bilang masalah bolos, main game n kerja. Berhubung kata2 gak bersuara, aku hanya dapat menyimpulkan dari pemilihan kata2 guguk kalau guguk sebagai org yg sdh dewasa dan sdh bekerja merasa tersinggung. Tersinggung karena mungkin kata2ku itu sedikit "menusuk"?
Demi apa~   Enggaklah! Gak mungkin tersinggung apalagi sampe "tertusuk" cuman ngerasa lucu aja sama :
Guk, curang? Ya enggaklah tongue :p kita lebih enak, bisa maen game, bisa bolos, gak ngerjain tugas juga gapapa :)) coba kalo yang udh kerja, mana sempet maen HM BTN seharian or seminggu :v (terus2an loh, aku bisa2 aja. Tinggal bolos :D ) klo bolos gitu bisa di PHK or gak digaji kan? tongue :p
kata-2 Steph yang kukutip & ku-bold itu Grin  Abisnya, Steph ngaku udah 'dewasa' secara mental tapi "gak ngerjain tugas" dan "bolos" itu 'kan wujud dari "lari dari tanggung jawab" ( notabene = gak 'dewasa' Grin )

Maaf kalau kata2ku terlalu menyepelekan ataupun menyinggung. Itu cuma sebagian pemikiran dari "anak2" (yo-i kalian toh yang bilang kita masih anak2?)
Anak-anak curang~    Just kidding~ abisnya, pas giliran baca komik dewasa, minta dianggap udah dewasa. Tapi pas takut salah ngomong, minta dianggap anak-2  Grin

Okeh, sekarang (rada) serius Grin Aku sepenuhnya menghargai Steph sebagai temen, kita 'kan satu geng sebagai sesama anak-2 forum ini  , karena walau Steph masih belia tapi bisa menyampaikan pendapat dengan berani dan jelas :) ( walau kadang rada gak konsisten, Steph (^^) Coba deh, kamu bandingin post-2 kamu sendiri ).
Jadi~ karena kita temen kita bisa diskusi kayak gini Grin Dan biarpun Guguk udah kerja tapi gak berarti Guguk lepas dari kesalahan
Harapan Guguk hanya Steph & generasi muda lainnya ( cieee ciee~ udah kayak pidato kepala sekolah ) bisa tumbuh dewasa secara wajar

Oke, gimana kalo diskusi yang dimulai dari penolakan Steph akan "Komik Dewasa diberi rating 21+, etc..." ini ditutup dulu?
Dengan hasil diskusi : Steph tetap mempunyai pendapat sendiri, yang lainnya ( Fina, Sano, Lee, Yushie, Guguk, Fraulein ) juga punya pendapat sendiri, dan keduanya masih belum ada titik temu :)
Mungkin kita tunggu member lain yang punya ide 'segar' dan diskusi bisa dimulai baru lagi Grin Setuju? (^,^)/

sumber foto : I Love Puppies Daily ( foto hanya untuk hiburan semata ^,,^ ) #Guguk.tipe-yang-terhibur-melihat-guguk-lainnya
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #169 on: August 20, 2014, 10:16:52 am »

Hahaha oke tutup aja dulu diskusinya, tunggu ada member lain yang pikirannya lebih wah.

Masalah konsisten, aku udah bilang kalau aku berubah pikiran setelah membaca beberapa komik dewasa lain. Aku sudah pernah bilang.

Quote
Anak-anak curang~    Just kidding~ abisnya, pas giliran baca komik dewasa, minta dianggap udah dewasa. Tapi pas takut salah ngomong, minta dianggap anak-2 :Grin:
Guk, itu kan senjata :D dan juga tameng tongue :p

Quote
kata-2 Steph yang kukutip & ku-bold itu :Grin:  Abisnya, Steph ngaku udah 'dewasa' secara mental tapi "gak ngerjain tugas" dan "bolos" itu 'kan wujud dari "lari dari tanggung jawab" ( notabene = gak 'dewasa' :Grin: )
Jiah, memangnya aku benar2 pernah ngelakuin itu? Itu suara hati pelajar lain di grup HM BTN kok :v *berusaha menghindar lagi*
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Aquilamarine
are you talking to me?
LX - Senior
****

Reputation: 17
Offline Offline

Posts: 792

聖杯の騎士


Awards
« Reply #170 on: September 28, 2014, 05:29:33 pm »

@lee ga harus komik basi sih yg penting sensornya diperketat saja kalo ke depannya isinya macem2.
yaa...mgk bnyk kendala. Tp mmg ada cara lain? Lol.
Logged
Pages: 1 ... 10 11 12 13 14 15 16 [17] 18 19 20 21 22 23 24  All   Go Up
Print
Jump to: