Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.124 Posts in 16.724 Topics- by 41.580 Members - Latest Member: oraha
Pages: 1 ... 13 14 15 16 17 18 19 [20] 21 22 23 24  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [DISKUSI] Komik Dewasa/17+ di Indonesia  (Read 178073 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« on: September 15, 2013, 05:19:10 pm »

anooo mas camo permisi saya mau tanya pendapat aja nih mungkin aga telat  

belakangan kan Elex Sama LC mulai berani terbitin Komik Genre Ecchi / 17+ kaya HOTD sama Kimi no iru machi apa tidak takut diprotes mikir ? apalagi diindonesia kan siapapun bebas membeli komik berarti ada kemungkinan juga anak dibawah 17 tahun beli komik sepertri ini

Note : saya bukannya munafik   ,, saya seneng komik seperti ini terbit  banana tapi sebagai calon orang tua saya juga was was jika terus seperti ini. setidaknya untuk kedepan mungkin untuk pembelian komik sepeti ini bisa dibatasi agar tidak ada anak dibawah umur membelinya

arigato
« Last Edit: April 26, 2015, 09:34:59 pm by REX » Logged
 
weisswald
LX - Senior
****

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 997


Fino Alla Fine


Awards
« Reply #191 on: August 27, 2015, 10:39:05 am »

Ilustrasi menarik dari @EvaComics beberapa hari yang lalu seputar perbedaan teknik sensor di Jepang, Indonesia, dan Singapura :D



IMO lebih baik sensor di Indonesia daripada Singapura kalo dari gambar itu :D
Logged

Truth becomes fiction when the fiction's true;
Real becomes not-real where the unreal's real.
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 255
Offline Offline

Posts: 3.908



Awards
« Reply #192 on: August 27, 2015, 11:30:24 am »

  Yang "sensor" di Jepang itu disensor sendiri pas baca

Ternyata di Singapura juga ada sensor ya Grin tadinya aku kira nggak hehehe~
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #193 on: August 27, 2015, 01:03:16 pm »


Sensor di Singapura lucu yaaa^^  Tapi juga smart icon14
Meski begitu, ada kemungkinan juga orang bakal menganggap kalo sensor versi Singapura itu berarti sedikit mengubah jalan cerita Grin  #demibacaanRamahAnak
Logged

Im just trying to live every day and not wish I had done something differently. Emma Roberts.
stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #194 on: August 27, 2015, 03:30:27 pm »

Wkwkwkwk di indo sensornya agak ngubah gambar :v tapi masih mending daripada yang di singapura :3 ditutupin balon text~

Yang jepang kayaknya bukan sensor dari jepangnya deh, tapi dari TSnya tp ga tau juga tongue :p
Tp bagus juga kalo make tangan, kalo yang perlu di sensor banyak banget masa mesti minjem tangan temen2nya :))
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 440
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.717


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #195 on: August 27, 2015, 03:35:47 pm »

Hehehe Yg Jepang kudu disensor manual sama yg ngepost supaya ga ada yg laporin postnya ke Instagram :D Kalau disensor jadi pake baju, tahun 90an komik2 yang terbit di Indonesia rata-rata begitu, bahkan ada yang 1 panel bahkan 1 halaman dihitamin total. :D
Logged

sano
tukang baca
LX - Kidz
LX - Evangelis
*

Reputation: 28
Offline Offline

Posts: 2.823


bleh


WWW Awards
« Reply #196 on: September 01, 2015, 11:08:16 am »

Jika soal persepsi, mungkin ini tinggal masalah waktu dalam 3-8 tahun lagi karena perputaran siklus usia. Secara resmi, manga masuk Indonesia tahun 1991 (generasi komik I) dan manga dewasa masuk Indonesia sekitar tahun 2005 (generasi komik II). Jadi seiring waktu semakin banyak pembaca komik generasi II menginjak usia parenting sebagai mayoritas, persepsi parenting publik generasi komik I akan komik itu bacaan anak dapat bergeser.

(Asumsi generasi komik II baca komiknya usia 15-20 tahun 2005, asumsi menikah di usia 25 ke atas, punya anak yg memasuki usia baca 8 tahun kemudian)

baru nengok lagi. mau protes dikit, camo  Tongue
saya ngerasa masuk generasi komik I, mulai baca komik elex (manga) taun 92-93 umur 6-7 th, pas manga dewasa masuk th 2005 saya pas udah cukup umur untuk bisa baca itu
jadi sekarang pas udah punya anak, saya malah lebih ketat/selektif milihin komik, bacaan & tontonan buat anak, justru karna saya ngerasa kenal manga di waktu yg pas
jadi klo menurut saya, persepsi parenting yg nganggep komik itu bacaan anak justru generasi pra-komik/manga  Grin

Ilustrasi menarik dari @EvaComics beberapa hari yang lalu seputar perbedaan teknik sensor di Jepang, Indonesia, dan Singapura :D


jadi inget, kayaknya baru2 aja ada yg protes di thread kritik soal sensor, dan camo ngasih jawaban untuk beli komik asli versi Jepang atau US  icon14
Logged

Love yourself
Love your life
Love this world, where you live
Don't ruin what you love
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 440
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.717


I can be anyone, anywhere.. and I'm watching you..


WWW Awards
« Reply #197 on: September 01, 2015, 11:37:43 am »

Hehehehe yah soalnya untuk sensor, budaya dan nilai setiap negara beda. Kalau mencak2 protes ga setuju dengan budaya dan nilai negara sendiri, ada baiknya import selama belum dilarang.... atau ekstrimnya coba apply pindah warga negara  :D

soal generasi, hehehe itu asumsiku kalau sekarang sih sudah ada ortu2 seperti sano yg mulai influence anak dengan persepsi komik yg benar, cuma mungkin untuk saat ini, belum jadi mayoritas kayaknya, tapi masih transisi.
« Last Edit: September 01, 2015, 01:22:16 pm by camolatte » Logged

Saya
LX - Noob
*

Reputation: 5
Offline Offline

Posts: 46


sono hi made


WWW Awards
« Reply #198 on: October 07, 2015, 10:53:56 am »

memang alasannya kenapa tidak boleh disensor?

mendatangkan komik ecchi sebetulnya mengandung resiko merusak reputasi komik sopan lain yang sudah terbit secara keseluruhan..
Logged

stephanie istalri
I'm ...
LX - Member
***

Reputation: 9
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 562

Salah satu orang yang anti mainstream


Awards
« Reply #199 on: October 07, 2015, 12:43:02 pm »

memang alasannya kenapa tidak boleh disensor?

mendatangkan komik ecchi sebetulnya mengandung resiko merusak reputasi komik sopan lain yang sudah terbit secara keseluruhan..


Menurutku sih, si sensor kadangan ngerusak artwork, kadangan juga ngubah jalan cerita walau dikit banget.

Maksud dari merusak reputasi komik lain apa ya? Sebenernya ga ngerusak kok, kalo maksud kamu si komik jadi di cap jelek ato apa. Komik punya genre dan dari genre udah jelas banget mana yg ga usah dibeli anak2 dan mana yang boleh dibeli anak2. Ortu juga mesti tau mana yg boleh dibaca ato enggak dengan memantau tiap bacaan yang dibaca oleh anak2nya. Gegara sensor juga, banyak org yang milih buat baca manga scan. Serba salah sih di Indo itu. Ada kubu yang pro dan ada yg kontra.
Logged

If you win, you need not to explain ...

If you lose you should not be there to explain!
Saya
LX - Noob
*

Reputation: 5
Offline Offline

Posts: 46


sono hi made


WWW Awards
« Reply #200 on: October 07, 2015, 07:30:07 pm »

Stephanie sptnya km sudah menjawab pertanyaanmu sendiri.
jd tdk perlu dijawab lg ya.:)

Logged

Pages: 1 ... 13 14 15 16 17 18 19 [20] 21 22 23 24  All   Go Up
Print
Jump to: