Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.749 Posts in 16.914 Topics- by 45.964 Members - Latest Member: DaltonMcel
Poll
Question:
Bagaimana menurutmu tentang buku ini secara keseluruhan?
4. Bacaan yang WAJIB dikoleksi - 31 (63.3%)
3. Sangat menarik untuk diikuti - 11 (22.4%)
2. Lumayan lha - 4 (8.2%)
1. Tidak menarik - 2 (4.1%)
0. Heh?? Buku apa sih ini?? - 1 (2%)
Total Voters: 48

Pages: 1 2 [3] 4 5 6 7 8 9 10  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Yamada and the 7 Witches - Miki Yoshikawa  (Read 33811 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Muzzin
LX - Noob
*

Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 35


Awards
« Reply #20 on: May 31, 2015, 01:52:58 pm »

Saya juga setuju... menurut saya juga sepertinya sedikit berlebihan mengsensor scene ciuman dan rasanya tidaklah adil dilihat dari harga komik yang bisa dibilang lumayan mahal untuk kantong pelajar tapi hasilnya tidak semaksimal yang kita inginkan. Tapi coba dipikir lagi deh, para paham agama di negara kita ini bertindak demikian sudah sejak zaman dulu, bukan hanya baru 2/3 thn lalu. jadi kalau kita masih nekat melakukan hal yang menurutnya melanggar, dia pasti akan menuntut dengan berbagai alasan atau bisa saja melakukan tindakan2 lain yang membuat pihak penerbit rugi.

Jadi kesimpulan saya, terima dan nikmati saja apapun hasilnya. bagi saya sedikit sensor seperti ini tidak terlalu jadi masalah, yang penting komiknya bisa diterterbitkan disini, ya kan? daripada kita protes dan akhirnya malah menimbulkan konflik ini itu lalu komiknya tidak bisa diterbitkan. pasti tambah banyak pecinta komik yang kecewa nantinya. jadi kalau mau yang no sensor tinggal beli aja versi asli jepangnya atau yang inggris.

Maaf kalau saya salah, itu cuma pendapat pribadi saya, hehe...
Gw juga tau kalo mereka tuh emang begitu dari dulu ...
padahal mereka bisa dibilang gak objektif ..ngeliat Manga/komik dari yg negatif nya doang. orang2 seperti ini buat apa didengarkan ? tau apa mereka tentang Dunia Komik ini ???
kalo lewat jalur hukum , ya lawan juga dong dgn Hukum .


yg ngeluarin Duit , yg Ngasih PEMASUKAN buat elex
kan para pecinta manga/komik .. mana ada dari kita yg mau ini kena sensor ..
karena jadi gak nyaman untuk dibaca , sekaligus mengurangi kualitas dari komik itu sendiri
So , sekali lagi berpihaklah kpd Pembaca yg sudah membuat elex tetap hidup seperti sekarang ..

Logged
weisswald
LX - Senior
****

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.007


Fino Alla Fine


Awards
« Reply #21 on: May 31, 2015, 02:43:06 pm »

Gw juga tau kalo mereka tuh emang begitu dari dulu ...
padahal mereka bisa dibilang gak objektif ..ngeliat Manga/komik dari yg negatif nya doang. orang2 seperti ini buat apa didengarkan ? tau apa mereka tentang Dunia Komik ini ???
kalo lewat jalur hukum , ya lawan juga dong dgn Hukum .


yg ngeluarin Duit , yg Ngasih PEMASUKAN buat elex
kan para pecinta manga/komik .. mana ada dari kita yg mau ini kena sensor ..
karena jadi gak nyaman untuk dibaca , sekaligus mengurangi kualitas dari komik itu sendiri
So , sekali lagi berpihaklah kpd Pembaca yg sudah membuat elex tetap hidup seperti sekarang ..



wow ngomong soal hukum sekarang, uda baca uu no 44 tahun 2008.
bagaimanapun kl ga sensor elex pasti salah krn uu tersebut
Logged

Truth becomes fiction when the fiction's true;
Real becomes not-real where the unreal's real.
milkyway
LX - Babes


Reputation: 2
Offline Offline

Posts: 2


Awards
« Reply #22 on: June 01, 2015, 09:25:07 am »

Saya juga setuju... menurut saya juga sepertinya sedikit berlebihan mengsensor scene ciuman dan rasanya tidaklah adil dilihat dari harga komik yang bisa dibilang lumayan mahal untuk kantong pelajar tapi hasilnya tidak semaksimal yang kita inginkan. Tapi coba dipikir lagi deh, para paham agama di negara kita ini bertindak demikian sudah sejak zaman dulu, bukan hanya baru 2/3 thn lalu. jadi kalau kita masih nekat melakukan hal yang menurutnya melanggar, dia pasti akan menuntut dengan berbagai alasan atau bisa saja melakukan tindakan2 lain yang membuat pihak penerbit rugi.

Jadi kesimpulan saya, terima dan nikmati saja apapun hasilnya. bagi saya sedikit sensor seperti ini tidak terlalu jadi masalah, yang penting komiknya bisa diterterbitkan disini, ya kan? daripada kita protes dan akhirnya malah menimbulkan konflik ini itu lalu komiknya tidak bisa diterbitkan. pasti tambah banyak pecinta komik yang kecewa nantinya. jadi kalau mau yang no sensor tinggal beli aja versi asli jepangnya atau yang inggris.

Maaf kalau saya salah, itu cuma pendapat pribadi saya, hehe...

LOL, saya tersinggung nih sebagai pelajar, kesannya kok pola pikir pelajar: BAYAR ASAL BISA LIHAT YANG BEBAS SENSOR, "saya bayar nih, jadi wajar dong kalo saya berhak lihat adegan tanpa sensor?" Hmm.... Serendah itukah pola pikirnya?

Tapi untuk pendapat lainnya saya setuju

saran saya ...
Gak usah takut dong ama kelompok2 agama yg sok suci ...
ini kan negara hukum , kalo karena komik doang mereka maen bakar , ya laporin aja ke polisi.

saya juga heran ama masalah sensor ini ... cuma ciuman doang !
pembaca komik selalu dikorbankan dgn adanya sensor ini ,, udah beli mahal2 ..
yg didengarkan selalu orang tua yg KOLOT , atau Ormas agama yg protes doang bisanya ...
Baca dan beli komik ini Juga kagak padahal!!

Gw juga tau kalo mereka tuh emang begitu dari dulu ...
padahal mereka bisa dibilang gak objektif ..ngeliat Manga/komik dari yg negatif nya doang. orang2 seperti ini buat apa didengarkan ? tau apa mereka tentang Dunia Komik ini ???
kalo lewat jalur hukum , ya lawan juga dong dgn Hukum .


yg ngeluarin Duit , yg Ngasih PEMASUKAN buat elex
kan para pecinta manga/komik .. mana ada dari kita yg mau ini kena sensor ..
karena jadi gak nyaman untuk dibaca , sekaligus mengurangi kualitas dari komik itu sendiri
So , sekali lagi berpihaklah kpd Pembaca yg sudah membuat elex tetap hidup seperti sekarang ..



Sori pak, argumennya terlalu dangkal, dasar hukum sesuai UU sudah dinyatakan kalo gambar2 seperti itu memang tidak boleh beredar bebas,

Trus qoute situ 'cuma ciuman doang!', saya jadi bayangin, kalo situ bawa anak gadis ke depan ortunya, trus bilang 3 kata itu, kira2 bakal se-anarki apa ortunya? hahaha...

Trus misal situ digebukin sambil ditanya "tau dari mana hal seperti itu?", trus situ jawab "dari komik", kena lah penerbit  Sori OOT malah fanfic,

Intinya budaya kita belum sebebas negara lain, jadi kalau merasa budaya situ gak sesuai dengan budaya negara ini ya silahkan dipikir sendiri solusinya, entah pindah kewarganegaraan apa terserah  Cheesy
Logged
prarrr
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 6



Awards
« Reply #23 on: June 02, 2015, 09:05:44 am »

LOL, saya tersinggung nih sebagai pelajar, kesannya kok pola pikir pelajar: BAYAR ASAL BISA LIHAT YANG BEBAS SENSOR, "saya bayar nih, jadi wajar dong kalo saya berhak lihat adegan tanpa sensor?" Hmm.... Serendah itukah pola pikirnya?

Tapi untuk pendapat lainnya saya setuju

Wah, saya jadi keliatan seperti orang yang egois nih ya, haha...
Logged
Muzzin
LX - Noob
*

Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 35


Awards
« Reply #24 on: June 02, 2015, 10:35:50 am »


Sori pak, argumennya terlalu dangkal, dasar hukum sesuai UU sudah dinyatakan kalo gambar2 seperti itu memang tidak boleh beredar bebas,

Trus qoute situ 'cuma ciuman doang!', saya jadi bayangin, kalo situ bawa anak gadis ke depan ortunya, trus bilang 3 kata itu, kira2 bakal se-anarki apa ortunya? hahaha...

Trus misal situ digebukin sambil ditanya "tau dari mana hal seperti itu?", trus situ jawab "dari komik", kena lah penerbit   Sori OOT malah fanfic,

Intinya budaya kita belum sebebas negara lain, jadi kalau merasa budaya situ gak sesuai dengan budaya negara ini ya silahkan dipikir sendiri solusinya, entah pindah kewarganegaraan apa terserah  Cheesy
kalo masalah itu kan tinggal seleksi aja siapa yg beli kan ...
komik tanpa sensor tapi kalo mau beli harus menunjukkan KTP, kalo emg gak mau diliat / dibeli ama anak2...
seharusnya diberlakukan aja peraturan seperti ini ..


Analoginya kok GAK NYAMBUNG banget ya  
ya itu lah knp Indon gak maju2 , pikirannya masyarakatnya masih sempit..
Negara yang memperlakukan warga negara seperti anak kecil juga akan terus-terusan membuat warga negara berkelakuan seperti anak kecil, alias gak dewasa-dewasa. Jadinya warga negara kita bisa-bisa kaya katak dalam tempurung karena informasi dari dunia luar yang masuk udah difilter dulu ama penguasa.
« Last Edit: June 02, 2015, 10:38:53 am by Muzzin » Logged
weisswald
LX - Senior
****

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.007


Fino Alla Fine


Awards
« Reply #25 on: June 02, 2015, 10:47:28 am »

kalo masalah itu kan tinggal seleksi aja siapa yg beli kan ...
komik tanpa sensor tapi kalo mau beli harus menunjukkan KTP, kalo emg gak mau diliat / dibeli ama anak2...
seharusnya diberlakukan aja peraturan seperti ini ..


Analoginya kok GAK NYAMBUNG banget ya  
ya itu lah knp Indon gak maju2 , pikirannya masyarakatnya masih sempit..
Negara yang memperlakukan warga negara seperti anak kecil juga akan terus-terusan membuat warga negara berkelakuan seperti anak kecil, alias gak dewasa-dewasa. Jadinya warga negara kita bisa-bisa kaya katak dalam tempurung karena informasi dari dunia luar yang masuk udah difilter dulu ama penguasa.


kl saya liat anda cuma mo menerima postingan yg tidak menyudutkan anda.
begitu tersudut dialihkan sedikit topiknya.
bahkan komik level yg untuk pembaca dewasa tetap disensor, cth yg saya baca btooom!
kl anda mo bahas soal sensor2an disini jadi oot, jadi mending anda bahas di thread sticky.

http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=24080.0
« Last Edit: June 02, 2015, 10:50:55 am by weisswald » Logged

Truth becomes fiction when the fiction's true;
Real becomes not-real where the unreal's real.
Muzzin
LX - Noob
*

Reputation: -1
Offline Offline

Posts: 35


Awards
« Reply #26 on: June 02, 2015, 06:27:46 pm »

kl saya liat anda cuma mo menerima postingan yg tidak menyudutkan anda.
begitu tersudut dialihkan sedikit topiknya.
bahkan komik level yg untuk pembaca dewasa tetap disensor, cth yg saya baca btooom!
kl anda mo bahas soal sensor2an disini jadi oot, jadi mending anda bahas di thread sticky.

http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=24080.0
apanya yg tersudutkan tong  nono
postingan yg elu qoute sekalian ditujukan ke elu juga ..

pokoknya ni sensor trllu lebay ..
apalagi kalo menterjemahkan UU tersebut dgn pikiran sempit ..
Menurut gua pribadi sih tergantung individu itu sendiri pikirannya kemana mana apa kagak. Gua curiga nih apa pihak yg nyensornya ya yg pikirannya macem macem karna sometimes hal hal yg menurut gua wajar aja ampe disensor segala buset dah
« Last Edit: June 02, 2015, 06:31:25 pm by Muzzin » Logged
weisswald
LX - Senior
****

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.007


Fino Alla Fine


Awards
« Reply #27 on: June 02, 2015, 06:41:19 pm »

apanya yg tersudutkan tong ?
postingan yg elu qoute sekalian ditujukan ke elu juga ..

pokoknya ni sensor trllu lebay ..
apalagi kalo menterjemahkan UU tersebut dgn pikiran sempit ..

Justru keliatan pikirin situ yg sempit.
coba baca baik2, ada kata melindungi anak di uu trsbt, definisinya anak dibawah 18 tahun, itu target pasar komik elex yaitu remaja, dan saya yakin ada yg berumur dibawah 18 tahun diforum ini.
kl ente ga puas dng versi elex dan uu negara  ini silahkan pindah negara.
ini jg post terakhir saya mengenai masalah ini, krn ini OOT kl dibahas disini, dan saya menghargai peraturan di forum ini.

Nb.
untuk para moderator kl post ini tidak berkenan silakan dihapus.
« Last Edit: June 02, 2015, 07:01:52 pm by weisswald » Logged

Truth becomes fiction when the fiction's true;
Real becomes not-real where the unreal's real.
densha_boy
LX - Senior
****

Reputation: 5
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 753



Awards
« Reply #28 on: June 03, 2015, 08:16:46 am »

setelah baca vol 1, kayak pernah liat artworknya, ternyata emang mirip2 artworknya Hiro Mashima - sensei (fairy tail), apakah Miki Yoshikawa pernah jadi asistennya Hiro Mashima - sensei?
Logged

weisswald
LX - Senior
****

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.007


Fino Alla Fine


Awards
« Reply #29 on: June 03, 2015, 08:35:54 am »

setelah baca vol 1, kayak pernah liat artworknya, ternyata emang mirip2 artworknya Hiro Mashima - sensei (fairy tail), apakah Miki Yoshikawa pernah jadi asistennya Hiro Mashima - sensei?

Iya Miki Yoshikawa pernah jadi asiaten Hiro Mashima waktu membuat rave
Logged

Truth becomes fiction when the fiction's true;
Real becomes not-real where the unreal's real.
Pages: 1 2 [3] 4 5 6 7 8 9 10  All   Go Up
Print
Jump to: