Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.210 Posts in 16.736 Topics- by 41.680 Members - Latest Member: agung14
Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Jo's Boys by Louisa May Alcott  (Read 1060 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« on: December 09, 2015, 12:22:11 am »

Jo's Boys
(Little Women series-book 4, END)
by Louisa May Alcott


published by Gramedia Pustaka Utama in 2015
416 hlm; 20cm


10 tahun berlalu.
Plumfield yg sederhana, kini telah berevolusi menjadi Universitas dan Bukit Parnassus yg penuh dengan keindahan seni serta kesetaraan hak pria dan wanita. Anak-anak Plumfield kini telah tumbuh dewasa, berusaha melebarkan & mengepakkan sayap selebar dan sejauh yg mereka mampu. Sementara bagi perempuan berumur yg keibuan & bijaksana seperti Mrs. Josephine Bhaer, tak ada yg lebih sulit & mengkhawatirkan daripada harus melihat para elang jantannya mulai beranjak meninggalkan sarang untuk meraih berbagai hal yg mereka impikan di tengah dunia yg penuh dengan hasrat dan godaan. Bagaimanakah para elang muda Plumfield ini pada akhirnya berlabuh??



“Wabahnya telah mulai agaknya… Bersiaplah untuk berbagai romantika dan ketergesaan di sepuluh tahun mendatang.
Anak-anak lelakimu bertumbuh dewasa dan akan terjun di lautan guncangan yg lebih buruk daripada apa yg pernah kau hadapi.”

“Jangan menyindir bahwa kita sudah tua, Tuanku. Kami hanya mekar berkembang
dan menjadi rangkaian bunga yg indah dengan kuntum-kuntum di sekeliling kami.”

“Peristiwa itu juga mengajarkan kesabaran, saling timbang rasa, penyesalan karena telah berbuat salah
pada orang yg tidak bisa dimintai maaf, dan lebih dari itu semua: palajaran untuk siap setiap kali panggilan-Nya datang.”

“Aku merasa sesuatu akan terjadi pada mereka. Mereka takkan kembali padaku,
atau kembali dengan sangat berubah. Yah, aku hanya bisa mengatakan, Tuhan menyertai anak-anakku.”

“…aku takut pikiran mereka sudah melemah
sebab saat ku menjauh
mereka membicarakan Surga bersungguh-sungguh
membuat hatiku terenyuh
karenanya, Sayang, jangan desak aku
kelak aku pasti milikmu
tapi kini tak bisa kutinggalkan keluargaku
lebih baik kita menunggu.”


***

Adegan terakhir sebelum musik berhenti, lampu mati, dan layar diturunkan selama-lamanya untuk keluarga March.


Wanna give my big, big, big standing ovation untuk seri terakhir keluarga March ini  clap  clap

It was just amazing!! Really amazing!!! 5 stars untuk seri penutupan ini!!! clap

Memang pada awalnya anda akan sedikit merasa kagok/aneh dengan anak2 Plumfield yg kini sudah berbicara tentang cinta (dari yg nggombal pel-pel’an Mukiyo sampe yg dag-dig-dug-serr-terbang), kesetaraan hak, dan ide-ide pembangunan Amerika yg maju. Tapi saya rasa itu hanya sedikit shock therapy di awal yg wajar. (*saya bacanya hanya selang beberapa hari setelah baca yg Anak—Anak Plumfield). Apalagi kalo baca rayu2annya Tommy Bangs, waahhh… ngepel terus, deh     Sementara romance yg berasa hangat, menyentuh, dan “uwaaaargghhh” juga ada  Cry

Ok, now, let’s put the romance aside. Petualangan-petualngan para elang yg lain, benar2 sangat mendebarkan, penuh konflik & tantangan, serta membuat hati siapapun terenyuh. Terutama untuk Nat, Emil, dan so pasti Dan Cry  Lalu tidak lupa juga gadis2 Plumfield seperti Nan, Daisy, Bess, Josie, serta beberapa gadis lain (tokoh baru) yg juga beranjak dewasa, memberikan warna tersendiri yg menyempurnakan warna petualangan para pria muda itu dan kegelisahan para tokoh tua yg ada.

Di samping daftar isi yg halamannya kacau balau, dan sedikit typo di cerita, semuanya baik dan luar biasa!! Endingnya, meski tidak semua bahagia, tapi bisa dibawakan dengan sangat keren hingga kita merasa bahwa demikianlah seharusnya cerita itu berakhir. Bukan karya yg sempurna mungkin—karena tidak akan ada yg sempurna absolute? Tapi yg pasti karya yg luar biasaa!!  Yang suka cerita klasik ato cerita keluarga, persahabatan, slice-of-life, dan romance yg hangat-menyentuh, wajib coba (at least 3) seri buku ini dimulai dari Good Wives Grin

Review 2 seri sebelumnya, bisa klik di sini untuk Good Wives, dan di sini untuk Little Men Anak-Anak Plumfield. Happy Reading!!!
Logged

“I’m just trying to live every day and not wish I had done something differently.” – Emma Roberts.
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 255
Offline Offline

Posts: 3.910



Awards
« Reply #1 on: December 09, 2015, 09:40:17 pm »

Review yang keren, Baaang~!!   b(^o^)d

Aku seneng karena...
(click to show/hide)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Meriana
LX - Senior
****

Reputation: 136
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 1.005

Enjoy Reading BOOKS ( ̄▽ ̄)


Awards
« Reply #2 on: December 09, 2015, 09:52:39 pm »

Thankies, Banggg  

Yups!!! Spoiler anda tepat sekali!! Dan Salah satu romance yg nyesek ituu...
(click to show/hide)
Logged

“I’m just trying to live every day and not wish I had done something differently.” – Emma Roberts.
guguk
~agak mirip manusia...
LX - Evangelis
*****

Reputation: 255
Offline Offline

Posts: 3.910



Awards
« Reply #3 on: December 09, 2015, 10:10:19 pm »

 
Eh iya...
(click to show/hide)
Logged

"And frame your mind to mirth and merriment,
Which bars a thousand harms and lengthens life."
Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to: