Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.272 Posts in 16.861 Topics- by 44.090 Members - Latest Member: eatgranelin1974
Elex Online ForumBuku, Software, & MajalahSOSIAL BUDAYA, TRAVEL, REFERENSI & LAIN - LAIN[KONFLIK BERSEJARAH] Bulan Sabit dan Swastika - Nino Oktorino
Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [KONFLIK BERSEJARAH] Bulan Sabit dan Swastika - Nino Oktorino  (Read 627 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.822


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« on: April 11, 2017, 10:55:59 am »

KONFLIK BERSEJARAH: Bulan Sabit dan Swastika
Nino Oktorino


Pemesanan & informasi, hubungi :
GRAMEDIA DIRECT
Telp. (62-21) 536 50 110 / 111 ext. 3901 / 3902
Email: sales.dm@gramedia.com, langganan@gramedia.com
Online Service / Layanan Online: www.gramedia.com
 


https://goo.gl/photos/nBMPrWyjcPa9oi8m7
.


Dalam historiografi Soviet dan kemudian historiografi Rusia, Perang Dunia II disebut sebagai Velikaya Otechestvennaya Voina (Perang Patriotik Besar). Hingga titik tertentu, perang tersebut dikatakan telah memperkuat persatuan antara bangsa Soviet dan rezim Stalin sesudahnya.

Namun, di sisi lain, rezim Komunis juga menyaksikan oposisi di dalam dan di luar negeri selama tahun-tahun peperangan itu, yang tidak tampak sebelum dan setelah Perang Dunia II. Sebagian dari oposisi tersebut muncul akibat dari kebijakan sewenangwenang rezim Stalin. Sebagian lagi merupakan perlawanan lanjutan dari pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil akhir Perang Saudara Rusia (1917–1923), yang telah mendirikan berbagai kelompok oposisi di pengasingan di kota-kota Eropa seperti Warsawa, Berlin, Paris dan Ankara. Kubu oposisi ini memperoleh momentumnya ketika Hitler menyerbu Uni Soviet pada tanggal 22 Juni 1941.

Tanpa menyadari tujuan kolonial Hitler di Timur, jutaan warga Soviet menyambut baik propaganda Jerman yang menjanjikan kepada mereka pembebasan dari Stalinisme. Bahkan, lebih dari satu juta orang dari warga Soviet kemudian bertugas dalam Wehrmacht. Di antara mereka terdapat sekitar 400.000 orang Muslim Soviet.

Namun, saat Nazi memutuskan untuk merekrut para tawanan Soviet, para tawanan Muslim menyediakan basis perekrutan terbesar bagi unit-unit pekerja dan tempur ”pribumi”, termasuk barisan Ostlegion (Legiun Timur, unit-unit yang direkrut dari minoritas non-Slavia). Ketika Hitler kemudian memainkan kartu pan-Turan dan pan-Islam, kaum Muslim Soviet di Krim dan Kaukasus Utara memberikan sambutan hangat dan menyediakan ribuan pemudanya untuk bertugas dalam unit-unit keamanan Reich Ketiga dan melakukan ”tugas-tugas kotor” Nazi seperti memburu kaum partisan, melakukan ekspedisi penghukuman serta terlibat dalam aksi genosida terhadap kaum Yahudi dan Jipsi Soviet.

Apa yang dilakukan oleh kaum Muslim Soviet tersebut sangat mengherankan. Padahal, secara logika, perlakuan tidak manusiawi dan tingginya angka kematian di antara para tawanan Muslim Soviet pada tahun 1941 seharusnya menimbulkan kebencian yang besar terhadap orang Jerman, bukannya kesediaan untuk bekerja sama, di mana sebagian dari mereka memang melakukannya. Namun, ada juga kebencian yang amat besar terhadap rezim Stalin dan kebijakan militernya yang membawa mereka ke jurang penderitaan. Selain itu, bergabung dengan sebuah unit tempur atau batalion pekerja Jerman juga merupakan sebuah cara untuk meloloskan diri dari neraka di kamp-kamp tawanan.


Editor’s Note
-

#PASUKANMUSLIMRUSIA #HITLER #NAZI #TATARKRIM #TATARVOLGA


Spesifikasi Buku
ID: 717080584   
ISBN: 9786020412313
Format Cover: Soft Cover
Editor: Chandra
Kategorisasi: NON FIKSI > EMK-HUMANIORA > EMK-SOCIAL SCIENCES
Ukuran: 19 X 23
Harga: Rp. 59,800
Est. Terbit: 12-Apr-2017
Tebal: 172 Hlm
Pengguna: Dewasa,Mahasiswa
SPT Design Cover: Erson
Logged

Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to: