Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.336 Posts in 16.864 Topics- by 44.345 Members - Latest Member: cecilrb18
Poll
Question:
Yang manakah review Blast of Tempest pilihanmu?  (Voting closed: May 02, 2018, 12:17:51 pm)
rena2en - 5 (27.8%)
kokuo sama - 2 (11.1%)
ruth_shiela - 11 (61.1%)
Total Voters: 18

Question:
Yang manakah review Memoir of Vanitas pilihanmu?  (Voting closed: May 02, 2018, 12:15:17 pm)
Dark_Weebs - 4 (25%)
rena2en - 1 (6.3%)
yskasim - 11 (68.8%)
Total Voters: 16

Question:
Yang manakah review The Akechi Files pilihanmu?  (Voting closed: May 02, 2018, 12:16:28 pm)
Ever - 10 (52.6%)
sano - 9 (47.4%)
Total Voters: 19

Pages: [1] 2  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [Vote Your Winner] Sesi V (18 Apr-2 Mei 2018)  (Read 2213 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
raven
(r)avengers
Moderator
LX - Frenzy
*****

Reputation: 120
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 7.500



WWW Awards
« on: March 28, 2018, 01:59:40 pm »





Berikut judul-judul yang bisa kamu review di sesi ini:

Memoir of Vanitas


The Akechi Files (1-2)


Blast of Tempest (1-4)




Supaya tidak membingungkan, ganti subject post dengan judul buku yang diulas dan pakai teks berwarna untuk membedakan dengan judul lain.

- Memoir of Vanitas: biru
Code:
[color=blue]...teks reviewmu...[/color]

- The Akechi Files: marun
Code:
[color=maroon]...teks reviewmu...[/color]

- Blast of Tempest: hijau
Code:
[color=green]...teks reviewmu...[/color]



Review diterima paling lambat Rabu, 18 April 2018, pukul 12 siang WIB. Setelah itu, sesi vote dan komentar akan dibuka selama dua minggu :D

Baru pertama kali ikutan? Jangan lupa cek peraturan di sini.




« Last Edit: April 18, 2018, 12:19:10 pm by raven » Logged

Ever
LX - Member
***

Reputation: 101
Offline Offline

Posts: 691



Awards
« Reply #1 on: April 14, 2018, 01:36:05 am »

Kisah sampingan (spin-off) dari seri Detektif Kindaichi dengan menampilkan Kengo Akechi, tokoh polisi rival Kindaichi, sebagai pemeran utama. Alur waktunya saat Akechi baru saja kembali dari Amerika untuk bertugas sebagai inspektur di Jepang, atau sebelum alur waktu di Detektif Kindaichi. Di Jepang, komik ini sudah tamat dalam 5 volume.

Versi singkatnya: kalau sudah jadi fansnya Akechi, tidak usah repot-repot baca ulasan ini. Langsung saja ke toko buku dan sambar judul ini. Dijamin tidak akan kecewa.

Versi panjangnya: ini cerita pemecahan berbagai kasus kriminal oleh tim kepolisian yang dipimpin Akechi, seorang inspektur elit nan elegan yang memecahkan kasus tanpa meninggalkan setitik pun noda di jasnya. Narasi komik ini jelas bisa berdiri sendiri, jadi tidak ada keharusan untuk membaca Kindaichi terlebih dulu supaya bisa menikmati The Akechi Files. Dengan ditunjang ilustrasi baru dari Yuki Sato (Friends Game, Sherdock), Akechi versi muda ini pun terlihat lebih bishie segar dan santai. Interaksinya dengan polisi pemula, Kobayashi, juga cukup jenaka dan menyenangkan untuk dibaca. 

Bagi penikmat misteri yang sudah kenyang baca komik detektif, kasus-kasus di TAF mungkin akan terasa kurang kompleks dan sensasional. Namun, ada nuansa tersendiri yang menarik. Tak hanya soal mengungkap ‘siapa pelakunya’, TAF juga mengangkat unsur-unsur lainnya dalam kriminologi dan kehidupan sehari-hari seorang polisi. Akechi memang jadi bintang utama, tapi rekan-rekan polisinya pun mendapat porsi penokohan yang signifikan dan kisah tersendiri yang menarik. Esensi komik ini seolah terkandung dalam kata-kata Akechi pada volume ke-2:

Pelaku (yang baru ketahuan): Si-siapa kamu sebenarnya??

Akechi: Aku? Ah, haruskah memperkenalkan diri? Kami adalah tim penyelidik kepolisian.
Logged
Dark_Weebs
LX - Noob
*

Reputation: 4
Offline Offline

Posts: 50


Yuu huu ~


Awards
« Reply #2 on: April 15, 2018, 09:37:58 pm »

Memoir of Vanitas. Sebuah seri komik dibuat oleh Jun Mochizuki pada 2015 yang juga membuat Pandora Hearts. Komik ini masih berjalan dengan 4 volume sudah terbit di negara asalnya dan 2 volume di Indonesia. Kisah ini dibuka dengan penyerangan vampir di Paris yang melakukan balas dendam kepada manusia. Noé Archiviste dari hutan Averoigne sedang mencari buku Vanitas, sebuah buku terkutuk yang terdapat pada dongeng "Vampir Bulan Biru", berdasaran informasi yang ia dapat dari mantan gurunya. Seiring perjalanannya, Noé tidak sengaja bertemu dengan Vanitas, seorang manusia biasa yang mewarisi nama dan buku Vanitas setelah kejadian yang menimpa Amelia Ruth, seorang vampir yang kehilangan kendali, di kapal yang ditumpangi Noé menuju Paris.

Secara garis besar, Memoir of Vanitas menceritakan tentang perjalanan Noé dan Vanitas untuk memulihkan vampir yang nama sejatinya diambil oleh seseorang sehingga berubah menjadi "Malnomen" yang menyebabkan mereka tidak bisa mengendalikan diri untuk mengisap darah. Mereka disebut juga pemikul kutukan. Banyak kejadian tidak terduga menyertai perjalanan mereka yang kebanyakan berkaitan dengan para vampir, baik pemikul kutukan maupun bukan.

Untuk ilustrasi tidak perlu ditanya. Bagi yang sudah membaca Pandora Hearts akan melihat peningkatan kualitas gambar dari sebelumnya dan bagi yang belum membacanya ... siap-siap tertegun melihat penggambaran yang detail dari karakter dan arsitektur di dalamnya. Interaksi antar tokoh dan penggambaran suasana mendukung perkembangan cerita lebih lanjut. Aspek komedi juga disertakan yang membuat pembaca menjadi lebih terhibur.


“Bagaimana masa lalu Noé?’
“Siapa yang mengambil nama sejati para vampir?”
“Mengapa Vanitas menyandang nama ‘Vanitas’ dan memiliki buku Vanitas?”

Masih banyak tanda tanya yang belum terjawab pada kisah yang baru dimulai ini.

Jika kalian menyukai Pandora Hearts atau cerita bertemakan vampir yang tidak terlalu berat, komik ini sesuai dengan selera kalian dan tidak perlu bertanya-tanya lagi ... segeralah beli di toko buku terdekat untuk mengikuti kisah perjalanan mereka.
« Last Edit: April 16, 2018, 01:21:31 pm by Dark_Weebs » Logged

rena2en
LX - Junior
**

Reputation: 22
Offline Offline

Posts: 206


Escaping from "rotten soul" ^^;;


Awards
« Reply #3 on: April 17, 2018, 10:01:45 pm »

"Sambungan dunia ini telah bergeser"
"Betapa malangnya aku "
"Yang terlahir untuk memperbaikinya"

-'Hamlet' oleh Shakespeare-


Takigawa Yoshino menghadapi hari-hari biasanya dengan hampa setelah sahabatnya, Mahiro Fuwa menghilang akibat insiden yang menewaskan orangtua Mahiro dan adiknya.
Namun hari itu berubah ketika Yoshino bertemu dengan seorang wanita yang mencari Mahiro dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengertinya.
Dalam fenomena aneh saat ratusan kupu-kupu ekor layang memenuhi langit kota dan timbullah kekacauan serta manusia dan makhluk hidup berubah menjadi keras seperti logam,  disaat itulah Yoshino bertemu kembali dengan Mahiro yang memiliki sorot mata berbeda.
Dan siapa sangka dalam pertemuannya tersebut Yoshino akan terseret ke dalam pusaran badai dimana nasib dunia berada dalam kehancuran akibat kebangkitan pohon Zetsuen

Dari nama aslinya Zetsuen no Tempest, cerita yang dikarang oleh Kyo Shirodaira ini diilustrasikan menjadi komik oleh Ren Saizaki dibantu dengan Arihide Sano menjadi bentuk komik yang telah diterbitkan tamat sebanyak 10 jilid.
 Saat ini baru diterbitkan sebanyak 4 volume di Indonesia. Blast of Tempest juga mendapatkan adaptasi anime sebanyak 24 episode yang melingkupi seluruh cerita dari komiknya.

Meski pengenalan situasi awalnya diceritakan lumayan cepat dan tiba-tiba, namun dalam perkembangan cerita kedepannya konsep dan alur cerita akan dijelaskan lebih jelas dan luas serta konflik-konflik awalnya yang terkesan membingungkan akan saling terhubung dan membuat cerita ini menjadi kompleks.
Komik ini juga memberatkan karya Shakespeare yaitu drama “Hamlet” dan “The Tempest” dalam tema ceritanya sehingga lebih kaya unsur dengan kutipan-kutipan yang diambil dari karyanya.
Lebih banyak pertarungan strategi dan mental dibanding pertarungan aksi menggunakan sihir sehingga tidak dibuat bosan oleh adegan pertarungan.
Karakternya digambarkan dengan baik dan juga konflik drama diantara karakternya membuat komik ini semakin menarik diikuti

 



"Memoir of Vanitas"


Kisah perjumpaanku dengan Vanitas
Bagaimana kami berjalan bersama
Mendapat dan kehilangan banyak hal
Kemudian di akhir perjalanan itu...

Aku akan membunuhnya dengan kedua tanganku ini
===

   Adalah Noé Archiviste, seorang vampir yang datang ke kota Paris atas saran gurunya untuk menemukan sebuah buku dalam kisah dongeng yang dikatakan memiliki kemampuan mengerikan yang dapat mengancam keberadaan vampir bernama Grimoire Vanitas
Noé pun menemukannya, beserta pengguna buku tersebut yang juga memiliki nama Vanitas.
Melihat keajaiban yang diciptakan oleh buku itu dan tertarik dengan kenyataan bahwa pengguna buku terkutuk itu ialah seorang manusia,
Noé pun mengikuti perjalanan Vanitas yang akan membawanya bertemu banyak hal

Dari pengarang komik mahakarya Pandora Hearts, Jun Mochizuki sebagai penulis dongeng indah terkutuk dan lukisannya yang membawa imajinasi terliar dan terindah, membuat karya barunya yaitu Vanitas no Carte atau Memoir of Vanitas.
Komik ini baru diterbitkan sebanyak 4 volume di Jepang sana dan telah diterbitakan 2 volume di Indonesia.
Membawakan tema steampunk atau peradaban teknologi mesin uap dan dongeng Eropa yaitu vampir, Jun Mochizuki siap untuk membuat para pembacanya terkesima dengan karya barunya

Jun Mochizuki tidak hanya membuat sebuah cerita, namun ia membuat sebuah panggung megah dan memainkan jari jemarinya menggerakkan para karakter yang rupawan dan eksentrik dalam alur cerita yang dinamis.
Ia tidak membuat sebuah premis cerita yang secara cepat menarik perhatianmu. Tapi dari goresan indah dari komiknya, kau akan terhanyut dan larut dalam kecantikan dan ke-eleganan-nya.
Namun bersiaplah bahwa dongeng yang ia ciptakan tidak hanya akan memainkan benang-benang nasib karakter ciptaannya saja namun juga memainkan perasaan dan pikiranmu ke dalam alur cerita yang tidak mudah ditebak, gambar nan indah namun menyimpan sejuta kegilaan dan imajinasi liar yang akan temukan jika membaca komik ciptannya  Shocked



« Last Edit: April 18, 2018, 01:41:13 am by rena2en » Logged


I'm Despairly In Love with dead characters ngoceh
kokuo sama
LX - Senior
****

Reputation: 36
Offline Offline

Posts: 823


araa !!! destroy de' world


WWW Awards
« Reply #4 on: April 18, 2018, 01:53:29 am »


Blash of Tempest

"Suatu hari, Putri Penyihir dimasukkan ke dalam tong dan diasingkan ke sebuah pulau."
"Suatu hari, seorang anak Perempuan terbunuh, walau pun waktu berlalu tanpa pelakunya tertangkap."
"Dan suatu hari, dimulailah pertarungan melampaui ruang dan waktu seputar balas dendam dan sihir."


Setelah sebulan menghilang, Mahiro Fuwa kembali ke rumahnya bersama dengan "masalah." Mulai dari Fraulien Yamamoto, Perempuan pengangguran yang mengejar Mahiro, Penyakit Kurogane yang membuat semua makhluk hidup yang terpapar berubah menjadi logam, boneka kayu yang menghubungkan Mahiro dengan Hakaze Kusaribe, Pemimpin Klan Penyihir, Kusaribe, yang "ditendang" dari Klannya, lalu hal yang paling utama dan menjadi sumber dari semua masalah itu, sihir.

Sekembalinya Mahiro tak lepas dari kesepakatan antara dirinya dan Hakaze, di mana Hakaze meminta Mahiro menghentikan rencana Simon Kusaribe membangkitkan Pohon Zetsuen dengan imbalan, Hakaze akan mencarikan siapa pembunuh Adik Perempuan Mahiro, Aika Fuwa. Yoshino Takigawa, sahabat Mahiro, memutuskan untuk menemani Mahiro setelah Mahiro mendapat petunjuk bahwa pembunuh Aika adalah salah seorang dari Klan Kusaribe.

Namun, perjalanan mereka tidaklah mulus. Hakaze yang selama ini berkomunikasj dengan Mahiro dan Yoshino melalui Boneka Kayu, ternyata telah tewas 2 tahun yang lalu. Bukan hanya itu saja, pelaku pembunuhan yang dicari-cari oleh Mahiro ternyata tidak ada di Klan Kusaribe yang membuat mereka berasumsi bahwa kematian Aika merupakan kesengajaan yang diatur sedemikian rupa, demi menyelamatkan Hakaze yang terkurung oleh penjara waktu.

Tamat dalam 10 volume membuat judul yang satu ini pantas dikoleksi terutama oleh mereka yang tidak suka seri yang panjang. Animenya tamat dalam 24 episode yang tayang pada musing gugur tahun 2012 lalu. Penulis ceritanya, Kyo Shirodaira Sensei yang juga menjadi penulis pada komik Spiral - The Bond of Reason yang telah diterbitkan oleh Elexmedia sebanyak 15 volume, membuat Blash of Tempest ini makin wajib dikoleksi karena psikologikalnya yang sudah terjamin bagus.
Logged

Kuylah Baca Ceritaku #NDsWattpad #NDsStory >,<
https://www.wattpad.com/user/Endy_UKilled

Image Hosting bermasalah, menyebabkan gambar jadi tak kasat mata

Mau baca Ripiu Abal-abal? Cek #NDsReview #NDsCollectionn di IG aku~
https://www.instagram.com/Endy_UKilled/

Difollow yak //plak
sano
tukang baca
LX - Kidz
LX - Evangelis
*

Reputation: 28
Offline Offline

Posts: 2.825


bleh


WWW Awards
« Reply #5 on: April 18, 2018, 05:56:50 am »

POLISI ELITE. Apa itu? Kayaknya keren, ya? KENGO AKECHI adalah salah satunya. Alumni Fakultas Hukum Universitas Tokyo, diterima di Kepolisian Pusat saat masih kuliah kemudian dikirim ke Los Angeles untuk pengembangan karirnya. Setelah kembali ke Jepang, ia langsung menjadi Inspektur pada umur 26 tahun. Karir yang melejit dtambah sifatnya yang terkesan suka pamer, sukses membuat banyak orang sebal padanya.

Pembaca serial Kindaichi pasti kenal sama inspektur sombong yang memang serba bisa ini. The Akechi Files merupakan kumpulan kasus yang dihadapi Akechi  sekembalinya  ia ke Kepolisian Jepang dari Los Angeles (sebelum Inspektur Akechi berkenalan dengan Kindaichi), juga bermacam konflik dan intrik yang timbul di sekitarnya. Termasuk interaksi Akechi dengan bawahan dan rekan-rekan satu divisinya yang menjadi bumbu cerita.

Kengo Akechi di sini agak berbeda dengan Inspektur Akechi di serial Kindaichi, dia lebih santai dan bebas. Gaya gambar komik yang ditangani oleh Yuki Sato ini juga lebih lembut dibanding serial Kindaichi-nya Fumiya Sato yang tegas, walau tetap ada beberapa penggambaran korban yang cukup tragis. Tidak ada salahnya mengikuti judul ini, hitung-hitung penyegaran. Apalagi jika memang menyukai Inspektur Akechi, jadi bisa melihat sisi lainnya.

Penyuka cerita detektif yang tidak mengikuti Kindaichi, boleh dicoba judul ini karena tidak berhubungan langsung dan tidak perlu mengerti cerita Kindaichi. Pemecahan kasus-kasus Akechi cukup menantang walau mungkin agak diulur-ulur, dengan penggambaran yang cukup rapi dan detail.
Logged

Love yourself
Love your life
Love this world, where you live
Don't ruin what you love
ruth_shiela
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 151


Shinjitsuwa Itsumo Hitotsu!


Awards
« Reply #6 on: April 18, 2018, 08:07:47 am »

Pembunuh misterius membantai keluarga Fuwa dan hanya menyisakan seorang anak laki-laki di keluarga itu. Satu tahun kemudian, pelaku kasus ini masih juga belum ditemukan. Mahiro, anak laki-laki keluarga tersebut, berusaha terus menyelidiki kasus ini. Namun suatu hari Mahiro menghilang dan tidak diketahui kabarnya. Ini membuat panik sahabatnya, Yoshino. Ia berusaha mencarinya namun tidak berhasil.

Suatu hari, saat sedang mengunjungi makam keluarga Fuwa, Yoshino diserang sosok wanita misterius. Di saat inilah Mahiro muncul menyelamatkan Yoshino. Tentu saja Yoshino kaget dengan kemunculan Mahiro yang sudah lama menghilang. Terlebih lagi, Mahiro sekarang memiliki kemampuan sihir. Apa yang terjadi pada Mahiro selama ia menghilang? Ternyata saat menghilang itu, Mahiro menemukan sebuah botol berisi pesan dari gadis bernama Hakaze. Hakaze adalah penyihir dari klan Kusaribe, klan yang diklaim sebagai penyihir terkuat sekaligus pelindung Pohon Permulaan. Pohon Permulaan merupakan sumber segala kehidupan yang ada di bumi. Namun penyihir jahat bernama Samon berusaha menguasai klan Kusaribe dan menghancurkan Pohon Permulaan dan memberi kehidupan pada Pohon Zetsuen.

Pohon Zetsuen memiliki sifat menghancurkan segala yang ada. Samon beserta anak buahnya berusaha menyebarkan benih Pohon Zetsuen ke berbagai penjuru bumi. Samon yang menganggap Hakaze sebagai penghalang berusaha menyingkirkannya dengan menghilangkan kekuatan sihir Hakaze dan mengasingkannya. Hakaze lalu meminta bantuan Mahiro untuk menghentikan niat jahat Samon. Mahiro setuju asalkan Hakaze juga membantunya menemukan pembunuh yang telah membunuh keluarganya. Kesepakatan terjalin, maka dimulailah sebuah petualangan untuk menyelamatkan bumi.

Tidak dapat dipungkiri, meskipun alur ceritanya menarik, namun komik bergenre fantasi misteri ini bukanlah komik yang bisa membuatmu langsung ‘klik’ begitu membacanya. Butuh konsentrasi untuk bisa memahami dialog dan alur ceritanya, ditambah lagi beberapa karakter cukup sering mengucapkan puisi-puisi yang diambil dari karya William Shakespeare. Namun begitu sudah terbiasa, kalian akan menyukainya. Apalagi karakter-karakternya digambar begitu rupawan. Komik dengan total 10 volume ini juga telah dibuat menjadi 24 episode anime.
Logged

Life is beautiful...
yskasim
LX - Noob
*

Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 57



Awards
« Reply #7 on: April 18, 2018, 10:10:45 am »

Dari kreator Pandora Hearts, hadirlah kisah mengenai vampir di abad ke-19…


Alkisah ada sebuah dongeng yang menceritakan bahwa pada jaman dahulu, ada vampir bernama Vanitas yang dibenci oleh vampir-vampir lain karena perbedaan yang dimilikinya. Para vampir biasanya lahir di malam purnama merah, namun Vanitas lahir di malam purnama biru. Malam purnama biru dipercaya sebagai simbol bencana. Ia pun lalu dikucilkan dan diusir dari desanya.  Vanitas pun bertekad membalas dendam kepada semua vampir yang lahir di malam purnama merah. Ia lalu menciptakan sebuah buku yang mampu memberikan kutukan bagi para vampir.

Seorang vampir bernama Noe berusaha mencari tahu kebenaran mengenai dongeng ini serta keberadaan buku Vanitas yang menurut rumor berada di Paris. Dalam perjalanan menuju Paris, ia bertemu seorang wanita bernama Amelia yang ternyata juga merupakan vampir. Namun mendadak Amelia bertingkah aneh dan menunjukkan mata merahnya. Tidak lama, Vanitas muncul dan berusaha membawa Amelia. Namun Noe menolak menyerahkannya. Amelia yang kemudian berhasil menghisap sedikit darah Noe, menjadi hilang kendali dan berusaha menyerang Noe. Di saat inilah Vanitas muncul kembali dan mengeluarkan buku Vanitas. Dengan buku itu, Vanitas berhasil menyembuhkan kondisi Amelia. Vanitas lalu menceritakan pada Noe bahwa buku ini mampu menghilangkan keinginan vampir untuk menghisap darah. Vanitas lalu mengajak Noe untuk bergabung dan menyelamatkan eksistensi para vampir.

Dibandingkan Pandora Hearts, karya Jun Mochizuki yang satu ini mungkin banyak yang belum mendengarnya. Namun percayalah, begitu membacanya, kalian akan tersedot ke dalamnya. Pengarangnya mampu memberikan detail yang menarik mengenai kehidupan abad ke-19. Untuk gambar, rasanya tidak perlu diragukan lagi hasil goresan tangan Mochizuki-sensei. Adegan aksinya pun disajikan dengan memukau. Saat ini di Jepang, komiknya masih terus berlanjut dan sudah memiliki 4 volume yang telah dirilis. Jika kalian menginginkan komik shonen bertema vampir dengan art yang memukau, ini adalah bacaan yang cocok menjadi koleksimu.
« Last Edit: April 18, 2018, 10:17:10 am by yskasim » Logged
raven
(r)avengers
Moderator
LX - Frenzy
*****

Reputation: 120
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 7.500



WWW Awards
« Reply #8 on: April 18, 2018, 12:18:30 pm »

Sesi Vote dan Komentar resmi dibuka selama 2 minggu, silakan memilih!


Sesi Review yang sedang berlangsung bisa dilihat di sini
« Last Edit: April 18, 2018, 12:27:30 pm by raven » Logged

weisswald
LX - Senior
****

Reputation: 87
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1.007


Fino Alla Fine


Awards
« Reply #9 on: May 02, 2018, 11:06:38 am »

Untuk The Akechi Files pilihan saya buat Ever, karena terasa lebih lengkap dan menarik.

Untuk Memoir of Vanitas, ketiga review menyebut tentang Pandora hearts. Dua menyebutkan di awal, satu di tengah. Saya lebih suka penyebutan karya-karya sebelumnya bukan di awal karena IMO menimbulkan bias. Dari isi ketiganya bagus, tapi pilihan saya buat Dark_Weebs karena lebih membuat saya penasaran tentang ceritanya.
Logged

Truth becomes fiction when the fiction's true;
Real becomes not-real where the unreal's real.
Pages: [1] 2  All   Go Up
Print
Jump to: