Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.124 Posts in 16.724 Topics- by 41.580 Members - Latest Member: oraha
Poll
Question:
Yang manakah review Ana no Mujina pilihanmu?  (Voting closed: August 15, 2018, 12:12:01 pm)
Sneakpeekcro - 0 (0%)
rena2en - 1 (10%)
bleach77 - 9 (90%)
Total Voters: 10

Question:
Yang manakah review The Royal Tutor pilihanmu?  (Voting closed: August 15, 2018, 12:13:51 pm)
Chandra Prameswari - 2 (20%)
sano - 5 (50%)
tanukischarm - 3 (30%)
Total Voters: 10

Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [Vote Your Winner] Sesi XII (1-15 Agt 2018)  (Read 888 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
raven
(r)avengers
Moderator
LX - Frenzy
*****

Reputation: 119
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 7.477



WWW Awards
« on: July 18, 2018, 11:24:44 am »


.


Berikut adalah judul-judul yang dapat diulas untuk mengikuti sesi ini:

Ana no Mujina


The Royal Tutor


Battle Game in 5 Seconds (1-5)




Supaya tidak membingungkan, ganti subject post dengan judul buku yang diulas dan pakai teks berwarna untuk membedakan dengan judul lain.

- Ana no Mujina: biru
Code:
[color=blue]...teks reviewmu...[/color]

- The Royal Tutor: hijau
Code:
[color=green]...teks reviewmu...[/color]

- Battle Game in 5 Seconds: marun
Code:
[color=maroon]...teks reviewmu...[/color]

Review diterima paling lambat dua minggu dari sekarang, Rabu, 1 Agustus 2018, pukul 12 siang WIB. Setelah itu, sesi vote dan komentar akan dibuka selama dua minggu :D

Baru pertama kali ikutan? Jangan lupa cek peraturan di sini.



.
« Last Edit: August 01, 2018, 12:09:10 pm by raven » Logged

Chandra Prameswari
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 3


Awards
« Reply #1 on: July 31, 2018, 05:16:22 pm »

The Royal Tutor sesungguhnya merupakan sebuah karya dengan pesan moral sederhana, namun dibawa dengan gaya khas Higasa Akai yang penuh kelakar nan menggelitik, sehingga menarik untuk disimak. Secara keseluruhan cerita berpusat pada sang tutor kerajaan, Haine Wittgenstein, dalam mengemban tugasnya untuk ‘membenahi’ keempat pangeran hingga mereka pantas untuk mewarisi titel sang ayah, sebagai raja.

Permasalahan yang dimiliki para pangeran untuk berkembang masing-masing berbeda karena karakteristik dan sifat yang saling bertolak belakang satu sama lainnya. Seperti Leonhard, si tsundere dengan fobianya kepada guru. Kai, si pendiam dengan kelemahannya dalam berkomunikasi. Bruno, yang kompetitif dan sangat mengapresiasi orang-orang cerdas, serta Licht si bungsu dengan tendensi ladykiller yang menonjol.

Pada komik ini, karakter Haine ditampilkan sebagai sosok cemerlang nan bijaksana yang memiliki satu kelemahan, yakni bertubuh pendek, sehingga ia sering dianggap dan diperlakukan sebagai anak-anak oleh orang sekitarnya. Kelakar pada komik ini sebagian besar berasal dari kondisi Haine yang demikian, terutama ketika Higasa Akai mulai menggambarnya dalam mode chibi. Namun, di luar segala keunikan dan kelucuannya, Haine juga memiliki potret sosok guru yang ideal. Cara-cara dan proses Haine dalam menarik hati para pangeran untuk mengikuti kelasnya sangat menyenangkan. Keempat pangeran yang awal mula menolak eksistensi Haine pun lambat laun mulai menunjukkan rasa hormatnya karena kecakapan Haine dalam membantu mereka untuk berkembang, tidak seperti tutor-tutor mereka sebelumnya. Sehingga tidak hanya menyajikan hiburan semata, komik ini juga memotivasi dan memberikan pelajaran moral kepada pembacanya untuk berusaha menjadi manusia yang lebih baik, seperti para pangeran dan prosesnya dalam memperebutkan tahta.

Di luar konteks isi, daya tarik komik juga dapat terlihat dari gaya gambarnya yang sangat detail dan memanjakan mata. Background bernuansa art nouveau menyesuaikan dengan setting kerajaan dalam komik tersebut. Hal ini menjadikan The Royal Tutor layak koleksi apabila pembaca menyukai cerita ringan sarat moral dengan gaya gambar khas shoujo manga yang cantik.


Post AutoMerge: July 31, 2018, 08:09:55 pm
Penggemar Real Account, Kami-sama no Iu Toori, dan Friends Game, mungkin tidak asing lagi dengan karakteristik komik bertema survival game. Battle Game in 5 Seconds menyajikan cerita tentang seorang anak SMA, Shiroyanagi Akira, yang diculik oleh suatu organisasi misterius dan dipaksa untuk bermain ‘game’ bersama partisipan lain sebagai objek eksperimen dengan motif yang masih belum jelas.

Tokoh Akira digambarkan sebagai karakter cerdas yang menyukai konpeito (permen tradisional jepang), dan memiliki obsesi tinggi terhadap game. Obsesinya membuat Akira menjadi penyendiri, dan cenderung merasa bosan dengan kehidupan yang dijalani sehari-hari. Volume satu komik memperlihatkan kita akan pola pikir Akira yang selalu mengaitkan permasalahannya seperti sebuah game, tidak peduli meskipun nyawa menjadi taruhan. Karena selama Akira merasa tertantang, ia akan mengikuti permainan.

Unsur kekerasan merupakan hal yang tidak terelakkan dari komik ini. Tema hardcore namun dibalut dengan gaya gambar moe membuat Akira terlihat seperti seorang anak SD yang dikirim ke medan perang. Sejauh proses, belum ada poin dominan yang membuat komik ini terlihat mencolok dibanding komik lain dengan tema serupa. Kecuali satu fakta, bahwa masing-masing partisipan diberi kekuatan khusus yang sifatnya berbeda antara satu sama lain, yang mana kekuatan tersebut merupakan modal utama mereka dalam mengikuti permainan. Sementara itu, Akira memperoleh kekuatan yang tidak biasa dan tricky untuk digunakan, sehingga sangat menarik untuk disimak ketika Akira ingin mengeksploitasi kekuatannya.

Untuk plotting, belum banyak penjelasan yang ditunjukkan pada volume awal komik, selain pernyataan bahwa partisipan game yang diculik telah dianggap mati di dunia luar, dan wajib mengikuti game sesuai prosedur serta tidak boleh melawan, atau membuat Mion, sang moderator, kesal kalau mereka masih ingin bertahan hidup. Untuk pembaca yang baru pertama kali mencoba komik dengan tema survival game dan menyukai komik dengan tokoh utama yang mengandalkan otak, mungkin akan tertarik untuk mencoba.
« Last Edit: July 31, 2018, 09:03:10 pm by Chandra Prameswari » Logged
Sneakpeekcro
LX - Babes


Reputation: 0
Offline Offline

Posts: 6


Awards
« Reply #2 on: August 01, 2018, 03:31:46 am »

Ana no Mujina adalah sebuah manga yang awalnya merupakan sebuah one shot yang pernah diterbitkan pada tahun 2013 di Shounen Jump. Kemudian pada tahun 2014, Shounen Jump+ menerbitkan chapter 1 dari judul tersebut. Manga ini bergenre aksi, drama, school-life, shounen dan supranatural.

Karakter utama dalam manga ini adalah Sataki Tadashi seorang anak laki-laki yang merupakan penipu yang memiliki kekuatan karena Mujina memberikan "kutukan" padanya. Karena kutukannya, dia sekarang tidak bisa hidup jujur.

Karakter lain dalam manga ini ada Detektif Kamitsuki, yang selalu mencari Tadashi sejak dia menjadi penipu dan akan melakukan apa saja untuk menangkapnya. Tadashi selalu berhasil melarikan diri dari kejarannya.

SAYA MEREKOMENDASIKAN MANGA INI, karena di manga ini kalian bisa menemukan tokoh protagonis yang sebenarnya juga seorang antagonis.
Logged
rena2en
LX - Junior
**

Reputation: 22
Offline Offline

Posts: 200


Escaping from "rotten soul" ^^;;


Awards
« Reply #3 on: August 01, 2018, 07:27:29 am »


Namaku adalah Satake Tadashi
Impianku adalah menjalani hidup damai dan jujur
Namun kenyataan tak selalu sesuai dengan keinginan
Karena aku dikutuk menjadi seorang penipu

10 tahun yang lalu di sebuah panti asuhan, seorang bocah laki-laki bernama Satake Tadashi menemukan seekor hewan yang terluka.
Tanpa diduga, hewan itu ternyata bisa bicara dan mengaku bahwa dirinya ialah Mujina, yaitu siluman yang suka memperdaya manusia.
Menjelang kematiannya, Mujina itu memberikan sebuah kekuatan kepada Satake yaitu kecerdasan untuk menipu.
Satake yang tidak ingin menjadi seorang penipu, harus merasakan perasaan tersiksa ketika menahan dirinya untuk tidak menipu orang lain.
Satake pun memilih jalan lain, yaitu ia hanya akan menipu orang jahat demi menolong orang lain.

Ana no Mujina karangan Yoichi Amano diterbitkan sebanyak 4 volume dengan status hiatus.
Salah satu karya lainnya dari Yoichi Amano yaitu komik Stealth Symphony sebagai penggambar komik dan Narita Ryougo sang pembuat cerita.

Komik Ana no Mujina ini sedikit mengingatkan saya dengan Kurosaki dari komik Black Swindler.
Komik ini sangat mudah diikuti karena ceritanya lebih fokus dalam penyelesain satu kasus per episode.
Cara menipu yang digunakan sangat rasional yaitu dengan menggunakan hukum sains dan psikologi mental.
Gambar komiknya sangat bagus dengan gaya komik shounen.
Meski dengan status komik yang tidak diketahui kapan akan dilanjutkan kembali,
komik ini sangat menarik untuk diikuti karena tidak hanya seru tapi juga memberikan sensasi menegangkan ketika membacanya
Logged


I'm Despairly In Love with dead characters ngoceh
bleach77
LX - Noob
*

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 68



Awards
« Reply #4 on: August 01, 2018, 08:08:10 am »

“Tidak peduli seberapa kuat aku berusaha untuk jujur, pikiranku mulai kelaparan dan aku tidak dapat hidup tanpa menipu orang lain…”

Yoichi Amano yang merupakan kreator komik Ana no Mujina mengusung tema tentang penipu dalam karyanya ini. Awalnya cerita ini hanya dirilis satu chapter saja di majalah Weekly Shonen Jump pada Agustus 2013. Mendapat sambutan yang baik, cerita ini kemudian diserialisasikan di Shonen Jump+ pada Desember 2014. Sejauh ini sudah 4 volume yang diterbitkan di Jepang, namun sayangnya saat ini sedang mengalami hiatus.  Apa yang menjadi daya tarik dari komik ini? Kita intip yuk.

Sataki Tadashi adalah remaja SMA berusia 16 tahun yang bercita-cita memiliki kehidupan biasa layaknya remaja seusianya dan bisa bersikap jujur tanpa membohongi orang lain. Sayangnya impian tersebut harus dibuang jauh-jauh ketika saat berusia 6 tahun, ia menemukan binatang aneh yang disebut Mujina. Dalam dongeng Jepang, Mujina dikenal sebagai siluman yang sering menipu manusia. Dalam pembicaraannya dengan Sataki, Mujina mengatakan bahwa ia masih memiliki cita-cita menipu banyak orang. Merasa Sataki adalah orang yang tepat untuk menjalankan misinya, roh Mujina pun masuk ke dalam tubuh Sataki. Sejak itu Sataki memiliki kemampuan menipu orang. Namun Sataki memilih untuk menggunakan kemampuannya ini demi kebenaran. Dibantu Mami sang hacker jenius, Kuon sang informan yang ‘menyamar’ menjadi anjing, dan Asahina Ryoko yang merupakan teman sekelasnya, Sataki pun menjalankan misinya menjadi penipu penegak keadilan bagi para klien yang meminta bantuannya.

Komik ini memberikan sentuhan yang fresh terhadap genre shonen pada umumnya. Jika biasanya tokoh utama memiliki kemampuan yang hebat, disini kita akan melihat tokoh utamanya hanya mengandalkan otaknya sebagai senjata. Mirip cerita detektif namun dengan eksekusi berbeda. Di setiap akhir kasus pun selalu ada penjelasan mengenai trik yang dipakai Sataki. Tokoh utamanya yang seolah memiliki dua kepribadian membuat ceritanya makin menarik. Ini adalah komik yang recommended dan sayang untuk dilewatkan.
Logged

Go for your Dream
sano
tukang baca
LX - Kidz
LX - Evangelis
*

Reputation: 28
Offline Offline

Posts: 2.823


bleh


WWW Awards
« Reply #5 on: August 01, 2018, 08:20:05 am »

The Royal Tutor, atau guru bangsawan, adalah guru privat eksklusif untuk mendidik seorang pangeran, sebuah pekerjaan yang hanya diberikan pada guru terunggul yang dipilih dari penjuru negeri.

Heine Wittgenstein diminta oleh Raja Kerajaan Glanzreich untuk menjadi tutor bagi empat dari lima pangeran Glanzreich, selain si sulung putra mahkota. Raja meminta Heine menyiapkan para pangeran sebagai calon raja, berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada putra mahkota. Awalnya para pangeran menolak guru privat, setiap guru yang datang sebelumnya tidak pernah bertahan. Akhirnya Pak Guru Heine bisa mendapatkan kepercayaan mereka semua.

Empat pangeran tampan? Sepertinya cerita yang menjanjikan. Keempat pangeran ternyata mempunyai kepribadian unik yang membuatnya tambah menarik. Pangeran Kai yang bertampang galak tapi ternyata sangat santai dan polos. Pangeran Bruno si super pintar. Pangeran Leonhard si tukang kabur yang tidak suka belajar. Pangeran Licht yang paling santai dan seenaknya. Ditambah Pak Guru Heine yang terlihat imut –bahkan sering dikira anak-anak– tapi  sebenarnya lebih hebat dari guru privat manapun.

Penyuka cerita tentang bangsawan atau kerajaan harus punya judul ini. Cerita yang ramai, dengan gambar yang cukup ‘tidak terlalu penuh dan rumit’ tapi sesuai dengan suasana cerita –dari gambar berkilauan yang ceria dan glamor, selipan beberapa keimutan, hingga beberapa panel yang lebih kelam. Jalan ceritanya jelas menarik, bagaimana kehidupan Pak Guru Heine bersama murid-muridnya di dalam lingkungan istana, dengan segala keunikan yang sepertinya bakal heboh. Selain itu, cerita latar belakang Pak Guru yang masih misterius, atau Sang Raja dan Putra Mahkota, patut ditunggu dan tentunya akan menambah daya tarik cerita ini.
Logged

Love yourself
Love your life
Love this world, where you live
Don't ruin what you love
tanukischarm
LX - Junior
**

Reputation: 18
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 238


Someone who prefers cats than boyfriend


Awards
« Reply #6 on: August 01, 2018, 09:16:49 am »

Figur seorang guru umumnya memiliki perawakan yang tegas dan dewasa. Tapi kali ini adalah pria berukuran mini yang sangat imut seperti anak-anak. Heine Wittgenstein, namanya. Mendapat undangan terhormat untuk mendidik keempat pangeran sebagai kandidat pemimpin kerajaan. Akankah ia mampu menjalankan tugasnya?

Disajikan dengan premise yang menarik dan sederhana. Dan sudah diadaptasi menjadi anime.
Komik ini siap menghibur kamu!

Mindset kebanyakan orang berpikir bahwa pangeran identik dengan sisi gentleman. Tapi sayangnya pesona yang terpancar indah disini hanya sebatas fatamorgana. Masing-masing pangeran memiliki kepribadian yang unik bin merepotkan; Leonhard si keras kepala, Licht si tukang santai, Bruno si pintar, dan Kai si pendiam.

Pertemuan awal Heine dengan keempat pangeran tidak berjalan mulus melainkan ditolak mentah-mentah. Walau tertulis “guru” di permukaannya, sepertinya lebih tepat kalau Heine dipekerjakan sebagai seorang babysitter untuk mengasuh anak orang yang sedang ditinggal pergi.

Di volume pertama masih bersifat pemanasan. Tapi Heine sudah langsung terjun ke medan tempur dan melaksanakan tugasnya. Langkah pertama yang diambil adalah melakukan interview untuk mengenal lebih baik karakter para pangeran. Mempertimbangkan bagaimana pengajar sebelumnya banyak yang melarikan diri karena tidak sanggup dengan perilaku mereka, interview ini jadi permulaan yang bagus. Apakah membosankan? Tidak, justru lucu karena ada ancaman konyol, debat kusir dan di waktu bersamaan jadi sesi konseling ibu-ibu. Heine secara cerdas mampu membalikkan keadaan dan tidak mudah digoyahkan dengan perangkap konyol muridnya.

Kemudian presentasi gaya humornya. Ada kesan manja lewat ornamen chibi ditambah gambadnya yang bersih, baik saat Heine merasa kesal sambil cemberut maupun interaksi terbuka yang mengundang kesalahpahaman. Selain banyaknya sisi humor, ada sedikit drama yang menemani. Dramanya seputar reaksi dan renungan terhadap permasalahan disekitar. Dan tidak berdiam saja, Heine mampu mengambil kesimpulan dan memberi jalan keluar.

Karakteristik Heine benar-benar digambarkan dengan baik. Meskipun tanpa ekspresi, tindakannya berbicara “tegas”. Memiliki dedikasi dan pendirian yang bagus.
Logged

"Even if you give up, there are some games that just won't let you lose..like life" - Uramichii Oniisan
raven
(r)avengers
Moderator
LX - Frenzy
*****

Reputation: 119
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 7.477



WWW Awards
« Reply #7 on: August 01, 2018, 12:15:55 pm »

Chandra Prameswari yang baru bergabung dengan kita telah menjadi penantang tunggal di Battle Game in 5 Seconds, siapa lagi yang akan menyusulnya?

Sesi voting dan komentar dibuka mulai dari sekarang Grin
Logged

Lee
LX - Member
***

Reputation: 77
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 736


Leadership is action, not position


WWW Awards
« Reply #8 on: August 15, 2018, 07:53:52 am »

Ijinkan saya bercuap-cuap tentang review The Royal Tutor. Karena cover-nya dan preview page-nya lumayan menggoda ditambah review seorang teman yang sudah mencicipi volume pertamanya. Ada tiga entry di PAPR dan ketiganya menarik untuk dibaca.
Selamat datang, Chandra Prameswari wave Penantang baru di PAPR yang isi review-nya menarik untuk dibaca. Secara garis besar, saya bisa tahu ke arah mana cerita ini dibawa. Pembahasan tentang isi cerita dan pendapat pribadi Chandra tercampur dengan baik.

Review tanukischarm langsung menggoda saya untuk sedikit berkomentar (lebih banyak sisi teknisnya). Kalimat pertamanya menarik tapi lanjutannya terasa mengganggu. Oh tenang, saya paham apa yang ingin disampaikan tanukischarm kalau Heine Wittgenstein memiliki penampilan yang berbeda dengan sosok guru pada umumnya. Tapi penempatan tanda baca dan pilihan katanya malah bikin mabok, hiks.. Saran saya, beberapa kalimat lanjutan itu dijalin menjadi satu kalimat saja, misalnya:
Figur seorang guru umumnya memiliki perawakan yang tegas dan dewasa tapi berbeda dengan Heine Wittgenstein. Heine memiliki postur tubuh pendek dan sangat imut seperti anak-anak. Dan dia mendapat undangan terhormat untuk mendidik keempat pangeran sebagai kandidat pemimpin kerajaan. Akankah ia mampu menjalankan tugasnya?
Tanukischarm juga agak kurang konsisten. Jika ingin memiringkan kata asing, miringkanlah semua (termasuk mindset) atau carilah padanan kata dalam Bahasa Indonesia. Selain itu, ada beberapa kalimat yang diramu dengan pilihan kata yang kurang pas sehingga saat dibaca rasanya malah membuat kening berkerut alih-alih mengangguk mantap. Ada pula kalimat yang saling bertentangan. Di awal dikatakan kanan, selanjutnya jadi kiri... atau mungkin saya yang salah menangkap maksud tanukischarm, maklum saya kan masih cetek (mon maap nich kalo salah nangkep). Juga ada beberapa kalimat yang sebenarnya bisa disatukan daripada berdiri sendiri.
Ada pula beberapa kalimat yang terasa menggantung. Kalau boleh saran, bagian ini (nah bagian ini termasuk yang bertentangan.. disini dibilang kerjaan ngasuh anak tapi kalimat selanjutnya terjun ke medan tempur.. erl...) bisa diubah menjadi:

Pertemuan awal Heine dengan keempat pangeran tidak berjalan mulus, [jelaskan dengan singkat kenapa ga berjalan mulus atau ditolaknya gimana?]. Walau tertulis “guru” di permukaannya, sepertinya lebih tepat kalau Heine dipekerjakan sebagai seorang babysitter untuk mengasuh anak orang yang sedang ditinggal pergi. Mungkin lebih enak: Walaupun berprofesi sebagai guru, pekerjaan Heine saat ini lebih mirip dengan seorang babysitter yang bertugas mengasuh anak saat ditinggal pergi orangtuanya

Lalu review sano, punya ciri khas seperti biasa.

Di sesi kali ini, saya memilih Chandra Prameswari
Logged

I may fall down but that’s not failure
Because I can just get up and run again
Because everything will make me stronger
Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to: