Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.212 Posts in 16.736 Topics- by 41.696 Members - Latest Member: vincityhn1
Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: KASANE - Daruma Matsuura  (Read 455 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
tanukischarm
LX - Junior
**

Reputation: 18
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 240


Someone who prefers cats than boyfriend


Awards
« on: July 20, 2018, 08:34:10 am »

Thread ini akhirnya dibuat setelah Ever ngode "uhuk uhuk" di thread sebelah. Saya langsung tersinggung

Review ini bertujuan untuk membuat orang tertarik agar komik bagus ini tidak dibiarkan begitu saja karena peminatnya kurang.

Telah diterbitkan sebanyak 8 volume dan bersambung.
Worth your time and money. 21+ Only.

ALERT :  CONTAIN A SPOILER



..tidak ada wanita di dunia ini yang tidak menginginkan paras yang cantik..
..sebuah kecantikan tanpa batas, dikagumi oleh banyak tatapan lautan manusia di luar sana..
“Kenapa tidak aku menjadi salah satunya?”

Pernah merasakan hidupmu berasa tidak adil? Seperti seolah-olah, ‘kenapa aku begini’ dan ‘kenapa mereka begitu’? Jawabannya, semua orang pasti pernah. Entah dalam bentuk apapun itu, ada yang salah satunya terpukul depresi sampai memutuskan untuk menghilang dari dunia ini lewat bunuh diri. Dengan mengangkat isu sosial atas perbedaan status/penampilan, komik ini mencoba menggambarkan nasib seseorang yang harus mengalami perlakuan keji dan bagaimana orang itu tumbuh di dunia yang keras tersebut.

Namanya adalah Kasane. Sepeninggal ibunya—Sukeyo, yang dikenal sebagai aktris luar biasa, Kasane bukanlah apa-apa melainkan hanya sebatas bayangan dengan muka buruknya. Serasa belum terasa cukup merasakan penderitaan, fakta ayahnya yang menolak dia lahir, relasi terdekat yang terpaksa mengurusnya, dan sampai di bully oleh teman-teman sekelas dan orang disekitarnya, emosi Kasane pun mencapai batasnya. Yang mampu mengubah garis takdirnya dan hanya satu-satunya adalah sebuah lipstik misterius warisan ibunya. All you have to do is put on, kiss it and BOOM. Take it, everything.

Konsep ini sedikit mengingatkan dengan komik Angel Lip yang pernah diterbitin m&c juga, sama-sama tentang perubahan diri seseorang menjadi brand new di dunia hiburan. Bedanya, Kasane lebih punya topik yang kompleks dimana tidak semua orang bisa baca (ya, memang khusus dewasa). Tapi ini tidak banyak adegan dewasa yang berlebihan, dan bukan YURI. Covernya memang sangat bikin salah paham karena terlalu erotis, saya bahkan waktu pertama kali lihat di gramedia (tahun 2016) itu shock karena penerbit sini mulai berani terbit genre ini dengan borderline lebih dari ecchi/dewasa

Kasane fokus kedalam nilai self-esteem. Salah satu yang terbaik dimana bisa jadi pelajaran moral dan renungan bagi semua orang terutama dalam menyikapi kasus pelanggaran HAM besangkutan. *berat sekali bahasamu, bung*

Ada sedikit fakta menarik tentang judul Kasane dan sejarahnya :
Quote
Awal era Edo di provinsi Shimousa (yang sekarang, area Chiba/Ibaraki), wanita bertampang buruk bernama Kasane dibunuh oleh suaminya. Kejadian itu menjadi sangat terkenal, kemudian di dramakan ke dalam permainan kabuki dan drama tari.

Nama Kasane muncul dari kata kerja Kasaneru yang mengandung banyak makna. Pertama, “menimpa”, digunakan dalam menjabarkan ciuman (Kuchibiru wo kasaneru, untuk menimpa bibir). Itu juga bisa berarti menimpa secara metafora sebagai persamaan. Tanin ni haha ga kasanatte miete shimau, sebagai contoh berarti, “ketika seseorang melihatku , mereka melihat ibuku.” Kasaneru juga dapat ditunjukkan sebagai pengulangan, melakukan hal lain yang sama.

Dan terakhir, kanji yang digunakan untuk menulis nama Kasane juga berarti “masalah” seperti “dia membawa masalah bagi kita”.
Source : catatan resmi penerjemah versi Kodansha Comics @ google books preview
Menarik, ya? Judulnya dipikirkan dan ngga asal pemberian nama mikir

And next, let’s dig in!
Salah satu yang paling terasa di komik ini adalah atmosfirnya. Penggambaran karakter tiap tokoh bisa diambil dari sudut pandang Kasane yang memiliki trust issues; apa dia baik? jahat? tulus membantu? siapa yang akan menusuk dibelakang? Faktor ini jelas bisa membentuk situasi jadi keruh dan twist yang bisa datang kapan saja dan dimana saja.

Ini saya filter tokoh penting yang berada di dekat Kasane :
Nina – Bukan sekedar cameo tak berdosa yang menjadi korban Kasane. Dia cantik, penuh kebanggaan dan percaya diri. Namun sayangnya terkena syndrome sleeping beauty yang membuatnya secara tiba-tiba tertidur dalam jangka panjang. Sebagai aktris itu tentu menjadi sesuatu yang fatal bagi karirnya. Dan dari situ, ada semacam trade dan simbiosis mutualisme diantara mereka. Nina itu karakter yang mengalami perubahan nasib paling besar dan dramatis.
Kingo – Kenalan alm. Ibunya. Dia adalah orang yang menuntun Kasane ke dunia hiburan dengan mudah. Memiliki aura misterius yang-seolah-ramah namun punya niat tersembunyi. Kesan jahatnya benar-benar dapat karena dia selalu menyeringai. Tapi ada banyak momen yang lucu juga ditambah perawakannya yang kaya Marmut!!
Iku – Senior dan ketua klub drama di SMP. Setelah banyak muncul tokoh antagonis, akhirnya kemunculan Iku jadi pembawa hawa segar karena dia akan jadi orang yang paling mengerti Kasane. Cantiknya itu luar dan dalam. Tapi sejauh ini, dia jarang muncul lagi.
Nogiku – Saudara perempuan Kasane dari ibu yang berbeda. Nogiku adalah korban lainnya, kasusnya juga cukup memprihatikan karena eksistensinya hanya dijadikan alat bagi ayahnya yang kurang ajar. Hal itu yang membuatnya bekerja menjadi prostitusi. Dia sudah tak punya keluarga, teman dan tempat bersinggah. Nogiku – Kasane, mereka punya hubungan yang rumit!
Amagasaki – Orang yang akan memasang telinga, hidung dan matanya untuk menyelidiki rahasia sebenarnya. Ini tokoh yang paling bikin was-was, walau perawakannya biasa aja tapi pengamatannya tajam.

Berikut beberapa teori dimana komik ini keluar dari ekspektasi saya :
Teori pertama, kukira Kasane ini hanya akan mencium dan mengambil banyak wajah dengan kemampuan aktingnya lalu layaknya penyihir menghilang tanpa jejak, dan nyatanya dia terjun sendiri kelapangan. Namun memanfaatkan wajah orang lain. Pergantian wajahnya nanti akan lebih banyak dan bekerja sama dengan Nina (tokoh utama kedua). Tapi Kasane juga nanti mulai menggunakan wajah Nogiku setelah terjadi tragedi yang menimpa Nina. Bisa dibayangkan bagaimana rumitnya rantai yang terikat di antara mereka untuk kepentingan masing-masing dan saling menghancurkan diri sendiri.
 
Teori kedua, kukira perwujudan rasa frustasi Kasane itu sebrutal-brutalnya sampai melakukan hal gilanya itu banyak. Maksudnya, kita lihat di setiap komik ada kadarnya masing-masing. Seperti ada komik ecchi yang keras dan ringan, ada yang fanservice menyebar dimana-mana dan ada juga yang muncul sedikit.

Dan di sini, Kasane tidak digambarkan sebagai karakter yang tidak berpikir dan dituntut jadi orang yang terlalu termakan emosi hanya agar tensinya menegang tapi eksekusinya nol. Karakternya bagus, serius. Tidak disangkanya Kasane itu masih punya akal sehat terhadap tindakan yang dia lakukan, but, so much anxiety. Karakter Kasane itu sukses menarik simpati para pembaca. Penulis tetap mengingatkan bahwa dia tetap korban, dia menunjukkan sisi rapuhnya, tapi juga akan melakukan apa yang perlu untuk menjatuhkan orang-orang yang memandangnya rendah dan tidak segan menghancurkan orang yang mengkhianatinya. (Backsound : Imagine Dragons – Whatever It Takes)

Pertumbuhannya terlihat bukan hanya dari diri sendiri, dia juga terpaksa harus berurusan dengan masalah orang lain yang surprisingly, saling berkaitan terhadap peristiwa yang selama ini ditutupi rapat-rapat. Para tokoh sekarang itu, ibaratnya, menjadi korban yang harus menanggung beban orang tua mereka di masa lalu. Misterinya dikupas secara perlahan dan mereka dituntut untuk melepaskan rantai yang telah mengubah takdir hidup mereka.
Singkatnya untuk perkembangan cerita, sifatnya berkembang kaya anak tikus beranak, membludak dan meroket. Masalah belum selesai ditambah masalah yang lain, tapi bagus dan tidak acak-acakan.

Teori ketiga, kukira psikologis disini bakal menyangkut pada pembunuhan dan sepenuhnya kekerasan. Alasannya, karena di awal komik ini timbul korban. Kecelakaan yang menimpa teman sekelasnya bernama Chika--dalang dari pembullyan di kelas yang sok bersikap layaknya ratu--berakhir mati dengan naas karena jatuh dari atap sekolah. Inikah karma? Dia adalah korban pertama Kasane, sejak saat itu juga wajah Kasane semakin buruk karena banyak jahitan. Porsi psikologis yang di campur dengan tragedinya nendang, emosi tiap tokohnya terlihat dari tiap pergerakan mereka. 

Teori keempat, kukira polanya bakal mendetail seperti kebanyakan komik yang benar-benar dari A to Z sampai makan banyak volume. Tapi nyatanya jatuhnya lebih realis. Halaman tiap babnya sedikit, tapi titik berhentinya bagus dimana klimaksnya bisa kasih kesan ‘kepo’ dan ketagihan lihat lanjutannya. Kronologisnya bagus, berjalan dalam 1 jalur. Pemaparan ceritanya tidak dibuat bertele-tele dimana Kasane harus mendekam lama dan melewati penderitaan dari kecil sebelum masuk ke konflik. Penulis mampu menjawab 5W + 1H secara singkat, yaitu hanya menunjukkan bagian yang penting dan perkembangan kedepannya fokus bagaimana awal menapaki kaki ke jalan yang penuh keringat, darah dan air mata.

Kalau misal Topeng Kaca menggunakan variasi teatrikal sebagai wujud seni. Penulis disini memanfaatkan pertunjukan teater sebagai media yang mewakili individu itu sendiri. Naskahnya menarik, bukan dari cerita yang acak, penggunaan dialog kata-katanya menusuk seolah-olah menggambarkan kehidupan tokohnya sebagai cerminan/pengingat; meliputi pengkhianatan, pengorbanan dan sebagainya. Bertanya-tanya dengan bakat alaminya itu, kemampuan aktingnya itu faktanya berasal dari berbagai bentuk kebencian dan obsesinya yang tidak normal, cukup serakah. Kesampingkan masalah di belakang layar, konsep aktingnya sendiri mampu ditonjolkan dimana Kasane sendiri harus berusaha keras menjiwai setiap peran yang dimainkannya. Pertunjukannya sangat membantu secara step by step untuk melihat perkembangan emosi Kasane yang stagnan. Dan saya suka karena gambarnya spot oooon! Jadi waktu tampil Kasane benar-benar kasih kesan akting yang elegan dan beracun (sampai ada yang jatuh hati, what a toxic!).

Tidak berhenti masalah akting, ada juga dilema percintaan. Seperti beberapa volume awal Kasane sempat dibutakan dengan perasaannya terhadap seorang produser sampai harus bertikai dengan Nina, hanya saja tidak berlangsung lama. Itu salah satu elemen lain yang semakin memperkuat konsep komik ini, “orang yang haus dipuji dan diberi belaian kasih sayang yang membuat orang-orang di dalamnya terperangkap, tenggelam dan tersesat”. Komik Kasane itu completely in a nutshell.

Dan setelah melalui perjalanan panjang, saya merasa Kasane pantas untuk mendapatkan kebahagiaan entah sekecil apapun itu. Dunia terlalu keras padanya sampai dia tidak mendapat hak yang seharusnya menjadi haknya. Walau firasat saya berkata lain, ada kemungkinan besar antara Happy & Bad End dimana Kasane akan berakhir seperti ibunya.

P/S : Ngga banyak, kan? Kalau dibaca pasti singkat .
Lemme see your thoughts about this one too!
Logged

"Even if you give up, there are some games that just won't let you lose..like life" - Uramichii Oniisan
CTian
LX - Junior
**

Reputation: 17
Online Online

Gender: Male
Posts: 237


Just a normal person... Who love comics so much!~


WWW Awards
« Reply #1 on: July 20, 2018, 08:40:58 am »

Mau baca... Tapi ini contain spoiler sampe volume terbaru yah? Baru baca sampe volume 2 hehehe~
Logged
tanukischarm
LX - Junior
**

Reputation: 18
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 240


Someone who prefers cats than boyfriend


Awards
« Reply #2 on: July 20, 2018, 09:04:51 am »

@CTian
Ngga sebenarnya <- digebukin
Lebih ke informasi, tapi terkadang ada yang saya singgung. Hanya saja lebih banyak sudut pandang saya.
Logged

"Even if you give up, there are some games that just won't let you lose..like life" - Uramichii Oniisan
Ever
LX - Member
***

Reputation: 96
Offline Offline

Posts: 654



Awards
« Reply #3 on: July 20, 2018, 05:14:11 pm »

......buset, pantesan 'perlu waktu untuk mempersiapkan' dulu  laugh

Keren euy bahasannya  thumb up Saya baru tahu soal etimologi nama Kasane itu, semua aspek di komik ini rasanya memang dipikirkan masak-masak ya.

Sebenarnya, saya murni 'insting' pas dulu ngambil komik ini. Hanya karena tertarik dengan premis dan desain cover-nya. Asli, covernya Kasane itu keren-keren banget, dapet banget nuansa gelap dari perpaduan warna dan siluetnya.

Ceritanya ternyata lebih keren lagi. Seperti kata tacchan di atas, 'dewasa' di sini bukan soal ero guro atau mengumbar aurat dan darah belaka. Errr... jelas banyak adegan ciuman sih (*wong plotnya begitu  ), tapi dibingkai secara fungsional alih-alih erotis. Tema tentang self-esteem dan realita dunia yang mendewakan paras rupawan (terutama dari perempuan) ditampilkan secara sangat jujur dan getir, sampai-sampai saya beneran ngilu sendiri setiap baca isi pikirannya si Kasane.

Quote
Dan di sini, Kasane tidak digambarkan sebagai karakter yang tidak berpikir dan dituntut jadi orang yang terlalu termakan emosi hanya agar tensinya menegang tapi eksekusinya nol. Karakternya bagus, serius. Tidak disangkanya Kasane itu masih punya akal sehat terhadap tindakan yang dia lakukan, but, so much anxiety. Karakter Kasane itu sukses menarik simpati para pembaca. Penulis tetap mengingatkan bahwa dia tetap korban, dia menunjukkan sisi rapuhnya, tapi juga akan melakukan apa yang perlu untuk menjatuhkan orang-orang yang memandangnya rendah dan tidak segan menghancurkan orang yang mengkhianatinya. (Backsound : Imagine Dragons – Whatever It Takes)

Whew, nice analysis. Bikin tokoh utama seperti Kasane ini susah banget; gimana caranya nunjukin dia makin jatuh ke kegelapan dan makin 'egois' dengan jalan hidupnya, tapi tetap bisa memertahankan simpati pembaca. Sejauh ini, saya juga merasa penulisnya sangat berhasil melakukan itu.

Soal tensi... saya sempat merasa agak kendor di volume-volume pertengahan, tapi langsung 'naik' lagi setelah ada kejadian penting/titik balik soal Nina. Bagusnya komik ini lagi, konflik yang sama nggak diulur-ulur terus sampai akhir zaman.
 
Quote
Kingo – Kenalan alm. Ibunya. Dia adalah orang yang menuntun Kasane ke dunia hiburan dengan mudah. Memiliki aura misterius yang-seolah-ramah namun punya niat tersembunyi. Kesan jahatnya benar-benar dapat karena dia selalu menyeringai. Tapi ada banyak momen yang lucu juga ditambah perawakannya yang kaya Marmut!!

Si Marmut  laugh Makin ke belakang saya makin suka sama tokoh ini, semoga lebih banyak lagi diceritain soal masa lalunya.

Quote
Kalau misal Topeng Kaca menggunakan variasi teatrikal sebagai wujud seni. Penulis disini memanfaatkan pertunjukan teater sebagai media yang mewakili individu itu sendiri. Naskahnya menarik, bukan dari cerita yang acak, penggunaan dialog kata-katanya menusuk seolah-olah menggambarkan kehidupan tokohnya sebagai cerminan/pengingat; meliputi pengkhianatan, pengorbanan dan sebagainya. Bertanya-tanya dengan bakat alaminya itu, kemampuan aktingnya itu faktanya berasal dari berbagai bentuk kebencian dan obsesinya yang tidak normal, cukup serakah. Kesampingkan masalah di belakang layar, konsep aktingnya sendiri mampu ditonjolkan dimana Kasane sendiri harus berusaha keras menjiwai setiap peran yang dimainkannya. Pertunjukannya sangat membantu secara step by step untuk melihat perkembangan emosi Kasane yang stagnan. Dan saya suka karena gambarnya spot oooon! Jadi waktu tampil Kasane benar-benar kasih kesan akting yang elegan dan beracun (sampai ada yang jatuh hati, what a toxic!).

Iya, keren banget aspek ini, saya selalu suka kalau ada karya fiksi yang bisa menampilkan unsur teater (atau apa pun itu yang didalami oleh karakternya) tanpa hanya jadi tempelan. Cara penulisnya mengaitkan naskah drama tertentu dengan kisah hidup karakter tertentu.... atau cara si Kasane menjiwai peran di atas panggung dengan mengaitkan sama kondisi mental dia sendiri.... whew. Saya juga suka sekali gaya dialognya, teatrikalnya benar-benar terasa. Salut juga buat tim alih bahasanya; ini jelas bukan komik yang gampang diterjemahkan.

Quote
Dan setelah melalui perjalanan panjang, saya merasa Kasane pantas untuk mendapatkan kebahagiaan entah sekecil apapun itu. Dunia terlalu keras padanya sampai dia tidak mendapat hak yang seharusnya menjadi haknya. Walau firasat saya berkata lain, ada kemungkinan besar antara Happy & Bad End dimana Kasane akan berakhir seperti ibunya.

 beerchug

Biasanya saya ndak suka 'happy ending yang tahu-tahu semua berakhir aman tentram sentosa' buat drama psikologis semacam ini, tapi jujur, saya pengen banget Kasane merasakan itu. Tinggal melihat, apakah ia akan 'melampaui batas moral' sehingga ndak mungkin lagi mendapat kebahagiaan itu....

Whew, saya mau baca ulang ah. Siapa tahu pas kelar, volume barunya sudah nongol  laugh Mungkin nanti saya tuliskan lagi kesan-kesan tentang momen/volume tertentu di sini....thanks tacchan, kamu ada rekomendasi lagi untuk drama psikologis yang sebagus ini? Unik sih, rasanya saya belum pernah menemukan judul yang mirip dengan Kasane ini (*paling tidak, dalam medium komik).
« Last Edit: July 20, 2018, 05:21:23 pm by Ever » Logged
tanukischarm
LX - Junior
**

Reputation: 18
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 240


Someone who prefers cats than boyfriend


Awards
« Reply #4 on: July 21, 2018, 03:19:54 pm »

Quote
.....buset, pantesan 'perlu waktu untuk mempersiapkan' dulu  laugh
Sebenarnya udah lama selesai tapi saya aja yang ngulur-ngulur. Yah, Ever ngode kukira udah lupa

Quote
Keren euy bahasannya  thumb up Saya baru tahu soal etimologi nama Kasane itu, semua aspek di komik ini rasanya memang dipikirkan masak-masak ya.

Terima kasih. Out of all people, pengakuan dari Ever itu buat saya terharu *majas hiperbola*
Jadi penasaran kenapa sang ibu menamainya "Kasane" padahal artinya gitu Grin

Quote
Tema tentang self-esteem dan realita dunia yang mendewakan paras rupawan (terutama dari perempuan) ditampilkan secara sangat jujur dan getir, sampai-sampai saya beneran ngilu sendiri setiap baca isi pikirannya si Kasane.

Ya, Kasane benar-benar portrait korban nyata akibat perlakuan tidak adil terhadap fisik yang dimilikinya. Reaksi saya awal baca, wah rasanya mau tinju dan melindungi dia dari Chika and the geng Munafik sekali. Contoh ini mewakili banyaknya kasus yang terjadi di sekolah, tapi masalah pembullyan disini ngga terlalu dipermasalahkan, ya? Setelah Chika mati, inner conflicts Kasane yang berkepanjangan berlanjut seperti menghantui sepanjang hidupnya.

Quote
Soal tensi... saya sempat merasa agak kendor di volume-volume pertengahan, tapi langsung 'naik' lagi setelah ada kejadian penting/titik balik soal Nina. Bagusnya komik ini lagi, konflik yang sama nggak diulur-ulur terus sampai akhir zaman.
thumb up Betul, ada kendornya. Menurut saya itu efek dari pengalihan dari satu konflik ke konflik lain. Seperti waktu Kasane menyamar sebagai Nina, dan ibunya merasa kalau dia bukan Nina yang ngga ada hubungannya sama permasalahan dia. Kelihatan ngegantung kalau mempertimbangkan gimana ceritanya dari awal benar-benar fokus sama situasi Kasane.

Quote
Si Marmut  laugh Makin ke belakang saya makin suka sama tokoh ini, semoga lebih banyak lagi diceritain soal masa lalunya.
Lah bener kan? Lihat di volume kedua, saya ngakak penulisnya iseng sketsain perbandingannya sama marmut
Awalnya kukira dia orang yang egois/sejenis villain pertama gara-gara ngedeketin Kasane begitu mencurigakan.

Quote
Salut juga buat tim alih bahasanya; ini jelas bukan komik yang gampang diterjemahkan.
Awalnya saya ragu gaya bahasanya, kadang penerjemah m&c ngga konsisten dan kurang nyaman dibaca (khusus seri yang saya ikuti) tapi ternyata bagus. Ngga mengecewakan.

Setujuu. Yah, pada dasarnya psikologis manusia bakal terguncang jika ada sesuatu yang sensitif mengingatkannya pada sesuatu. Barulah berpikir dan mengalami fase renungan. Apalagi sama sifatnya Kasane, ngga sulit buat dia yang skeptisan jadi kepikiran terus.

Quote
Tinggal melihat, apakah ia akan 'melampaui batas moral' sehingga ndak mungkin lagi mendapat kebahagiaan itu....
Pada akhirnya keputusan di tangan dia yaa. Tapi lebih bagus kalau dia akhirnya memilih tanpa bantuan lipstik mikir

News flash : kabarnya, Kasane segera tamat tahun ini (source : reddit forum). Dan kita masih stuck di 8 *menjerit*

Astaga, Ever. Udah nanya rekomendasi lagi, inboxmu aja belum kubalas Terima kasih kembali, nanti saya bahas sekalian. Azn
Logged

"Even if you give up, there are some games that just won't let you lose..like life" - Uramichii Oniisan
em_doubleyou
LX - Noob
*

Reputation: 8
Online Online

Posts: 47


Awards
« Reply #5 on: July 21, 2018, 04:50:46 pm »

Ngomong-ngomong.. apakah sudah pada tahu kalau Kasane ini dibikin film live-action yang bakal tayang di Jepang September nanti?


Gak ngerti omongannya tapi  Grin
« Last Edit: July 21, 2018, 05:03:41 pm by em_doubleyou » Logged
tanukischarm
LX - Junior
**

Reputation: 18
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 240


Someone who prefers cats than boyfriend


Awards
« Reply #6 on: July 22, 2018, 11:59:19 am »

Ngomong-ngomong.. apakah sudah pada tahu kalau Kasane ini dibikin film live-action yang bakal tayang di Jepang September nanti?


Gak ngerti omongannya tapi  Grin

Sepertinya saya ngga akan coba LA-nya
Walau saya rajin update doramanya juga, tapi terkadang kurang sreg sama akting orang jepang jujur aja. Entah ya, mungkin efek kiblat (?) atau terbiasa nonton tv seri dan film barat, perbandingannya jauh, seems stiff and little bit off.

Tapi mungkin patut dicoba, Kasane termasuk normal, ngga kaya adaptasi FMA, Naruto dan sebagainya. mikir
Logged

"Even if you give up, there are some games that just won't let you lose..like life" - Uramichii Oniisan
Ever
LX - Member
***

Reputation: 96
Offline Offline

Posts: 654



Awards
« Reply #7 on: July 24, 2018, 09:32:32 pm »

*nonton trailer*

......si Kasane-nya terlalu cantik  Harusnya make-upnya bisa lebih ekstrim daripada itu... apa mungkin hanya ngambil konsep dasarnya ya?

Saya suka lumayan banyak film Jepang, tapi kebanyakan memang tipe slice-of-life indie atau besutan sutradara maknyus seperti Hirokazu Kore-eda. Apalagi kalau sudah ngomongin eranya Kurosawa atau Ozu... Jepang di pertengahan abad ke-20 termasuk salah satu kiblat perfilman dunia juga.

Kalau adaptasi dari anime/manga, saya jarang suka.... yang saya inget lumayan itu Attack on Titan, tapi hanya nonton Part I-nya sih.

Ow ya, tacchan, kalau sudah selesai meditasi soal pertanyaan rekomendasi saya, post di thread anime aja. Siapa tahu pada tergerak juga bikin list~
Logged
jilian
LX - Noob
*

Reputation: 3
Offline Offline

Posts: 42


Awards
« Reply #8 on: July 27, 2018, 04:55:04 pm »

kok tiba-tiba seret ya ni judul padahal masi on going no 13, kalo dari cerita sih menarik dan antimainstream
Logged
Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to: