Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.361 Posts in 16.874 Topics- by 44.406 Members - Latest Member: comlamanpu1976
Pages: 1 2 3 [4]  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: terjemahan komik  (Read 19925 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.828


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #30 on: May 16, 2013, 01:52:50 pm »

@Eri Hime
Berikut ini dari editornya:

Nah ini dilema, sebab kalau diterjemahkan langsung dari bahasa Jepang, lebih kasar lagi... dan sejauh ini, kata yang dipilih ini sudah yang versi lebih halus tanpa mengubah karakterisasi yang dimaksudkan komikusnya pada komik... Kalau katanya diganti benar-benar yang lain, padahal maksud yang diinginkan komikusnya dalam penggambaran karakter memang kasar atau sedang emosi, nanti akan tidak sesuai dan berbeda arti, bisa-bisa malah mengubah konteks cerita...^^

Sedangkan kalau kata 'keroco', kata ini memang ada di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan sesuai konteks terjemahannya... Nah, sebenernya aku terbuka untuk ide apa pun... mungkin ada yang bisa memberikan contoh kata2 kasar (makian) tapi yang lebih halus tanpa mengubah pemahaman dan konteks? hehe~

« Last Edit: May 16, 2013, 01:55:06 pm by camolatte » Logged

Tsujiai Hikari
LX - Babes


Reputation: 1
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 23


Awards
« Reply #31 on: September 14, 2013, 10:50:44 pm »

Yep, editor komik cuma ada 10 orang dan kalau hanya menghitung judul yang baru diterbitkan mulai tahun 2010 saja, sudah ada 204 judul yang terbit. Berarti kira-kira per editor itu megang lebih dari 20 judul baru. Dan ini belum hitung judul-judul lama yang panjang dan sudah terbit sejak sebelum tahun 2010 seperti Naruto, One Piece, Sersan Keroro, Kekkaishi, Black Butler, Pandora Hearts, Detektif Conan, dll... atau yang memang jeda terbitnya di negara asalnya lama seperti Yotsubato, Topeng Kaca, Steel Rose, The Best Skilled Surgeon, Wild School, dan masih banyak lagi. :)

Jadi bisa-bisa setiap editor menangani 30an judul kurang lebih... Jadi kalau mau lebih teliti, beban judul yang dipegang editor harus dikurangi namun kalau dikurangi, berarti perlu menambah jumlah editor yang berarti akan menaikkan harga jual komik.

Singkat kata, jika ingin kwalitas yang sama seperti di Jepang, apakah siap membayar harga komik sama seperti di Jepang yaitu 50-70 ribu rupiah per buku? Cool
Baca posting-an ini malah memacu semangat buat makin rajin dan serius kuliah supaya bisa jadi penerjemah atau editor komik.
Sebetulnya kenapa sih bahasa yang digunakan antara Elex Media dengan M&C! beda? Misalnya kalau di M&C! penggunaan sufiks seperti '-san', 'kun', '-chan' dibiarkan begitu saja, sementara di Elex Media diterjemahkan semirip mungkin (walaupun kadang-kadang rasanya agak aneh) atau malah ada kalanya dibiarkan, seperti di V.B. Rose 5 "Ageha-chan".

Dulu kayaknya pernah ada polling mengenai terjemahan di komik Elex, aku memilih penggunaan istilah dan nama tetap dibiarkan seperti aslinya. Belakangan jadi mikir-mikir lagi. Kalau komiknya model shoujo, comedy, atau yang ringan-ringan mungkin nggak masalah; tapi waktu baca komik-komik yang lumayan banyak istilah asingnya agak pusing juga. Pengalaman baca Flash of Wind maraton dari jilid 1-25. Istilahnya kan lumayan banyak, seperti "hogen", "hatto", "manta", "tenjin", dst.
« Last Edit: September 14, 2013, 10:55:41 pm by Tsujiai Hikari » Logged

Sew weylos aryu-feir nez zolto
Wi-s tina zi-di mor ele-fi ro-eltyeir
camolatte
Centerspread inside the comical world
EMK
LX - Holic
****

Reputation: 444
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 18.828


Critter of Vox Machina~


WWW Awards
« Reply #32 on: September 16, 2013, 10:50:36 am »

:) masing-masing ada stylenya sendiri tentunya, berbeda penerbit bisa berbeda juga stylenya. Demikian juga kalau berbeda editornya, setiap orang ada preferensinya sendiri. Misalnya untuk penggunaan istilah saja sudah ada perbedaan gaya, apalagi kalau membahas yang lebih lanjut seperti penggunaan tata bahasa, tingkat kesopanan bahasa, tanda baca, jenis font, dan sebagainya.
Logged

Pages: 1 2 3 [4]  All   Go Up
Print
Jump to: