Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

606.142 Posts in 16.725 Topics- by 41.606 Members - Latest Member: umla
Pages: [1]   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: Alice The Series  (Read 3466 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Ally
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 17
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 5.225


gothic demeanor


WWW Awards
« on: December 18, 2007, 02:32:33 pm »


The Agony Of Alice
(Kasihaaan Deh Alice)
Phyllis Reynolds Naylor
Penerjemah: Vina Damajanti
PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 1, September 2005
Tebal : 144 hal

Buku pertama ini bercerita tentang kehidupan Alice di kelas 6. Di awali dengan cerita kepindahan mereka untuk ketiga kalinya. Elizabeth bersama ibunyalah, tetangga pertama kali yang menyapa keluarga Alice ketika mereka baru saja selesai memasukkan barang-barang dari truk pengangkut barang kedalam rumah. Entah apa yang merasuki Alice saat itu. Keramahan Elizabeth dibalasnya dengan sikap yang bisa membuat hati Elizabeth terluka.

Masalah tak berhenti sampai di situ. Pemilihan bra sampai Celana Jeans ternyata cukup membuat Alice pusing. Namun ia tak dapat menyalahkan siapa pun untuk semua hal kecil itu. Walau dalam hatinya Alice berharap ia seperti anak perempuan lainnya yang memiliki ibu yang bisa memberinya jawaban untuk setiap pertanyaan yang diajukannya.

Hal itulah yan membuat Alice yakin untuk mengadopsi seorang ibu. Terlebih ketika ia melihat Miss Cole, guru kelas enak yang masih muda, modis dan sangat cantik. Dalam hati Alice berharap ia akan menjadi murid di kelas Miss Cole. Sayangnya, bukannya belajar di kelas ibu yang akan diadopsinya, Alice malah dijebloskan di kelas Mrs. Plotkin , wanita  enam puluhan tahun yang badannya lebar seperti pir dan pakaiannya benar benar berbeda dengan Miss Cole, idolanya. Alice berpikir pasti ada kesalahan. Ia bahkan nekat menemui kepala sekolah. Namun tak banyak yang dapat ia lakukan. Mrs. Plotkinlah yang akan mengajarnya selama setahun ke depan

Secara perlahan Alice berusaha untuk menutupi kekecewaannya sampai Pamela datang dan berusaha untuk membuat keadaan kembali buruk. Pamela adalah teman sekelasnya, anak perempuan dengan rambut pirang yang panjang. Sikap dan prilaku Pamela sempat membuat Alice merasa gerah. Tanpa sadar terjadi insiden yang membuat pementasan sekolah saat itu menjadi sangat kacau.

**

Hampir di semua serial, Alice menemui masalah. Namun buku pertama inilah yang terasa paling berat bagi Alice. Tidak salah kalau judulnya The Agony od Alice .*hug Alice.

Walaupun semuanya tidak akan seburuk yang ia pikirkan kalau saja mau membuka mata lebih lebar. Yah, Alice masih terlalu muda untuk mengerti semua hal tersebut.
Yang jelas Alice tahu bahwa ia tak pernah sendiri. Ia masih punya Ayah dan kakak laki – laki yang siap membantunya kapan saja meskipun untuk beberapa hal mereka membutuhkan sentuhan wanita.

Ini buku pertama dari serial Alice yang saya dapatkan saat Gramedia MP menggelar pesta diskonnya. Sayangnya buku kedua tidak masuk dalam buku-buku yang dibiarkan tergelatak tak rapi. Nyari ditumpukan teenlit juga ternyata tidak ada. Harus pesan dari toko buku online. Artinya masuk waiting list lagi.
« Last Edit: January 19, 2008, 04:48:56 pm by Ally » Logged

Ally
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 17
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 5.225


gothic demeanor


WWW Awards
« Reply #1 on: January 19, 2008, 04:50:19 pm »



All but Alice(ngapain ikut ikutan)
Phyllis Reynolds Naylor
Alih bahasa : Vina Damajanti
Penerbit : Pt Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, January 2006
Tebal: 160 hl
Keresahan dialami Alice ketika kehidupannya di kelas tujuh dimulai. Bahkan ia menjadi begitu gundah ketika mengetahui Elizabeth Price dan Pamela Jones, sahabatnya, telah memiliki papan bulletin dengan berbagai hal penting dalam hidup mereka yang melekat diatasnya.

Tidak berhenti sampai disitu . Hampir semua teman-temannya telah memutuskan untuk ikut suatu perkumpulan. Sedangkan dirinya masih saja sama seperti semester lalu. Karena tak ingin ketinggalan, akhirnya ia memutuskan untuk ikut klub anting –anting. Awalnya alice sangat menikmatinya. Terutama ketika Ayahnya memberi ijin untuk menindik telinganya

Setelah perkumpulan anting – anting, Alice memutuskan untuk bergabung dengan All-Stars Fan Club, klub yang berkumpul setiap rabu dan menulis surat ke orang-orang keren. Bahkan ia langsung popular, begitu ia mendapatkan balasan dari salah satu bintang rock. Bahkan ketika balasannya itu hanya berupa kaus kaki kotor. Karena hanya dialah satu satunya anggota klub yang menerima benda milik pribadi seorang selebriti.

Alice menikmati keberadaannya di kedua klub tersebut Teman temanya semakin banyak. Di kelas ia pun termasuk dalam jajaran murid- murid keren dan populer.

Namun masalah baru muncul. Karena dengan tergabung dalam klub ini berarti ia harus mengikuti ritual yang dilakukan oleh setiap anggota, yaitu membeli anting-anting baru setiap pekannya. Padahal uang jajannya setiap pekan

Bahkan semua masalah itu semakin membesar ketika mengetahui bahwa ayahnya berkencan dengan Miss Summers, Guru bahasanya yang ditemuinya hampir setiap hari di sekolah. Belum lagi masalah Lester, abangnya, dengan semua mantan pacarnya, yang memaksa Alice harus berbohong.

Di perkumpulan All-Stars Fan Club, setiap anggota di perkumpulan itu terlibat dalam pertunjukan adu bakat. Dan teman temannya menganjurkan untuk kostum wonder woman dan menyanyikan lagu Gus and Dolls. Sayangnya bukannya ketenaran yang didapatkannya, namun malam itu yang ada hanyalah gelak tawa dari seluruh penonton.

Dan tak kalah parah, ketika ia bermasalah Brian, yang ternyata tak pernah berpikiran bahwa Alice adalah seorang anak perempuan. Padahal Alice berpikir brian akan bisa mengganti kedudukan Patrick.

Semua itu membuat Alice merasa ada yang salah dengan semua hal yang dilakukannya. Ia harus mengambil keputusan penting untuk membuat masalah masalah ini menjadi reda dan berhenti membuatnya gundah.

**

Another Teenlit di rak bukuku. Belinya karena ngeliat resensi di blog kobo. Dan waktu itu juga ada diskon dari gramedia. Hehehe…yang jelas ga nyesal.

Melihat kehidupan Alice, jadi ingat jaman SD dulu. Tepatnya pas kelas 6. Waktu itu saya juga benar benar bingung. Bahkan sempat tuh ikut-ikutan ma beberapa teman yang saat itu memang populer dikalangan anak sd. Hehehehe… dari stationery sampai ikut beli snack yang mereka sukai. Padahal begitu nyoba, walah, rasanya ga karuan.Akhirnya sebelum terjerumus lebih jauh, akhirnya sadar. Menjadi populer ga perlu sampai ikut-ikutan seperti itu. Tentu saja itu setelah lepas dari bayang bayang mereka. Hihihi…dan akhirnya malah mereka yang ikut-ikutan. Hua hua hua…

Serial Alice ternyata dah ada yang baru lagi. Jadi penasaran. Semoga bisa cepat masuk di rak buku ku deh.

Ps: Pic is taken from kobo's blog
Logged

Ally
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 17
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 5.225


gothic demeanor


WWW Awards
« Reply #2 on: January 19, 2008, 04:55:06 pm »


Alice in April
(Capeknya Jadi Nona Rumah)
Phyllis Reynolds Naylor
Alih bahasa:Vina Damajanti
Cetakan I,Juli 2007
Tebal:160 hl
PT Gramedia Pustaka Utama

Nona rumah, dua kata yang selalu terngiang di telinga Alice. Sejak Aunt Sally menulis surat untuknya di bulan maret hanya untuk mengingatkan bahwa sekarang saatnya dia yang menjaga dan merawat ayah serta abangnya, Lester. Semua urusan rumah tangga, dari membersihkan rumah, memasak, sampai menjahit bagian baju yang berlubang atau sobek menjadi tanggung jawab Alice. Tentu saja semua hal yang dikatakan Aunt Sally membuat Alice kerepotan karena selama ini semua tanggung jawab itu sepenuhnya dilakukan oleh ayahnya.

Alice berupaya keras menambal pakaian, beberes, menata rmah, membuat jadwal, mendukung kisah cinta ayah dan abangnya. Namun yang ada Alice hanya mengacaukan. Lester dan ayahnya mengeluh mengenai bagian bagian yang ikut terjahit ketika Alice bermaksud untuk menjahit lubang.

Belum selesai dengan masalah “Nona Rumah”, Alice kembali dirisaukan dengan masalah julukan yang diberikan oleh anak anak cowok kelas tujuh yang menyebalkan,. Mereka menamai semuaanak perempuan dengan nama negara bagian Amerika berdasarkan ukuran dadanya!. Kalau Elizabeth mendapatkan julukan Illinois, dan akhirnya Pamela mendapatkan Wyoming , dirinya sendiri belum mendapatkan julukan apapun. Bahkan setelah berusaha untuk membujuk Patrick agar mempengaruhi anak anak cowok agar memberi nama seperti yang diinginkannya,

ternyata tak kunjung membawa hasil.

Tak berhenti di situ, Alice dihadapkan dengan tugas yang diberikan oleh Mr. Hensley untuk menulis surat untuk dirinya sendiri dan memilih 10 benda yang akan dimasukkan ke dalam kapsul waktu yang akan dibuka 40 tahun kemudian.

Belum lagi mengenai hubungan Ayahnya dengan Miss Summers yang tampaknya telah diketahui oleh teman teman kelasnya.

Masalah terakhir yang dipikirkan Alice adalah pesta ulang tahun ayahnya ke 50. Ia dan abangnya sepakat untuk membuat kejutan. Alice berusaha memberikan yang terbaik dengan mengundang orang orang terdekat, memberikan hadiah kejutan sampai memasak sendiri makanan favorit ayahnya. Ternyata semua tak semudah yang ia pikirkan. Banyak kekacauan yang terjadi di sana sini. Menjadi Nona Rumah ternyata tak semudah yang ada di benaknya. Semua itu membuat Alice sadar betapa ia membutuhkan kehadiran seorang Ibu

**

Buku ke empat dari 5 buku serial Alice yang sudah terbit. Walau Anastasia Krupnik masih berada diurutan teratas namun setiap bab yang ada di dalam buku ini tak jarang membuat saya tertawa. Apalagi bab yang berisi percakapan antara Alice dan abangnya, Lester. Di buku ini juga ada bab yang membuat saya menitikkan air mata. Dan membuat saya semakin yakin kalau bunuh diri tak akan pernah menjadi jalan keluar yang baik

Dan tentang surat yang dibuat Alice dan teman-temannya dan dimasukkan ke kapsul waktu membuat saya berpikir untuk melakukan hal yang sama. Kemarin sih sempat buat. Tapi jangka waktunya hanya satu tahun. Itu juga tak banyak perubahan yang terjadi. Hehehe…semoga saja situsnya masih ada.

Labels: Fiksi, teenlit
« Last Edit: January 23, 2008, 03:46:56 pm by Ally » Logged

Ally
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 17
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 5.225


gothic demeanor


WWW Awards
« Reply #3 on: January 23, 2008, 03:34:51 pm »


Alice in-Between
(Remaja Tanggung)
Phyllis Reynolds Naylor
Alih bahasa : Vina Damajanti
Cetakan I,Juli 2007
Tebal 152 hlm
PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun ini Alice merayakan ulang tahunnya yang ke tiga belas. Setelah selesai dengan masalah nona rumah, kini Alice mengeluhkan maalah posisnya sebagai remaja tanggung. Ia merasa bahwa dirinya bukan lagi anak anak. Tapi bukan ia juga belum merasa mejadi seorang wanita. Baik dari bentuk tubuh maupun ukuran tubuhnya. Semua hal itu membuatnya cukup senewen.

Banyak hal yang terjadi di ulang tahun kali ini. Patrick memberinya hadiah berupa gelang, yang ternyata adalah warisan dari neneknya. Sehingga terpaksa dikembalikan Alice. Sebagai gantinya ia mendapat Bedak talk Old English Lavender, yang menurut Pamela baunya mirip dengan bau neneknya. Dari ayahnya, Alice mendapat gift voucher dari Woodward & Lothrop. Lester, abangnya, bahkan memberi hadiah yang tak terduga. Makan malam di Watergate, nonton drama di Kennedt Center dan berdansa. Walau semua itu sebagai tebusan karena Lester nyaris melupakan hari ulang tahun Alice.

Di usianya yang ke-tiga belas ini, Alice berhasil menyelamatkan tiga orang. Bersama abangnya, Alice berhasil menyelamatkan Crystal, mantan pacar Lester, dari cengkraman pria yang menyebalkan. Berikutnya adalah menyelamatkan Lester dari Loretta yang akan mengajaknya camping ke suatu tempat. Dan terakhir menyelamatkan Pamela, sahabatnya, dari tangan pria hidung belang. Dalam perjalanan mereka menuju Chicago dengan kereta api.

Mengenai masalah Pamela sebenarnya semua berawal dari peringai Pamela yang berura pura menjadi wanita dewasa. Pamela awalnya sangat menikmati perannya. Bahkan meminta Alice dan Elizabeth untuk turut serta dalam drama yang disusuanya. Penampilan Pamela memang meyakinkan. Terlebih karena rambut Pamela yang dipotong pendek karena ulah iseng mark dan Brian. Sayangnya semua berakhir dengan hal yang membuat Pamela sesegukan. Saat itu, Alice yakin Pamela harus diselamatkan. Untung saja, mereka bisa lepas dari gangguan pria itu dan sampai di rumah Aunt Sally dengan selamat

Kejutan yang dialami Alice datang silih berganti. Bahkan ketika ia datang ke rumah Patrick untuk menyerahkan hadiah ulang tahun. Awalnya ia hanya bermaksud untuk memberi Patrick kepiting yang dibelinya bersama Carol di Chicago Tak di duga ibu Patrick mengajaknya makan malam bersama. Sayangnya Alice merasa tak nyaman. Untungnya semua itu terobati dengan permainan drum Patrick. Dan kejutan tak berhenti samapi disitu

**

Buku Alice yang membuat saya teringat dengan kakak beradik Touya dan Sakura di Sakura The Card Captor. Walau Lester tidak dapat disejajarkan dengan Touya, di buku ini terlihat bagaimana Lester menyayangi Alice seperti Touya menyayangi Sakura, walau ditunjukan dengan sikap yang aneh. Jadi pengen punya kakak laki laki seperti Alice dan sakura. Sigh..
« Last Edit: January 23, 2008, 03:49:24 pm by Ally » Logged

Ally
LX - Kidz
LX - Frenzy
*

Reputation: 17
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 5.225


gothic demeanor


WWW Awards
« Reply #4 on: January 23, 2008, 03:50:06 pm »



Alice the Brave
(Alice Sang Pemberani)
Phyllis Reynolds Naylor
Alih Bahasa:Vina Damajanti
PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 1, Desember 2007
Tebal : 144 hlm

Buku kali ini bercerita tentang liburan musim panas Alice. Liburan yang dihabiskan bersama Elizabeth dan Pamela sebelum masuk kelas delapan. Pacarnya,Patrick, menghabiskan waktu dengan berlibur di Kanada.

Liburan kali ini cukup seru bagi Alice. Di mulai dari Kisah 1001 malam Edisi tidak disensor yang dibaca Elizabeth, menerima surat berantai dari St. Jude dan mengirimnya kepada Ms. Summer sampai menghabiskan waktu di kolam renang milik Mark, pacar Pamela. Sebenarnya ia tak pernah merasa nyaman ketika berada di sana. Sayangnya Pamela dan Elizabeth malah terlihat menikmati kegiatan renang itu.

Alice punya alasan tersendiri mengapa ia tak merasa nyaman. Ia tak seperti Pamela dan Elizabeth yang dengan mudah menggerakkan badan mereka di atas papan loncat. Terlebih kolam renang milik Mark cukup dalam. Kalau air kolam masih sepinggang, mungkin tidak akan menjadi kekhawatiran dan ketakutan yang berlebih bagi Alice, tapi kali ini berbeda. Sehingga ketika teman –temannya mencoba melemparkannya ke dalam air, Alice berubah menjadi sangat kalap.

**

Ally pengen teriak ke telinganya Alice, kalau dia tuh nggak sendiri. Ally juga nggak bisa berenang. Hiks...hiks...hiks...Pengalaman berapa kali tenggelam di laut waktu SD dan tidak sekalipun diijinkan ikut berenang sama kakak2 waktu TK mungkin menjadi dua faktor kenapa sampai sekarang saya tidak bisa berenang. Yah, tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Tapi masalahnya di sini nggak ada kolam renang khusus wanita. Kolam renang yang ada semua terbuka untuk umum. Kapan yah di makassar ada kolam yang diperuntukkan hanya untuk perempuan.? Bisa berenang dah jadi resolusi bertahun tahun.

Balik tentang Alice, Anak perempuan yang satu ini mulai menanyakan hal hal yang membuat abang dan ayahnya kaget. Mereka tak menyangka kalau Alice ternyata telah beranjak dewasa. Hihi...mungkin pengaruh buku yang dibaca ma Elizabeth yah? Di buku ini juga, saya jadi makin suka dengan Lester. Karena terbukti bahwa Lester benar – benar sayang ma adiknya. That’s what a sibling is for.

Desain covernya manis.
Logged

Pages: [1]   Go Up
Print
Jump to: