Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

 
Advanced search

607.266 Posts in 16.861 Topics- by 44.073 Members - Latest Member: claratk1
Pages: 1 ... 17 18 19 20 21 22 23 [24]  All   Go Down
Print
Share this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo
Author Topic: [DISKUSI] Komik Dewasa/17+ di Indonesia  (Read 183960 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Dekar_K
LX - Junior
**

Reputation: 2
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 141

Baca Baca & Baca


Awards
« on: September 15, 2013, 05:19:10 pm »

anooo mas camo permisi saya mau tanya pendapat aja nih mungkin aga telat  

belakangan kan Elex Sama LC mulai berani terbitin Komik Genre Ecchi / 17+ kaya HOTD sama Kimi no iru machi apa tidak takut diprotes mikir ? apalagi diindonesia kan siapapun bebas membeli komik berarti ada kemungkinan juga anak dibawah 17 tahun beli komik sepertri ini

Note : saya bukannya munafik   ,, saya seneng komik seperti ini terbit  banana tapi sebagai calon orang tua saya juga was was jika terus seperti ini. setidaknya untuk kedepan mungkin untuk pembelian komik sepeti ini bisa dibatasi agar tidak ada anak dibawah umur membelinya

arigato
« Last Edit: April 26, 2015, 09:34:59 pm by REX » Logged
 
em_doubleyou
LX - Noob
*

Reputation: 8
Offline Offline

Posts: 48


Awards
« Reply #231 on: August 10, 2018, 09:34:25 pm »

(click to show/hide)

Setahu saya, yang mendefinisikan genre itu ya 'observer', pengamat, kritikus.. bukan para kreator. Ini kayaknya sama untuk segala jenis medium mau manga, musik, sampai film. Genre itu ada supaya orang awam bisa lebih gampang ngebayangin suatu karya itu kayak gimana. Semacam stereotipe.

Tapi, dari yang saya liat, kreator termasuk mangaka malah nggak seneng dilabeli oleh suatu genre, seolah2 membatasi karya dia. Contohnya Inio Asano, katanya dia nggak seneng Goodnight Punpun (salah satu manga dewasa paling gelap yang saya pernah baca) dilabeli "utsumanga"/"depressing manga".
Logged
jilian
LX - Noob
*

Reputation: 4
Offline Offline

Posts: 50


Awards
« Reply #232 on: August 11, 2018, 04:03:10 pm »

selain masalah norma, etika, budaya, yang pastinya di setiap negara pasti ada (ya adalah masa iya orang barbar, apa jangan-jangan iya ya norma cuma kedok dan aslinya barbar hahahaha tongue :p)

pastinya birokrasi yang super ribet di indonesia, kalau ada celah untuk nambah penghasilan kenapa ga dimanfaatin gitu kan budayanya..
mau pake ktp, kk, sim, plastik bolak balik, sticker, harga naek, rating semuanya balik ke birokrasi lagi

butuh generasi2 penerus yg open minded, manga hanya dari sekian jalan yang harus dilalui

#maap OOT bin gaje
Logged
tanukischarm
LX - Member
***

Reputation: 41
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 363


Someone who prefers cats than boyfriend


Awards
« Reply #233 on: August 14, 2018, 03:49:56 pm »

@jilian
Saya kurang setuju sama pernyataan kamu tentang norma itu membungkus sikap barbar. Secara tidak langsung kamu menunjukkannya pada semua orang.
Inilah sedihnya ketika ada satu orang bersikap salah, jadi dipukul rata semua orang dicap demikian.
Seperti contohnya hukum yang bersifat transparan dan implementasi yang kurang. Ngga sepenuhnya hukum itu salah, melainkan ada pengaruh dari mindset dan etitut rakyatnya.

Benar kalau hukum dan norma itu ada untuk membatasi sikap individu terhadap lingkungannya, tapi bukan berarti aslinya barbar. Jangan samakan satu individu berpendidikan dengan individu yang dibesarkan pakai bahasa binatang (red:kasar).

Sama halnya hukum perdana kita yang berbasis hukum Belanda, kenapa efeknya bisa berbeda? Lagi-lagi rakyatnya. Kalau dilihat dari aspek secara luas, contoh kecil dilingkungan saya dimana pedagang susah diatur dan pasar acak-acakan dempet sama jalanan, total bikin macet.

Kalau kamu lihat penjelasan saya, kenapa udah ngga nyambung sama topik ya?
Buat masalah moral, idem, ngga ada gunanya buat menjelaskan kepada yang ngga mau berpikir dan bertindak buat berubah. <- kelihatan banget tipe pasif
Kadang ada yang mau mikir berdasarkan logika, kadang pengalaman bisa menuntut mereka buat berubah dan kadang jalan ditempat.

Ah..sudahlah ^^
Logged

"Even if you give up, there are some games that just won't let you lose..like life" - Uramichii Oniisan
Pages: 1 ... 17 18 19 20 21 22 23 [24]  All   Go Up
Print
Jump to: